NovelToon NovelToon
Miracle Secret

Miracle Secret

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:949.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Askaori

Alena Axelia Manuelo, seorang gadis cantik yang bersemangat, lugu, ceria dan polos. Di balik semua itu, dia selalu menyembunyikan bakatnya, agar dia tidak dijauhi oleh kakaknya yang merasa iri padanya.

Harus merasakan patah hati ketika melihat sahabatnya dan kekasihnya saling bercumbu di apartemen miliknya.

Kecewa?

Itu pasti

Sakit hati?

Juga pasti

Tidak cukup merasakan patah hati karena dikhianati, seolah takdir mempermainkannya, Alena mendapatkan kabar jika dirinya tidak lagi diinginkan di dalam keluarga Manuelo, karena dia bukanlah darah daging keluarga Manuelo, dia hanya seorang anak angkat yang dipungut oleh keluarga Manuelo.

Hatinya hancur, dalam sehari nasibnya berubah begitu saja, dia bahkan harus mati di tangan seorang perampok yang dikejar oleh beberapa massa.

Ya, dia mengakhiri hidupnya tepat di usia 20 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemampuan Khusus

Bruagh

"Uhuk."

Sosok yang terjatuh itu memandang penuh benci pada sosok gadis yang seusia dengannya.

Sekujur tubuhnya telah dipenuhi luka lebam dan jenis luka lainnya.

"Aku akan membunuhmu dan keluar dari pulau terkutuk ini."

Sosok itu bangun dari posisi tersungkurnya dan kembali menyerang gadis yang tengah memandang dingin padanya.

Sekali lagi, mereka kembali bertarung dan menewaskan sosok yang tadi berbicara besar ingin membunuh si gadis.

"Ingin membunuhku? Sayangnya kau terbunuh di tanganku." Dia memainkan belati yang telah menemaninya selama setahun berada di pulau.

Plok

Plok

Plok

"Kakak! Kau semakin lincah dan kejam."

Gadis itu berbalik menatap sosok yang memanggilnya dengan sebutan kakak.

Meski raut wajahnya datar dan tak ada senyum di wajahnya yang cantik dan imut itu. Namun, sangat jelas jika dia sangat menyayangi sosok tersebut.

"Ini sudah setahun kita berada di pulau dan kemungkinan akan ada kelompok yang menjemput kita, jadi Lea, bersikaplah seolah kau tak peduli denganku."

Lea segera menerjang sosok yang dipanggil kakak itu dengan pelukan.

Sosok gadis tersebut tidak lain adalah Alena.

"Kakak! Kalau itu kemauanmu."

"Gadis baik. Ayo keluar dulu dari hutan!"

Selama setahun berada di pulau dan berjuang untuk bertahan hidup, seluruh tubuh Alena dan Lea tidak lagi semulus pertama kali mereka menginjakkan kaki di pulau. Bekas luka lama dan baru terus menumpuk hingga tampak mengerikan.

Beberapa saat kemudian Lea melepas pelukannya. Dia kemudian memandang jauh seluruh hutan, Alena bisa dengan jelas melihat cahaya kebiruan di kedua bola mata Lea.

"Bagaimana?"

Lea tersenyum melihat Alena.

"Tidak hanya kita yang bertahan hingga sekarang, masih ada 5 lainnya lagi."

Alena mengangkat alisnya, senyum dingin kemudian menghiasi bibirnya.

"Oh."

"Kakak! Mereka berlima merupakan anak laki-laki."

"Laki-laki? Oh, mereka harus memperlakukan kita sebagai putri nantinya."

Lea tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan oleh Alena. Gadis penakut dan lemah lembut sudah tidak bisa melukiskan Lea saat ini.

Sekarang dia terlihat menakutkan dan aura pembunuh terus memancar darinya.

Sudah pasti selama setahun ini, dia telah membunuh banyak binatang buas dan juga anak-anak lainnya hanya untuk bertahan hidup.

Keduanya melangkah dengan santai keluar dari hutan. Ketika tiba di pantai, keduanya bisa melihat 5 sosok lainnya yang juga memiliki aura haus darah dan pembunuhan di seluruh tubuhnya.

Dari 1000 anak yang dilemparkan ke pulau, hanya 7 yang bertahan sampai sekarang.

Alena hanya melirik sekilas pada 5 lainnya dan langsung menceburkan dirinya ke dalam laut, membasuh luka-lukanya yang belum kering.

Tidak ada ekspresi di wajahnya ketika lukanya bersentuhan dengan air asin itu.

Lea juga tidak tinggal diam, dia mengikuti Alena untuk mencuci tubuhnya.

Ke-lima anak laki-laki yang berhasil bertahan hanya menaikan alisnya melihat ke-duanya dengan sembarangan masuk ke air. Selama mereka dibuang di pulau ini, mereka terus berada di dalam hutan, untuk mencuci tubuh mereka, mereka mencari sumber air di dalam hutan.

Mengikuti jejak Lea dan Alena, kelimanya juga membersihkan diri di air laut asin itu.

"Sssst."

Ketika luka mereka yang belum kering sempurna menyentuh air laut, mereka hanya bisa mendesis tak nyaman.

Dari jauh Lea tersenyum miring melihat reaksi mereka.

Alena sendiri yang telah merasa bersih, segera menyelam ke dasar laut untuk menangkap ikan dan jenis hewan laut lainnya.

Setengah jam kemudian, dia muncul di permukaan dan membawa beberapa ekor ikan.

Lea tentu tahu jika gadis yang dia panggil kakak bisa bernapas di dalam air, seolah dia menghirup udara di daratan.

Dia tidak terkejut dengan hal aneh pada Alena, karena dirinya sendiri juga memiliki kemampuan aneh.

Kemampuan anehnya, ia dapatkan 7 bulan lalu. 7 bulan lalu dia menderita demam tinggi setelah terkena racun ular, dia mengira jika dia tidak akan selamat, tapi siapa menyangka jika ketika dia bangun, dia bisa melihat semua pemandangan di seluruh hutan sejauh 5 km.

Awalnya dia sangat bingung dan menceritakan pada Alena, Alena yang mengetahui jika ada keajaiban di dunia ini, tentu percaya dan mengatakan agar dia belajar mengendalikannya.

Untuk Alena sendiri, dia bisa bernapas di dalam air meski dia berada di dalam air beberapa jam lamanya. Ia bahkan bisa berkomunikasi dengan makhluk yang hanya hidup di air.

Untuk beberapa alasan, Alena berpikir jika dirinya adalah Mermaid, tapi dia memilih untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut karena dia sama sekali tidak memiliki ekor layaknya Mermaid.

Kemampuan lainnya, Alena bisa membaca pikiran setiap orang ketika melihat matanya. Dia tidak memberitahukan kemampuan ini pada Lea dan memilih untuk menyimpannya sendiri.

Dia menyayangi Lea seperti adiknya sendiri sejak awal, jadi sejak dia mendapati kemampuan pembaca pikiran, dia tahu jika Lea adalah gadis yang jujur dengan pemikiran sederhana dan memiliki kepribadian yang akan berbicara langsung jika tidak menyukai sesuatu darinya.

Lea melihat Alena muncul ke permukaan segera berlari mengumpulkan ranting kering untuk membakar ikan.

Karena tidak ada korek api, Lea sudah terbiasa membuat api menggunakan kaca senter milik Alena yang telah terlepas dari senternya.

Kaca itu di tempatkan di ranting dengan sinar matahari yang memantul hingga membakar ranting. Begitu ranting terbakar, Lea memperbaiki ranting-ranting agar apinya tidak padam dan menjadi bara.

Alena melihat hal tersebut memiliki jejak kelembutan di wajahnya.

"Kakak! Apinya sudah siap."

"Oke."

Keduanya dengan rukun membakar ikan, sesekali Lea tersenyum bahagia dan melakukan hal konyol. Alena hanya memandang datar dan diam-diam berpikir jika Lea tidak kehilangan sisi anak-anaknya setelah melalui banyak hal selama satu tahun ini. Dia mungkin akan menjadi gadis polos yang tidak tahu dunia.

Sementara mereka membakar ikan, anak laki-laki yang berhasil bertahan, mendekati mereka.

2 dari mereka memiliki usia yang sama dengan Alena, sisanya memiliki usia setahun di bawah Alena.

Melihat mereka mendekat, Alena melirik sedikit dan menatap mata mereka.

'Ternyata ada dua gadis yang bertahan.'

'Hebat juga, bahkan ketika mereka berendam di air laut yang asin itu, mereka tidak memberi respon berlebihan.'

'...'

'Gadis yang lainnya terlihat acuh dan dingin sedangkan yang lainnya, bertingkah kekanak-kanakan.'

'Menarik, aku ingin melihat sekuat apa kemampuan ke-duanya.'

Alena tersenyum miring mendengar batin anak laki-laki yang terakhir. Dia kemudian melirik Lea yang masih bertingkah konyol.

"Lea!"

"Ya kakak." Lea dengan cepat memusatkan perhatiannya pada Alena.

"Sepertinya anak laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna kuning itu ingin menguji kemampuanmu."

Lea sontak mengalihkan pandangannya pada kelima anak laki-laki yang berjalan mendekat ke arah mereka. Tatapannya berhenti pada anak laki-laki yang dimaksud Alena.

........

Note"

"..." \= percakapan biasa

'...' \= berbicara dalam hati

1
Atoen Bumz Bums
gak jadi nanya ttg jalan pintas
Atoen Bumz Bums
ealah...pakek ditunda2
Erna Masliana
semoga kakek panjang umur melihat semua cucu menikah dan bahagia
Erna Masliana
buseeett masih kecil kopi hitam tanpa gula
Erna Masliana
jadi mereka tidak perlu sekolah?
Erna Masliana
kalo mereka cuma berkhianat tidak membunuhmu secara sadis... tidak usah siapa apain selagi mereka tidak ganggu mah
Erna Masliana
pilihan aman memang tidak kembali pada keluarga.. sudah ada tempat yang lebih baik tak perlu kembali ketempat yang tidak nyaman
Erna Masliana
lumayanlah 2 peti juga
Erna Masliana
menyeramkan
Erna Masliana
tujuan mereka nyulik sebenarnya apa?
harusnya ada keuntungan dong dari penculikan ini 1000 anak bruh .. lumayan tuh organnya..kalo untuk memilih pasukan kuat udah dapet 7 anak
Erna Masliana
buseeett 1000 sisa 7
sipuuttt
atau novel mayat jd zombie ini kehidupan setelah jin lien melawan kuil dua sisi?
tapi bukannya dunia tmpt jinlien berpindah (dr jiangnan) itu dunia buatan lord tertinggi yg mirip dunia modern ya?
berrti di dunia tiruan ini kehidupan masih berlanjut?
sipuuttt
bertemu mermaid lain itu cerita ikut jin lien waktu di area pertandingan persahabatan dg pilar apa gt...
tapi kalo zombie masuk cerita yg buat pangkalan itu kan?

cerita ini nyambung ke dua novel berrti
yan z
kok gw yang keren asw
yan z
aluna tipe lembut
alena tipe licik tapi lembut (?)
🧟‍♂️🧟‍♂️
sampai dsni cerita makin aneh, kehidupan kedua, bukannya merubah hidup masaa lalu ini malah main peran membunuh, melenceng jauh
Hampir Padam
lah katanya sebulan. gimana dah
Atoen Bumz Bums: masuk sekolahnya Uda sebulan tp orang itu baru masuk hr ini
total 1 replies
RH88
Luar biasa
Ayay Nya Yuda
berharap ad s2 tp gpp thorr kami puas bnget krna happy ending 💋🤌🏻
Ayay Nya Yuda
Aaaa bahagia bnget kalian udh ketemu keluarga aslii🥺🥺🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!