NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 07

"Yes, i do. Aku mau Za, aku mau."

Klotak

Blak!

Oza mengusap wajahnya kasar. Ingatan itu terlintas dalam kepalanya. Ingatan tentang lamarannya waktu itu terhadap Rhea saat berada di pantai.

Oza langsung melempar cincin yang tadi diambilnya dari dashboard.

"Sial, seharusnya itu udah di buang."

Oza mengambil nafasnya dalam, dia hendak kembali memejamkan matanya lagi, tapi enggan. Tangannya mengulur, menekan tombol start lalu kakinya menekan pedal gas. Oza mencengkeram setir kemudinya untuk bergegas menuju ke kantor. Jam yang melingkar di tangannya menunjuk waktu yang harus segera ia kejar.

Sesampainya di kantor, beberapa orang yang mengenalnya dengan baik menyapanya. Tak sedikit juga yang memberi ucapan selamat.

Akan tetapi ada satu ucapan dari salah satu rekan kerja sesama kabag di kantor yang membuat Oza membatu sejenak.

"Aku pikir kamu bakalan nikah sama cewek yang itu, tapi ternyata bukan ya?"

Wajah Oza kaku, lehernya serasa ditarik. Namun ia segera membuat sebuah senyuman lalu berkata, "Oh dia, kita udah putus lama kok."

"Aaah gitu. Oke deh, sekali lagi selamat ya buat pernikahan kalian. Beneran kepala bagian yang loyal sama perusahaan, sampai nggak ngambil cuti nikah lho. Mantap."

Orang itu menepuk bahu Oza pelan lalu melenggang pergi. Senyuman yang tadi menghiasi bibir Oza seketika lenyap sudah.

Tatapannya kembali menjadi datar, dan langkahnya semakin cepat untuk menuju ke ruangan miliknya.

Beberapa sapaan dan salam diterima Oza ketika ia sampai di divisinya. Namun Oza hanya mengangguk kecil, dia bahkan sebenarnya enggan melihat wajah orang-orang itu.

Haaah

Sesampainya di ruangan, Oza meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk di kursinya. Lehernya terasa tercekik sehingga ia melonggarkan dasi yang membelitnya itu.

"Kenapa harus ada yang ngingetin tentang dia sih?" gerutunya.

Oza berdecak kesal dan kepalanya menggeleng pelan. Saat mengumumkan pernikahan dengan Trisna dengan cara membagikan undangan, ada salah satu rekan kerjanya yang juga menyinggung soal itu. Kebetulan waktu Oza melamar Rhea, orang tersebut ada di sana.

"Lho nggak nyangka aku kamu bakalan nikah sama anak sini juga. Beberapa bulan yang lalu aku lihat kamu di pantai lagi ngelamar cewek. Dan kayaknya cewek itu bukan Trisna?"

Mendengar hal tersebut, wajah oza langsung pucat pasi. Saat itu dia yakin bahwa tak ada siapapun yang dikenalnya.

Oza terdiam sejenak. Ia mengepalkan tangannya yang berada di bahwa punggung. lalu berkata, "Ah itu bukan lamaran kok. Dan aku udah putus sama dia lama juga. Ya mungkin malah ketemu jodohnya di sini. By the way, jangan lupa dateng ya di nikahan ku. Thank."

Setelah memberikan undangan tersebut, Oza langsung berbalik dan kembali melanjutkan membagikan undangan ke rekan kerja nya yang lain.

Selain orang itu, tak ada lagi yang bertanya soal Rhea. Oza menghela nafasnya lega. Nama yang ingin dihapusnya itu, terus saja muncul dari berbagai cara.

Dan hari ini pun demikian. Ada saja orang yang membuatnya mengingat soal Rhea.

Oza membuang nafasnya kasar. Entah sudah berapa kali pagi ini dia melakukannya. Ia lalu membuka laci mejanya. Matanya terkunci di sana saat melihat sebuah benda yang seharusnya sudah tak lagi ada di tempat itu.

"Buang, seharusnya ini memang udah di buang."

Ia mengambil benda itu, lalu berjalan menuju ke tempat sampah dan melemparkannya dengan kasar.

"Kenapa masih ada aja benda yang berhubungan dengannya?" keluhnya lagi.

Wajah Oza memerah, nafasnya naik turun sambil menatap foto yang sudah ada di tempat sampah itu. Ia lalu membuang wajahnya dan kembali ke kursinya.

Tok tok tok

"Za, ini aku."

"Oh Haidar, masuk."

Seorang pria masuk, dan langsung duduk di depan Oza. Pria itu menaikkan satu alisnya melihat sang teman yang kemarin menikah tapi sekarang sudah duduk di kursi kerjanya.

"Kamu ini gila atau apa. Bisa-bisanya nggak ambil cuti nikah. Kasihan lah istri mu di tinggal sendir di rumah gini. Beneran gila," ucap Haidar sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Dia ngerti kok, lagian kerjaan ku banyak banget. Aku nggak bisa libur lama-lama. Sabtu-Minggu udah paling pas," jawab Oza sambil membuka laptopnya dan siap untuk bekerja.

"Gendeng. Tapi enak ya nikah, gimana malam pertama. Babat habis kah?"

Haidar menaik turunkan alisnya. Bibirnya tertarik satu ke atas. Ia menunggu jawaban dari sang teman.

Tapi Oza hanya diam, dia hanya menunjukkan senyumannya yang lebar.

Cih!

Haidar berdecih, ia tahu tak akan mendapat jawaban apapun. Alhasil pria itu pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan sang teman.

Setelah Haidar pergi, Oza menyandarkan punggungnya di kursi. Hatinya lega, karena dia tak harus membahas apapun tentang kondisi rumah tangganya kepada Haidar, sekalipun pria itu adalah teman dekatnya di perusahaan ini.

Oza memicingkan matanya terhadap layar monitor yang sudah menyala. Jarinya menari tanpa henti di atas keyboard, dan ia bergantian memanggil anak buahnya terkait pekerjaan.

Oza yang berkutat dengan pekerjaannya berbanding terbalik dengan Trisna. Di rumah barunya, wanita itu tengah asik menyiangi bahan makanan. Satu demi satu bumbu dan juga bahan utama makanan masuk ke dalam wajan. Sambil bersenandung kecil, ia menganggukkan kepala setiap selesai mencicipi masakan yang selesai dibuatnya.

"Mas Oza pasti bakalan suka kan?"ucapnya sembari tersenyum lebar.

Satu persatu makanan yang sudah jadi ia tata di atas meja. Setelah selesai, Trisna mengalihkan pandangannya ke jam yang menggantung ke dinding. jarum pendek menunjuk ke angka 5 dan jarum panjang ke angka 12.

"Bentar lagi Mas Oza akan sampai rumah, aku harus siap-siap dulu."

Trisna mengendus tubuhnya sendiri, hidungnya berkerut. Ia lalu bergegas menuju ke kamar untuk segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Baju terusan berwana biru muda dipakainya. Tak lupa parfum juga diaplikasikan ke tubuhnya. Rambut panjangnya ia ikat ke atas. Setelah selesa, Trisna kembali ke ruang makan, duduk di sana menunggu kepulangan Oza.

Detik berganti menit, dan menit berganti jam. Saat ini sudah pukul 19.00 tapi deru mobil Oza belum juga terdengar. Wajah yang tadinya cerah bak mentari pagi kini berubah menjadi langit malam hari.

Trisna meraih telponnya, ia hendak menghubungi sang suami. Namun saat ingin menekan kontak suaminya, suara mobil milik Oza terdengar. Tak lama kemudian pria itu muncul tepat di depan Trisna.

"Mas udah makan?"

"Udah tadi."

Wajah Trisna yang bak langit malam itu semakin gelap. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Oza memiringkan kepalanya, tatapannya lalu tertuju kepada meja makan yang dipenuhi makanan.

"Maaf."

"Ya udah mau gimana lagi."

Trisna mengambil makanan-makanan itu lalu memindahkannya ke dalam kulkas. Hatinya ada yang mengganjal, dan bekal-kali ia membuang nafasnya kasar.

Matanya melirik ke arah Oza, suaminya itu sudah tak lagi ada di sana dan terdengar pintu kamar dibuka.

"Kamu kenapa?" lirih Trisna dengan air mata yang berurai.

TBC

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!