NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30 Foto Lily tersebar bersama dengan pria tua

 Lily menoleh kepada suaminya.

"Aku menelpon Grace tapi dia tidak mengangkatnya."

"Biarkan dia tenang sayang."

"Kamu benar sayang. Besok pagi kami akan bertemu."

Lily berjalan ke atas tempat tidur. Dia benar-benar khawatir dengan apa yang menimpa sahabatnya.

Ke esokan paginya...

Lily bangun lebih awal dari biasanya. Dia sengaja bersiap lebih awal karena ingin menemui sahabatnya.

Lily menoleh kepada suaminya yang masih tertidur pulas.

"Sayang aku pergi dulu. Aku sangat khawatir kepada Grace."

Lily menutup pintu kamar dengan pelan. Dia tidak ingin membangunkan suaminya.

Seperti biasa dia memesan taksi. Tidak butuh waktu lama. Taksi yang dia pesan sudah datang. Lily segera masuk ke dalam mobil. Dia tidak ke kantor tapi dia menuju ke apartemen sahabatnya.

 Setibanya di depan apartemen Grace. Lily menekan bel.

 Tidak lama kemudian pintu terbuka. Grace berdiri di ambang pintu dengan kondisi berantakan.

Matanya sembab. Dia bahkan masih mengenakan pakaian tidur.

"Lily, apa yang kamu lakukan di sini?" Grace menatap sahabatnya.

"Seharusnya aku bertanya kepada mu. Kenapa kamu masih mengenakan pakaian tidur?" Lily menatap Grace.

"Aku tidak ke kantor hari ini."

Grace berbalik dan masuk ke dalam. Lily mengikutinya dari belakang.

 "Uang itu!Aku sudah menggantinya. Sepertinya Ana sengaja melakukan ini. Dia melakukan semua itu karena aku."

Grace menghentikan langkahnya. Dia menoleh kepada Lily.

"Apa maksudmu?''

Lily terdiam.

"Jika kamu tidak ingin ke kantor hari ini, tidak masalah. Wajar jika kamu ingin istirahat. Tapi kamu harus masuk besok pagi."

Lily memeluk Grace.

"Apa maksud perkataan mu tadi?"

Lily tersenyum.

"Datanglah ke kantor aku akan menceritakannya.".

Mendengar hal itu. Grace berubah pikiran.

"Tunggu aku. Aku akan ke kantor."

Lily tersenyum kecil.

"Baiklah. Cepat bersiap."

Lily mendudukkan bokongnya pada sofa dan menunggu Grace.

 Dua puluh menit kemudian. Grace sudah selesai. Kedua wanita itu meninggalkan apartemen dan menuju ke kantor.

Sepanjang perjalanan. Lily dan Grace hanya mengobrol santai.

"Kita sudah sampai."Ujar Lily.

Lily dan Grace turun dari mobil. Keduanya melangkah masuk ke dalam lift.

"Lily."

"Ada apa?"

"Mengenai uang itu. Entah kapan aku bisa melunasinya."Lily terkekeh kecil.

"Jangan di pikirkan Grace. Uang itu tidak perlu kamu bayar."

Grace menatap Lily tidak percaya. Uang yang di berikan Lily tidak sedikit. Grace tidak mungkin menerima uang sebanyak itu secara cuma-cuma.

"Tidak, uang itu aku pasti membayarnya. Jangan menolaknya."

Lily menatap Grace yang begitu kekeh.

"Terserah kamu saja."

Pintu lift terbuka.

Lily dan Grace melangkah keluar dari lift.

Keduanya mengobrol santai. Baru saja tiba semua mata tertuju ke arah mereka berdua.

 "Dasar jalang."

Plak...Plak..

Lily memegangi wajahnya yang terasa perih. Dua tamparan mendarat di wajahnya.

"Ada apa ini?" Lily menatap wanita paruh baya di hadapannya.

Wanita paruh baya itu terlihat begitu murka. Tangannya kembali terangkat hendak menampar Lily kembali.

"Ada apa ini nyonya?" Tanya Lily masih berusaha bertanya dengan tenang.

Sementara para karyawan memandang ke arah mereka berdua. Semuanya mulai berkerumun.

"Kamu masih bertanya setelah menggoda suami ku?"Teriak wanita paruh baya itu dengan penuh emosi.

Lily mengerutkan keningnya. Apa lagi kali ini. Lily benar-benar sama sekali tidak mengerti.

 Sementara para karyawan mulai berbisik-bisik. Tatapan mereka terlihat jijik menatap ke arah Lily.

"Kamu sudah bersuami Lily. Tapi kamu masih menggoda suami nyonya Hermawan. Apa kamu tidak punya malu?" Ujar Ana berusaha memperjelas semuanya.

"Wanita seperti mu sangat memalukan. Sebaiknya kamu di pecat dari perusahaan."Ujar yang lain.

"Satu pencuri dan satunya lagi perebut suami orang."Timpal Jane.

"Pantas saja kamu mampu membayar kerugian Ana ternyata kamu mendapatkannya dengan cara rendah."Ujar Amber.

Tangan Lily mengepal kuat. Entah siapa yang menyebarkan fitnah itu. Tapi satu hal yang pasti jika dia tidak melakukan hal serendah itu.

"Apa kalian punya bukti?"Tanya Lily dengan suara bergetar.

Nyonya Hermawan melempar selembar foto. Lily memungutnya dan melihatnya.

Grace mendekat dan menatap Lily. Dia tahu jika Lily tidak mungkin melakukan hal itu

 Lily tersenyum miring.

Foto yang sekarang tersebar adalah foto dirinya dan tuan Hermawan tapi apa yang terlihat tidak seperti yang terjadi sebenarnya.

"Nyonya percaya dengan dengan foto ini?"

Lily menatap nyonya Hermawan.

"Tentu saja. Wanita miskin sepertimu hanya menginginkan uang. Berapa uang yang kamu butuhkan?"

Lily tersenyum kecil.

Seperti inilah kehidupan orang-orang kaya yang selalu merasa uang bisa di pakai menyelesaikan masalahnya.

Di sisi lain. Eldrick baru saja tahu masalah yang menimpa sang istri.

"Apa nyonya Hermawan masih ada di sana?"

"Iya tuan. Kabarnya nyonya Hermawan menampar nyonya sebanyak dua kali."

"Kita ke sana sekarang."

Eldrick melangkahkan kakinya meninggalkan ruangannya. Langkahnya begitu cepat. Dadanya naik turun karena kesal.

"Apa-apaan ini?"

Semu orang menoleh.

Nyonya Hermawan langsung mendekati Eldrick yang baru saja datang. Dia sangat yakin jika Eldrick pasti mendukungnya.

Eldrick menatap kepada sang istri. Dia tidak bisa menahan semua ini.

"Sudah cukup sekarang. Aku tidak bisa menyembunyikannya lagi "Ujar Eldrick menatap ke arah Lily.

Lily menggelengkan kepalanya.

"Ada apa ini nyonya Hermawan? Anda memaki-maki karyawan ku dan membuat keributan besar." Eldrick menoleh kepada nyonya Hermawan.

Tatapannya begitu tajam.

"Karyawan anda menggoda suami saya tuan Eldrick. Anda harus memberi saya keadilan."

Tangan Eldrick mengepal kuat. Dia tidak tahan lagi mendengar fitnah tentang istrinya.

"Apa suami anda tahu tentang ini? Apa anda punya bukti?"

Semua orang terlibat terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka jika atasan mereka akan bertanya seperti itu.

"Tuan Eldrick!Apa anda menuduh saya berbohong?"

Suasana berubah tegang.

1
sunaryati jarum
Aah romantis sekali Eldrick.Untuk Alek Niki Grace jodohmu tidak akan kemana.
sunaryati jarum
Eldrick tipe suami setia, mencintai sepenuh hati dan mengutamakan kebahagiaan istri
Armelia Melmel: setuju banget kak.
total 1 replies
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!