NovelToon NovelToon
SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naffia Inthan

Benar kata pepatah, penyesalan memang selalu datang terakhir (belakangan).

Hal serupa terjadi kepada Evan satria.
Dengan gelap mata Evan tega mentalak tiga Byanca Almahera. Istri yang baru beberapa hari ia persuntingnya.

Ke salah pahaman Evan terhadap Byanca, membuat rumah tangga yang baru saja akan di mulai tersebut hancur sekatika.

Akan kah mereka bisa kembali bersama?
Mampukah takdir merubah semuanya?

Ikuti cerita selengkapnya : SESAL USAI TALAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7 GAK BULAN MADU?

Byanca menyelesaikan mandinya terlebih dahulu, karna ia takut suaminya itu menyerangnya kembali.

Meninggalkan suaminya yang masih melakukan ritual mandinya itu. Byanca keluar dari kamar mandi menggunakan Piyama mandinya dengan handuk kecil yang melilit kepalanya.

Usai berganti pakaian, Byanca mengeringkan rambutnya lalu memoles make-up tipis diwajahnya.

Evan masih berada di kamar mandi, Byanca memutuskan untuk keluar dari kamarnya.

Cacing diperutnya, sudah meronta-ronta meminta makan. Byanca melangkahkan kakinya menuju dapur.

Melewati mamah Lyli yang sedang duduk di sofa, sambil menonton televisi.

"Pagi mah.." Sapa Byanca, tersenyum sekilas kearah mamahnya.

Mamah Lyli terlihat mengerutkan kedua alisnya menatap Byanca. "Sudah siang ini by." Protes mamah Byanca, sambil tersenyum kekeh, tangannya memegangi remot memindahkan Chanel TV.

Byanca hanya tersenyum cengengesan sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. Lalu melangkah kan kakinya kembali menuju dapur. Kebetulan asisten rumah tangga mereka tengah memasak di dapur.

"Non.." Sapa bi Irah, sekilas menoleh kearah Byanca, lalu melanjutkan lagi masaknya.

"Sudah ada yang Mateng belum Bi, aku laper." Ujarnya.

"Sudah non, tapi belum semua."

"Masih lama gak bi?"

"Sebentar lagi siap non."

Byanca mengangukan, lalu beranjak dari dapur tersebut.

Lalu ia duduk di sofa, disamping mamahnya.

"Evan mana by?" Tanya mamah Lyli

"Lagi mandi mah."

Tak lama kemudian terlihat Evan berjalan menuruni anak tangga, menghampiri mereka.

"Sudah selesai mas." Tanya Byanca, kepada suaminya itu.

"Kalian pasti sudah lapar, sebentar mamah liat dulu bibi sudah selesai belum masaknya." Ujar mamah Lyli.

Berajak dari sofa tersebut menuju dapur. Evan dan Byanca menganggukkan kepalanya.

Bi irah terlihat sudah selasai memasak, ia menata makanan tersebut diatas meja makan.

"Sudah selasai bi?" Tanya mamah Lyli yang mendekatinya.

"Sudah nyonya."

"By..makanannya sudah siap, ajak suamimu makan sekarang!" Pinta mamah Lyli, sedikit mengeraskan suaranya.

"Iya mah." Sahut Byanca.

"Kalau begitu saya permisi kebelakang lagi nyonya." Ucap bi irah, diangguki oleh majikannya.

Byanca dan Evan terlihat berjalan menuju meja makan.

Mereka menarik kursi meja makan tersebut, lalu duduk.

Byanca mengambilkan nasi serta lauk pauk keatas piring milik Evan.

"Terima kasih." Ujar Evan, tersenyum kepada istrinya itu. Byanca mengangukan kepalanya, lalu tersenyum.

"Iya mas." Kata Byanca. "Ini kan memang tugas istri, melayani suami."

Mamah Lyli terlihat mengambangkan senyumannya melihat anak dan menantunya itu.

"Semoga pernikahan kalian selalu bahagia ya." Ujarnya, menatap kepada Byanca dan Evan bergantian.

"Amin..." Ucap Byanca dan Evan bersamaan.

Mereka pun memulai acara makan tersebut, tidak ada pembicaraan saat ritual makan dilakukan, mereka terlihat menikmati makanan mereka masing-masing.

Hanya bunyi ketukan sendok dan garpu saja yang mendominasi ruangan tersebut.

Tak lama kemudian mereka pun terlihat sudah menghabiskan makanan yang ada diatas piring mereka masing-masing. Mamah Lyli terlihat menghabiskan makannya terlebih dahulu.

"Oh iya, kalian tidak ada rencana untuk berbulan madu gitu?'' Tanyanya.

"Emm.." Sekilas Byanca melihat kearah suaminya. "Kayanya untuk sekarang gak deh mah, iyakan mas?"

Evan melihat kearah Byanca. "Ya, untuk sekarang kaya nya Evan belum bisa mah, karna masih banyak pekerjaan yang harus Evan kerjakan."

Mamah Lyli mengangguk. "Tapi kalian tidak menunda kehamilan kan?"

"Tidak mah." Evan sekilas melihat kearah istrinya.

Byanca hanya tersenyum.

"Bagus, mamah gak sabar pengen punya cucu."

"Iya mamah doakan saja, semoga cepat dikasih kepercayaan sama tuhan." Pungkas

"Amiin..." Ucap Evan dan Mamah Lyli.

***

Kediaman Edward.

"Mau kemana kamu?" Tanya Edward, kepada Anita. istrinya.

Wanita itu terlihat sudah rapi, terkesan glamor dengan pakaian mahalnya.

Anita menghentikan langkahnya, lalu berbalik menoleh kearah suaminya yang tengah duduk di sofa.

Anita mengambangkan senyumannya.

"Eh suamiku, aku mau pergi Arisan mas sama teman-temanku."

"Kesini sebentar saya mau bicara sama kamu?'' Pinta Edward, sekilas melihat kearah istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

Anita terlihat memutar bola matanya memalas, lalu ia berjalan menghampiri suaminya itu.

"Ada apa mas?"

"Kamu itu bisanya cuman menghambur-hamburkan uang saja." Ucapnya dengan nada kesal.

Silvia hanya terdiam.

"Oh iya, kenapa kamu pulang tanpa pamit kepada saya, saat acara pernikahan Evan?" Menatap istrinya dengan tajam.

Anita terlihat gelagapan, "Emm, anu mas. Maaf waktu itu aku tidak enak badan, jadi aku menyuruh Erik untuk mengantarku pulang." Ujarnya. Berbohong.

Anita terlihat memasang wajah sedihnya.

"Alasan, kamu membuat malu saya saja!" Menatap Anita dengan penuh amarah. "Dengar ya sekali lagi kamu bertingkah begitu, saya pastikan kamu tidak akan pernah bisa menikmati hidup kamu lagi."

"Mas, sungguh aku tidak bermaksud seperti itu, kalau tidak percaya kamu tanya saja pada Erik!" ucapnya.

"Anak sama ibu sama saja!" Ucap Edward, lalu ia beranjak dari sofa tersebut, meninggalkan Anita.

"Jika bukan kamu itu kaya, aku sudah tidak Sudi hidup bersama pria kejam seperti kamu Edward, berani-beraninya dia mengancam ku, liat saja pembalasanku, aku tidak akan membiarkan anakmu itu bahagia Edward." Batin Anita.

Anita terlihat mengepalkan kedua tangannya. Lalu ia beranjak dari duduknya, pergi keluar dari rumah tersebut.

Anita melajukan mobil mewahnya menuju membelah jalan raya yang terlihat dipadati dengan kendaraan-kendaran lain yang melaju dijalan raya tersebut.

Anita memukul-mukul setir mobilnya, "Ah, aku harus segara bertindak!" lirihnya, wajah wanita itu terlihat kesal.

Mobil Anita memasuki salah satu hotel ternama dikota tersebut, usai memakirkan mobilnya, ia segara masuk kedalam hotel itu.

Anita berjalan menuju salah kamar hotel mewah tersebut. Dengan wajah yang masih terlihat kesal ia membuka pintu kamar hotel itu dengan kasar.

Seorang laki-laki terlihat terkejut, mendengar bunyi pintu terbuka dengan keras, lalu laki-laki itu menghampiri Anita menatap wanita itu terheran.

"Hey sayang, kamu kenapa?" Ucap laki-laki itu. Meraih dagu Anita

Anita menepis tangan laki-laki itu dengan kasar.

"Diam, aku lagi kesal" Ujarnya, lalu ia duduk ditepi ranjang dengan wajah yang masih terlihat kesal.

laki-laki itu mengikuti Anita, duduk disamping wanita itu.

"Kenapa? Apa si tua Bangka itu yang membuat kamu kesal begini?" Tanyanya, terlihat senyuman sinis mengambang dari wajah laki-laki itu.

"Ya siapa lagi, kalau bukan dia" Ucap Anita, memutar bola matanya memalas.

"Sudah jangan dipikirkan, lebih baik kita senang-senang!'' Menatap Anita dengan senyuman yang sulit diartikan.

"Aku lagi gak mood Hendra." Tolak Silvia.

Namun laki-laki itu terlihat tidak menanggapinya, ia langsung melakukan aksinya.

Anita terlihat tidak menolak dengan aksi-aksi panas yang dilakukan laki-laki itu. Dan akhirnya meraka pun terlarut dalam kenikmatan.

Sudah hampir satu tahun Anita menjalin hubungan dengan Hendra. Hendra adalah kekasih gelap Anita.

Semenjak Edward mengetahui, bahwa Anita selalu berencana jahat kepada anaknya Evan, Edward tidak pernah menyentuhnya lagi.

Membuat wanita itu haus akan belaian, dan mejadikan Hendra sebagai pemuas ***** diatas ranjangnya.

Hendra adalah supir pribadi Edward. Mereka diam-diam menjalin hubungan gelap.

Hendra menutup hubungannya bersama istri majikannya itu dengan rapi.

Karna Hendra juga termasuk orang kepercayaan Edward, jadi Edward tidak pernah mencurigai mereka.

Walau pun umur Anita tidak muda lagi, tapi daya tarik wanita itu masih sangat mempesona, di usainya yang sudah menginjak parubaya, Anita masih terlihat cantik dan sexy. Hal itu yang membuat Hendra nekat menjalin hubungan dengan Anita.

Bersambung...

1
angel
Evan sendiri egois ..gk trima byanca jg dijebak tp main talak2 aj tanpa cr bukti
angel
enak banget ya jd laki ..gk suka langsung talak ..perempuan ibarat keset...baru tau sgt gampangnya utk menceraikan istrinya di dlm ...
ovi
👍👍👍👍
Tiwik Firdaus
berati malah evan yang melakukan hubungan badan dengam orang lain kan itu karma kamu yang wzktu itu menuduh bianca
Tiwik Firdaus
sukurin tau evan karma
Tiwik Firdaus
sukurin makanya bibir itu buag ngomong yang baik2 aja mudah ngomong talak aja
Tiwik Firdaus
kamu akam menyesal seumur hidup evan setdlah ini
Tiwik Firdaus
ngak dikirim keluar negeri saja papa jonathan suruh cari kerja disana
Tiwik Firdaus
bener banget bianca kamu harus bangkit kembali dan buktikan kamu bisa bahagia tanpa lelaki bodoh seperti evan
Tiwik Firdaus
bianca juga goblok pergi ngak minta ijin dulu sama evan suaminya bisr evan tau kalau dia pergi mama mertua yang jahat itu
Tiwik Firdaus
yang benar yang mana nanya kok kadang anita kadang silvia membingungkan sedangkan sekretaris evan juga silvi
evita vita
bianka bodoh jg knp g bilang keorgtu bahwa kehotel itu bersama mm Anita
evita vita
tinggalkan aja laki bodoh itu,,ms org kaya yg cerdas g bisa menyelidiki
evita vita
bapaknya evan yg bego sdh tau ank tiri dan istri ga beres ko dpelihara
Novi Anjar
sampai episode 19 ini ceritanya bagus
ada satu dua tipo itu biasa, tidak mengurangi alur ceritanya
semangaaat Thor 🙏
Rari
Talak Tiga masih bisa langsung rujuk? Adakah dalilnya?
Tati Suwarsih Prabowi
evan modus!!!
Tati Suwarsih Prabowi
masa bru nikah bbrp hari sdh hamil?
gee
frees??
Hasnawati Latif
SMG Bianca TDK hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!