Ketulusan hati Joana perlahan terkikis! rumah tangga yang telah ia jalani bersama Stanley Conrad selama 8 tahun itu akhirnya membuka mata hati sang wanita,
Ia tak menempati posisi sebagai seorang kekasih hati dalam kehidupan Stanley, Joana hanya mendapatkan status sebagai seorang istri dalam selembar surat pernikahan yang mereka jalankan selama bertahun-tahun,
Kenyataan bahwa-,
Stanley hanya menyimpan cintanya untuk Inesa Baldey, hal itulah yang membuat kepribadian Joana berubah, sikap ramah dan murah senyumnya-, kini ia manfaatkan untuk bisa mengurai belenggu ilusi dari ikatan cinta palsu dari sosok Stanley, Joanna memilih untuk menikam jantung nya sendiri sebelum akhirnya ia mampu menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit yang mungkin akan merenggut seluruh kewarasan juga kehangatan dari relung kalbunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang Gadis Yang Tak Pernah Dipilih??!!
Malam itu-,
Ranjang di ruangan kamar utama kediaman Stanley semakin terasa sunyi, Joanna tak lagi bertingkah seperti yang ia harapkan, wanita itu bahkan memilih untuk langsung terlelap begitu dirinya selesai membersihkan diri,
"Jo ..., kau belum meminum obat,"
Hening,
Stanley tampak menggeser posisi, ia tampak hati-hati ketika telapak tangannya mencoba untuk mengusap lembut pundak Joanna.
"Apa kau benar-benar sudah tertidur, Joanna?!" kalimat dari bibir Stanley semakin lirih, ia mendaratkan dagu pada pundak sang istri sebelum akhirnya memberikan kecupan yang cukup lama pada pipi Joanna.
"Maafkan diriku, sayang! aku memang bukan suami yang baik! aku tak tahu apapun perihal penderitaan yang kau tanggung seorang diri selama ini, aku sungguh minta maaf Joanna,"
Kau terluka-, seorang gadis yang tak pernah dipilih?? apa kau berpikir demikian, sayang?? aku tak bermaksud untuk menjadikan dirimu sebagai pelarian Jo-, aku hanya ..., bingung dengan perasaan ku!? bagiku ..., asal kau ada di sisiku, itu mungkin sudah cukup bagiku, sayang!?
Stanley justru menjatuhkan air mata, pria itu kini tanpa ragu mendekap tubuh Joanna hingga ia terlelap ke alam bawah sadar.
******
Pria itu benar-benar berubah!?? ada apa?? kenapa? kenapa ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah setiap hari libur sekarang??
Joanna tampak mengunyah sandwich dengan pikiran melayang!? Stanley yang lebih banyak meluangkan waktu untuk berada di rumah-, hal itu kini merupakan sesuatu yang janggal dalam penglihatan Joanna.
"Ini! salad sayur dengan saus alpukat kegemaran mu!"
"Mmmmm??!"
Sejak kapan ia tahu bahwa aku menyukai salad sayur dengan saus alpukat?? tunggu-, apa dia ingin meracuni ku??
"Jo?!"
"Hmmm??!"
"Apa kau tak akan mencobanya?!"
"Aku sudah kenyang, maaf!!"
"Begitu kah?!" senyum di bibir Stanley terlihat suram, ia mengangguk dan mencoba untuk tetap tenang di samping tubuh Joanna. "mmm-, apa ada hal lain yang ingin kau nikmati untuk pagi ini?"
Joanna menggeleng!! ia berpaling dan terus memperhatikan ekspresi sang suami,
"A-ada apa Jo? kenapa kau menatap ku seperti itu?"
"Apa kau tengah berselisih paham dengan Inesa?"
Pertanyaan macam apa ini?? kenapa ia justru ingin membahas perihal Inesa saat kami bersama?
Stanley seketika mengalihkan pandangan, ia tak menanggapi pertanyaan Joanna dan memilih untuk menikmati salad sayur buatan tangannya sendiri.
"Stanley!?"
"Huuuuffft!?"
"Kenapa mengacuhkan ku? itu akan semakin membuat hatiku kesal padamu!!"
"Sayang!?? Jo-, aku tidak bermaksud untuk mengacuhkan dirimu!?" Stanley berucap panik, pria itu bahkan dengan sigap mengguncang pelan lengan kurus Joanna demi membuat sang wanita kembali menoleh ke arahnya. "maafkan aku, sayang!"
Hmmm??! kenapa ia lucu sekali!?? ekspresinya yang seperti sekarang?! aaaaahh!! jangan lagi terpikat oleh rayuan Stanley, Jo!! kau tahu betul bagaimana sikap pria ini, kan?? meski ia jenius dalam bidang kedokteran, tapi ..., Stanley sangat plin-plan dalam menentukan perasaan nya sendiri!! kau bahkan sering dibohongi olehnya!! benar kan??
"Katakan!! apa kau tengah berselisih paham dengan Inesa?!"
"I-itu ..., tidak!"
"Lalu??!"
"Lalu apa maksudmu, Jo?!"
"Kenapa kau jarang menghabiskan waktumu untuk berada di hospital akhir-akhir ini? apa kondisi Inesa sudah benar-benar membaik?!" Joanna berucap santai sebelum akhirnya meraih gelas air putih dan menenggak isinya.
Ketenangan yang ia tampilkan saat ini, dari mana kau mendapatkannya Jo?! apa kau hanya akan menampilkan kerapuhanmu di hadapan Tuan Leopoldine?!
"Hey!!!?? aku bertanya padamu, Tuan Stanley!!? jangan menampilkan wajah konyol seperti ini!!"
"E-eiya?! itu-, haruskah aku menjawabnya?! kenapa kita tidak membahas perihal hubungan kita saja, bukankah-, itu akan jauh lebih menyenangkan??"
Hubungan kita??! menyenangkan??!! pada bagian mana hubungan kita yang menyenangkan itu?? jujur aku tidak ingat!!? bertahun-tahun yang hidup bersamamu, jika bukan harapan-, kekecewaan lah yang aku dapat!! hanya itu!!
Pergerakan jemari Joanna pun terhenti, ia menatap aneh ke arah sang suami yang kini tersenyum manis ketika ia mampu menyatukan pandangan.
"Hubungan yang mana??!"
"Pernikahan kita-,"
"Bukankah sudah pernah ku sampaikan?!"
"A-apa?! Jo-,"
"Ketika kondisi Inesa kian membaik, kau harus menikahi gadis itu Stanley!!? aku sudah menjanjikan sesuatu pada Inesa!! kejutan istimewa untuk kesembuhannya!"
"Joanna ...,"
"Menikah dengan gadis yang kau cintai, itu impian mu, bukan!?? mmmmppphhh-,!!"
Bibir mungil Joanna seketika tak mampu bersuara, Stanley yang tiba-tiba nampak agresif memagut bibirnya-, hal itu membuat Joanna mendongak dengan paksa.
"Mmmmuuucch!!! mmmuuu-, cchh!!"
"Mmmmmph-, Stanley-, hentikan!!!" tautan lidah yang terus memenuhi rongga mulutnya dalam beberapa detik itu akhirnya terlepas, Joanna mendorong dada bidang Stanley dengan cukup kasar demi bisa menghindar dari kejaran bibir sang suami. "kau-,"
"Aku merindukan mu, Jo! aku-,"
"Kau hanya merasa kasihan padaku!! aku tahu betul itu,"
"Tidak Joanna-,"
"Hentikan Stanley!!! tolong jangan bersikap seperti ini!! kau-, dari awal seharusnya aku memahami ..., hubungan kita, kau menjalani pernikahan ini hanya sebagai wujud balas budi! dan sekarang-, tetaplah bersikap seperti hari-hari kemarin!! aku tak membutuhkan belas kasihan dari siapapun!! ayah, ibuku-, ataupun dirimu!!" Joanna tertunduk untuk sesaat-, wanita itu tersenyum getir sebelum akhirnya kembali menatap paras tampan sang suami,
"Kau tahu ...., aku pernah sangat mencintaimu, dan itu benar!! dan hal paling lucu yang pernah ku alami dalam satu masa kehidupanku adalah-, jatuh hati pada seorang pria seperti dirimu dalam hitungan detik!!? sungguh konyol sekali, bukan?? tapi-, itu sudah berakhir!! kau tenang saja!! tak perlu merasa bersalah padaku, hubunganmu dengan Inesa-, kau harus tetap memperjuangkannya!!"
Bagaimana bisa aku menikahi Inesa, jika diriku semakin takut kehilangan dirimu setiap harinya Jo? aku ingin membalas cinta dan perhatian yang telah kau berikan padaku selama bertahun-tahun, tak bisakah!?? apa ini sungguh telah terlambat??