NovelToon NovelToon
Jenderal Milliarder

Jenderal Milliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Arthur Summers, mantan Jenderal pasukan elit rahasia, memutuskan pensiun dari dunia pertumpahan darah untuk hidup tenang bersama istrinya, Elena. Ia kembali ke kota metropolis dan mengambil pekerjaan rendah hati sebagai dosen di Universitas St. Jude, tempat Elena bekerja sebagai Dekan.

Namun, kepulangan Arthur disambut dengan kenyataan pahit. Ia memergoki Elena berselingkuh dengan Julian Thorne, putra donatur utama kampus yang arogan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Arthur, apalagi istrinya ternyata lebih memilih bersenang-senang dengan pria lain—sebuah drama pengkhianatan yang mengingatkan pada kekecewaan saat mendengar pasangan bersenang-senang dengan pria bejat di tempat hiburan.

Namun yang lebih buruk, Arthur menyadari bahwa perselingkuhan itu hanyalah puncak gunung es. Julian Thorne ternyata menggunakan universitas tersebut sebagai kedok untuk sindikat kriminal internasional yang berencana mengancam keamanan kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Dosa Summer Manor

Udara di dalam aula utama kediaman Zimmer mendadak terasa lebih berat dari berton-ton baja. Waktu seolah berhenti berdetak saat mata Arthur Summers terkunci pada sosok pria berambut pirang di atas balkon adik tirinya, Gideon Summers.

Melihat lambang matahari dan pedang bersilang di cincin platinum Gideon, sebuah kotak pandora di dalam benak Arthur yang telah lama ia kunci rapat-rapat kini terbongkar paksa. Enam tahun yang lalu, ketika ia diusir dari Summer Manor, ia dibiarkan begitu saja berkeliaran di jalanan, bahkan dibius oleh seseorang yang tidak ia kenal. Luka akibat pengkhianatan dari darah dagingnya sendiri itu adalah neraka pertama yang harus ia lalui sebelum akhirnya ia diselamatkan dan berhasil membangun kemaharajaannya.

Dulu, ia hanyalah seorang pemuda tak berdaya yang ditendang seperti anjing kurus. Namun, Gideon tampaknya lupa siapa pria yang berdiri di bawah balkonnya saat ini.

"Gideon," panggil Arthur, suaranya sangat pelan namun bergema di setiap sudut aula yang hancur itu. Tidak ada amarah yang meledak-ledak, hanya ada kekosongan kuat yang jauh lebih mengerikan. "Kau menggunakan dana satu triliun dolar dari Kekaisaran Utara dan mengorbankan ribuan nyawa hanya untuk menarik perhatianku?"

Gideon tertawa elegan, menopang dagunya di pagar balkon. "Jangan terlalu tersanjung, Kakak. Mengubah paman dari wanitamu ini menjadi boneka hanyalah bonus. Ayah dan para tetua di Utara sangat tertarik dengan Formula Somatik yang kebetulan beredar di kota ini. Ketika mata-mata kami melaporkan bahwa Ghost of Karakum jenderal legendaris perbatasan ternyata adalah dirimu yang sedang bermain petak umpet, Ayah tertawa terbahak-bahak."

Gideon menatap Arthur dengan tatapan meremehkan. "Kau menyembunyikan dirimu sebagai dosen rendahan. Sungguh menyedihkan. Kau masih saja pemuda cengeng yang sama seperti saat kau diusir dari rumah."

"Tutup mulutmu," geram Zain dari bawah, belatinya sudah berada di tangannya, siap dilemparkan untuk merobek tenggorokan pewaris Utara itu.

Namun, Arthur mengangkat tangannya, menghentikan Zain.

"Kau membual tentang Utara, Gideon," balas Arthur dingin. "Tapi sejauh ini, yang kulihat hanyalah seorang pengecut yang bersembunyi di balik dana Kekaisaran asing dan pembunuh bayaran."

Senyum di wajah Gideon sedikit memudar. Ia membenci ketenangan kakaknya. Ia ingin melihat Arthur hancur, marah, dan kehilangan kendali.

"Kau selalu merasa paling benar, Arthur. Kau selalu menyalahkan para tetua atas kematian ibumu enam tahun lalu, bukan?" ucap Gideon, melepaskan kartu as psikologisnya.

Mendengar kata 'ibu', rahang Arthur mengeras.

"Biar kuberitahu sebuah kebenaran kecil yang kami simpan darimu," lanjut Gideon dengan bisikan berbisa yang membelah keheningan. "Ibumu tidak mati karena konspirasi bisnis biasa. Dia mati karena dia menemukan rahasia Formula Somatik pertama dan menyadari bahwa enzim penstabilnya ada pada gen Keluarga Zimmer. Dia mencoba menghancurkan data itu untuk mencegah Ayah menjadikanmu... atau siapa pun... sebagai monster eksperimen."

Napas Arthur tertahan. Udara di sekitarnya seketika membeku.

"Ya, Arthur," Gideon tersenyum kejam melihat reaksi kakaknya. "Bukan hanya para tetua. Ayah sendiri yang memerintahkan kematian ibumu. Sama seperti Ayah yang memberikan perintah agar kau dibius, dilumpuhkan, dan dibuang ke jalanan Kota Khanh agar kau mati membusuk bersama rahasia ibumu! Dan sekarang, kau malah melindungi keturunan Zimmer yang sumsum tulang belakangnya sangat kami butuhkan!"

Gelombang amarah yang sangat dahsyat meledak dari dalam dada Arthur. Kebenaran pahit itu menghantam jiwanya lebih keras dari hantaman fisik mana pun. Kematian ibunya, penderitaannya di jalanan, pengkhianatan keluarganya semua itu didalangi oleh ayahnya sendiri demi sebuah obsesi gila menciptakan senjata biologis.

Lantai marmer tempat Arthur berpijak retak menyebar membentuk jaring laba-laba. Wajah sang Jenderal menjadi sangat gelap, matanya berkilat memancarkan niat membunuh yang sangat kuat.

"Gideon..." desis Arthur, suaranya kini terdengar seperti gemuruh iblis dari neraka terdalam. "Aku akan mencabut jantungmu, lalu aku akan membawa kepalamu ke Utara dan meratakan Summer Manor hingga tidak tersisa satu pun batu bata yang berdiri."

Gideon menelan ludah, secara naluriah melangkah mundur dari pagar balkon saat merasakan tekanan aura Arthur yang menyesakkan napas.

"Kita lihat saja nanti, Kakak," ucap Gideon, menekan sebuah tombol di pergelangan tangannya. Kaca di belakang balkon itu hancur saat sebuah helikopter siluman militer tanpa suara naik ke udara, menurunkan tangga talinya. Gideon melompat meraih tangga itu.

"Kau punya waktu dua puluh empat jam untuk menyerahkan sisa gulungan itu dan Mia Zimmer! Jika tidak, kekuatan penuh Summer Manor dan Kekaisaran Utara akan membakar kotamu ini menjadi abu!" teriak Gideon dari atas helikopter yang mulai menjauh. "Tinggalkan dia di sini, Bayangan Pertama!"

Begitu helikopter itu menghilang di balik awan badai, perhatian Arthur, Zain, dan Clark langsung teralih pada sosok yang baru saja melangkah keluar dari kegelapan di sudut aula.

Itu adalah Sang Bayangan Pertama pemimpin dari The 7 Assassins yang lengannya sempat terluka saat berduel dengan Arthur di laboratorium. Namun, pria itu tidak lagi terlihat seperti manusia.

Topeng serat karbonnya telah terlepas, memperlihatkan pembuluh darah hitam yang menonjol dan berdenyut mengerikan di wajah dan lehernya. Ia memegang sebuah jarum suntik kosong yang baru saja ia tancapkan ke lehernya sendiri. Ia telah menyuntikkan separuh Formula Somatik yang belum stabil ke dalam tubuhnya.

"Kau mematahkan tulang dadaku di laboratorium, Ghost of Karakum," suara Sang Bayangan Pertama terdengar serak dan terdistorsi ganda, layaknya monster. Luka-lukanya menutup secara tidak wajar, dan otot-ototnya membesar merobek seragam taktisnya. "Rasa sakitnya sudah hilang... Semuanya hilang..."

Pria itu mencabut pedang besarnya yang memancarkan aura ungu mematikan. Ia telah membuang kemanusiaannya demi membunuh Arthur hari ini.

"Zain. Clark. Amankan Reginald Zimmer dan evakuasi diri kalian," perintah Arthur tanpa mengalihkan pandangan dari monster di hadapannya. Tangan kanan Arthur merogoh ke balik jasnya, mencabut sebuah pisau militer bergerigi yang memancarkan kilatan perak. "Orang ini... adalah milikku."

1
nanonano
bener2 kalah start arthur
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
nanonano
mantap
nanonano
ternyata lawannya ayahnya sendiri
nanonano
ternyata lawannya keluarga sendiri
nanonano
bukannya arthur lagi gelut sama 7 asasin?
Glastor Roy
update ya torku yang baik hati
nanonano
lawannya kok langsung bisa tahu butuh sumsumnya keluarga zimer padahal belum lihat formulanya
nanonano
byuh kalah sang jendral
Sang_Imajinasi
pialanya sekalian 😄
REY ASMODEUS
aku mampir othor
nanonano
kalah cepat nampaknya si arthur
nanonano
mantap ini
nanonano
perang strategi lebih ngeri
nanonano
mantap
nanonano
tembak aja tadi
Budi Wahyono
ini kalau di wuxiakan
kira2 kultivasi arthur sudah kaisar bumi minimal...
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bikin Arthur bantai keluarga volkov
Budi Wahyono
apakah nanti pengkhianatan terbesar justru datang dari silas ?
nanonano
yah kalah transaksi sama pion kecil
REY ASMODEUS: rahasianya di hack dan kelemahannya ada pada informasi dan kepercayaan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!