NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Lampu-lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit ballroom sebuah Hotel memancarkan cahaya keemasan. Deretan mobil mewah terus berdatangan silih berganti, menurunkan para tamu yang sebagian besar berasal dari kalangan pengusaha, pejabat, dan keluarga terpandang. Sedan hitam milik Adrian perlahan memasuki area lobi hotel.

"Karina...apa sebelumnya kau pernah pergi ke acara seperti ini." kata Adrian sebelum mereka turun dari mobil

Karina yang sejak tadi menggenggam tas kecil di pangkuannya langsung tersentak dengan perkataan pria idaman nya

"Belum...ini kali pertama saya pergi ke jamuan makan malam pak Adrian."

"Kalau begitu, nanti kau jangan sampai mempermalukan keluarga Mahardika."

Jantung Karina semakin berdetak cepat, wajahnya mulai gugup, benar - benar Adrian tidak menyukainya, "Kamu tenang saja Karina, tidak akan terjadi apa - apa pada kamu." jawab Pak Surya sedikit membela

Mobil akhirnya berhenti, Adrian turun lebih dulu tanpa menoleh ke belakang. Wajahnya tetap datar seperti biasa. Tomy segera turun dari kursi depan, beberapa detik ia memperhatikan pintu Karina belum terbuka,

"Adrian tunggu Karina." ucap sang Ayah ketika merekan di lobby hotel

"Ahhh, menyusahkan, Kenapa ayah harus membawanya ke acara seperti ini." ucap Adrian

Beberapa tamu tampak terkejut melihat wanita cantik yang berjalan beberapa langkah di belakang Adrian. Bisik-bisik mulai terdengar pembicaraan mereka, melewati tamu - tamu yang ada disana Karina semakin gugup, Ia berusaha menenangkan dirinya dan berjalan dibelakang Adrian, sementara pak Surya jalan lebih dulu, dan Tomy berada tepat dibelakang Karina. Adrian berjalan tanpa melihat Karina dibelakangnya, dia seperti tidak peduli dengan Karina, namun sesekali dirinya memperlambat langkah kaki nya agar Karina tidak tertinggal jauh,

Saat sampai Di dalam ballroom, suasana semakin ramai, pak Surya yang baru saja memasuki ruangan langsung disambut oleh Rekan - rekan bisnis dan koleganya dan akhirnya memisahkan dari Adrian dan Karina, sementara Tomy tetap berada di belakang mereka, Adrian kini mulai memasuki ruangan yang telah ramai dipenuhi tamu tamu undangan, seketika seorang wanita yang melihat Adrian masuk langsung menghampiri

"Adrian....,sudah lama sekali kita tidak ketemu." sapa wanita itu sambil memeluk Adrian

"kristin lepaskan peluka mu." Adrian merasa Risih

setelah melepas pelukan Adrian, wanita itu langsung menatap ke arah Karina

"Ooo, jadi kamu yang nama nya Karina?, seorang pelayan yang tiba - tiba berubah menjadi ratu semalam." sapa wanita itu dihadapan tamu lainya,

Sontak beberapa tamu yang mendengar perkataan itu langsung penasaran dan mulai berbisik bisik dibelakang mereka,

"Bagaimana Karina..., apa kamu punya sesuatu yang bisa dibanggakan di acara ini?" katanya lagi kali ini sambil tertawa

Karina hanya diam memahan, gemuruh perasaan dihatinya,

"Adrian....kenapa sih kamu malah ngajak wanita gak jelas ke acara ini."

"Jaga bicara mu katrin, Ayah pasti marah jika kamu menghina nya."

"Ooo..., om surya marah sama aku?", Gak mungkin Adrian lagian aku kan calon istri kamu."

Adrian sempat Risih dan sekilas melirik ke arah Karina, sementara Karina hanya menundukkan kepala sambil tersenyum sopan.

katrin memang telah lama berharap menjadi pendamping Adrian dalam berbagai acara keluarga Mahardika. Namun malam ini...Yang berdiri di sisi Adrian justru seorang wanita yang sama sekali tidak dikenalnya. Suara dari pemandu acara mulai terdengar para tamu dipersilahkan untuk menempati meja yang telah disediakan, Adrian berjalan menuju meja miliknya diikuti Karina yang berjalan dibelakang nya

Karina berusaha mengatur napasnya. Tatapan puluhan pasang mata yang sesekali mengarah kepadanya membuat telapak tangannya berkeringat. Ia terus memasang dengan wajah yang terus dipenuhi senyuman, Tomy berjalan dekat dibelakang nya. Di sisi lain, katrin menatap Karina dengan senyum sinis. Ia sama sekali tidak rela melihat wanita yang menurutnya hanya seorang pelayan itu duduk dalam satu meja bersama Adrian.

"Cuma pelayan... berani-beraninya datang sebagai tamu keluarga Mahardika," gumamnya pelan.

Ia kemudian memberi kode dengan lirikan mata kepada salah seorang wanita yang berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu mengangguk tipis, seolah mengerti apa yang harus dilakukan.

Karina tidak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasinya.

Saat ia hendak melewati lorong di antara meja-meja tamu...

"Bruk!"

Tubuh Karina mendadak terdorong dari samping. Kakinya kehilangan keseimbangan karena seseorang sengaja mengaitkan tumit sepatunya.

"Aah!"

Karina terjatuh tepat ke arah Adrian didepan nya dan Adrian berusaha menangkapnya, namum karna tubuhnya masih tidak seimbang karna sepatu high hills yang dikenakan nya kakinya sempat terkilir

Karna gengsinya Adrian kemudian berjalan dan melepaskan Karina yang masih tidak seimbang, sempat satu langkah tubuhnya malah menabrak pramusaji yang hendak lewat disamping nya

"prankk."

Gelas-gelas kristal yang di bawa pramusaji berhamburan ke lantai. Tampak Tomy langsung menolong nya, Suasana ballroom yang semula dipenuhi suara percakapan mendadak sunyi.

Semua mata tertuju kepada Karina. Termasuk Pak Surya yang berada jauh dari mereka langsung melihat ke arah kejadian,

"Astaga...Ada apa ini." kata pak Surya sambil mendekati Karina

Karina buru-buru bangkit. Wajahnya memerah karena malu.

"Maaf... maaf, saya benar-benar tidak sengaja."

Adrian yang berada tidak jauh darinya, bukan membantunya malah memarahinya

"Apa kamu tidak punya mata, Karina?" kalimat itu sungguh membuat karina sakit hati

Tomy yang berusaha menolongnya pun merasa kesal dengan atasan nya itu

"Mba Karina gak Pa pa kan?"

Karina menggeleng,

Namun sebelum suasana mereda, suara Katrin kembali terdengar dengan nada lebih halus dihadapan pak Surya

"Ya ampun... Karina kamu gak kenapa - napa kan?"

Karina menggigit bibirnya. Dadanya terasa sesak mendengar setiap ucapan yang menghina dirinya. Pecahan gelas kristal masih berserakan di lantai. Suara dentingnya seolah masih menggema di seluruh ballroom yang kini mendadak sunyi. Semua percakapan para tamu terhenti. Ratusan pasang mata tertuju kepada Karina yang masih terduduk di lantai sambil memegangi pergelangan kakinya yang terkilir. Wajah Karina memucat. Dadanya naik turun menahan malu. Ia berusaha bangkit meski rasa nyeri menjalar hingga ke betisnya, tatapan dingin Adrian membuat Karina semakin gugup.

"Karina! Apa kamu mau terus duduk di situ?" bentak Adrian dengan suara keras.

Suasana ballroom kembali hening. Beberapa tamu saling berpandangan, sementara bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan.

"Adrian, cepat bantu Karina berdiri," tegur Pak Surya dengan nada tegas setelah berada di antara mereka.

Namun Adrian tetap diam. Wajahnya tampak kaku. Harga dirinya sebagai pewaris Mahardika membuatnya merasa sangat malu karena seluruh tamu sedang memperhatikan mereka.

Karina menundukkan kepala. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menggenang di pelupuk mata.

"Maafkan saya, Pak Surya," ucapnya lirih dengan suara bergetar. "Saya rasa... saya harus pulang."

Ucapan itu membuat Pak Surya terkejut.

Karina memaksakan diri berdiri. Pergelangan kakinya terasa nyeri hingga tubuhnya kembali hampir kehilangan keseimbangan. Tomy segera menopangnya sebelum ia kembali terjatuh.

"Mbak Karina, hati-hati."

Karina hanya mengangguk pelan. Ia tidak sanggup lagi menatap wajah para tamu yang sejak tadi memandangnya dengan tatapan meremehkan. Baginya, malam itu bukan sekadar rasa malu, melainkan penghinaan terbesar yang pernah ia alami sepanjang hidup nya, di dalam hati, Karina berbicara pada dirinya sendiri.

"Hari ini kalian menertawakanku karena aku hanya seorang pelayan. Kalian menganggap aku tidak pantas berdiri di tempat ini."

Ia mengusap air mata yang hampir jatuh, lalu menarik napas panjang.

"Tapi aku berjanji... suatu hari nanti aku akan kembali ke ruangan seperti ini, sebagai wanita yang dihormati dan dan saat hari itu tiba... orang yang akan menggandeng tanganku memasuki ruangan ini adalah Adrian sendiri, di hadapan semua orang dialah yang akan memperkenalkanku sebagai wanita yang dicintainya, bukan lagi sebagai pelayan."

Seketika sorot mata Karina berubah. Meski air matanya masih mengalir, kini di balik tatapan itu tersimpan tekad yang begitu kuat, tak seorang pun di ballroom menyadari bahwa malam penghinaan itu telah melahirkan sebuah impian yang akan mengubah jalan hidup Karina selamanya.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!