NovelToon NovelToon
Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Enni

Andai bisa mengulang waktu, Evelyn ingin kembali pada masa ia bersama Noah. Ia ingin menjadi wanita terbaik dari laki-laki itu dan tak akan pernah menyia-nyiakan cintanya. Meskipun cinta Noah membuat ia terpasung.

Noah mencintainya begitu besar. Cinta yang kuat dan mengikat, hingga Eve merasa kehilangan ruang untuk bergerak. Suatu waktu ia menginginkan kebebasan tanpa kungkungan cinta Noah.

Menyadari wanitanya tersiksa dengan caranya mencintai, Noah akhirnya mewujudkan keinginan Eve, melepaskan wanita itu meski rasanya bagaikan melepaskan nyawa pada raganya.

Kebebasan yang Eve impikan nyatanya tidak membuatnya bahagia, ia merindukan genggaman erat Noah. Eve menyadari bahwa dirinya membutuhkan Noah mencintai pria itu seluas dunia. Namun semua terlambat, Noah yang telah kecewa menghilang.

Hingga bertahun-tahun telah berlalu Evelyn mengetahui bahwa Noah telah melabuhkan cintanya pada wanita lain. Meninggalkan Evelyn yang masih terpenjara pada cinta milik pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

3 Tahun sudah berlalu, Noah sudah berada di semester akhir perkuliahan nya. Sementara Evelyn memasuki semester 2 di kampus yang sama dengan Noah tentu saja. Tidak seperti masa SMA nya Evelyn sudah memilik beberapa teman, Darrel masih setia menjadi salah satu di antaranya.

Hubungan Noah dan Evelyn masih terjalin erat, Meski Noah membatasi pergaulan Eve dan seringkali menampakkan kecemburuan nya tapi tidak pernah terjadi pertengkaran serius diantara keduanya karena Noah tidak pernah bersikap keras dan kasar saat menyikapi rasa cemburunya.

Evelyn selalu menuruti saat Noah melarang nya hang out bersama teman-temannya di akhir minggu. Meski Evelyn tidak munafik ada kalanya ia begitu ingin berkumpul menghabiskan waktu bersama mereka.

Seperti kali ini Eve menatap iri pada foto 2 sahabatnya serta Darrel bersama 1 temannya yang sedang nongkrong di kafe. Aira sahabatnya mengirimkan foto itu padanya sembari mengajak Evelyn ikut berkumpul. Ia melirik ke arah Noah, Pria itu sedang sibuk dengan ponselnya mencari bahan untuk tugas akhirnya kepala ia rebahkan di pundak Evelyn.

"Yang, mau nggak kumpul bareng teman-teman aku?"

Tanya Evelyn dengan lembut. Ia tidak mau Noah merasa tersinggung.

"Kamu nggak suka berduaan sama kakak yang?" Noah mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Eve

"Bukan gitu yang, kita kan hampir setiap hari menghabiskan waktu berdua. Sekali-sekali pengen juga ngumpul bareng teman-teman aku. kayaknya seru yang"

"Kamu bosan ngabisin waktu cuma berdua aja? kakak kok enggak ya yang. Malah maunya 24 jam bareng kamu"

Noah mengusap lembut rambut Evelyn yang menjadi salah tingkah karena ucapan kekasihnya.

"Bukan gitu maksud aku yang. Ya udah nggak usah ya. Lagian aku di kelas juga uda sama mereka terus"

Evelyn tersenyum menyembunyikan keinginannya yang sebenarnya.

"Makasih ya" Noah mencium kening Evelyn dengan sayang. Evelyn terlalu berharga untuknya. Karena itu Noah Selalu menggunakan waktu luangnya untuk bersama kekasihnya. Ia tidak pernah bosan bersama gadis itu. Rencananya setelah lulus kuliah dan mulai mengurus perusahaan papanya Noah akan melamar Evelyn.

Noah kembali merebahkan kepalanya ke pundak Eve dan membuka ponselnya untuk melanjutkan kegiatan yang tertunda sebelumnya.

Evelyn menghela nafas, berusaha menepis rasa kecewa yang entah kenapa tiba-tiba merayapi hatinya.

Maaf ya Ra, Kak Noah minta ditemenin ngerjain tugas akhirnya

Eve mengirimkan pesan itu pada Aira sahabatnya. Tak apalah ia mengorbankan keinginan nya demi Noah, laki-laki yang selalu ada untuk dirinya dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk dirinya meski kadang kala cinta Noah terasa mengikat terlalu kuat.

iya dech yang pusat dunianya Noah, apa-apa Noah . Emang kapan sich seorang Eve nggak nolak ajakan kita

Evelyn tersenyum kecut membaca balasan Aira. Difikir-fikir memang belum pernah rasanya Evelyn menyetujui ajakan sahabatnya. Mereka hanya berkumpul saat di kampus, Di kelas ataupun di kantin, Sepulang dari kuliah Noah selalu menyempatkan waktu untuk menjemput Eve dan mengajaknya berkencan. Jikapun Noah sedang sibuk ia tetap menjemput Eve dan mengantarnya pulang, memastikan bahwa kekasihnya tidak keluyuran bersama teman-temannya terutama Darrel.

"Sayang kenapa melamun?"

Noah menutup ponselnya setelah mendapatkan apa yang ia cari.

"Nggak apa-apa yang. Ngantuk dech kayaknya" Bohong Eve

"Maaf ya tadi kakak cuekin bentar. Sekarang mau ngapain?" Noah menatap Evelyn lembut.

"Mau pulang aja boleh? Mau istirahat"

Bujuk Eve, meski hari belum terlalu sore namun Ia merasa mood nya memburuk.

"Iya dech kalau gitu"

Noah dan Eve keluar dari tempat bersantai mereka sebelumnya. Sebuah tempat makan yang menyiapkan ruangan khusus bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersantai, mengerjakan tugas atau menyelesaikan pekerjaan lainnya.

Noah membukakan pintu mobil untuk Eve kemudian berjalan ke sisi lain mobil. Ia membawa mobilnya ke arah rumah Eve.

Beberapa menit kemudian mereka tiba, Noah bisa melihat Eve nampak tak bersemangat.

"Ngantuk banget ya? sampe lemes banget gitu kelihatannya"

Noah mendekatkan tubuhnya pada Eve, Ia mengusap rambut gadis itu dan mendaratkan kecupan singkat di bibir Eve.

"Langsung istirahat ya yang, makasih uda nemenin kakak hari ini"

Eve hanya mengangguk dan tersenyum.

"Kakak mau ke mana abis ini?"

Eve berbalik, mengurungkan niatnya membuka pintu mobil.

"Mau ke perpustakaan pusat yang. Cari beberapa buku untuk menunjang penelitian kakak"

"Hati-hati. Jangan lupa kabarin kalau uda pulang. Jangan terlalu capek sama jangan genit-genit kalau ada pengunjung cewek"

Noah tersenyum gemas mendengar pesan beruntun kekasihnya.

"Titah baginda ratu hamba laksanakan"

Noah membungkukkan badannya menirukan pelayan istana yang hormat pada ratunya.

"Apaan sich, nggak jelas banget"

Evelyn terkekeh. Ia mengecup pipi Noah dan berpamitan untuk masuk ke dalam rumah.

Eve melambaikan tangannya, memandangi mobil Noah yang perlahan menjauh hingga tak terlihat lagi.

Evelyn melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Ia merasa penat meski tak melakukan apa-apa. Setibanya di kamar ia merebahkan tubuhnya di ranjang.

Ia menatap langit-langit kamar, fikiran nya menerawang mengevaluasi hubungannya dengan Noah selama tiga tahun ini. Tidak ada yang salah, ia mencintai Noah begitupun sebaliknya dan tentu saja merasa bahagia dengan hubungan mereka.

Hanya saja, akhir-akhir ini Evelyn mulai merasa ada yang salah pada dirinya. Mendadak ia merasa terkekang oleh ke posesifan Noah. Ruang geraknya begitu Noah batasi. Ia hanya dibiarkan sendiri saat kuliah dan seputaran kampus selebihnya selalu ada Noah di sisinya.

Tentu saja banyak gadis yang menginginkan posisinya, bukankah seharusnya Evelyn bersyukur Noah bertahan dengan kesetiaannya? Sedikitpun lelaki itu tak memberikan kesempatan pada gadis manapun untuk mendekatinya. Padahal jika ingin Noah begitu mudah untuk menaklukan gadis manapun.

"Kalo ngerasa tertekan sama hubungan ini aku nggak tau diri banget ya kayaknya?"

Tanya gadis itu pada dirinya sendiri. Di saat ada banyak gadis yang mengantri dan berharap menggantikan posisinya, bukankah terlalu bodoh jika berfikir untuk lepas dari Noah?

Evelyn menghela nafas lelah, Jika berbicara cinta tentu bukan itu masalahnya. Karena ia begitu mencintai laki-laki itu. Hanya saja belakangan Evelyn begitu mendambakan kebebasan, menginginkan bergaul normal seperti teman-temannya.

Benarkah hanya ada Noah di dunianya? Bolehkah jika berharap ada warna lain yang menghiasi hidupnya?

"Jalanin ajalah sampai batas yang aku bisa" Putus Evelyn akhirnya.

Lamunan gadis itu buyar saat sebuah panggilan Video masuk, nama Darrel tertera di sana. Dengan sedikit ragu ia mengangkat panggilan itu, wajah Darrel, Aira dan Mona tampak di sana. Mereka sedang menikmati sore hari sambil menonton semacam balapan liar.

"Ve seru banget loh di sini. banyak cowok cakep lagi"

Eve tersenyum sinis mendengar seruan Mona sahabatnya.

"Emang di dunia ini ada yang lebih cakep dari kak Noah?"

Serentak ketiga sahabatnya itu memutar matanya malas saat mendengar ucapan Eve

"Ada lah, kamu aja nggak nyadar kalo aku tu lebih cakep dari Noah" Ucap Darrel sombong.

Eve hanya mencebik sinis.

"Ve ke sini yuk? belum mulai loh balapannya. Darrel yang jemput kalo kamu mau"

Kali ini Aira yang begitu bersemangat mengajaknya lagi.

"Nggak dech. Lain kali aja" Jawab Eve malas. meski jauh dari dalam lubuk hatinya sangat tertarik.

"Ya udah minggu depan ya"

Agar tidak berdebat lebih panjang Eve menganggukkan kepalanya. Minggu depan tinggal mencari alasan untuk menolak.

1
TM
sbnrnya Noah jg cemen dulu itu. di sakitin begitu sdh lari🤭 tapi yasudahlahh
TM
tapi si istri sah kan taunya Noah yg sukses dan ya yg pertama. sakit hatinya di situ. tapi hati gakan ada yg tau bukan. lagian si istri tdk di kekang sprti mengekang eve. beda ceritanya.
TM
tapi wajar sih dia ingin bebas kyk org2 lainnya. krna dri remaja dia gak dpt itu. itu haknya juga. cmn yaaa kan 1-3 bln itu gak lama. yg lama itu brtahun2 tpi eve trllu keenakan. eve sdng mrsakan euforia bebas. bljr mndewasakan diri. normal itu
biarlah jodoh mnemukan jalannya... smakin dikekang smakin sakit
TM
masa remaja jg butuh berteman. eve extvert. noah introvert. jd ya pst tegang
Daulat Pasaribu
mana thor cerita aira dan darrel...judul nya apa thor
ayu cantik
suka
pecahan_misteri
sudah kuduga Syakira bakal mati makanya minta eve menikah
Budi Anduk
kapok rasakno
Erni Handayani
Kenapa othor gak nulis lagi yaa... Smua karya ny bagus... Kangen bgt thor
Teddy Aktadi
Luar biasa
Akun Goggle
kadang pasti jenuh di fosesifin ma pasangan,,,seakan dunia kita tuh cuma dia
Siti Masitah
iih..sebel juga ama evelyn...plinpan
Suliha
Kecewa
Siti Masitah
harusnya evelyn pigi dari rmah noah...kok masih bertahan
Siti Masitah
iya..q gk rela noah dah nikah ama yg lain...tapi thor jgn buat noah balik lgi ama eve...biar eve ama pria lain
Durrotun Nasihah
cerita bagus....sampai nangis....sakit hati banget.....walaupun cuma baca...tpi kayak bisa ngerasain sendiri...hebat u thor....
Durrotun Nasihah
cemburu banget rasanya....hatiku langsung mencelos radanya....
Durrotun Nasihah
asli bagus .banget ..memang agak kecewa pas noah dah nikah tapi itu ia lakukan demi kebahagiaan orang tuanya...karna dia anak tunggal harus bisa meneruskan gris keturunan....n tahunya noahkn evelyin dah gak cinta m dia
.....noah tu tipe orang berpikiran dewasa....
Durrotun Nasihah
hebat u thor
Sinta Turnawati
masih Ditunggu Thor untuk crita aira Dan Darrel nya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!