NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:89.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Dia ....

Udah sampe bab 7 aja nih 😊. Menjawab pertanyaan di bab2 sebelumnya, cerita ini baru ya tidak ada hubungan dengan tokoh sebelumnya, paling disebut tipis2. Rencananya setelah ini mau buat kisah Krisna si Duda dan Samudera si arogant, tapi nunggu antrian sama anak2nya geng terkutuk 😊🤣

Happy reading

Bab 7

 

“Tante Maira, tumben,” seru Meilan. “Masuk yuk, kita sarapan.” Meilan menghampiri dan memeluk Maira, setelah cium pipi ala perempuan ketika bertemu.

“Langit udah jalan?”

“Belum. Ada masalah tan?” Maira menghela nafas. Langit adalah putra pertama Akbar, Meilan ini istrinya.

“Mas, ada tante Maira.”

Langit berdiri lalu menghampiri ipar dari ayahnya itu, mencium tangan dan memeluk.

“Apa kabar tante?”

“Tidak baik,” sahut Maira.

Meilan tersenyum lalu menarik kursi meja makan di sebelah kiri Langit. “Duduk dulu. Kita sarapan, mau minum apa? Kopi, teh?”

“Teh saja. Tante tidak lapar, kamu teruskan sarapan,” ujar Maira.

Langit menghela nafas meski kembali duduk dan melanjutkan sarapannya. Meilan kembali dengan secangkir teh. Meletakan sendoknya dan menyeka bibir dengan tisu. “Mahameru?” tanyanya seolah tau apa yang menjadi alasan sang tante mendatanginya.

“Dia tuh … tante khawatir. Memang nggak bisa dia magang di kantor saja, kenapa harus blusukan begitu.”

“Divisi itu dia yang pilih Tan.”

Maira berdecak. “Kamu nggak paksa dia ke bagian lain?”

“Bukan tanpa alasan dia pilih bagian itu. Stasiun TV bisa maju dan terkenal karena program acaranya. Salah satu divisi yang berperan besar ya, tim produksi. Eru ingin belajar proses paling penting di Yess TV.”

“Kamu yakin aman?”

“Aman tante. Dia berangkat dengan tim yang pasti profesional,” jelas Langit.

“Maaf tante, Eru sekarang makin dewasa. Mungkin ingin berperan dan melakukan hal baru. Keberatan tante karena waktu Eru di rumah lebih sedikit. Sekarang disibukkan dengan kerja, ada kalanya dia semakin sibuk dengan pasangannya … keluarga baru.”

“Udah,” sahut Maira lalu tersenyum kecut.

“Hah, maksudnya?” tanya Meilan melirik suaminya.

“Eru kayaknya lagi jatuh cinta. Senyum-senyum lihat ponselnya. Kemarin nggak mau diantar supir malah bawa motor, terus jemput perempuan bareng mereka berangkat.”

“Karyawan Yess Tv juga?” tanya Meilan dijawab dengan anggukan.

“Aku minta Pak Budi ikuti. Ada senang juga,  baru kali ini dia dekat dengan lawan jenis. Kadang pusing tiba-tiba ada perempuan yang nangis-nangis katanya cinta mati sama Eru, tapi diabaikan.”

Langit kali ini terkekeh.

“Hari pertama magang sudah bikin heboh. Heboh di semua divisi ada anak magang kegantengan.” Langit menggeleng pelan.

“Terus siapa cewek spesial itu, calon menantu keluarga Arkatama?” tanya Meilan ikut terkekeh. Maira menggeleng pelan, karena dia pun tidak tahu.

“Nanti aku cari tahu.” Langit mengangkat ponselnya, tidak lama ia terkekeh.

“Panjang umur, diomongin lalu muncul. Jarang-jarang dia posting foto begini.” Menyerahkan ponselnya pada Maira.

“Kenapa ditutup stiker gini sih, bikin penasaran aja,” keluh Maira. “Udah mepet-mepet gini, ah beneran mereka saling suka kayaknya.”

“Cari tahu mas, mami Eru penasaran mau ketemu calon menantu,” seru Meilan.

“Jangan dululah. Eru masih muda, dia mau lanjut S2 juga. Beberapa bulan lagi baru 23, aku belum mau mantu langkah dia masih panjang.”

 

***

...Arkatama Family...

 

Samudra A. : Foto (postingan Eru di medsos)

Langit : 🤔

Ayah Akbar : Eru sama siapa?

Bunda Indri : Ayah mah nggak ngerti, pasti ceweknya itu. Tapi kenapa ditutupin gitu, coba kirim tanpa stiker

Meilan : Wah, udah dipublish aja. Udah dikenalin sama yang dirumah belum

Mami_MauRa : Saingan Mami 😔

Eru_kerenz : Ya ampun, pake dikirim ke sini😏. Bukan saingan mih, mana ada mami punya saingan

Krisna : Pacar elo, Ru?

Samudra A. : Pastinya, kalau nggak ngapain di posting. Setidaknya dia spesial

Krisna : Kalau nggak diaku nggak pa-pa gue yang maju, kayaknya cantik itu

Eru_kerenz : Apaan sih, mau maju apa maksudnya. Maju ikut pilkada

Ayah Akbar : Temen kuliah?

Samudra A. : Anak Yess TV juga kayaknya

BUnda Indri : Oh, teman kerja. Wah, seru dong. Tiap hari ketemu, kayak ayah sama bunda dulu

Eru_Kerenz : Ngapain jadi rame sih. Nggak usah cari tahu. Awas ya, 🤫

 

Langit sudah berada di ruang kerjanya, sang asisten dan sekretaris ada di hadapan menjelaskan jadwal hari ini.

“Tunggu,” seru Langit. “Cari tahu divisi produksi, tim yang berangkat keluar kota.”

“Ada masalah pak?”

“Oh, tidak ada.”

Sang asisten mengangguk lalu fokus dengan ponsel mengerjakan perintahnya. Sekretaris Langit menjelaskan tumpukan berkas di atas meja yang harus mendapatkan tanda-tangani secara fisik. Tidak sampai 10 menit, info tim produksi yang berangkat keluar kota sudah di tangan.

“Sudah saya kirim email, pak.”

Map terakhir telah dibubuhkan tanda-tangan, sekretarisnya sudah meninggalkan ruangan. Langit berpindah fokus pada layar komputer, membuka email berisi data tim produksi yang bertugas keluar kota.

“KAlau maksud bapak, Mahameru Arkatama. Dia ada di tim 7, pak.”

“Keep silent,” titah Langit.

“Siap, pak. Dia pakai nama Mahameru tanpa Arkatama.”

Langit mengangguk, Eru memang menyembunyikan statusnya di perusahaan. Perhatian pria itu tertuju pada tim 7. Identitas lengkap Umar, Asep, Abil lalu Cinta.

“Cinta Kirana,” ucap Langit sambil mengernyitkan dahi. “Dia ….” 

1
sikepang
pak akbar ga boleh metong krn bnyak hal yg hrs di pertanggungjawabankn
sikepang
karma di bayar tunai untuk pak akbar. jng mati dlu y pak akbar hrs merasakan penderitaan dulu
sikepang
ayo eru kamu hrs bertahan untuk cinta dan mami mu
Rahmawati
makanya cepet sembuh ru, biar cepet nikah sama cinta
Shee_👚
ya, untung cinta gak liat pas eru berdarah²😭
Shee_👚
aku harus bahagia atau sedih ya🤔🤔
tapi aku mau jujur kalau aku bahagia akbar mengalami kecacatan.
maaf bunda indri, aku bahagia dia atas derita akbar🙏🤗
Shee_👚
tepat sekali tebakanmu langit.
Shee_👚
betul, Akbar terlalu takut kejahatan terendus dan itu memberatkan posisi dia di perusahaan, atau mungkin bisa masuk penjara
mmh nengmuti
biarkan Akbar menjadi cacat biar terasa penyesalan nya
Iccha Risa
apa sih yg dicari pak Akbar, malah akhirnya cuma buat istrinya sedih, malu, bersalah sekarang malah pasrah mendapati keadaan kritis karena kecelakaan... dahlah gada abisnya mending liat yg lagi kasmaran, harus cepetan sah...
widarti 76
smangat eru..cpt sembuh y
Felycia Fernandez
oooh bener kan cacat 🤣🤣🤣
aku bahagia di atas penderitaan Akbar kk Thor 😆
tiara
semoga Eru lekas membaik ya,
Teti Hayati
Jangan langsung death atuuh enak bgt.. dihukum dunia dulu.. baru End...
Rahmawati
semoga pak akbar selamat tp kondisinya gk normal seperti sediakala biar dia menyesal seumur hidup
Shee_👚
ko aku pengin Akbar selamat dan cacat seumur hidup🤔
Shee_👚
biarin aku bersyukur akbar kena getahnya sendiri, dah zolim sama anak yatim 😤
Shee_👚
biarin aja biar lumpuh sekalian😤
Felycia Fernandez
coba bayangkan di posisi Maura saat itu.. anak dan suami jadi korban kerakusan Akbar 😡😡😡
makanya Akbar di kasi kk Thor Dtyas karma tabrakan juga..
tapi ya jangan koit ya kk,biar cacat ajaa.agar nggak bisa buat ulah lagi..😆
Shee_👚: betul banget, pengin banget dia nangis darah karena rasa penyesalan
total 3 replies
Felycia Fernandez
aku justru senang mih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!