Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.
Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.
Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersembunyi
Drrrrt.....Drrrt....Drrrrt....
Suara getaran ponsel di atas meja mengagetkan Kevin pagi itu. Dia mengucek matanya yang masih ingin terpejam.
Semalam Meira rewel dan terus minta di gendong Kevin, sehingga Kevin begitu lelah dan kurang tidur.
Kevin melotot saat melirik ke jam dinding di kamarnya, waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi, padahal hari ini Kevin harus masuk kerja.
Buru-buru Kevin mengusap layar ponselnya.
"Mas Keviiiiiinnnn!!!" Suara yang sudah tidak asing lagi baginya. Kevin menjauhkan ponselnya dari telinganya yang shock karena mendengar suara teriakan itu.
"Woooy Mbak!... baru bangun Nih! Suaramu seperti geledek tau!" Cetus Kevin.
"Mas Kevin! Kamu cepat kesini deh...ini ada dua orang yang sedang tanya-tanya di toko!" Ujar Yanti.
"Tanya-tanya apa?" Tanya Kevin.
"Tanya-tanya tentang orang Jakarta yang hilang itu...yang pengusaha itu lho...!"
Deg...!
Tiba-tiba jantung Kevin seperti berhenti mendadak.
"Mereka tanya apa Mbak?"
"Menanyakan mu...karena namamu sama seperti pengusaha itu...mereka sudah lihat fotomu, dan ternyata memang mirip!"
Kevin terkesiap, hatinya gundah dan bingung, tidak mungkin dia datang sekarang ke minimarket, itu cari mati namanya.
"Mas?? Kok diem? Kamu lagi ngapain sih??" Tanya Yanti.
"Mbak...Meira demam, kayaknya aku ijin lagi deh hari ini..." Kevin mencoba beralasan.
"Apa? Dalam sebulan ini kau sudah banyak sekali ijin Mas...kalau begini terus boss pasti akan memecat mu..."
"Tapi Mbak...ini anakku bagaimana? Masa sakit-sakit di bawa kerja? Please deh hari ini saja..."
"Ya ampun...!! Aduuuh kepala makin pusing deh...mas Kevin pakai acara bolos kerja lagi...ini orang yang mau ketemu gimana nih..." Yanti nampak frustasi.
"Mbak Yanti...kalau orang itu tanya lagi...bilang saja aku Kevin yang lain yang sudah punya anak dan istri!"
"Istri? Siapa istrimu??"
"Sudah deh Mbak...ini kan cuma alasan supaya orang-orang itu cepat pergi...awas lho tokonya kemalingan!"
"Eh...benar juga kamu Mas...siapa tau ya mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan, ya udah deh...aku mau jaga toko dulu!"
Kemudian Yanti mematikan ponselnya. Kevin menarik nafas lega.
Kevin bergegas menuju box bayi Meira, diangkatnya bayi itu dan diletakkannya di atas tempat tidurnya.
"Mei...daddy bolos lagi hari ini...maafin Daddy ya Mei, Daddy terpaksa bilang kalau kamu demam...padahal kan anak Daddy sehat ya...yuk kita jalan-jalan keliling komplek, tapi Meira mandi dulu ya..." Kata Kevin sambil mulai membuka pakaian Meira.
Kemudian dia mulai menyiapkan air hangat di dalam bak mandi bayi, lalu mulai mandikan Meira. Bayi itu nampak senang di mandikan oleh Kevin, matanya yang jernih terus menatap kearah Kevin sambil bergumam.
"Aih...Anak Daddy sudah pintar nyanyi ya...nyanyi apa sih Mei...bilang dong sama Daddy..." Ujar Kevin sambil mulai menyabuni seluruh tubuh Meira.
Setelah Meira sudah berpakaian dan tubuhnya sudah harum khas bayi. Kevin langsung membawanya jalan keliling komplek dengan stroller bayinya.
Ada sekelompok ibu-ibu yang sedang duduk berkerumum di tepi jalan komplek itu, kelihatannya mereka habis olah raga. Kevin jalan melintasi mereka.
"Mas...orang baru yang tinggal di rumah ujung itu ya?" Tanya salah seorang ibu.
"Iya Bu..." Sahut Kevin cuek.
"Istrinya kemana Mas? Kok berdua aja sama bayinya...."
"Sudah meninggal Bu...!" Jawab Kevin sambil tetap berjalan.
"Waduh...! Di komplek kita ada duren...duda keren...!" Celetuk salah satu ibu kearah ibu lainnya. Di susul dengan suara tawa mereka.
Kevin tetap terus berjalan dengan cueknya melewati mereka. Mereka nampak mulai berbisik-bisik membicarakan Kevin.
"Kau dengar itu Mei? Mereka bilang Daddy duren? Duda keren...padahal Daddy kan masih perjaka Ting Ting Mei...! Maaf ya Daddy bilang ibumu sudah meninggal..." Ucap Kevin pada Meira.
Mereka terus berjalan sampai di ujung jalan komplek itu, Kevin duduk di halte beristirahat sebentar, matahari sudah mulai tinggi.
Tiba-tiba di halte seberang, mata Kevin menangkap seseorang, seseorang yang familiar di penglihatannya.
"Tania!"
Kevin segera mendorong Stroller Meira menuju ke seberang. Seorang gadis manis bermata bening dan berambut sebahu, sedang duduk di halte sambil tersenyum.
"Hai..." Sapa Tania.
"Hai Tania...kau ada di komplek ini juga? Aku baru pindah ke komplek ini tempo hari..." Kata Kevin.
"Aku baru dari rumah teman..." Jawab Tania
"Rumah teman? Kau punya teman disini?" Tanya Kevin.
"Ya...teman sesama perawat...aku baru mau pulang..." Jawab Tania.
"Sayang aku belum ada kendaraan, kalau ada aku pasti sudah mengantarmu pulang..." Kevin duduk di sebelah Tania.
"Boleh aku menggendong Meira?" Tania melongok ke dalam Stroller.
"Silahkan...gendong saja...dia pasti senang di gendong wanita cantik sepertimu... " Ujar Kevin.
Tania mengangkat Meira dari dalam strollernya, kemudian dia mulai menggendong dan menciumnya.
"Kau ayah yang baik..." Gumam Tania.
"Saat ini hanya aku yang dia punya...aku akan berusaha sebaik mungkin untuk merawatnya...ibunya telah meletakan dia didepan kamar kos ku dulu...sebenarnya aku belum pernah menikah...Meira ini anak yang dibuang orang tuanya..." Jelas Kevin.
"Oh...apa kau membenci ibunya Meira?" Tanya Tania.
"Tidak, untuk apa aku membencinya? Aku juga tidak mengenalnya...dia pasti melakukan itu karena terpaksa...mana mungkin ada seorang ibu yang tega membuang bayinya sendiri..." Jawab Kevin.
"Kau benar-benar luar biasa...aku kagum padamu..." Ucap Tania. Hati Kevin tiba-tiba menghangat.
"Tania...aku senang kau mau mengobrol denganku...sering-seringlah datang ke minimarket tempat aku bekerja..."
"Aku kan tidak belanja setiap hari..."
"Kau tak perlu masuk, hanya lewat saja...aku akan menunggumu..." Ucap Kevin.
"Hmm...Kita lihat saja nanti..."
"Tapi aku serius Tania...kau wanita yang berbeda dari yang lain...dulu aku selalu menganggap wanita itu mahluk cerewet yang menyebalkan...tapi tidak pada dirimu..." Ungkap Kevin.
"Ah, kau terlalu berlebihan...aku sama saja dengan yang lain..."
"Tidak...kau berbeda..."
Sebuah mobil angkutan umum berhenti di depan halte, Tania berdiri dan langsung menyerahkan Meira pada Kevin.
"Ini Meira...lain waktu aku akan menggendongnya lagi...trimakasih..." Tania segera beranjak meninggalkan Kevin.
"Tania! Aku serius menunggumu di depan minimarket besok sore ..!" Seru Kevin sebelum Tania naik ke dalam mobil angkutan umum itu.
Tania hanya menoleh sekilas sambil tersenyum. Setelah itu mobil angkutan itu sudah berjalan dan semakin jauh lalu menghilang dari pandangan Kevin.
"Mei...Tania cocok tidak jadi pacar Daddy? Sepertinya Daddy sudah jatuh cinta padanya...Mei setuju tidak Daddy menjalin hubungan sama Tania...dia gadis cantik dan sederhana...Daddy suka dia Mei...!" Ucap Kevin sambil mendekap Meira dalam dadanya.
********