NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / One Night Stand / Chicklit / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: RR Maesa

"My Secretary"

Elsa adalah seorang sekretaris yang ditakdirkan menikah dengan atasannya karena hal buruk yang menimpanya.

Edward adalah CEO muda tampan yang besar di London, memiliki sifat temperamen dan pergaulan yang bebas.

Apakah pertemuannya dengan sekretarisnya akan membuat hidupnya berubah?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Sekretaris yang jelek

Elsa menatap pria yang sedang berbaring itu.

“ Sir, apa kau tidur ? “ tanya Elsa.

“ Hmm” jawab Edward tanpa membukakan matanya. Sebelah tangannya dilipat keatas menutupi sebagian mukanya.

“ Ini agenda acaranya, kau bisa membacanya kembali. Pembukaan dua jam lagi, acara pertama penandatanganan Mou/ kontrak kerja dan dokumentasi “ papar Elsa.Tidak ada jawaban.

Elsa berfikir mungkin bosnya merasa lelah.

“ Saya kembali ke villa, berkas berkas ini saya bawa, jadi saya nanti langsung ke gedung pertemuan, semua keperluan anda sudah siap “ sambung Elsa. Masih tidak ada jawaban. Akhirnya Elsa pergi saja dari ruangan

itu, kembali menuju villa nya.

Edward bukannya tidak mendengar Elsa bicara, tapi entah kenapa dia sedang tidak mood sekarang. Melihat Steve yang begitu perhatian pada Elsa membuatnya merasa tidak nyaman dan tidak suka dengan kedekatan Steve

dengan Elsa.

Elsa kembali ke villanya, kini giliran dia menata keperluannya, yang memang workshop ini jadwalnya dua hari dua malam, di hari ke tiga peserta workshop bebas bisa bersantai berendam air panas di tempat wisata

itu.

Elsa mengerutkan keningnya mencari cari ranselnya tidak ada di sofa. Tadi jelas jelas dia menyimpannya di sofa. Dia masuk ke kamar, mungkin dia lupa, terus dicarinya. Tidak mungkin lupa, karena villa itu hanya terdiri dari satu kamar, satu kamar mandi dan satu ruangan utama yang luas.

Setelah mencari kesana kemari masih tidak ketemu, Elsa mulai panik. Dia cari di teras mungkin lupa belum dimasukan ke dalam, juga tidak ada.

Bagaimana ini ? Dia tidak bisa minta supir mengantarnya ke rumah mengambil baju yang lain. Kalau beli juga tidak mungkin, resort ini jauh terpencil, karena memang tempat untuk liburan. Edward sengaja memilih tempat ini supaya kolega koleganya bisa berlibur bersama keluarganya di hari terakhir.

Diliriknya pakaian yang dikenakannya yang sudah lusuh bau  keringat seharian dia pakai. Itu

adalah pakaian satu satunya yang masih ada.

*******

Hingga waktu acaranya dimulai. Edward sudah ada di aula begitu juga semua undangan peserta workshop. Diliriknya jam tangannya, matanya mencari cari keberadaan sekretarisnya yang belum datang.

Bu Mirna menghampirinya, tangannya memegang selembar kertas.

Dia sudah menyusun meja di ruang depan, merapihkannya untuk tempat penandatanganan Mou/ kontrak kerja.

“ Maaf Sir, mana dokumen yang akan ditandatangani ? saya harus menyusunnya di depan, acara akan segera di mulai. Kita sudah terlambat 15 menit “ ujar Bu Mirna.

“ Apa kau tidak melihat Elsa ? kenapa dia belum datang ? “ tanya Edward.

Bu Mirna menggeleng, tidak jauh dari sana tampak Nola tersenyum sinis, sepertinya pekerjaannya sekarang sangat menyenangkan.

Sosok yang dicari datang berlari terengah engah, keringat membasahi kening Elsa, karena memang jalan menuju aula itu menanjak, posisinya ada berada di atas bukit. Meskipun udara dingin tapi dengan menaiki tangga

sambil berlari cukup melelahkan.

“ Maaf Tuan, saya terlambat “ ujar  Elsa terengah engah sambil memegang berkas di tangannya.

Edward menatap kedatangan Elsa dengan raut muka tidak suka.

Begitu juga orang yang hadir disana, karena memang mereka dari tadi menunggu acara dimulai dan hanya berbincang bincang ringan saja. Steve yang mendampingi Edward pun tampak terkejut melihatnya.

Edward menatap Elsa dari atas sampai bawah. Sekretarisnya itu masih memakai pakaian yang dipakainya dari sejak tadi pagi mereka berangkat.

Rambutnya kusut, mukanya tanpa make up sedikitpun. Bagaimana mungkin dia akan mendampinginya apalagi untuk dokumentasi dengan penampilannya seperti ini.

“ Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau seperti ini ? Apa tidak bisa kau berdandan sedikit lebih cantik ? Kau sekretaris yang buruk. Kau benar benar tidak pantas jadi sekretarisku ! “ ucap Edward, seketika yang mendengar

ucapan Edward, menoleh kearah mereka dan menjadi hening.

Mereka menatap Elsa yang tampak lusuh,menilai detil penampilannya dari atas ke bawah, terdengar bisik bisik tidak jelas, bahkan tertawa tertahan dari beberapa sekretaris yang lain, terutama Nola. Dia merasa

senang bisa mempermalukan Elsa.

“ Ma…maaf, Sir “ ujar Elsa, dengan bibir begetar, ingin menangis rasanya saat itu juga.

“ Bu Mirna, ambil alih pekerjaannya “ ujar Edward. Bu Mirna segera meraih berkas di tangan Elsa.

“ Jangan muncul di hadapanku lagi “ lanjut Edward lalu beranjak diikuti Bu Mirna yang memberi isyarat pada MC acara akan dimulai.

Elsa mematung sejenak, lalu berbalik melangkah keluar dari aula dengan sedih. Dia benar benar merasa malu dan sakit hati dengan ucapan Edward. Bagimana bisa pria itu memakinya seperti itu di depan banyak orang.

Steve melihat kepergian Elsa dengan kasihan, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa karena acara akan dimulai, diapun berbalik mengikuti Edward.

Dengan langkah  lesu, Elsa menuruni tangga, tidak dirasakannya kakinya yang sakit karena seharian

naik turun di area berbukitan ini. Kemudian dia berjalan kearah bukit yang kosong, udara sangat dingin waktu itu.

Elsa duduk disebuah batu melihat kearah bawah dimana tempat wisata pemandian berada. Terlihat kerlip kerlip lampu yang indah, meskipun udara sangat dingin tapi pemandangannya sangat menyejukan. Jarang jarang dia

berlibur seperti ini. Tidak dibayangkannya, bekerja sambil liburan akan berakhir menyedihkan.

Perlahan air matanya pun menetes. Masih dirasakannya bagaimana tatapan tajam menghina meremehkan dari orang orang yang hadir disana karena penampilannya yang lusuh, bahkan sangat buruk. Apa yang dikatakan Edward memang benar, dia sangat buruk dan tidak pantas jadi sekretarisnya. Seorang sekretaris CEO, jabatan yang paling tinggi untuk tingkatan sekretaris diperusahaannya, hanya bisa mempermalukan bosnya, di acara yang sangat penting ini. Perlahan airmatanya mulai menetes dan dia pun menangis, sesenggukan, kepalanya ditelungkupkan di kedua lututnya. Betapa menyedihkannya dia malam ini.

Tiba tiba dia merasa ada langkah mendekat. Elsa melirik kearah sampingnya, ada sepasang sepatu, lalu dia mendongak. Pemilik sepatu itu berdiri sambil memegang dua cangkir kopinya. Lalu menyerahkan dua cangkir kopi

itu pada Elsa, yang segera meraihnya.

Steve membuka jasnya lalu menyelimutkan jas itu pada tubuh Elsa.

“ Udara sangat dingin “ ujar Steve lalu duduk disamping Elsa, ikut menatap pemandangan dibawah sana. Tangannya meraih satu cangkir yang Elsa sodorkan.

“ Minumlah, kau akan lebih baik “ ujar Steve sambil menyeruput kopi panasnya, begitupun Elsa.

“ Terimakasih, kau sangat baik padaku “

“ Sekarang, katakan apa yang sebenarnya terjadi ? “ tanya Steve tanpa menoleh.

“ Tasku hilang, aku sudah mencarinya kemana mana tidak ada.

Tidak mungkin hilang sendiri bukan ? Seharusnya Edward mendengarkan penjelasanku “ ujar Elsa, mengeluh.

“ Apa yang dikatakan Edwad ada benarnya, kau memang lusuh “ ujar Steve, membuat Elsa kaget dan tidak menyangka Steve akan bicara begitu.

“  Ternyata kau sama saja dengan mereka “ gerutu Elsa.

“ Tapi juga yang dikatakan Edward salah “ lanjut Steve, membuat Elsa menoleh menatap pria tampan disampingnya itu.

“ Edward salah mengatakan kau sekretaris yang buruk. Justru kau satu satunya sekretaris yang sangat baik diperusahaan “ Lanjutnya, Elsa jadi tersipu malu dipuji begitu.

“ Aku tidak begitu baik, aku memang tidak pantas jadi sekretarisnya “ keluh Elsa, sambil kembali meminum kopinya.

“ Aku ingin pulang, tidak ada gunanya aku disini “ gumamnya. Steve terdiam, dia merasa ikut sedih melihat Elsa seperti ini.

“ Kau lihat pemadangan di bawah ? sangat indah bukan ? “ tanya Steve, mencoba menghibur Elsa.

“ Iya. Aku jarang sekali berlibur, bahkan sudah bertahun tahun aku tidak pulang bertemu keluargaku “ ujar Elsa.

 

*****

Di aula pertemuan, masih acara coffee break, Edward memegang cangkir kopinya, berjalan menuju balkon, melihat keluar, pemandangannya sangat Indah dengan kelap kelip lampu lampu kecil. Tiba tiba matanya tertuju pada dua sosok yang sedang duduk di bukit. Siapa mereka ? Malam-malam berdua disana di udara yang sangat dingin.

Setelah diperhatikan seksama, ternyata itu Steve dan siapa satunya yang menggunakan jas Steve. Ada perasaan

tidak nyaman di hatinya, saat menyadari kalau yang mengenakan jasnya Steveseorang wanita dan itu adalah Elsa.

Entah kenapa Edward lagi lagi tidak suka melihat kedekatan mereka. Perasaannya sama seperti seorang gadis yang juga melihat kearah yang sama dengan Edward. Nola memeperhatikan mereka dengan perasaan cemburu. Dia kesal, dengan kejadian  mempermalukan Elsa malah membuat Steve semakin memperhatikannya.

******

Keesokan harinya, pagi pagi Elsa membukakan matanya saat mendengar pintu villanya diketuk. Dia segera membukanya. Ternyata Steve sudah berada disana, pria itu sudah berpakaian rapih. Tangannya menenteng beberapa kantong kertas.

“ Kenapa kau pagi pagi kesini ? Sebelum pulang, aku pasti pamitan padamu “ ujar Elsa.

“ Ini, semalam aku menyuruh orang membelikan beberapa pakaian untukmu, dan mengantarnya kesini. Pakailah, semoga cukup “ Steve memberikan kantong kantong itu.

“ Apa ? Aku tidak bisa menerima ini “

“ Kau dari kemarin tidak mengganti pakaianmu. Lagi pula kau tidak perlu pulang, jangan memperlihatkan kekalahanmu, itu bukan dirimu “ lanjut Steve, membuat Elsa semakin tersentuh dan menjadi terharu.

“ Baiklah, terimakasih “ Elsa menerima kantong kantong itu.

“ Bersiaplah, sebentar lagi acara dimulai “ Steve mengahiri pembicaraannya lalu pergi meninggalkan Elsa.

Hati Elsa benar benar tersentuh dengan kebaikan Steve, dia sangat baik dan perhatian padanya, dia tipe pria yang manis menurutnya.

Tidak jauh dari tempat Elsa yang berdiri di depan pintu, sesosok pria bersembunyi dibalik Pohon rindang, ditangannya menggenggam tali beberapa kantong kertas.

Dilihatnya kearah kantong kantong yang dipegangnya itu, lalu kearah Elsa yang masuk ke villa dan menutup pintunya.

*****

Edward menyimpan kembali kantong kantong itu di meja. Semalam saat melihat Steve bersama Elsa, dia tidak bisa tidur semalaman, fikirannya terus memikirkannya, dan dia merasa bersalah karena mempermalukan Elsa di depan

banyak orang, seharusnya dia bisa menahan emosinya.

Dia kesal malam itu melihat penampilan Elsa berantakan diacara sepenting ini. Dia sekretaris CEO bahkan tidak lebih baik dari sekretaris sekretaris kepala Divi yang dibawahnya. Dia kesal dan tidak bisa

mengontrol emosinya, seharusnya dia mendengarkan penjelasannya jangan langsung marah marah dan memakinya.

Akhirnya semalam Edward menyuruh supirnya di rumah untuk membawakan beberapa pakaian yang dia pesan dari butik keluarganya.

Dan semalam tentunya sudah sangat larut untuk memberikannya pada Elsa, bahkan jam 3 pagi baju itu baru sampai, karena perjalanannya lumayan jauh berjam jam.

Rencananya pagi ini dia akan memberikan pakaian itu sambil meminta maaf, dan ternyata langkahnya sudah didahului Steve.

Edward mengambil air minum dan meminumnya. Udara sangat dingin tapi kenapa begitu terasa panas. Dia pun melonggarkan dasinya.

Di villanya, Elsa segera bersiap siap, dia memilih milih beberapa pakaian yang dibelikan Steve. Sepertinya pria itu begitu mengenal dirinya. Pakaian pakaian itu sangat sesuai dengan seleranya, tapi ini tentu saja dengan kualitas yang sangat bagus. Bahkan steve juga membelikan satu set kosmetik. Dia benar benar pria yang tau kebutuhan wanita. Elsa tersenyum senang, dan dia jadi merasa lucu, Steve begitu tau ukuran pakaian yang dia kenakan.

Bahkan .. “ Apa ini ? “ gumam Elsa, ternyata CD dan Bra juga dbelikannya. Ini sangat memalukan. Elsa tidak mau memakainya, tapi dalaman yang dia pakaipun sudah sehari semalam dipakainya dan rasanya sudah terasa gatal.

Akhirnya Elsa memakai semua pemberian steve.

Kali ini Elsa memakai kosmetik lengkap, dia sangat  bahagia, dia sudah sangat rindu dengan berdandan. Karena dia begitu harus berhemat, jadi keinginan untuk memanjakan dirinya dihapusnya.

Elsa kembali mematut dirinya di cermin, merasa bukan dirinya yang ada di cermin, dia pun tersenyum puas. Tidak lupa, diapun memberikan sedikit aksen di rambutnya, dengan membuat lilitan kecil dikanan kiri, agar

wajahnya terlihat fresh.

Setelah siap, Elsapun segera ke aula pertemuan, dengan membawa notebook dan beberapa berkas yang akan dbutuhkan disana.

Di dalam ruangan tampak hampir semua peserta sudah hadir. Bahkan Edward dan Steve juga sudah duduk di meja urutan  depan.

Sejenak ruangan jadi berubah sepi, saat Elsa masuk, semua mata tertuju pada Elsa yang kini berdandan sangat cantik. Dia masih mematung dekat pintu, karena dilihatnya mejanya yang bertuliskan sekretaris CEO di duduki Bu Mirna.

Pak Boby, yang melihat kehadiran Elsa, segera menelan air liurnya, kebiasaannya jika melihat gadis yang cantik.

Begitupun Edward dan Steve, yang mejanya berada di sebrang pintu masuk. Jadi posisi meja depan ruang meeting itu berbentuk U yang diduduki oleh pejabat pejabat penting, dan yang lainnya berada di kursi menghadap ke arah depan layar monitor untuk presentasi.

Steve tampak tersenyum, dia senang gadis itu memakai pembeliannya dan kini gadis itu terlihat sangat cantik dan istimewa.

Berbeda dengan Edward, meskipun dia kaget dengan kehadiran Elsa yang tidak biasanya, tapi hatinya tidak suka. Bukan karena Elsa tidak cantik, tapi dia tau itu pakaian yang diberikan oleh Steve.

Melihat reaksi Edward yang tampak acuh, membuat Elsa kecewa, jadi dia masih mematung, dia tidak tau apakah Edward membutuhkannya atau tidak, apalagi mejanya ditempati Bu Mirna.

Terdengar suara MC akan memulai acara. Tapi Elsa masih mematung, merasa bingung harus bagaimana.

Edward melihat ke arahnya, lalu melirik kearah Bu Mirna, yang langsung mengerti. Sekretaris senior itu pindah duduk ke kursi sebelahnya yang sudah ada namanya. Elsapun segera berjalan ke arah mejanya, yang tentu saja itu

berarti dia harus berjalan mendekati Edward di depannya. Pria itu tampak masih acuh dan membolak balikan kertas ditangannya, sok sibuk.

Steve tersenyum ke arahnya, setelah jarak mereka sangat dekat, dia berkata, “ kau sangat cantik “ pujinya, tidak berhenti tersenyum.

Deg ! Jantung Edward tiba tiba terasa berhenti mendadak mendengar pujian steve pada Elsa.

Diapun melirik gadis itu, “ Ya dia sangat cantik “ pujinya dalam hati, tidak dengan mulutnya yang diam saja dan kembali bermuka masam.

 

*******

1
Mystera11
aq suka sm alurnya walaupun pasti ada yg pro dan kontra,,, jarang2 ada novel yg menceritakan tokoh utama wanita dicintai oleh 2 pria skligus apalg sampe mnikah dan mempunyai anak,,, ada sih yg pnh kubaca tp itupun sekedar menikahi tanpa mnyentuh apalg sampe hamil oleh tokoh pria ke 2. nyesel dlu bacanya sempat brhnti krn nunggu slsai tamat dlu biar ngga pnasaran,, tp trnyata aq kelupaaan krn pindah baca di aplikasi lain. akhirnya skr aq marathon bacanya,, 😌
Mystera11
Luar biasa
Mystera11
udah baca yg ke2 kali krn pingin baca yg season 2 dan 3 nya tp lupa sama alurnya cerita ini...
melting_harmony
Luar biasa
Franki Lengkey
seharusnya elsa tdk kerja masa suami pemilik perusahaan istri cari kerja di luar
Franki Lengkey
thor ......
Franki Lengkey
ini awal yg tdk baik...aku sudah membaca novel ini dan ini kali ke dua
Franki Lengkey
wow aku suka
Franki Lengkey
aduhh jahatt sekali olivia
Franki Lengkey
thor tdk di jelaskan apa yg dilakukan elsa dan edwart selanjutnya
Franki Lengkey
kalau cincinya kekecilan di kasih sama saya aja ya bole?
Franki Lengkey
aduh di mana mereka ya kok berhari2
Franki Lengkey
edwart elsa sabar ya belum saatnya kalian bersatu kembali
Franki Lengkey
hmmmmm mantul 10x jempol 10x 👍🏻
Franki Lengkey
cepat sembuuh dady edwart
Franki Lengkey
ha ha ha ha ternyata edwart ongat kalau babak belur kedua kalinay
Franki Lengkey
kasihan elsa kalau amnesia edwrt lama2
Franki Lengkey
ha ha ha ha ha tingkah dedy edwart bikin aku tambah suka
Franki Lengkey
semangat thor aku suka ceritanya mantap
Franki Lengkey
pasti edwart akan segera mengingat kembali siapa elsa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!