Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode.7
Matahari terbit mulai segala aktifitas
Susi mengrjepkan matanya membalik badan Melihat Morena tak ada di samping nya.
"Morena tak ada di kamar kemana dia, Susi segera bangkit dari tempat tidur mencari Putri tunggal nya.
Ceklek"
Susi keluar dari kamar, mencari Morena.
Menengok ruang tamu, kiranya putrinya ada di sana namun tak ada di ruang tamu."Astaga kemana kamu sayang" Gumam
Morena pun nyenyak tidur di dalam kamar mandi, kebiasaan buruk Morena saat dia sedang BAB ia bersandar lalu tertidur di dalam Hingga menjelang pagi.
Susi menjatuhkan tubuh nya di atas sofa.
"Morena kamu kemana nak maafkan mama jika pertengkaran tadi malam dengan papa membuat kamu marah meninggalkan mama.
Hiks...hiks..hiks, Susi pun menangis.
"Tunggu! dulu saya kan belum lihat kamar mandi." Susi segera langkah cepat membuka kamar Mandi.
Susi mendorong kamar mandi.
kerak.
"Ko tidak bisa di buka. Tok...tok...tok.
Berulang kali Susi ketuk pintu kamar mandi.
Berak!
Auw. !!!.
"Astaga pasti anak itu terjatuh lagi Susi pun tertawa menutup mulut nya.
"Morena.... kamu tidak apa-apa nak?.
"Iya mam..." teriak Morena dari dalam sana.
"Aduh...sakit sekali pinggang ku."rintih Morena, aku harus terlihat baik-baik saja kalau tidak bisa malu sama mama." gerutu nya Morena.
Hendrik sudah bangun dari tidur, Wati sudah menyediakan kopi di meja untuk tuanya.
Hendrik pun menuruni anak tangga sudah rapi berangkat ke kantor.
"Wati" Sapa Hendrik
"Saya tuan..."Wati membungkukkan tubuhnya.
"Apa nyonya tadi malam tidak pulang?"
"Sepertinya tidak tuan."jawab Wati.
"Kopi kamu minum aja, saya sarapan di kantor.
Dua hari sudah Susi tak pulang kerumahnya Suasana rumah mewah bak istana kini sunyi seperti tak berpenghuni.
Mbok juga sudah pulang ke desanya Marni pun ikut Mbok pulang ke desa. tersisa Wati dan Agus tukang kebun dan juga Indra scurity.
Kepergian semua asisten rumah Hendrik karena kehadiran Elsa mengancam agar tak memberi tahu Morena dan juga istrinya jika malam itu Elsa datang dan bermalam di sana
Elsa sebagai tamu tapi seakan-akan nyonya di Rumah itu.
Flashback.
Malam Kamis tepat nya pukul 20:00wib.
Hendrik menggandeng Elsa masuk ke dalam Rumah nya, semua mata melihat tuanya membawa wanita muda ke dalam rumah pada saat itu nyonya rumah sedang tidak ada di rumah, tepatnya sedang ada konflik di dalam Rumah tangganya.
"Mbok...! tolong siap kan sarapan untuk tuan dan calon di rumah ini." Ucap Elsa dengan mbok suara nada tinggi.
"Baik non"
"Cepat...capat" tangan Elsa seperti layak nya Mengusir mbok dari hadapannya.
Mbok pun dengan cekatan membuat sarapan sambil masak mbok menitikkan air matanya
sebab mbok selama ia mengabdi selama 10 tahun lamanya di keluarga Hendrik Prakoso tidak pernah di perlakukan tidak baik seperti Elsa memperlakukan mbok, Susi pun sangat menghormati mbok, sudah anggap Mbok seperti orang tua sendiri walaupun Mbok hanya seorang asisten rumah tangga tapi jasa mbok selama 10 tahun itu tidak bisa di ukur dengan jasa Mbok selama mengabdi di keluarga Perkosa. Maka Mbok pun memutuskan untuk pulang ke desanya tanpa memberi tahu Hendrik alasannya mbok pulang ke desa.
Back.
Hendrik berlalu pergi dengan kuda besinya.
Kalau seperti ini aku kasihan melihat tuan gerutu Wati.
Melihat tuanya sudah pergi Wanti mengambil Ponsel di dalam kamarnya. Wati mencoba menghubungi Susi. Wati mencari kotak yang Ia simpan di kontak ponselnya.
Telpon pun terhubung.
Ponsel Susi menyala Ia segera menggeser tombol warna Hijau yang ada di layar ponsel nya.
"Halo Wati..?" Jawa Susi
"Halo nyonya besar, ini Wati." Katanya
"Ya Wati ada apa kamu telpon saya?"
"Nyonya kapan pulang?" tanya Wati
"Saya belum tahu Wati. saya akan kembali atau tidak." Ujar Susi
"Wati ikut ibu saja iya, disini Wati kesepian tidak ada teman."ucap Wati.
Hening, Susi terdiam sejenak mendengarkan Wati.
"Wati dengar saya ya sayang, di sana masih ada mbok kasihan jika kamu tinggalkan"
"Mbok dan Marni pun sudah pulang ke desa Nyonya, hanya Wati dan Agus di rumah tuan saya takut Nyoya.
"Tunggu-tunggu mbok pulang?" Sontak Susi mendengar kabar mbok sudah kembali ke desanya ada apa?. kok mbok bisa pulang?.
Disini Wati menutup mulutnya rapat-rapat.
Ia takut pada Hendrik, jika sampai tahu Wati yang menyampaikan semua ke Susi.
Hendrik akan melakukan perbuatan yang pernah asistennya tempo dulu, tersiram minyak tanah tubuhnya, mengakibatkan asisten itu luka bakar. sampai Hendrik berurusan dengan pihak yang berwajib, hebat nya Hendrik dia lolos dari jeratan hukuman.
"Tidak ada nyonya hanya saja mbok di minta mas diman untuk istirahat di rumah karena usia mbok sudah saat nya istirahat." Katanya
"Oh seperti itu?. saya takut tuan tidak baik memperlakukan kalian selama saya tidak di rumah." Kata Susi
Cukup lama Susi dan Wati berbicara di telpon.
"Sementara kamu di sana dulu ya Wati.
Bertahan lah di sana nanti saya pikirkan caranya agar kamu bisa keluar dari sana.
"Baik nyonya Wati tunggu kabarnya."
Susi pun memutuskan sambungan telponnya.
Gedung Graha Hendrik.
Sangat fokus dengan komputer sampai-sampai Hendrik tak melihat Susi di hadapannya.
Hendrik mengangkat kepalanya, melihat Susi Hendrik kembali menatap layar monitor.
"Saya tau kamu tidak akan bisa hidup tanpa Saya pulang lah, nanti saya akan pulang" ucap Hendrik, sambil menekan keyboard.
"Saya tidak akan pulang."
Hendrik mendadak berhenti mengetik.
"Lalu, mau apa kamu kemari?. jatah bulanan mu Sudah saya transfer, lalu mau apa lagi?.
Masih kurang?, nanti saya akan transfer lagi.
"Kau selalu menjagokan rupiah mu." kata Susi.
Hendrik menatap Susi dengan wajah sangat marah."Jadi selama ini semua yang kau pakai dan kau tempati juga kendarai, itu dari apa;!? Untuk kamu juga anak mu,kebahagian kalian itu dari apa? kalau tidak dari rupiah Hendrik menunjuk jari nya ke wajah Susi. dan jangan sampai saya dengar, kata-kata itu lagi karena semua orang Menjagokan rupiah, di luaran sana banyak orang membutuhkan kan rupiah.
Susi pun terdiam mematung, ia merasa bersalah karena ucapannya membuat Hendrik Sangat murka.
"Permisi saya pamit pulang" Susi berbalik badan lalu menarik pintu keluar.
Berak!
Hendrik menggebrak meja kerjanya dengan keras."Perempuan itu selalu saja buat aku marah.dan tak pernah buat aku senang.
....
Setelah dari kantor suaminya Susi belanja keperluan rumah nya di sebuah supermarket Susi jumpa sahabat lamanya, Sandi.
"Susi?" tanya sandi.
"Iya betul siapa ya?" tanya Susi
"Rupanya kau sudah tak mengenal ku?" ucap Sandi
"Kau coba ingat-ingat siapa yang menumpahkan air fanta di pakaian seragam Sekolah mu, sampai baju kamu merah semua.
dan kau melempar aku dengan tas mu?.
"Sandi!?. apa kabar mana istri dan anak mu?"
Hening. Sandi terdiam.
"Susi kita cari tempat ngobrol yuk. aku masih ingin banyak bercerita sama kamu"
"Hem..,gimana ya."
"Hayo lah sebentar saja temani aku ngopi tanpa bertanya Sandi menarik tangan Susi masuk ke dalam mobil sport mewah lamborgini.
"Mobil mu sangat mewah sandi?.
"Tidak kamu berlebihan."kata sandi.
Di sebuah cafe, Send
Sandi memarkir kan kendaraannya lalu sandi keluar lebih dulu membuka pintu mobilnya
"Silahkan nyonya."
"Ist kamu ini masih saja seperti dulu suka jahil"
Sandi memilih tempat sisi kiri dekat kaca.
Lalu menarik kursi untuk Susi duduk
"Silahkan nyonya." usil sandi pada Susi tak pernah berubah.
"Kamu boleh pesan apa aja disini, sepuasnya.
Secara Susi tidak tau cafe yang ia kunjungi sekarang milik sandi pribadi.
"Yakin nih.., boleh pesan apa saja?.
"Sangat yakin Pelayan sandi memanggil salah satu pelayan cafe" Sandi mengedipkan matanya terlebih dahulu ya memberi kode agar diam ke pegawainya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?.
"Bawakan menu sepesial di cafe ini.
"Baik pak, saya akan segera siapkan"
Sandi sejak lama menyukai Susi, namun tak pernah mengungkapkannya. Sampai pada saat nya tiba Sandi harus melanjutkan kuliah nya di New York, dan tidak memberi kabar ke siapa pun mengenai keberangkatannya.
"Oh ya hampir lupa bertanya dengan siapa kau menikah?"
Hening.
"Sorry jika aku salah bertanya." kata sandi.
"Tidak apa-apa sandi, aku menikah dengan Hendrik ia seorang duda tanpa anak.
"Hendrik, seperti nya sangat tidak asing mendengar nama itu, lalu kau memiliki anak dengan nya?.
"Iya, saya memiliki putri yang sudah sekolah di menengah atas terakhir.
"Pasti cantik seperti mu.
"Lalu kamu sendiri bagaimana cerita dong."
"Istriku meninggal dua tahun yang lalu ngidam penyakit kangker.
"Maaf, Sand jadi buat kamu mengingat kembali lalu anak mu berapa?.
Sandi pun lama menjawab pertanyaan Susi.
"Aku tidak memiliki anak, sebelum kangker itu menjalar doker meminta mengangkat rahimnya
Ada kista di rahim istriku
"Masya allah, Sandi aku tidak tau jika pertanyaan ku buat kamu sedih.
"Tidak apa-apa, aku dan istriku di jodoh kan orang tua, saat aku kembali dari New York.
Aku mencari mu.
"Mencari ku?."
"Iya aku ingin memberikan hadiah dari New York, karena tidak jumpa aku berikan ke yang lain." Ucap Sandi alasan, sampai saat ini sandi tidak ada keberanian mengungkapkan perasaannya.
...----------------...
Thank you Sahabat Dheandra.
Jangan lupa Dhea minta like rate dan komen ya Guys.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih