NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Malam seakan sudah larut, namun di kediaman Mewah keluarga Raharja---Kediaman Dion Raharja nampak sunyi. Nampak di ruang tamu yang terlihat megah, di atas langit-langit tergantung lampu kristal dengan cahaya pedar. Di atas sofa beludru, seorang istri duduk dengan hati gelisah menunggu kepulangan suaminya.

Tangannya yang kecil dengan jari-jarinya yang lentik, nampak menggenggam ponsel berusaha melihat jam dan menunggu telepon dari sang suami. Dion Raharja, sudah hampir empat malam tak pulang---Raisa selaku istrinya berusaha menunggu kepulangan suaminya, hingga tertidur di sofa.

Raisa Adiratna.

Malam ini Raisa mengenakan gaun lengan pendek sampai lutut berwarna merah salmon, dan rambut diikat setengah dengan sisa helai tergerai. Wanita dengan setia menunggu suaminya, bahkan setiap solat selalu berdoa untuk keselamatan sang suami.

"Ya allah lindungilah suami hamba, meski imam hamba tak memperlakukan hamba sebagai makmum yang baik. Tapi hamba sudah menjadi makmum sekaligus menikah di hadapanmu," ucap Raisa dalam doa di hatinya.

Tetapi Dion, Suaminya tak pernah menghormati atau memberikan hak selayaknya istri. Namun Raisa tetap menghormati Dion sebagai suaminya. Matanya terus menatap dengan khawatir tertuju pada pintu rumah besar, pintu besar bergaya khas Perancis di depan sana.

"Kenapa Ya allah setiap hamba menunggu suami hamba, hamba takut. Takut jika suami hamba akan marah...tolong hilangkanlah kebencian di hatinya Ya allah," ucap Raisa berdoa lagi.

Tiba-tiba suara gebrakan keras memecah keheningan.

Brak!!

Pintu menjulang tinggi di buka dengan kasar, menimbulkan gema yang mengejutkan.

"Astagfirullah, Mas Dion!" ujar Raisa tersentak kaget.

Tangannya secara refleks mengelus dada untuk menenangkan jantungnya yang berpacu, karena pintu yang di buka dengan kasar oleh sang suami. Di depan pintu Dion berdiri dengan wajah kusut, masih mengenakan kemeja biru muda, dan jasnya tergantung lesu di siku kanannya.

Wajahnya terlihat emosi dengan rasa benci mendalam menatap istrinya. Dion tanpa banyak bicara langsung melangkah melewati Raisa, tanpa mau tahu istrinya ada disana. Raisa segera berlari kecil menghampiri suaminya.

"Mas...Mas Dion!" panggil Raisa, segera berdiri dan berlari kecil mengikuti langkah suaminya.

Langkah Dion langsung menuju tangga marmer yang menjulang ke lantai atas, tanpa sudi menoleh ke arah istrinya.

"Mas! Mas Dion...Tunggu!" panggil Raisa.

Mendengar panggilan istrinya, seketika Dion menghentikan langkahnya. Suara langkahnya berdentum berat di atas lantai marmer tersebut.

Raisa mencoba meraih tangan suaminya, dan berusaha mengajaknya berbicara selayaknya suami dan istri.

Dirinya ingin bicara mengenai keinginan ibu mertuanya yang sedang terkena stroke, menginginkan seorang cucu.

"Mas...Mas Dion! Tunggu Mas...Aku mau bicara!" ujar Raisa.

Posisi keduanya sudah berdiri di tengah tangga, dan Raisa di dua anak tangga di bawahnya Dion. Dion berbalik badan dengan gerakan kasar, tak segan nadanya tinggi membuat Raisa terkesiap.

"Apa?!" bentak Dion raut wajahnya terlihat ketus, dengan rahang mengeras.

Suaranya juga menggelegar sampai satu ruangan, memantul di dinding-dinding rumah mewah itu membuat para pelayan tahu jika pernikahan majikannya tak bahagia. Mendengar bentakan suaminya, membuat Raisa terdiam sejenak. Nampak wanita itu sudah pucat sambil menelan salivanya.

"Mas...aku ini istri kamu. Kamu ada masalah apa? coba kita bicarakan baik-baik," ucap Raisa dengan nada suara bergetar.

Dion mendengus sinis. Matanya menatap istrinya dengan tatapan benci, dan menghina.

"Bicarakan?! Bicarakan apa?" marahnya.

"Mas...aku tadi ngurus mama yang lagi sakit," ucap Raisa dengan nada lirih.

Sebelum Raisa melanjutkan ucapannya, Dion menatapnya dengan alis terangkat.

"Terus?!" ucapnya sambil melipat tangan di dada, menatapnya dengan kebencian.

"Itu kan tugas kamu! Kamu itu menantu yang di pilih ama dia?! Kalo nggak becus jadi istri seenggaknya bisa becus jadi menantu!" ucap Dion dengan nada merendahkan sambil melipat tangannya di depan dada.

Raisa hanya menggelengkan kepala, berkali-kali hanya mengelus dada, karena berusaha untuk menjadi air diantara api.

"Mas...mama minta cucu...dia nanyain kamu dan dia menangis, pernikahan kita----"

Kalimat Raisa di potong cepat oleh Dion, karena sudah muak dengan istrinya.

"Pernikahan kita?!" Dion memotong dengan cepat, melangkah turun anak tangga.

Posisinya kini sangat mengintimidasi Raisa, wajahnya merah karena marah.

"Jangan harap kamu bisa benar-benar menyandang status istri pengacara terkenal! Kamu tahu posisi! Ingat waktu kecil kamu bully saya?!" tunjuknya di depan wajah Raisa.

"Jadi jangan berharap memiliki anak!! Saya akan ceraikan kamu saat mama saya sudah nggak ada!!" marahnya lagi.

Bagi Dion pernikahan ini adalah kutukan, dan pria ini ingin menceraikan istrinya. Dion sudah memilih LC, karena menurutnya status LC lebih mulia daripada istri yang di nikahinya saat ini.

"Astagfirullah Mas! Mas kok ngomong gitu!" marah Raisa menatap tajam suaminya.

"Kamu boleh aja hina aku, Mas. Aku ini ibarat orang luar, tapi mama itu ibu kamu! Ibu yang sudah melahirkan kamu!!" lanjut Raisa dengan nada marah, tak lupa matanya sudah penuh air mata.

Sungguh Raisa tak habis pikir dengan ucapan suaminya, bagaimana bisa suaminya mengatakan hal itu.

"Ya dia melahirkan saya! Tapi nggak berhak mengatur soal hidup saya! Termasuk saya memperlakukan kamu!" tunjuknya di depan wajah Raisa.

Mendengar itu air mata Raisa yang sejak tadi di tahan, akhirnya jatuh membasahi pipinya yang mulus.

"Mas, kamu sudah tiga hari nggak pulang! Aku ama mama khawatir, mama selalu nanyain kamu?!" ujar Raisa.

"Saya mau kemana bukan urusan kamu! Kamu itu menantu idaman mama bukan istri yang saya inginkan!" sahut Dion dengan nada ketus.

Dion mulutnya seperti bebek, seolah tak peduli dengan isak tangis Raisa---bahkan tanpa sengaja ibunya mendengar teriakan Dion.

"Sekarang saya mau kamu urus mama saya, karena bagi dia kamu menantu idaman!" ucapnya, berbalik melanjutkan langkahnya menuju kamar.

Dion tak peduli soal isak tangis Raisa dan ketulusannya, aroma alkohol dan parfum asing yang tercium oleh Raisa. Raisa langsung luruh di lantai tangga, sambil mengelus dadanya.

"Ya Allah, pernikahan ini adalah ibadah. Tolong berikan hamba kesabaran ekstra dalam menjalankan ujian pernikahan yang begitu berat ini. Kuatkan hamba, Ya Allah..." doanya.

Di rumah semegah ini, di atas tangga marmer mahal. Raisa terduduk lesu, memikirkan nasibnya yang kian menderita.

"Ya allah berikan kesehatan untuk mertua hamba," doanya lagi.

Sungguh Raisa tak memiliki siapapun lagi, dirinya hanya ingin keluarga----namun jika suaminya terus begini, lebih baik bercerai.

*

*

*

*

1
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
Jamayah Tambi
Asal banyak uang je sombong sampai ke lagit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!