NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Malam seakan sudah larut, namun di kediaman Mewah keluarga Raharja---Kediaman Dion Raharja nampak sunyi. Nampak di ruang tamu yang terlihat megah, di atas langit-langit tergantung lampu kristal dengan cahaya pedar. Di atas sofa beludru, seorang istri duduk dengan hati gelisah menunggu kepulangan suaminya.

Tangannya yang kecil dengan jari-jarinya yang lentik, nampak menggenggam ponsel berusaha melihat jam dan menunggu telepon dari sang suami. Dion Raharja, sudah hampir empat malam tak pulang---Raisa selaku istrinya berusaha menunggu kepulangan suaminya, hingga tertidur di sofa.

Raisa Adiratna.

Malam ini Raisa mengenakan gaun lengan pendek sampai lutut berwarna merah salmon, dan rambut diikat setengah dengan sisa helai tergerai. Wanita dengan setia menunggu suaminya, bahkan setiap solat selalu berdoa untuk keselamatan sang suami.

"Ya allah lindungilah suami hamba, meski imam hamba tak memperlakukan hamba sebagai makmum yang baik. Tapi hamba sudah menjadi makmum sekaligus menikah di hadapanmu," ucap Raisa dalam doa di hatinya.

Tetapi Dion, Suaminya tak pernah menghormati atau memberikan hak selayaknya istri. Namun Raisa tetap menghormati Dion sebagai suaminya. Matanya terus menatap dengan khawatir tertuju pada pintu rumah besar, pintu besar bergaya khas Perancis di depan sana.

"Kenapa Ya allah setiap hamba menunggu suami hamba, hamba takut. Takut jika suami hamba akan marah...tolong hilangkanlah kebencian di hatinya Ya allah," ucap Raisa berdoa lagi.

Tiba-tiba suara gebrakan keras memecah keheningan.

Brak!!

Pintu menjulang tinggi di buka dengan kasar, menimbulkan gema yang mengejutkan.

"Astagfirullah, Mas Dion!" ujar Raisa tersentak kaget.

Tangannya secara refleks mengelus dada untuk menenangkan jantungnya yang berpacu, karena pintu yang di buka dengan kasar oleh sang suami. Di depan pintu Dion berdiri dengan wajah kusut, masih mengenakan kemeja biru muda, dan jasnya tergantung lesu di siku kanannya.

Wajahnya terlihat emosi dengan rasa benci mendalam menatap istrinya. Dion tanpa banyak bicara langsung melangkah melewati Raisa, tanpa mau tahu istrinya ada disana. Raisa segera berlari kecil menghampiri suaminya.

"Mas...Mas Dion!" panggil Raisa, segera berdiri dan berlari kecil mengikuti langkah suaminya.

Langkah Dion langsung menuju tangga marmer yang menjulang ke lantai atas, tanpa sudi menoleh ke arah istrinya.

"Mas! Mas Dion...Tunggu!" panggil Raisa.

Mendengar panggilan istrinya, seketika Dion menghentikan langkahnya. Suara langkahnya berdentum berat di atas lantai marmer tersebut.

Raisa mencoba meraih tangan suaminya, dan berusaha mengajaknya berbicara selayaknya suami dan istri.

Dirinya ingin bicara mengenai keinginan ibu mertuanya yang sedang terkena stroke, menginginkan seorang cucu.

"Mas...Mas Dion! Tunggu Mas...Aku mau bicara!" ujar Raisa.

Posisi keduanya sudah berdiri di tengah tangga, dan Raisa di dua anak tangga di bawahnya Dion. Dion berbalik badan dengan gerakan kasar, tak segan nadanya tinggi membuat Raisa terkesiap.

"Apa?!" bentak Dion raut wajahnya terlihat ketus, dengan rahang mengeras.

Suaranya juga menggelegar sampai satu ruangan, memantul di dinding-dinding rumah mewah itu membuat para pelayan tahu jika pernikahan majikannya tak bahagia. Mendengar bentakan suaminya, membuat Raisa terdiam sejenak. Nampak wanita itu sudah pucat sambil menelan salivanya.

"Mas...aku ini istri kamu. Kamu ada masalah apa? coba kita bicarakan baik-baik," ucap Raisa dengan nada suara bergetar.

Dion mendengus sinis. Matanya menatap istrinya dengan tatapan benci, dan menghina.

"Bicarakan?! Bicarakan apa?" marahnya.

"Mas...aku tadi ngurus mama yang lagi sakit," ucap Raisa dengan nada lirih.

Sebelum Raisa melanjutkan ucapannya, Dion menatapnya dengan alis terangkat.

"Terus?!" ucapnya sambil melipat tangan di dada, menatapnya dengan kebencian.

"Itu kan tugas kamu! Kamu itu menantu yang di pilih ama dia?! Kalo nggak becus jadi istri seenggaknya bisa becus jadi menantu!" ucap Dion dengan nada merendahkan sambil melipat tangannya di depan dada.

Raisa hanya menggelengkan kepala, berkali-kali hanya mengelus dada, karena berusaha untuk menjadi air diantara api.

"Mas...mama minta cucu...dia nanyain kamu dan dia menangis, pernikahan kita----"

Kalimat Raisa di potong cepat oleh Dion, karena sudah muak dengan istrinya.

"Pernikahan kita?!" Dion memotong dengan cepat, melangkah turun anak tangga.

Posisinya kini sangat mengintimidasi Raisa, wajahnya merah karena marah.

"Jangan harap kamu bisa benar-benar menyandang status istri pengacara terkenal! Kamu tahu posisi! Ingat waktu kecil kamu bully saya?!" tunjuknya di depan wajah Raisa.

"Jadi jangan berharap memiliki anak!! Saya akan ceraikan kamu saat mama saya sudah nggak ada!!" marahnya lagi.

Bagi Dion pernikahan ini adalah kutukan, dan pria ini ingin menceraikan istrinya. Dion sudah memilih LC, karena menurutnya status LC lebih mulia daripada istri yang di nikahinya saat ini.

"Astagfirullah Mas! Mas kok ngomong gitu!" marah Raisa menatap tajam suaminya.

"Kamu boleh aja hina aku, Mas. Aku ini ibarat orang luar, tapi mama itu ibu kamu! Ibu yang sudah melahirkan kamu!!" lanjut Raisa dengan nada marah, tak lupa matanya sudah penuh air mata.

Sungguh Raisa tak habis pikir dengan ucapan suaminya, bagaimana bisa suaminya mengatakan hal itu.

"Ya dia melahirkan saya! Tapi nggak berhak mengatur soal hidup saya! Termasuk saya memperlakukan kamu!" tunjuknya di depan wajah Raisa.

Mendengar itu air mata Raisa yang sejak tadi di tahan, akhirnya jatuh membasahi pipinya yang mulus.

"Mas, kamu sudah tiga hari nggak pulang! Aku ama mama khawatir, mama selalu nanyain kamu?!" ujar Raisa.

"Saya mau kemana bukan urusan kamu! Kamu itu menantu idaman mama bukan istri yang saya inginkan!" sahut Dion dengan nada ketus.

Dion mulutnya seperti bebek, seolah tak peduli dengan isak tangis Raisa---bahkan tanpa sengaja ibunya mendengar teriakan Dion.

"Sekarang saya mau kamu urus mama saya, karena bagi dia kamu menantu idaman!" ucapnya, berbalik melanjutkan langkahnya menuju kamar.

Dion tak peduli soal isak tangis Raisa dan ketulusannya, aroma alkohol dan parfum asing yang tercium oleh Raisa. Raisa langsung luruh di lantai tangga, sambil mengelus dadanya.

"Ya Allah, pernikahan ini adalah ibadah. Tolong berikan hamba kesabaran ekstra dalam menjalankan ujian pernikahan yang begitu berat ini. Kuatkan hamba, Ya Allah..." doanya.

Di rumah semegah ini, di atas tangga marmer mahal. Raisa terduduk lesu, memikirkan nasibnya yang kian menderita.

"Ya allah berikan kesehatan untuk mertua hamba," doanya lagi.

Sungguh Raisa tak memiliki siapapun lagi, dirinya hanya ingin keluarga----namun jika suaminya terus begini, lebih baik bercerai.

*

*

*

*

1
Sunarti Narti
Thor ini ceritanya ganti judul,tapi tokonya masih sama,tapi Thor jangan banyak kekerasan dalam rumah tangga, serem baca nya,🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Putri Sabina: yang ini KDRT, ceritaku yang mayor nggak ada kok kak🥲
total 1 replies
Ma Em
Raisa kamu jgn lemah dong lawan Dion kalau Raisa takut maka Dion akan semakin senang melihat hdp Raisa tersiksa , makanya lawan jgn cuma menangis sdh tanggung Raisa diam tdk melawan disiksa dipukul kalau melawan dipukul wajar tapi kalau diam dan menangis saja lbh parah .
Putri Sabina: gimana mau lawan kak, kan nggak punya penghasilan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!