NovelToon NovelToon
Suami Dadakan

Suami Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

Lanjutan dari Dokter Cantik Milik Ceo

Namanya Sahara Putri Baskara, ia adalah seorang dokter muda, memiliki paras cantik dan pesona yang begitu luar biasa. Namun sayang ia terpaksa harus menikah dengan mantan suami wanita yang sangat ia benci, demi membebaskan dirinya dari jerat hukum yang akan ia jalani.

"Kalau kau masih mau hidup bebas dan memakai jas putih mu itu maka kau harus menikah dengan ku!" ucap Brian dengan tegas pada wanita yang sudah menabrak dirinya.

"Tapi kita tidak saling mengenal tuan," kata Sasa berusaha bernegosiasi.

"Kalau begitu mari kita berkenalan," jawab Brian dengan santai.

Lalu bagaimanakah nasip pernikahan keduanya, Sasa setuju menikah dengan Brian karena takut di penjara. Sementara Brian menikahi Sasa hanya untuk menyelamatkan pernikahan mantan istrinya, karena Sasa menyukai suami dari mantan istrinya itu.

Hanya demi menebus kesalahannya, Brian mengambil resiko menikahi Sasa, wanita licik dan angkuh bahkan keduanya tak pernah saling mengenal.


---
21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Kini Sasa dan Brian sampai di rumah, lebih tepatnya di kediaman Pasha dan Sindi. Sasa masih harus menarik kopernya sendiri dengan susah payah, Brian sama sekali tak perduli atau pun kasihan sedikit pun.

"Sasa."

Terdengar suara Sindi dari kejauhan dan mulai berjalan mendekati Sasa, sementara Sasa berhenti melangkah karena Sindi menyebut namanya.

"Ibu."

Jawab Sasa sambil berusaha menenangkan nafas yang memburu karena kelelahan.

"Brian, kamu bantu Sasa bawa kopernya dong Nak," kata Sindi pada Brian yang kini mulai menaiki tangga.

"Wanita itu masih punya tangan Bu," jawab Brian tanpa menghentikan langkah kakinya, "Tapi kalau dia mau ku bantu biar ku patahkan dulu tangannya," tutur Brian lagi dan kini ia benar-benar menghilang dari penglihatan Sasa dan Sindi.

Sasa bergidik ngeri mendengar jawaban Brian yang tak ada kelembutan sama sekali, belum sampai bertahun lamanya ia menjadi istri Brian tapi rasanya ia tak tahan. Bahkan ia tak bisa membayangkan seperti apa dulu Anggia yang hidup selama dua tahun lamanya dengan Brian.

"Sasa," Sindi mengsap punggung Sasa karena ia tahu, menantunya itu terlihat takut dengan ucapan Brian barusan, "Kamu sabar ya Nak, ada Ibu," ucap Sindi.

"Bu apa tuan Brian kejam?" tanya Sasa bergidik ngeri.

"Sasa, Ibu minta sama kamu. Kamu harus bisa membuat anak Ibu menjadi lebih baik lagi ya.....Ibu yakin kamu pasti bisa, sipat Brian itu memeng karena Ibu yang dulu salah mendidiknya. Ibu selalu menuntuk sempurna, hingga dia menjadi anak keras kepala dan tak bisa di bantah," ucap Sindi penuh penyesalan mengingat ia dulu selalu mengajari Brian harus selalu di puji banyak orang, apa lagi di depan keluarga besar mereka tak boleh ada yang lebih hebat dari anaknya.

Setelah kedua wanita itu selesai bercerita banyak hal, Sasa kembali melangkah menaiki tangga, kali ini Sindi meminta tukang kebun yang mengantarkan koper Sasa karena ia sangat kasihan melihat Sasa kesusahan dengan nafas yang memburu mengangkat koper.

TOK TOK TOK.

Sasa mengetuk kamar Brian, ia takut jika Brian ternyata tak mengijinkannya masuk, lagi pula ia berpikir mungkin kamar mereka berbeda dan itu lebih baik baginya.

CLEK.

Brian membuka pintu namun menatap tajam Sasa, tanpa bicara Brian kembali masuk tanpa menutup pintu kembali. Sasa masih diam tanpa berani bergerak masuk karena takut akan tatapan Brian, lagi pula ia tak di persilahkan masuk benar-benar keduanya bukan seperti sepasang suami istri melainkan lebih seperti orang asing.

"Sedang apa kau di sana?" kesal Brian menyadari Sasa tak juga masuk, padahal pintu sudah terbuka lebar.

"Tuan Brian, maksud ku Mas Brian apa kita akan tidur satu kamar," Sasa bertanya dengan was-was, sebenarnya ia sangat malas memanggil Brian dengan sebutan Mas. Tapi tadi Sindi mengajarinya untuk tidak memanggil tuan, apa lagi di hadapan keluarga besar nantinya itu akan menjadi bahan ejekan.

"Berhenti bertanya, atau......" Brian mengepalkan tangannya mendekati Sasa, tatapan Brian pada sasa seolah seperti hewan buas yang hendak memangsa tanpa ada kelembutan sedikit pun.

"Maaf Mas," Sasa mengeluarkan keringat dingin saat melihat wajah Brian yang lebih menyeramkan dari sebelumnya.

"Brian!"

Terdengar suara Sindi yang kini berdiri di ambang pintu, awalnya Sindi hanya ingin memastikan jika Sasa tidak salah masuk kamar. Namun sampai di sana malah ia melihat Sasa ketakutan karena ulah Brian, akhirnya Sindi masuk dengan penuh kekesalan.

"Ibu," gumam Sasa sambil menatap Sindi, sementara Brian sama sekali tak perduli. Ia masuk ke kamar mandi dan membanting pintu.

BRAK.

Sasa tersentak mendengarnya, ia benar-benar takut pada Brian yang tak pandai lembut pada wanita.

"Bu....Sasa takut Bu," tutur Sasa dengan susah payah mendeguk saliva.

"Sabar Nak, ada Ibu yang akan terus melindungi mu. Kamu jangan takut, Ibu nggak akan biarin Brian kasar sama kamu ya....." tutur Sindi sambil berusaha memberi Sasa kekuatan untuk menghadapi putra tunggalnya.

"Iya Bu makasih," jawab Sasa dengan rasa haru, paling tidak saat ini ia memiliki seseorang yang mendukungnya dan berusaha melindungunya walau pun bukan Ibu kandungnya sendiri.

"Iya Nak, Ibu keluar dulu ya.....kamu istirahat saja dulu. Ibu siapin makanan buat buka puasa, nanti kalau sudah mendekati berbuka baru kamu turun ke bawah ya....Ibu tau kamu lelah," kata Sindi tersenyum tulus pada Sasa.

"Iya Bu," jawab Sasa sambil tersenyum.

Setelah Sindi keluar, terdengar suara ponsel Brian berdering. Walau pun ponsel itu tergeletak begitu saja di ranjang tapi Sasa sama sekali tak perduli itu urusan Brian, lagi pula ia takut di marahi bila melihatnya.

DRET....DRET.....DRET....

Ponsel itu terus saja berdering bahkan sampai berulang kali, Sasa yang duduk di sisi ranjang mulai merasa penasaran. Tanpa berpikir panjang lagi ia melihat dan tertulis nama 'Bella' bahkan terlihat ada fhoto wanita itu dengan baju yang cukup sexy.

"Hey.....kau sedang apa," Brian merebut ponselnya dari tangan Sasa, "Jangan berani menyentuh ponsel ku!" tandas Brian sambil menatap tajam Sasa.

"Maaf Mas," jawab Sasa bergidik ngeri.

Brian masih menatap tajam Sasa, setelah itu ia keluar dari kamar tak lupa membanting pintu.

BRAK.

"Ya....Allah," Sasa tersentak, kini ia tau ternyata Brian sangat dingin entah bagaimana caranya ia bisa bertahan dengan pria seperti itu. Apa lagi ia kini sudah tak di terima di keluarganya, Sasa hanya berdoa semoga Brian bisa menjadi suami yang baik atau pun segera menceraikannya. Ia takut nasipnya benar-benar sama seperti Anggia.

"Rumah tangga seperti apa ini, apa aku sanggup menjalaninya. Ya....Allah aku sangat menyesal sudah berniat melakukan kejahatan pada Anggia, andai saja semua bisa di ulang kembali aku pasti tidak akan melakukannya. Aku tak mau hidup begini," berulang kali Sasa mengusap kasar air mata yang terus membanjiri pipinya, ia tak tau harus bagaimana lagi hingga tanpa sadar ia tertidur sebab terlalu lelah dan ia kemarin malam sama sekali tak tidur memikirkan nasipnya yang terpaksa harus memiliki suami dengan mendadak. Bahkan orang itu tak pernah ia kenal sebelumnya.

Beberapa saat kemudian, jam berbuka puasa sudah selesai, Sindi yang tak melihat Sasa ikut berbuka puasa memutuskan untuk membawa makanan ke kamar sebab ia curiga bila Sasa tertidur. Dan benar saja saat ia sampai di kamar, Sasa tengah tertidur pulas, ia ingin membangunkan Sasa namun melihat wajah lelah Sasa ia sedikit tak tega. Akhirnya Sindi meletakan semua makan itu di atas nakas, dan ia melangkah keluar ia akan kembali satu jam lagi dan bila Sasa belum bangun juga maka ia yang akan membangunkannya.

***

Maaf ya Kakak, semua judulnya saya ganti, jangan lupa Vote ya.

1
cetom😘😘
profesi torr
nissa
dasar nenek2 hehe
nissa
bagus banget nama nya
nissa
woi belum mandi itu si lila nya
nissa
duh bahagia nya yang sudah belah duren
nissa
hehe, si rendi jadi ke pingin juga tu
nissa
haha, salah lho sendiri mo nyerein lila
nissa
kok ciut nyali si rendi hehe
nissa
hehe ada yang lagi merayu
nissa
la kan lila sendiri yang pingin cerai
nissa
sabar ren jangan emosi, awas naik ke ubun2 lho
nissa
haha, dasar si banci bikin si brian takut aja hehe
nissa
ya ela
nissa
rasain lho kena kerjain brian hehe
nissa
rendi sama aja dengan brian maksa hehe
nissa
bar bar bener si lila hehe
nissa
bener tuh
nissa
waduh, kok gak ada yang nolongin sasa ya
nissa
enak bener jadi istri nya boss, minta ini itu di beliin baik banget deh si brian
nissa
ehem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!