Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.
Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.
Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.
Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.
Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Arini hanya menggelengkan kepalanya, Rayhan betul-betul dibutakan oleh rasa cintanya pada Sahira sampai dia tidak mengenalnya sama sekali.
"Terserah apa yang kamu katakan Ray, aku sudah melakukan tugasku sesuai keinginanmu, jadi silahkan lakukan bagianmu agar kita bisa secepatnya berakhir, bukankah itu yang kamu inginkan?".
Rayhan mengepalkan tangannya, dia ingin mengatakan banyak hal tapi lidahnya keluh melihat kesungguhan dari wajah Arini saat ini.
"Tentu saja, aku ingin semua ini berakhir, aku ingin bahagia dengan orang yang kucintai".
Arini tersenyum hambar kemudian mengangguk pelan, hatinya sangat sakit mendapati jika tidak ada sedikit pun cinta dihati Rayhan untuknya.
Hubungan selama 3 tahun ini sia-sia belaka dan bodohnya dia selalu bertahan.
"Benar, aku sungguh bodoh masih mau bertahan disini, aku akan mempercepat perceraian itu, kamu tenang saja, aku tidak akan mempersulit nya".
"Baguslah, kamu tahu diri". Ketusnya berusaha menutupi kegelisahan hatinya entah karena apa
Dia berusaha meyakinkan dirinya untuk tetap percaya jika dia akan bahagia dengan Sahira nantinya, gadis pilihan yang begitu dia cintai bahkan sampai menentang orangtuanya dan menyakiti Arini.
"Iya, tapi tolong biarkan aku tinggal beberapa hari lagi, aku belum mendapatkan rumah, tenang saja aku tidak akan membawa apapun yang kamu miliki disini, apa yang aku bawah sebelum masuk kesini itu juga yang akan aku bawah".
Arini menutup pintu kulkas itu setelah selesai merapikan semuanya, tangannya masih bergetar hebat tapi dia berusaha untuk menutupinya.
"Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu, kelak jika kita bertemu anggap saja kita dua orang asing yang tidak saling mengenal, aku akan pegang janjiku setelah ini". Ucapnya pelan dan nyaris bergetar
Degh..
Mata Rayhan membulat sempurna, Arini benar-benar menghapus dirinya dari kehidupannya sampai bahkan untuk mengenalnya saja sudah tidak ingin
"Tentu saja, aku juga tidak ingin mengenalmu lagi". Ketusnya lagi.
Dia merasakan dadanya berdegup kencang karena ucapan Arini itu, dia tidak menyangka semua ini akan seperti ini, dia pikir Arini akan memohon padanya untuk membiarkannya bertahan tapi kini dia bahkan seolah membuangnya dari kehidupan nya sampai keakarnya
Arini hanya mengangguk pelan, dia berjalan melewatinya begitu saja tanpa ada kata lagi setelahnya.
Sedangkan Rayhan berdiri terdiam membisu melihat kepergian Arini, rasa laparnya hilang seketika .
Sesampainya dikamar, Arini hanya menghela nafas berat, walau dia sudah mengikhlaskan segalanya tetap saja melepaskan orang yang begitu dia cintai memang tidak mudah.
"Aku pasti bisa, aku tidak akan bisa jika terus seperti ini". Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Rayhan memutuskan untuk pulang kerumah orangtuanya untuk menemui ayahnya, dia harus secepatnya melakukan hal itu apalagi Sahira sudah mendesaknya untuk berpisah dari Arini agar bisa menikah.
"Assalamualaikum ayah, ibu aku pulang". Ucapnya memberi salam.
Dia menghampiri keduanya seolah tidak terjadi apapun tanpa tahu ada bom waktu yang akan meledak sebentar lagi
Plak .
Bukan balasan salam yang dia terima melainkan tamparan keras dari sang ayah sehingga dirinya tersungkur dengan sudut bibir yang berdarah
Sedangkan ibunya hanya bisa menunduk dan meneteskan airmatanya melihat anaknya ditampar seperti itu dan dia tidak bisa melakukan apapun untuk membelanya karena dia memang bersalah.
"Dasar anak kurang ajar, apa yang kamu lakukan pada menantu ayah". Teriaknya menggelegar hingga sudut rumah.
Rayhan tak bergeming ditempatnya, dia menatap ayahnya dengan tatapan dingin karena dia yakin semua ini akan dia dapatkan saat Arini memberitahu ayah dan ibunya, mereka sangat menyayanginya dan dia adalah putri sahabat ayahnya tentu saja ayahnya murka.
"Kamu masih bersama wanita jalang itu sampai 6 tahun ini, kurang ajar". Bentaknya Dnegan penuh emosi.
"Ayah sudah tahu sejak awal jika aku mencintai Sahira bukan Arini, tapi ayah memaksakan keinginan ayah padaku, terus ayah hanya bisa menyalahkan ku tanpa mendengar apapun?".
Deg..
Perkataan sang anak bagai tamparan keras yang mengguncang hatinya, dia tidak menyangka jika anaknya tetap bersikukuh mencintai gadis itu padahal dia memilihkan gadis terbaik yang selama ini menemaninya selama 3 tahun berpacaran dan 3 tahun berumah tangga.
"Ayah memilihkan gadis baik yang menemanimu selama ini Rayhan, dia tidak pernah mengeluh, tidak pernah meninggalkan kamu sekalipun kamu sakit hati pada wanita itu, tapi kenapa kamu melakukan ini padanya". Bentaknya kembali dengan penuh emosi.
"Arini selalu ada saat kamu terluka, Arini selalu ada menjadi tempatmu pulang saat kamu kehilangan arah, tapi setelah ayah menikahkan kamu dengannya kamu malah memperlakukan nya dengan keterlaluan seperti ini, andai bukan karena keinginannya, sejak tiga tahun lalu ayah sudah tidak mau mengakui kamu sebagai anak". Teriaknya dengan suara menggelegar.
Degh..
Rayhan menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya, jadi ayahnya sudah tahu sejak awal tapi mengapa dia tidak mengatakannya.
"Jadi ini semua karena Arini mempertahankan aku?". Tanyanya dengan suara bergetar menahan emosi.
Dia tidak menyangka jika Arini dengan kejam menahannya untuk tetap berada disisinya padahal dia tahu dirinya begitu mencintai Sahira, dia tidak bisa menerima ini semua.
"Ayah tahu sendiri semua kelakuan kamu Rayhan, Arini melindungi kamu dari murka ayah karena ayah akan blacklist kamu dari dunia kerja karena perbuatanmu kepadanya tapi dia mengatakan biarkan dia berjuang untuk mengambil hatimu tapi jika saat itu tiba dan dia menyerah maka dia meminta ayah tidak melakukan apapun padamu, dia melindungi mu anak sialan ".
Plak..
Rayhan kembali tersungkur saat mendapatkan tamparan kedua dari ayahnya yang menatapnya penuh murka.
Sedangkan sang ibu hanya menggelengkan kepalanya pasrah karena anaknya memang bersalah.
"Ayah, aku". cicitnya pelan.
Dia tidak menyangka jika ayahnya akan berbuat sekejam itu padanya dan lagi-lagi Arini menolongnya dan dia membalasnya dengan sikap kejam seperti ini, dia hanya bisa menunduk dan menyesali segalanya
"Ini surat gugatan perceraian yang sudah ditandatangani oleh Arini, dia sudah menyerah dan membiarkan ayah menyelesaikan masalah ini denganmu, setelah ini ayah akan melepaskan dia pada orang lain apalagi dia masih suci karena tidak kamu sentuh sama sekali". Ucapnya dengan penuh penekanan.
Perkataan ayahnya seperti petir disiang bolong, jantungnya berdegup kencang karena ayahnya mengetahui hal itu.
"Kenapa?, kamu pikir ayah tidak tahu apa yang kamu lakukan pada Arini selama ini?".
Dia berjalan mendekati anaknya dengan tatapan dingin dan penuh luka dan kekecewaan.
Rayhan yang melihat itu hanya bisa menunduk menyesali segalanya.
"Kamu membuatnya merasa janda padahal dia punya suami".
Degh..
"Kamu membuatnya bekerja paruh waktu agar dia bisa tetap mengurusi rumah besar itu karena kamu tidak memberinya biaya hidup sama sekali".
Degh..
Rayhan menelan ludahnya susah payah karena ayahnya tahu semuanya.
"Ayah tahu kamu tidak pernah memperlakukan Arini dengan baik selama ini".
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.