NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: James23

Kanaya Puspa Alexandria..seorang gadis muda yang berumur 16 tahun terpaksa pergi ke ibukota setelah neneknya yang merawatnya sejak kecil meninggal dunia
Dirinya baru tahu kalau neneknya yang merawat dirinya selama ini bukanlah nenek kandungnya
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya..
Kanaya diberikan oleh neneknya sebuah foto lama dan kalung berliontin huruf K
"Pergilah ke ibukota..disana kau akan tahu jati dirimu sebenarnya" pesan neneknya terakhir kali
Dengan berbekal foto dan kalung yang diberikan neneknya..Kanaya yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi di kampung..bertekad mencari tahu jati dirinya di Ibukota

_____________________________________

Stewart Jodi Wijaya..laki-laki berdarah indo berumur 27 tahun..seorang anak tunggal dari pasangan Toni Wijaya dan Angel Louis Wijaya..pewaris tunggal tahta kerajaan bisnis Wijaya Holding
Tampan,gagah dan berkharisma..tapi semua itu tertutup oleh sifatnya yang dingin,angkuh dan juga arogan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon James23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08.Nggak Konsen

"Bosss!!..heei..Stu!!..your turn!!" panggil Riko ke Stu yang tengah asyik dengan handphonenya

Stu memasukan handphonenya ke saku celananya..dia melangkahkan kakinya ke seorang caddy yang sudah siap memberikan stick golfnya..Stu ambil stick golf dari tangan sang caddy yang tersenyum genit ke dirinya

"Par 5 boss.." kata caddy itu

Stu konsen untuk memukul bola golfnya

TAAAKKK...

Bola golf sudah melayang jauh ke arah hole yang berada jauh didepan

Dengan malas Stu berikan kembali stick golfnya ke caddy..dan dia ambil lagi handphonenya dari saku celananya

Riko yang merasa ada yang tidak beres dengan Stu..dia hampiri Stu yang sudah melipir di sebuah pohon

"Boss..what wrong with you?" tanya Riko

Stu hanya diam..dia tengah melihat rekaman video yang dikirim Sela barusan

"Boss..ada peraturan..dilarang bawa hp ke lapangan boss.." kata Riko sambil melirik ke layar handphone Stu

"Siapa yang ngelarang?..mau aku pecat?" jawab Stu tanpa mengalihkan matanya dari layar handphonenya

Riko hanya bisa menghela nafasnya..

"Memang gak ada yang bisa ngelarang kau keleeussss..ini kan lapangan punya kau.." bisik Riko di telinga Stu

"Tapi..etika boss..gak enak sama orang Permata.." sambung Riko

"Pak Riko..teman-teman sudah pada jalan pak.." kata seorang caddy sambil menghampiri Riko dan Stu

Riko lihat..dua buah golfcart sudah berjalan menuju ke hole 9

"Boss..yang lain dah pada jalan tuh.."

"Duluan saja kau Ko..aku bisa jalan kesana.."

Riko kembali menghela nafasnya..dia melihat kelakuan Stu sudah tidak beres semenjak dimulainya permainan golf

Konsentrasinya seperti terpecah..badannya ada disini..tapi pikirannya entah kemana

Sampai permainan golf Stu yang biasanya bagus..tapi sekarang hancur kemana-kemana

Perolehan skor Stu ada di paling bawah dari semua yang main golf dengannya

"Riko..setelah hole 9..kita sudahi permainan ini..aku mau pulang.." titah Stu sambil berjalan menaiki golfcartnya

Haaaah??..

Riko masih terdiam bengong mendengar perintah Stu..kenapa dia meminta berhenti main golfnya..yang direncanakan sampai hole 18..tapi baru setengah permainan diminta di berhentikan

"Rikoooo..kau mau ikut nggak?..aku tinggal nih.." panggil Stu yang sudah duduk di golfcartnya

"Yeeh..si kampret..elu yang gua tungguin..malah mau main tinggal ajah.."

"Tungguin boss.."

Riko setengah berlari menghampiri golfcart

___________

Di sebuah meja makan restoran di clubhouse..Riko berbicara dengan perwakilan group Permata..guna meminta permohonan maaf atas kejadian barusan..dimana Stu dengan sepihak menghentikan permaian golfnya

"Mari pak Iwan..saya tinggal..silahkan dinikmati makanannya..soal bill nya biar kami yang membayarnya.." kata Riko sambil pamit

"Iya pak Riko..terima kasih.."

Riko lalu menghampiri meja tempat Stu yang tengah menikmati makannya

"Gimana?" tanya Stu setelah Riko duduk di kursinya

"Beres boss..mereka mau lanjut diskusinya besok senen di kantor kita.." jawab Riko

Seorang pelayan menuangkan kopi ke gelas yang ada di depan Riko

Stu menganggukan kepalanya sambil mengelap bibirnya dengan serbet yang ada

Riko menyeruput kopinya dan dia lihat Stu kembali berkutat dengan handphonenya

"Boss?..ada apaan sih??.tadi aku lihat permainanmu hancur banget hari ini" tanya Riko sambil menyalakan rokoknya

"Gak ada apa-apa Ko.." jawab Stu

Riko curiga Stu berbohong dengan dirinya

Dia teringat lagi kejadian sewaktu sebelum memulai permainan golf..dia mendengar Stu menelpon Sela menanyakan keadaan Kanaya dan Alf yang tengah berada di mansion

Riko segera mengirim pesan ke istrinya

"Sel?..Stu kenapa?..kayaknya hari ini ada yang nggak beres sama dia.."

..ting..

"Tuan muda kenapa mas?"

"Kayak nggak konsen main golfnya"

"Tadi dia nelpon kamu yaah?"

..ting..

"Iya mas.."

"Nanyain apaan?"

..ting..

"Tuan muda nanyain mas Alf sama non Naya mas..mereka lagi ngapain aja di mansion.."

"Terus?"

..ting..

"Tuan muda nyuruh aku ngerekam non Naya sama mas Alf yang lagi masak di dapur.."

..ting..

pesan video masuk dari nomor Sela

Riko segera memencet tombol download

Sela mengirimkan rekaman video Alf dan Kanaya yang tengah memasak di dapur sampai lanjut makan di meja makan

..ting..

"Tuan muda nyuruh aku terus merekam kegiatan non Naya mas.."

"Segitunya?"

"Iya mas"

Kini Riko tahu..hal apa yang membikin Stu tidak konsen di permainan golfnya

"Eeh..udahan dulu yaah..Stu dah mau balik.."

Riko mengikuti Stu yang keluar menuju ke loby

Tak lama..seorang valet memarkirkan mobil di depan mereka berdua

Tak lama kemudian mobil itu sudah meninggalkan komplek golf..menuju Jakarta

"Langsung balik nih boss?" tanya Riko

"Iya.." jawab Stu sambil terus melihat rekaman video kiriman Sela

"Nggak mampir kemana dulu gitu?" pancing Riko yang penasaran akan reaksi Stu

"Makan..apa minum-minum dulu gitu.."

"Nggak.."

Riko tersenyum miring sambil mengalihkan pandangannya ke depan

"Aaah..manisnya.." guman lirih Stu

"Haaah?..ngomong apa kau boss?..siapa yang manis?" tanya Riko sambil menoleh sekilas

Stu gelagapan karena Riko mendengar ucapannya..dia betulkan duduknya sambil memasang muka se-cool mungkin

"Nggaak..ini..kuenya manis" jawab Stu sekenanya

Stu merubah duduknya dengan menyender kepalanya ke jendela..agar Riko tidak bisa melihat ke layar handphonenya

Riko tertawa dalam hatinya..

Kuping ini belum tuli bosss...

Terbersit di hatinya untuk mengerjai Stu

"Si Naya besok jadi masuk sekolah boss?" tanya Riko

"Jadi..aku suruh Sela untuk mengurus registrasinya.." jawab Stu yang masih konsen dengan handphonenya

"Waah..aku yakin boss..besok Naya pasti langsung jadi kembang di sekolah barunya..wajah imut oriental..rambut brunette..aahh..kembang yang baru mek.."

"Riko!!..konsen nyetir saja kau..jangan banyak bacot!!" gusar Stu

"Siap boss!!" jawab Riko yang menahan tawanya

"Hehehe..s**i kampret kena juga lu gua pancing..dia apa lagi kasmaran sama si Naya yaah?..hehehe..masih bocah boss.." batin Riko

_________________

Sesampainya di mansionnya..Stu langsung bergegas masuk ke dalam

"Selamat sore tuan muda.." sapa Nuri dan Wati yang sudah menunggunya di depan pintu masuk

"Sore..Naya mana?" tanya Stu

"Non Naya sedang di kamarnya tuan muda " jawab Nuri

Stu bergegas menuju ke kamar Kanaya

Sesampainya disana..Stu membuka pintu kamar Kanaya

"Eh..ada bu Pur.." kata Stu yang melihat mbak Pur tengah berbicara di sofa yang ada di dalam kamar dengan Kanaya

"Iya den..kok tumben aden pulang sore..biasanya malem kalau habis main golf"

"Iya bu..lagi malas mainnya.."

Stu masuk ke dalam kamar..Kanaya yang melihat Stu masuk ke dalam kamar..sontak berdiri dan mengangguk hormat ke Stu

"Halo Naya?..sudah makan?" tanya Stu basa basi

"Sudah tuan..barusan"

"Ibu tinggal ya non.." pamit mbak Pur sambil keluar dari kamar

"Iya bu. " jawab Kanaya

Sepeninggal mbak Pur..Stu duduk di sofa

"Bagaimana Naya..suka kamar baru kamu?"

"Suka tuan..terima kasih.." jawab Kanaya sambil melihat-lihat kamarnya

"Duduk sini Naya..nggak capek apa?..kamu berdiri terus gitu?" pinta Stu sambil menepuk sofa disebelahnya

"Iya tuan"

Kanaya lalu duduk di sebelah Stu

"Tuan.."

"Iya Naya..ada apa?"

"Saya mau mengucapkan terima kasih..karena sudah memperbolehkan saya tinggal disini"

"Iya Naya..nggak apa-apa..semoga kamu betah yaaah?.."

"Iya tuan.."

"Tapi..saya ada syarat untuk kamu selama tinggal disini?" kata Stu sambil tersenyum

Ya Alloh..jangan senyum tuan..tulang ini mau copot semua

"Haah?..syarat tuan?..syarat apa?" tanya Kanaya

Semoga jangan yang aneh-aneh ajah syaratnya

"Kamu selama tinggal disini..kamu jangan panggil saya tuan.."

"Haaah?" kaget Kanaya

"Saya harus manggil tuan apa?..justru kalau saya manggil tuan pakai nama langsung bukannya nggak sopan?.." tanya Kanaya

Stu tersenyum

"Panggil saya sama seperti kamu memanggil Alf.."

Kanaya membulat matanya..

"Ayo Naya..kamu manggil saya apa?"

"Kak Stu?" ucap Kanaya sambil meringis tidak enak hati

"Iya Naya..kan lebih enak terdengarnya.."

Kanaya terkesiap..tak kala tangan Stu membetulkan anak rambutnya untuk diselipkan ke belakang telinganya

"Rambut kamu bagus banget Naya..coklat gini warnanya.."

Kanaya hanya diam tertegun..tidak bisa menjawab..hatinya tengah bergemuruh tidak karuan

Ya Alloh..jantung ini kenapa jedak jeduk begini siih?

"Tadi kamu sama Alf ngapain ajah?" tanya Stu

"Eh..tadi kak Alf ngajarin saya masak ramen tuan.." jawab Kanaya

"Nayaaaaa...lupa yaah?"

"Eh..iya..lupa saya kak.." ucap Kanaya sambil memamerkan deretan giginya yang putih

Memang manis sekali ini bocah..

Kanaya heran melihat Stu menggeleng-gelengkan kepalanya

"Besok kamu berangkat bareng sama saya yaah?..saya sekalian berangkat ke kantor"

"Baik kak.."

Stu melihat sebuah tas sekolah yang tergeletak di atas tempat tidur

"Semua sudah rapi Naya?"

"Apanya kak?"

"Buat keperluan kamu besok sekolah.."

"Sudah kak..sudah saya siapkan di tas..tapi masalah seragam..bagaimana kak?" tanya Kanaya

"Besok dikasih sama sekolah..pas kamu daftar disana.." jawab Stu

"Kamu sekarang tolongin saya yaah?"

"Tolongin apa kak?"

"Tolong buatin saya mie ramen..yang tadi Alf ajarin sama kamu.."

"Beneran kak?..kakak mau saya masakin ramen?" tanya Kanaya

Stu menganggukan kepalanya

"Ayo Naya..saya sudah lapar nih.."

Stu berdiri dan menjulurkan tangannya ke arah Kanaya..tanpa sadar Kanaya menyambut uluran tangan Stu yang mengajaknya keluar dari kamar

1
DianMelvin Febriani
ka lanjuttt dong nungguin ini 😭
Munira Makmur
tolong update lagi dong,
soalnya saya suka cerita nya
minimal 5 bab sehari
jimmy
mna lanjutannya saya nunggu dri taun ke taun
Tri Yatni
nabila bikin /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Azizah Halim Keluarga
bila nak sambung ni
Mahyudin Serinday
mana lanjutan nya sudah pusing bolak balik baca nya sampai hafal sdah bacaan nya engga ada lanjutan nya gimana ini thor
Munira Fajar
Luar biasa
Munira Fajar
apa judul novel ayah stu dan ayah kanaya
Fhy4RyZ
Author.. Gua smpai blik lgi... Ni sriusan stuck d sni.. Klau mmng pndh platform lain ksih info thor....
Herni Herni
lanjut
_nnng
Luar biasa
Eni Susilowati
apakah sudah enggak berlanjut lagi
Eni Susilowati
ini sambungannya Uda lama ditungguh enggak mucul2 bisa bikin kecewa pembaca
Mahyudin Serinday
ini saya dari kemaren nunggu cerita nya engga ada
27ully05
up dong kk
Etik Yuliyanti
mana visualnya thorr
Nita123
kenapa GK di pakai aja sih
Nita123
subhanallah naya²
Nita123
aku curiga Kanaya pasti adek.y Alf,,semoga saja iyaaa
Nofi Ani
semoga update lgi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!