NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Keajaiban Seratus Juta

Dentang pelan sendok perak yang beradu dengan cangkir porselen memecah keheningan di ruang makan VIP sebuah restoran bintang lima.

Siska duduk dengan anggun, menyilangkan kakinya yang berbalut rok kerja desainer ternama.

Di seberang mejanya, duduk seorang pria paruh baya yang terlihat sangat rapuh dan pucat.

Pria itu adalah Pak Surya, salah satu konglomerat properti dan perkapalan terbesar di kota ini.

Usianya baru menginjak enam puluh tahun, namun wajahnya terlihat seperti pria berusia delapan puluh tahun yang sudah siap menunggu ajal.

Napas Pak Surya terdengar berbunyi ngak-ngik ngak-ngik, dan tangannya gemetar saat mengangkat cangkir teh kamomilnya.

"Jadi, Siska, proyek kerja sama apa yang membuatmu memaksaku keluar dari ranjang rumah sakit pagi-pagi begini?" keluh Pak Surya dengan suara serak.

Siska tersenyum manis, memancarkan pesona wanita karir yang penuh percaya diri.

"Saya tidak datang untuk menawarkan proyek seperti biasanya, Pak Surya."

"Saya datang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga dari semua aset perkapalan Anda."

Siska merogoh tas tangannya, lalu meletakkan sebuah kotak beludru merah kecil di atas meja.

Dia membuka kotak itu, memperlihatkan satu butir pil berwarna cokelat mengkilap yang memancarkan aroma herbal yang sangat harum.

Wangi pil itu langsung memenuhi udara ruangan VIP, membuat napas sesak Pak Surya tiba-tiba terasa sedikit lebih ringan.

"Apa ini? Semacam suplemen vitamin dari luar negeri, kah?" tanya Pak Surya sambil mengerutkan kening.

Siska menatap mata pria tua itu lekat-lekat.

"Ini adalah Pil Vitalitas Pemulih Energi, diracik khusus oleh seorang tabib dewa kenalan saya."

"Khasiatnya bisa menyembuhkan penyakit organ dalam Anda, membersihkan racun darah, dan yang paling penting..."

Siska sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, merendahkan suaranya menjadi bisikan rahasia.

"Pil ini bisa mengembalikan kejantanan Anda yang sudah mati selama sepuluh tahun terakhir."

Mendengar kalimat terakhir itu, mata Pak Surya langsung terbelalak lebar.

Masalah impotensi dan penyakit komplikasi adalah rahasia terbesar yang paling membuatnya tersiksa sebagai seorang pria berharta triliunan.

Dia sudah berobat ke Jerman, Amerika, hingga Jepang, namun tidak ada satu pun dokter yang mampu mengembalikan kejantanannya.

"Kau jangan bercanda, Siska!" tegur Pak Surya dengan nada sedikit marah karena merasa kelemahannya disinggung.

"Dokter terbaik di dunia saja menyerah pada kondisi tubuhku, mana mungkin pil herbal seukuran kelereng ini bisa melakukan keajaiban?"

Siska sama sekali tidak gentar, dia menutup kotak beludru itu perlahan.

"Harganya seratus juta rupiah untuk satu butir ini."

"Bagi Anda, seratus juta hanyalah uang receh yang biasa Anda pakai untuk membeli cerutu."

"Bawa pil ini pulang, minum sebelum Anda tidur siang nanti, dan jika tidak ada perubahan, Anda boleh membatalkan semua kontrak properti dengan perusahaan saya."

Pak Surya terdiam, menimbang-nimbang ucapan wanita di depannya.

Aroma harum dari pil itu memang entah bagaimana membuat tubuh rentanya merasa sangat nyaman.

"Baiklah, aku akan mencobanya."

"Tapi ingat, kalau kau berani menipu orang tua ini, aku akan menghancurkan karirmu, Siska," ancam Pak Surya mengambil kotak merah tersebut.

Siska hanya tersenyum anggun, sangat yakin dengan barang racikan pria yang telah menaklukkan tubuh dan hatinya semalam.

...

Siang hari yang terik menyelimuti kawasan perumahan elit di utara kota.

Di dalam kamar tidur utama yang sangat luas, Pak Surya duduk di tepi ranjangnya dengan piyama sutra.

Dia menatap pil cokelat di telapak tangannya dengan pandangan ragu.

"Ah, masa bodoh, toh aku juga sudah tidak punya harapan lagi," gumam Pak Surya frustrasi.

Dia memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan meminum segelas air putih hangat.

Gluk.

Pil itu meluncur turun melewati tenggorokannya.

Awalnya tidak terjadi apa-apa selama satu menit pertama.

Namun, tepat pada menit kedua, Pak Surya merasakan sebuah ledakan hawa panas dari dalam perutnya.

Wushhh.

Panas itu bukan panas yang menyakitkan, melainkan terasa seperti aliran lahar hangat yang menyapu seluruh pembuluh darahnya.

"Ugh... panas sekali," rintih Pak Surya sambil meremas dada piyamanya.

Keringat mulai bercucuran deras dari dahi, leher, dan punggungnya.

Anehnya, keringat yang keluar itu berwarna kehitaman dan berbau sangat busuk, seperti bau selokan yang sudah lama mengendap.

Itu adalah sisa-sisa racun obat kimia dan penyakit yang selama ini menggerogoti organ dalamnya, dipaksa keluar melalui pori-pori kulit.

Rasa sesak di dada Pak Surya perlahan menghilang, digantikan oleh tarikan napas yang sangat panjang dan lega.

Tulang-tulangnya yang sering ngilu kini terasa seringan kapas.

Namun, kejutan terbesarnya belum berhenti sampai di situ.

Aliran energi hangat dari pil itu tiba-tiba berkumpul dan berpusat di bagian bawah perutnya.

Deg. Deg. Deg.

Mata Pak Surya membelalak sempurna, napasnya tertahan di tenggorokan.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, dia merasakan aliran darah menderas ke area kejantanannya.

Sesuatu yang selama ini tertidur layaknya ranting mati, kini terbangun dan berdiri tegak menantang seperti seekor naga dengan keras.

Bahkan ukurannya terasa lebih maksimal dibandingkan saat dia masih berusia dua puluhan.

"Astaga... ya Tuhan... anuku benar-benar hidup lagi," tangis Pak Surya meledak seketika, air mata kebahagiaan mengalir deras di pipinya yang keriput.

Dia melompat dari ranjang dengan gerakan yang sangat lincah, sama sekali tidak terlihat seperti pria sakit-sakitan.

Tanpa mempedulikan tubuhnya yang bau oleh keringat hitam, Pak Surya langsung menyambar ponsel di atas nakas dan menghubungi nomor Siska.

Nada sambung baru berbunyi sekali saat Pak Surya langsung berteriak kegirangan.

"Siska! Ini gila! Ini benar-benar gila!"

"Anuku bisa berdiri lagi! Napasku jadi lebih lega, aku merasa seperti seorang pemuda umur dua puluh tahunan!" racau Pak Surya sambil menangis dan tertawa bersamaan.

Di seberang telepon, Siska hanya tersenyum tipis karena sudah menduga reaksi ini.

"Syukurlah kalau pil itu berkhasiat untuk Anda, Pak Surya."

"Tentu saja berkhasiat! Dengar, Siska, aku mau sepuluh butir lagi! Tidak, beri aku dua puluh butir!"

"Aku berani bayar lima ratus juta per butir asalkan kau bisa memberikannya padaku besok pagi!" teriak konglomerat itu penuh rasa putus asa bercampur nafsu.

"Maaf, Pak Surya, tabib yang meracik obat ini tidak sembarangan dalam menjual barangnya."

"Produksinya sangat terbatas, dan beliau hanya menerima pasien VIP di kliniknya yang baru akan beroperasi minggu depan," jawab Siska dengan nada menyesal yang dibuat-buat.

"Di mana kliniknya?! Tolong daftarkan namaku di urutan pertama, Siska!"

"Berapa pun biayanya, aku akan mentransfernya sekarang juga!" paksa Pak Surya tidak mau kehilangan kesempatan emas ini.

Siska tersenyum lebar, rencana pemasaran Bayu benar-benar bekerja dengan sangat mengerikan.

"Baik, Pak Surya, saya akan memasukkan nama Anda di daftar tunggu pasien VIP pertama."

Klik.

Siska menutup telepon, lalu menatap layar ponselnya dengan dada berdebar kencang karena kekaguman.

Pemuda SMA yang menidurinya semalam benar-benar bukan manusia biasa, dia adalah dewa yang turun ke bumi untuk menguasai segalanya.

...

Di sisi lain kota, hujan lebat mulai mengguyur jalanan aspal yang retak-retak di kawasan pinggiran.

Sebuah bar kumuh yang berbau alkohol murahan dan asap rokok terlihat sepi pengunjung siang itu.

Di salah satu sudut tergelap bar tersebut, Kevin duduk bersandar dengan botol minuman keras yang isinya tinggal setengah.

Penampilan anak orang kaya itu kini sangat menyedihkan.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!