NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Aku adalah abdi sepi, budak cinta yang paling setya, menyaksikan sadgati tujuan muliamu untuk membahagiakan sang istri. Engkau memujanya bagai dewi yang turun dari kayangan, sementata aku disini, merajut perih dalam sunyata yang sunyi.

...----------------...

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden sutra, menerangi kamar mewah bergaya Eropa klasik. Di atas meja rias, sebuah tablet hitam menyala, menampilkan grafik angka-angka digital yang terus bergerak.

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamar diketuk tiga kali dengan pelan sebelum akhirnya terbuka. Siska, pelayan muda yang ditugaskan khusus untuk melayani Kiara sejak satu minggu yang lalu, masuk sambil membawa nampan berisi sarapan dan sebuah amplop putih tebal.

"Selamat pagi, Nyonya Kiara. Ini sarapan Anda, dan... Tuan Dante meminta saya memberikan ini langsung kepada Anda sebelum beliau pergi ke kantor tadi," kata Siska sambil meletakkan nampan dan amplop itu di atas meja kecil di dekat ranjang.

Kiara melirik amplop itu dengan tatapan waspada. "Apa itu, Siska?"

"Itu uang cash untuk Anda, Nyonya. Tuan Dante bilang, supaya anda tidak perlu repot tarik tunai jika memerlukan uang cash secara mendadak. Anda bisa menggunakannya untuk apa saja tanpa perlu meminta izin atau melaporkannya kepada beliau." jawab Siska dengan senyum ramah.

"Tanpa perlu melapor?" Kiara menaikkan satu alisnya, merasa skeptis. "Sejak kapan seorang Dante Belmont tidak peduli ke mana uangnya mengalir?"

Siska tampak agak serba salah. "Saya hanya menyampaikan pesan Tuan, Nyonya. Tuan Dante juga bilang, jika jumlah di dalam rekening Anda masih kurang, Anda hanya perlu mengatakannya."

"Baiklah, letakkan saja di sana. Kamu boleh keluar, Siska."

"Baik, Nyonya. Permisi."Setelah pintu tertutup rapat, Kiara segera menyambar amplop tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah kartu hitam tanpa batas limit dan selembar cetakan bukti transfer ke rekening pribadi atas namanya sendiri, rekening yang dibuat Dante tanpa sepengetahuannya. Jumlahnya fantastis, cukup untuk membeli sebuah rumah mewah di kawasan elite dalam sekali bayar.

Kiara tersenyum sinis, jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja. "Kau ingin membeliku dengan uang ini Dante? Baiklah, di kehidupan ini, uangmu akan menjadi modal utama untuk kehidupan ku nanti ditempat yang baru"

Kiara membuka laptopnya, Ia mengetik sebuah pesan kepada akun anonim bernama 'Phoenix'.

"Aku butuh akun proksi internasional untuk investasi pasar berjangka. Tanpa verifikasi identitas legal, jalur terenkripsi, dan pencucian otomatis melalui kripto."

Hanya butuh beberapa detik sebelum balasan muncul.

"Biayanya tidak murah, Nona. Dua puluh persen dari deposit awal sebagai jaminan keamanan."

Kiara langsung membalas. "Bukan masalah. Aku akan mentransfer lima ratus ribu dolar sekarang sebagai pembuka. Aku ingin akun itu siap dalam tiga puluh menit."

"Deal. Kirim akun bank ini." Balas Phoenix

Kiara bergerak cepat. Menggunakan rekening tersembunyi yang baru saja ia fungsikan melalui bank Swiss, ia membagi uang nafkah dari Dante ke dalam beberapa pecahan kecil sebelum mengonversinya menjadi mata uang digital.

"Dua minggu dari sekarang, perusahaan farmasi BioTech Global akan mengumumkan kegagalan uji klinis fase ketiga mereka. Saham mereka akan anjlok hingga delapan puluh persen dalam satu malam. Di kehidupan lalu, Dante meraup keuntungan jutaan dolar dengan melakukan short-selling pada saham mereka. Kali ini, aku yang akan mengambil kesempatan itu sebelum Dante sempat menyentuhnya."

Saat Kiara sedang sibuk menyusun portofolio investasi rahasianya, ponselnya berdering. Nama 'Dante' tertera di layar. Kiara menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan detak jantungnya sebelum menggeser tombol hijau.

"Ya?" suara Kiara terdengar sedingin es.

Sejak kejadian semalam, mereka seperti perang dingin. Lebih tepatnya Kiara yang menghindari Dante.

"Apakah Siska sudah memberikan amplopnya?" suara Dante terdengar dari sambungan telepon.

"Sudah. Uang yang sangat banyak untuk seorang tawanan," sindir Kiara langsung.Terdengar helaan napas berat dari ujung telepon. "Kiara, berhenti menyebut dirimu tawanan. Aku memberikan uang itu karena kau adalah istriku. Gunakan untuk apa pun yang kau mau. Belilah pakaian, tas, atau apa pun yang membuatmu senang. Seperti yang akhir-akhir ini sedang kamu lakukan. Aku senang jika istriku berbelanja, itu artinya kerja kerasku tidak sia-sia"

"Aku bisa menggunakannya untuk apa saja, kan? Termasuk hal-hal yang mungkin tidak kau sukai?" tanya Kiara memancing.

"Apapun, Kiara. Aku tidak akan memeriksa mutasi rekeningmu. Aku membebaskanmu."

Kiara mencengkeram ponselnya lebih erat. 'Pembohong. Kau hanya sedang bermain sandiwara' Batin Kiara

"Apa kau sudah makan?" Tanya Dante sekali lagi

"Belum."

"Makanlah. Jangan membuat dirimu sakit. Aku akan pulang sedikit terlambat malam ini karena ada urusan di pelabuhan utara. Kau tidak perlu menungguku."

"Aku memang tidak pernah menunggumu, Dante."

Tanpa mendengar jawaban suaminya, Kiara langsung memutuskan panggilan sepihak.

Ia kembali fokus pada layarnya. Akun proksi dari 'Phoenix' sudah aktif. Dengan cepat, Kiara menempatkan seluruh dana nafkah pertamanya untuk posisi short pada saham BioTech Global dengan daya maksimal. Ini adalah perjudian tingkat tinggi bagi orang biasa, namun bagi Kiara yang membawa ingatan masa depan, ini adalah sebuah kepastian.

...----------------...

Ke esokan harinya, pintu kamar Kiara kembali terbuka tanpa ketukan. Kali ini bukan Siska, melainkan Dante yang tiba-tiba muncul dengan setelan jas yang sedikit berantakan, dasinya sudah dilonggarkan. Wajah pria itu tampak tegang. Pria itu tidak pulang semalam

"Kenapa kau masuk tanpa ketukan? Di mana sopan santunmu, ini kamarku!" Seru Kiara

Dante mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum tipis "Kamarmu, hmm? Baguslah kalau begitu. Jangan tarik kembali kata-katamu. Sekedar mengingatkan, jika kamarmu ini juga kamarku, S A Y A N G"

"Sial, aku salah bicara!" Rutuk Kiara.

Dante melangkah mendekat tatapannya langsung tertuju pada laptop hitam di atas pangkuan Kiara. "Urusan di pelabuhan baru selesai. Apa yang sedang kau sembunyikan, Kiara?"

"Aku tidak bertanya. Dan...bukan urusanmu, bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau membebaskanku?" Kiara berdiri, meletakkan laptopnya di atas kasur dan bersedekap, menantang suaminya.

Dante mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu langkah. Aura dominannya membuat atmosfer kamar mendadak terasa berat.

Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ada gumpalan kecemasan di mata pria itu.

"Kiara, jika kau butuh sesuatu, atau jika ada masalah... kau bisa mengatakannya langsung kepadaku," ucap Dante, mencoba menurunkan nada suaranya selembut mungkin.

Kiara tertawa hampa "Aku tahu persis siapa dirimu! Kau menikmati ketakutanku, kau menikmati saat melihatku tidak berdaya memohon di bawah kakimu! Jangan berlagak manis di depanku hanya karena kau sudah memberiku sekeranjang uang itu!"

"Aku tidak pernah menikmati air matamu, Kiara..." bisik Dante, "Aku... aku hanya ingin memperbaiki semuanya."

"Memperbaiki apa? Pernikahan paksa ini? Atau memperbaiki cara-caramu untuk mengurungku?"

"Baiklah, tenangkan dirimu. Tapi ingat satu hal, Kiara. Uang di rekening itu adalah milikmu sepenuhnya. Aku tidak akan pernah mengusiknya"

Dante berbalik dan melangkah keluar, menutup pintu kamar dengan sangat pelan.

Begitu pintu tertutup, Kiara langsung mengunci pintu tersebut dari dalam. Ia bersandar pada pintu, perlahan merosot jatuh ke lantai marmer yang dingin, menjatuhkan wajahnya di atas lutut. Napasnya terengah-engah, mencoba menguasai trauma yang kembali menghentak dadanya.

"Dia bilang, dia akan memperbaiki semuanya?" Kiara berbisik dengan derai air mata yang mulai membasahi pipinya. Kiara yakin, Dante Belmont yang kejam itu tidak mungkin memiliki belas kasihan. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar.

"Aku tidak boleh lengah. Aku harus mempercepat investasiku." Kiara menghapus air matanya dengan kasar, bangkit berdiri, dan kembali menyambar laptopnya. Ia membuka grafik pergerakan saham BioTech Global. Angka-angkanya masih stabil, namun Kiara tahu badai besar akan datang dalam beberapa hari ke depan.

Ia membuka ruang obrolan dengan 'Phoenix' kembali.

"Aku ingin menambah posisi. Masukkan sisa dana dari rekeningku sebesar satu juta dolar lagi untuk posisi short yang sama," ketik Kiara.

"Anda sangat berani, Nona. Jika saham ini justru naik, Anda akan kehilangan seluruh uang Anda dalam sekejap," balas Phoenix memperingatkan.

"Lakukan saja tugasmu. Aku tahu apa yang sedang kulakukan."

"Baik, pesanan Anda sedang diproses. Senang berbisnis dengan Anda."

Kiara menutup laptopnya setelah memastikan semua transaksi berjalan aman. Dengan modal ini, dalam dua minggu, ia akan memiliki dana segar yang cukup besar untuk mulai membangun fondasi kekuasaannya sendiri di luar negeri, mempersiapkan semuanya dengan sempurna tanpa jejak.

Sementara itu, di ruang kerjanya yang gelap, Dante duduk di balik meja besarnya tanpa menyalakan lampu. Di hadapannya berdiri Marcus, tangan kanannya dalam urusan jaringan mafia yang dia pimpin.

"Tuan, kami mendeteksi adanya aktivitas penarikan dana dalam jumlah besar dari rekening pribadi nyonya Kiara hari ini," lapor Marcus dengan suara rendah. "Uang tersebut dipecah ke dalam beberapa rekening luar negeri sebelum akhirnya jejaknya hilang di pasar mata uang kripto."

Dante mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Marcus berhenti berbicara. "Aku sudah tahu."

Marcus tampak terkejut. "Anda sudah tahu? Tapi Tuan, pergerakan dana seperti ini biasanya digunakan untuk pelarian atau... membangun sesuatu yang tersembunyi. Apakah Anda ingin kami melacak dompet kripto tujuan tersebut?"

"Tidak perlu," jawab Dante tegas, matanya menatap tajam ke dalam kegelapan malam di luar jendela. "Biarkan dia melakukan apa pun yang dia inginkan dengan uang itu. Jangan ada satu pun dari kalian terutama kau dan Leo yang berani menyelidiki atau mengganggu aktivitas finansial istriku."

"Tapi Tuan Dante, jika Nyonya Kiara mencoba untuk—"

"Aku bilang biarkan, Marcus!" Bentak Dante "Jika dia membutuhkan uang itu untuk merasa aman dariku, maka biarkan dia mengambil semuanya. Tugasmu sekarang adalah memastikan tidak ada musuh dari sindikat luar yang mendeteksi pergerakan dana tersebut. Lindungi jalurnya secara diam-diam dari belakang. Apakah kau mengerti?"

Marcus membungkuk hormat. "Dimengerti, Tuan. Kami akan memastikan seluruh jalurnya tetap bersih dari pihak luar."

"Kau boleh pergi."

Setelah Marcus meninggalkan ruangan, Dante menyandarkan punggungnya pada kursi kulitnya, menghela napas panjang.

"Kau sedang mencoba membangun kekuatan untuk melarikan diri dariku, kan, Kiara?" gumam Dante, tersenyum smirk.

"Bangunlah bisnismu, kumpulkan kekayaanmu. Aku tidak akan menghentikanmu. Tapi, selamanya kau harus tetap berada di bawah atap ini. Aku akan memastikan seluruh dunia tidak akan bisa menyentuhmu, bahkan jika aku harus menjadi monster jahat yang kau benci selamanya"

1
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
menjijikan sekali sora sama ayahnya ini
Laksmi Harsa: masukin karung aja nggak sih?
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ada kalanya, orang tualah yang berdosa terhadap anak. semangat kiara.... 💪
Laksmi Harsa: follow Kiara terus yaa😍
total 1 replies
Dhisha
si mama Kiara masih gengsi guys... padahal berbunga² banget tuh hatinya 🤭
Laksmi Harsa: mama Kiara mode gengsi 🤭
total 1 replies
Dhisha
Dante junior comingsoon sih inii
Laksmi Harsa: Tungguin yaa onty 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!