-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan
"iya maaf Mah, ada yang harus Papah urusin ke Perusahaan dia" ucap Alderich menyesal.
"emm Mah, Pah. Kami juga berangkat dulu ya. Setengah jam lagi waktunya Manda sidang soalnya" pamit Sinta memecah keheningan setelah Alderich berucap Maaf.
"iya, kalian hati-hati dijalan" ujar Alderich.
Diluar Mansion
"emm Man" panggil Sinta ke Manda.
"kenapa?" tanya Manda singkat.
"gua sedikit kurang ngerti deh" ucap Sinta membuat Manda bingung.
"gak ngerti apanya?" tanya Manda.
"pertama, Jeslyn kayak udah kenal gitu sama orang tua Tristan, tapi kenapa dia gak kenal Tristan? Kedua, orang tua Jeslyn kayaknya udah tau soal permasalahan Jeslyn sama si Airlangga deh" ujar Sinta membalas raut bingung Manda.
"kalau yang pertama gua juga gak tau kita kan kenal dia sejak masuk kuliah bukan dari kecil, nah yang kedua gua juga berfikir kayak gitu dan mungkin kenapa Jeslyn sekarang udah jadi CEO karena orang tuanya gak mau dia kefikiran soal kejadian itu mungkin" ujar Manda.
"udah gak usah ikut campur keluarga orang, tugas kita sekarang itu mendukung dan nyemangatin Jeslyn sebagai sahabatnya" lanjut Manda dan hanya dibalas anggukkan dari Sinta.
Mereka berdua pun pergi ke Kampus dengan menggunakan mobil mereka masing-masing.
----
Casey Company
Jeslyn baru saja sampai di Kantor Perusahaan yang sudah dibangun Papahnya itu dari nol sampai sekarang sudah menjadi Perusahaan terbesar ke 2 di dunia.
Jeslyn langsung saja turun dari mobil terbaru miliknya dan masuk ke kantornya. Semua pegawai menyapa nya dan dia pun menyapa balik semua pegawai. Ini lah yang disukai semua pegawai dari Jeslyn, Dia sangat ramah ke para pegawai tanpa memandang jabatan mereka dan dia bisa bersikap sangat tegas jika ada pegawai yang melanggar aturan maupun lalai. Saat dia sedang berjalan di Lobby di lihatnya kearah meja resepsionis ada pegawai dengan pakaian yang ketat serta make up yang sangat menor, sungguh sangat diluar ketentuan aturan Perusahaan sekali batinnya.
"ekhm... Permisi. Panggilkan kak Vina sekarang" pinta Jeslyn ke pegawai yang bername tag Mawar. Mawar yang mendengar ucapan Jeslyn pun hanya melihat Jeslyn dari atas kebawah seakan sedang menilai penampilan Jeslyn.
"emang lo siapa?" tanya nya dengan tidak sopan.
"saya temannya, jadi tolong panggilkan kak Vina sekarang" pinta Jeslyn lagi dengan nada sabarnya. Para pegawai lainpun hanya diam menyaksikan karena merekajuga tau kalau Mawar sudah melanggar aturan, jadi pantas akan dipecat.
"ck. bu Vina lagi keluar. Kalo udah balik nanti gau kasih tau ya dek" kata Mawar dengan nada penekanan di akhir kalimatnya.
"saya inginnya sekarang" pinta Jeslyn lagi.
"aduh pliss deh ya, lu ngeganggu waktu gua buat ngecat kuku aja deh. Mending lu pulang sekarang terus tidur" ucap Mawar dengan nada kesalnya.
"siapa nama anda?" tanya Jeslyn ke Mawar yang sedang asik mengecat kuku nya.
"nama gua Mawar Glowi, gua anak wakil manager sini. Mau apa lu? Huh! Masih kecil aja udah bikin gua kesal" ujarnya dengan nada sombongnya.
"ck. Gak anak gak bapak sama saja kelakuan kalian" gumam Jeslyn yang masih bisa di dengar Mawar.
"jaga omongan lu ya! Mending lu pergi sekarang deh dari pada gua panggilkan satpam!" teriaknya, Jeslyn pun tersenyum miring.
"Anjela, panggil bu Vina sekarang dan bilang padanya untuk memberikan upah terakhir dia dan bilang pada satpam untuk membereskan semua peralatan Make up dia jangan sampai ada noda yang tertinggal sidikit pun" ujar Jeslyn ke pegawai yang disebelah Mawar.
"ba... baik miss" ucapnya gugup.
"heh! Apa-apaan lu hah!" teriak Mawar lagi, Jeslyn pun langsung meninggalkanmeja respsionis tanpa memperdulikan Mawar.
Mawar yang kesal dan marah karena Jeslyn yang tidak menjawabnya pun langsung berlari ke arah Jeslyn dan dia menjambak rambut Jeslyn dengan sangat kencang.
"akhh!!!" jerit Jeslyn kesakitan.
"yang seharusnya pergi dari sini tuh elu bukan gua anj***" teriaknya dan itu membuat semua para pegawai menatap sengit ke Mawar dan takut ke Jeslyn yang mukanya sudah memerah.
Dengan nada seadanya Jeslyn pun memelintirkan tangan Mawar sehingga menyebabkan bunyi tulang membuat semua pegawai ngilu.
"KEMANA SATPAM?!!" teriak Jeslyn dengan muka merah menahan amarahnya.
"DALAM HITUNGAN KETIGA JIKA SEMUA SATPAM TIDAK BERKUMPUL! MAKA SEMUA SATPAM SAYA PECAT!!!" teriaknya lagi kali ini dia sudah tidak bisa menguasai amarah dalam dirinya.
Semua satpam pun langsung berlarian dan berkumpul dalam sejekap mereka menunduk takut ke Jeslyn. Jeslyn melepaskan tangan Mawar dan dia mendorong Mawar ke depan semua satpam.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN SAJA DARI TADI HAH?!" teriak Jeslyn.
"ma..maafkan.. kam..kami miss..." ujar ketua keamanan.
"BAWA DIA KELUAR DARI PERUSAHAAN SAYA DAN JIKA INI TERJADI LAGI MAKA KALIAN SAYA PECAT!!!" teriak Jeslyn dan dia pun langsung pergi ke arah lift dengan amarah yang masih menguasainya.
Mawar yang melihat Jeslyn pergi pun mengejar Jeslyn tetapi semua satpam langsung mengepung dia membuat dia tidak bisa mengejar Jeslyn.
"MINGGIR KALIAN!" teriak Mawar.
"Maaf anda tidak boleh melangkah masuk ke dalam Perusahaan karena nama anda sudah masuk kedalam buku hitam Perusahaan" ujar ketua keamanan.
"AKHH!!! LIHAT AJA DIA! MEMANGNYA SIAPA DIA!! BOKAP GUA WAKIL MANAGER DISINI!! GUA BAKAL LAPORIN SIKAP LU JAL**G!!!!" teriak Mawar lagi, para pegawai yang mendengarnya tertawa kencang.
"MAAF NONA MAWAR HITAM YANG JELEK! KUBUR SAJA HARAPAN ANDA KARENA BOKAP. ANDA JUGA
SUDAH MASUK KE DALAM DAFTAR HTAM" teriak salah satu pegawai laki-laki dan semua pegawai makin tertawa kencang.
"SOK TAU LU! LIAT AJA LO SEMUA BAKAL DIPECAT!!!" teriak Mawar tak terima.
"ADA APA INI? KEMBALI KE KERJAAN KALIAN MASING-MASING" tiba-tiba suara tegas dan dingin pemilik Perusahaan membuat semuanya berlarian dan kembali ke pekerjaan mereka karena takut dipecat.
"ada apa dengan dia?" tanya Alderich dengan dingin dan datarnya ke kepala keamanan.
"dia sudah di pecat oleh Miss Jeslyn tuan, tetapi dia malah bertindak tidak sopan kepada Miss Jeslyn" jelas kepala keamanan.
Mawar yang merasa mendapat kesempatan untuk kembali bekerja pun langsung memulai aksinya.
"tuan Alderich, masa tadi ada anak *jal*g yang tiba-tiba membuat keributan disini" adunya dengan nada yang em menjijikkan jika di dengar Alderich.
"apa maksud anda anak jalng*?" tanya Alderick dengan nada marahnya.
"nah itu dia tuan" tunjuk Mawar ke arah Jeslyn yang sedang berjalan kearah Alderich.
"hai Pah! Loh bukannya Papah ada pertemuan di Malaysia?" sapa Jeslyn ke Alderich tak lupa dengan mengecup pipi Alderich dan tentu saja dibalas Alderich. Sedangkan Mawar? Dia mematung di tempat dan dia mulai merasa ketakutan.
"iya sayang, ada yang ingin Papah bicarakan sama kamu sebelum kamu rapat" ujar Alderich dengan lembut membalas pertanyaan Jeslyn.
"kenapa dia masih ada disini?" tanya Jeslyn dengan nada sinisnya saat matanya tak sengaja menatap Mawar.
"maaf Miss, tadi dia berulah" ucap kepala keamanan.
"langsung bawa keluar dia jangan lupakan barang-barang dia serta bawa keluar juga tuan Jojo Glowi" usir Alderich dengan nada dingin dan datarnya. Sangat berbeda jika sedang berbicara dengan keluarganya.
----Bersambung----
jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian, karena 1 Like dan Komen kalian sangat berarti untukku!!!