Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.
Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?
Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.
Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama.
Harya sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke Kampus nya, tak lupa ia sarapan dengan telur dan nasi putih dan jangan lupa susu Vanila kesukaannya.
Harya memasukan keperluannya kedalam tas ranselnya dengan hati-hati karna bisa saja buku-buku itu terlipat didalam tas.
BRUK
Harya melihat apa yang jatuh dari lemarinya itu dan mendapati kalung pemberian nenek nya terjatuh, Harya menghela napas panjang dan mengambil kalung itu dilantai, ia menatap lama kalung itu dan berkata.
"Dimana aku bisa menemukan keluarga ku hanya dengan sebuah kalung usang ini"
Harya melihat jam dan terkejut karna ia hampir terlambat, ia langsung saja memasukan kalung itu kedalam tas dan berlari keluar kamar lalu mengunci pintu kamarnya.
Dibawah terlihat Rama sedang menunggu dengan motor butut nya, Rama melihat Harya turun melewati tangga dan langsung menyapa Harya.
"Eiy, lama banget bro...ngapain aja?" tanyanya
"Kepo banget sih kamu bro, oh iya lagi nunggu siapa?" balas Harya
"Nunggu dirimu wahai Yang mulia, kita kan satu Kampus jadi mending pergi bareng aja sekalian aku kasih tunjuk kantor kepala Universitas" ucap Rama
"Ok Ok"
Harya langsung duduk di jok belakang dan mereka pergi meninggalkan kontrakan, saat memasuki wilayah Kampus, Harya terkagum-kagum saat melihatnya.
Bagaimana tidak?! halaman yang luas dan dipenuhi banyak tumbuhan, sebuah taman yang biasa menjadi tempat nongkrong anak-anak Kampus, parkiran yang luas bahkan lebih luas dari rumah Harya di Desa dan yang paling membuat takjub adalah bangunannya yang bagaikan gedung pencakar langit.
"Ram, kau mau parkir dimana?" tanya Harya yang masih duduk di jok belakang
"Di sono, kalau aku parkir di area terbuka bisa-bisa hancur motor ku di tabrak sama mobil-mobil mewah itu" jawab Rama
Mereka pun menuju tempat dimana Rama biasa memarkirkan motornya, tempat itu lumayan jauh dari kawasan Kampus tepatnya di dekat sebuah Ruko.
"Nah, ayo skuy jalan ke Kampus" ajak Rama
Harya hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan kawan barunya itu, saat mereka sudah tiba di kawasan Kampus, banyak mata yang memandang mereka...ada tatapan mata menghina, merendahkan ada juga tatapan mata kasihan.
"Ram, kau selalu ditatap seperti ini saat pergi ke Kampus?" tanya Harya memasang wajah pokernya
Rama menghela napas dengan kasar dan menjawab "Iya" dengan singkat.
"Ayo aku tunjukan dimana kantornya sekalian keliling dulu, kau kan anak baru" ucap Rama dan dibalas anggukan Harya
Tak berapa lama kemudian, para gadis yang ada di halaman serta dalam gedung langsung berlarian keluar saat ada mobil Sport putih memasuki kawasan Kampus.
"Ram, siapa ituh orang? kok mahasiswa lain langsung keluaran begini" tanya Harya menatap lekat mobil Sport itu
"Nanti aja kukasih tahu yang penting kita menepi sekarang daripada kau di maki-maki anak-anak ini nanti" ujar Rama dan Harya hanya mengangguk
Mereka menepi tetapi tetap melihat keramaian itu, saat itu seperti ada artis terkenal saja yang datang.
"Pangeran Kampus sudah datang kyaaa~"
"Pacarin aku pangeran~"
"Gagah nya dirimuuuu~ bagaikan pangeran negri dongeng"
Begitulah ocehan-ocehan yang terdengar dari keramaian yang dilihat Harya, memang Harya juga sangat tampan tetapi ia berasal dari Desa sehingga sudah pasti tidak ada yang tertarik dengannya.
Para anak lelaki hanya menatap sinis mobil Sport itu seperti merasa iri atau apa, mereka hanya mengoceh-ngoceh tidak jelas.
"Aku benar-benar penasaran siapa orang ini" ujar Harya terus menatap mobil Sport itu
"Baiklah, akan aku beritahu namanya nanti saat dia keluar" balas Rama yang hanya bisa menuruti Harya teman dari Desanya itu
Pintu mobil Sport terbuka dan seorang pria muda dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya, kulit putih serta rambut hitam kecoklatan bersinar indah dibawah cahaya matahari dan ia menggunakan pakaian mahal yang ber-merk terkenal.
Dan saat ia membuka kacamatanya terlihatlah wajah tampan yang sangat diidam-idamkan kaum hawa tetapi entah kenapa wajah Harya lebih tampan dari pemuda itu, ia menenteng tas ranselnya dan masuk kedalam gedung dan tidak menghiraukan teriakan gadis-gadis disana.
"Bahkan gadis-gadis ini masih mengikuti nya bahkan saat ia masuk kedalam gedung" kagum Harya
Rama hanya bisa menghela napas kasar lagi dan memberitahu Harya siapa orang itu.
"Dia adalah Hanfi Rayendra, Tuan muda dari keluarga Rayendra yang mendunia itu" ucap Rama
Harya saat mendengar kata Rayendra tiba-tiba mengingat cerita Putra saat masih di Desa.
"Keluarga Rayendra itu yang sangat berkuasa ya? teman ku di Desa pernah menceritakannya" ujar Harya
"Biar aku ralat cerita teman mu itu, keluarga Rayendra adalah keluara terkaya nomor 1 didunia bahkan para pemimpin Negara tidak boleh menyinggung mereka dan Hanfi itu....ia Tuan muda keluarga Rayendra dan pewaris tunggal Rayendra group, jika kau keliling dunia maka kau bisa melihat Rayendra group dimana saja" jelas Rama panjang lebar
"Bukankah mereka terlalu kaya, apa sebegitu nya kita tidak boleh menyinggung mereka?" tanya Harya karna ia masih baru di kota
"Tentu saja, terutama kau Harya, jika kau menyinggung mereka maka satu Desa mu akan terkena impasnya, ingat" ujar Rama mengingatkan Harya dan dibalas anggukan saja
"Dan ayo kita masuk, kelas akan dimulai" ajak Rama
Harya dan Rama memasuki gedung dan Rama mengajak Harya menuju kantor kepala Universitas
Di Kantor Kepala Universitas.
Harya mengetuk pintu dan saat diperbolehkan masuk oleh sang pemilik, Harya pun masuk kedalam dan duduk di depan orang tersebut.
"Harya Aditya Mura ya?" tanyanya kepada Harya
"Benar pak, itu saya"
"Bapak sangat kagum dengan mu, walau berasal dari Desa tetapi kepintaranmu melebihi anak-anak Kota ini" ucap bapak tersebut kagum akan sosok Harya
"Terima kasih pak, dan juga terima kasih karna sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar disini" balas Harya berterima kasih
"Haha anak yang sopan, pergilah ke kelas A karna disana adalah kelas mu dan satu lagi...jangan menyinggung Hanfi Rayendra" ucap bapak tersebut
"Baik pak, permisi"
Harya keluar dari ruangan tersebut dan mendapati Rama tengah bersender di dinding menunggu nya.
"Kelas A kan? kita sekelas lagi...ayo" ajak nya
Harya hanya menuruti nya saja karna ia masih asing dengan Universitas Aksara
Sementara itu di tempat lain dan orang lain.
"Yo! Fifi sudah datang"
"Jangan memanggil ku dengan panggilan yang diberikan kakakku"
"Kenapa? kau selalu saja sensitif jika kami membicarakan kakakmu"
"Cih, hanya karna kalian teman ku dari aku masih kecil dulu bukan berarti kalian bisa seenaknya"
"Baiklah, kau bosnya"
...----------------...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing