NovelToon NovelToon
Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Cintapertama / Playboy / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:491.8k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

follow yuk ig : @riana.kristina

Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧

Plakkk!!

Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.

Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.

"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."

Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?


Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,

"Bukan Salah Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Bertanggungjawab Cinta

Hari sudah hampir gelap, jam kerja sudah berakhir dan para karyawan sudah pulang dari tadi. Namun, Cinta masih berkutat di depan komputernya. Sungguh hari pertama yang mengesankan buatnya. Lembur!

Cinta bahkan melewatkan jam makan siangnya tadi, berharap pekerjaannya bisa selesai sebelum jam kantor berakhir. Akan tetapi, semuanya jauh panggang dari api! Sekarang dia masih harus terduduk di sini dengan perut keroncongan.

"Hahh, aku sangat lapar. Cowok mesum itu benar-benar mengerjaiku." Cinta melipat tangannya di atas meja kerjanya dan menumpukan dagunya di sana. Sampai terdengar knop pintu diputar, dia langsung menegakkan kembali tubuhnya dan mulai mengetik kembali di komputer.

"Wow, ternyata royalitasmu terhadap perusahaan ini bagus juga. Tidak sia-sia kami menerimamu di sini," celoteh Rangga.

"Terima kasih Pak," ucap Cinta tersenyum lemah.

Rangga memegang dagunya sendiri seolah berpikir sesuatu. "Apa pekerjaanmu masih banyak?" tanyanya.

Menurutmu? Punya mata 'kan buat melihat! gerutu batinnya.

"Masih lima map lagi Pak," suaranya semakin lemah. Hah, rasanya dia sudah tidak punya tenaga lagi. Dia ingin pulang, mandi, dan makan terus tidur.

"Owh begitu ya, kalau begitu selamat bekerja." Rangga menepuk bahunya dan berlalu meninggalkannya.

Sementara Cinta mengepalkan tinjunya ke arah Rangga. Rasanya dia ingin membanting pria itu sekali lagi.

Hari semakin gelap, seorang *o*ffice boy datang untuk mengepel lantai.

"Lho, Non belum pulang?" sapanya ramah.

"Belum Mas, kerjaan saya belum selesai," jawabnya.

"Apa mau saya bikinin kopi, Non? Biar gak ngantuk."

"Emm, boleh deh Mas tapi, jangan terlalu manis," jawabnya, "sama cemilan kalau ada, saya belum makan soalnya."

"Baik Non, saya buatkan sekarang."

Selang beberapa menit *o*ffice boy tadi sudah datang membawa nampan berisi secangkir kopi dan sepiring biskuit.

"Ini Non, kopinya." Meletakkan nampan itu di atas meja Cinta.

"Terima kasih banyak Mas," jawabnya riang.

"Sama-sama Non, saya permisi dulu. Kalau ingin nambah tinggal telpon kebagian OB," jelasnya.

"Iya Mas, sekali lagi terima kasih."

"Iya Non,"

Setelah kepergian *o*ffice boy itu, Cinta menghentikan pekerjaannya dan langsung memakan biskuit itu dengan rakus. Dia sudah sangat kelaparan, lagipula tidak ada siapa pun di sana.

"Ehem." Tanpa disadarinya seseorang sudah berdiri di depan pintu ruangannya.

Dengan mulut yang masih penuh biskuit, Cinta mengangkat wajahnya. Matanya membulat saat mengetahui siapa yang berdiri di sana.

"Lapar ya?" cibir Rangga, "itu mulutnya sampai penuh begitu." Menunjuk mulut Cinta.

Cinta terbatuk dan menyemburkan biskuit yang ada di dalam mulutnya.

"Uhuukk ... uhukk."

Rangga bergegas mendekatinya dan menepuk bahunya. "Makanya kalau makan pelan-pelan."

Cinta mengambil tissu untuk membersihkan bibirnya. Sementara Rangga mengeluarkan minuman dari kantong belanjaan yang dibawanya tadi.

"Nih minum!"

Cinta menerimanya. "Terima kasih Pak," ucapnya.

"Ini makanan buat kamu." Rangga menyodorkan kotak makanan bergambar ayam goreng ke arahnya. "Gak usah sungkan, aku tahu kamu belum makan dari tadi siang."

Cinta nampak berpikir sebentar, kalau dia menerimanya, cowok mesum itu pasti merasa menang tapi, kalau menolaknya? Perutnya tidak bisa berbohong, dia sudah sangat lapar sekarang. Tiba-tiba perutnya berbunyi, dan Cinta benar-benar merasa malu dibuatnya.

Rangga tertawa mendengarnya. "Tuh 'kan perut kamu bunyi, udah ambil, gak ada racunnya kok. Palingan efeknya nanti kamu jadi jatuh cinta sama aku," kelakarnya.

Cinta mencebikkan bibirnya.

"Gak, aku cuma bercanda," ujar Rangga. Cinta lalu mengulurkan tangannya menerima kotak itu dari tangan Rangga. "Kalau dianggap serius juga boleh," godanya lagi.

Cinta ingin menarik tangannya kembali tapi, dengan cepat Rangga meraih tangannya dan menyerahkan kotak itu.

"Makan ya," ujarnya. Rangga lalu masuk ke ruangannya membawa kotak lagi satunya.

Ternyata dia baik juga!

Cinta tersenyum memandang kotak makanan di tangannya.

...****************...

Cinta terbangun karena merasa tetesan-tetesan air jatuh di wajahnya. Matanya mengerjap pelan, samar-samar dilihatnya seseorang berdiri di depannya mengenakan kimono berwarna hitam. Dia mengucek matanya untuk memperjelas penglihatannya. Orang itu tersenyum dan sengaja mengibaskan rambut gondrongnya yang basah ke wajah Cinta.

Cinta langsung tersentak kaget saat menyadari siapa orang itu. Lebih kagetnya lagi, dia sekarang hanya memakai kimono. Dia melihat sekelilingnya, dari jendela kaca terlihat langit di luar masih remang-remang.

Jam berapa sekarang? Kenapa aku bisa ketiduran di sini? Bukankah ini ruangan kerja pak Adipati, lalu siapa yang mengganti pakaianku?

Cinta mulai panik dan merapatkan kimononya.

"Kenapa aku bisa ada di sini?" sengitnya. Dia menatap nyalang ke arah Rangga. Namun, Rangga tidak menjawab dia malah tersenyum simpul sembari meraih gelas kopinya lalu menyesap kopinya.

Cinta merasa geram, dia lalu bangkit dari sofa dan mendekati Rangga. Kemudian, menarik kerah kimononya dengan kasar dan mencengkramnya kuat.

"Katakan padaku apa yang terjadi! Katakan!" teriaknya.

Rangga menatapnya sayu, "Menurutmu?" menyunggingkan sudut bibirnya, "aku hanyalah pria normal, jika seorang gadis datang merayuku, apa mungkin aku tidak tergoda?" Rangga menatap lekat mata Cinta.

Cinta mengendurkan cengkramannya, "Tidak mungkin! Itu tidak mungkin terjadi!" Perlahan dia melepaskan cengkramannya lalu menundukkan wajahnya. Matanya kini mulai berkaca-kaca.

"Tidak! Kamu pasti berbohong! Aku tidak mungkin melakukan itu denganmu!" teriaknya lagi sembari menunjuk wajah Rangga.

Rangga menatapnya tajam, "Lalu bagaimana dengan ini!" Rangga menyibak kimononya. Menampakkan dada bidangnya yang penuh dengan tanda merah lipstik berbentuk bibir.

Cinta menggelengkan kepalanya, air matanya mulai menetes. Dia menunduk lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Apa kamu masih tidak percaya?" mencengkram kedua lengan Cinta, "aku sudah berusaha menolakmu tapi, kamu terus merayuku. Aku hanyalah manusia biasa dan aku pria normal." Cinta semakin sesegukan dan berusaha menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya.

"Cinta maafkan aku," menatap lekat ke arah Cinta, walaupun yang terlihat hanyalah rambut Cinta.

"Aku ... aku lupa membawa pengaman dan aku mengeluarkannya di dalam!"

Cinta sontak mengangkat wajahnya. Dia menatap Rangga dengan mata menyala. Tangannya terkepal kuat. Dadanya semakin bergemuruh hebat. Tubuhnya gemetar menahan amarah yang sudah ingin meledak dari tadi.

Rangga menangkup wajahnya, "Aku akan bertanggung jawab Cinta, aku ...."

Cinta menepis tangannya. "Tutup mulutmu!" bentak Cinta. Dia ingin sekali membanting pria ini sekarang tapi, tenaganya serasa sudah terkuras gara-gara menangis. Dia lunglai dan terduduk di lantai. Cinta menangis sembari memukul kepalanya sendiri.

Dia terlalu bodoh karena mudah tersentuh dengan kebaikan Rangga yang memberikannya makanan. Harusnya dia berhati-hati, dia tahu sendiri Rangga itu pria seperti apa. Dia baik pasti karena ada udang dibalik batu.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Apa yang harus dia katakan pada ibunya nanti? Dia bahkan tidak sempat mengabari ibunya semalam, ibunya pasti sangat khawatir. Sebagai wanita, dia sudah kehilangan bagian yang paling berharga, sesuatu yang dia jaga selama ini, yang paling dia banggakan dari dirinya, dan menyedihkan lagi, itu dia serahkan pada pria bajingan seperti Rangga. Pria yang tidak pernah dia inginkan sama sekali. Tangannya terkepal kuat. Dia sangat membenci pria ini sekarang. Sangat!

Sementara Rangga menatapnya dengan senyum yang sulit diartikan. Setelah ini dia akan menemui OB yang tadi malam. OB itu sudah melakukan tugasnya dengan baik.

Good job Adipati, rencana loe berjalan dengan sempurna. Hehehe .... Kena kamu cewek badas. Makanya jangan coba-coba bermain dengan seorang Adipati! Hahaaaa ....

bersambung...

Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya. Makasih🤗*

1
Tri Ulidar
masih susah dicerna alur y
Tri Ulidar
mudah mudahan ga bosenin
my name
modusnya rangga tuh 😁
my name
agnes gatel banget udah tau angga ngak cinta masih juga diintilin terus, angga juga kenapa ngak bisa tegas sama agnes 😤
my name
baca sampai ngos2an ngak tau nya cuma mimpi🤣🤣🤣🤣 authornya ngeprank 🤣🤣🤣
my name
yah....mana bisa kapok tuh rangga, cinta terlalu lemah
my name
sokor nyeselkan sekarang makanya jangan suka main api
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat
my name
sambel mana sambel sumpah pingin banget tuh muka mereka ber2 pakai sampel level 100 😡😡😡
my name
nah kan bener pasti ketahuan, rangga siap siap aja bakalan kena damprat bukan hanya cinta dan cika tp pasti rayhan bakalan turun tanggan
my name
awas aja kalau sampai rangga tergoda 👊👊
my name
mampus rangga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
my name
bagus cinta 👍gue suka gaya loe 😄
my name
nah kan....rangga cari masalah sih 🙄
my name
hadech rangga cari masalah aja 🤦‍♀️😤
my name
cinta ngidamnya bisa tiap hari gitu y
my name
akhirnya semua terbuka tinggal rayhan aja yg belum mengetahui kebenaranya
my name
ngak sabar banget nunggu part dimana jonathan jujur
my name
nyesek thor kenapa mereka malh saling menyakiti sih 😭😭😭😭
my name
saat ini yg dibutuhkan adalah kejujuran jo kalau sebenarnya rangga anak kandungnya bukan anak rey
my name
seandainya jo jujur kalau rangga adalah anak kandungnya mungkin mereka bs bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!