NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.6 -Pelindung yang Tak Seharusnya

Suasana restoran ramen yang tadinya hangat seketika berubah mencekam bagi Alyssa. Suara tawa Tante Indah yang sengaja dikeras-keraskan membuat dadanya tiba-tiba berdenyut nyeri.

“Eh, Alyssa? Di sini juga toh?” Tante Indah berdiri, melangkah mendekat ke meja mereka dengan senyum yang dipaksakan. Di belakangnya, Hanum mengekor dengan langkah anggun.

Alyssa tersentak, buru-buru meletakkan sumpitnya. Tangannya mendadak terasa dingin. “I-iya, Tante,” jawabnya pelan sambil melirik ibunya yang langsung mengubah raut wajah menjadi masam.

“Kebetulan sekali, ya. Oh ya, kenalkan dulu. Ini Hanum, dokter spesialis anak yang pintar sekali, teman dekatnya Adrian dari zaman kuliah dulu… eh, sampai sekarang deng,” ucap Tante Indah dengan nada penuh penekanan di akhir kalimat, sengaja memamerkan kedekatan itu di depan Tania.

Hanum mengulas senyum manis—sangat manis hingga terasa palsu di mata Tania. Wanita itu mengulurkan tangannya bergantian.

“Halo, Tante. Halo, Alyssa. Salam kenal ya. Adrian sering cerita tentang kamu… tapi ya begitu, dia kalau di kantor sibuk sekali. Kadang sampai aku yang harus mengingatkan dia untuk makan siang,” ucap Hanum tanpa beban, seolah kalimat lancang itu adalah hal yang wajar diucapkan kepada seorang istri sah.

Deg.

Dada Alyssa seakan dihantam batu besar. Tangannya mengepal erat di bawah meja demi menahan emosi yang mencuat. Selama ini, dia mengira Adrian menyukai masakan bekalnya karena kotak makan itu selalu kosong saat dibawa pulang. Ternyata... Adrian bahkan tidak menyentuhnya, dan justru wanita lain yang mengurus makan siangnya.

Seketika, sensasi akrab yang sangat ia benci mulai menjalar. Jantung Alyssa berdegup dua kali lebih cepat. Di dalam telinganya, suara bising restoran perlahan meredup, digantikan oleh dengung bising yang sangat mengganggu. Napasnya mulai terasa pendek, patah-patah, dan berat. Alyssa meremas ujung rok dress-nya kuat-kuat, berjuang mengendalikan tubuhnya yang mulai gemetar hebat.

"Kenapa aku ini? Kenapa sesak sekali?" tanya Alyssa menjerit dalam hati.

Tania yang menyadari perubahan drastis raut wajah putrinya langsung menatap tajam ke arah Indah dan Hanum. Sebagai wanita yang pernah kenyang akan pahitnya pengkhianatan, Tania tahu betul jenis tatapan licik dan maksud terselubung dari kedua wanita di hadapannya ini.

“Oh, rekan kerja Adrian?” potong Tania dengan suara tenang namun sarat akan ketegasan yang mengintimidasi. “Baguslah kalau saling membantu di kantor. Tapi maaf, anak saya sedang kurang sehat, jadi kami harus menyelesaikan makan siang kami tanpa gangguan.”

Senyum kemenangan di wajah Tante Indah langsung lenyap. “Lho, Mbak Tania kok ketus begitu? Saya kan cuma mengenalkan Hanum. Lagipula, wajar kan kalau sesama teman saling perhatian? Adrian itu sibuk, dia butuh wanita yang paham dunia kerjanya, bukan yang cuma bisa diam di rumah dan menjadi pajangan.”

Kalimat itu telak menyindir status Alyssa. Alyssa merasa pasokan oksigen di sekitarnya mendadak habis. Kepalanya pening luar biasa, dan tangannya gemetar hebat hingga tak mampu lagi memegang sendok. Di tengah keputusasaan yang mencekik itu, Alyssa hanya bisa menunduk dalam-dalam, menyembunyikan matanya yang mulai digenangi air mata.

“Tante Indah sedang apa di sini? Ramai sekali suaranya sampai terdengar ke luar.”

Sebuah suara bariton yang berat dan sangat familier tiba-tiba memecah ketegangan.

Semua orang spontan menoleh. Arden berdiri di sana. Tubuh tegapnya dibalut pakaian santai namun rapi, dengan sebuah kantong belanjaan dari butik mahal di tangan kirinya. Wajah tampannya tampak datar, namun sorot matanya yang menatap Tante Indah terlihat begitu dingin dan menusuk.

Tante Indah tersentak, sama sekali tidak menyangka keponakan bungsunya akan muncul di tempat ini. “Eh, Arden? Kamu kok di sini, Nak?”

Arden tidak menjawab pertanyaan tantenya. Langkah kakinya justru bergerak maju, langsung memosisikan tubuhnya berdiri tepat di sisi Alyssa—seolah-olah sedang membangun benteng kokoh untuk melindungi kakak iparnya dari serangan kata-kata beracun.

Arden melirik sekilas ke arah Alyssa. Demi melihat tangan wanita itu yang gemetar di atas pangkuan serta napasnya yang memburu, rahang Arden seketika mengeras. Ada amarah yang mendadak membakar dadanya. Arden tahu betul ini adalah gejala serangan panik (panic attack), sesuatu yang Alyssa sendiri pun tidak menyadarinya.

“Arden memang sengaja ke sini karena mau menjemput Kak Alyssa sama Tante Tania,” ucap Arden berbohong dengan nada suara yang sangat tenang dan meyakinkan. Ia lalu mengalihkan tatapannya pada Hanum, menatap wanita itu dengan pandangan menilai yang sangat dingin. Hal itu membuat Hanum yang tadinya tersenyum percaya diri perlahan menunduk karena merasa terintimidasi.

“Lebih baik Tante Indah pulang sekarang. Memalukan dilihat orang kalau Tante ribut di tempat umum seperti ini,” sindir Arden telak tanpa tedeng aling-aling.

“Kamu ini apa-apaan sih, Arden! Malah membela orang lain dibanding tantemu sendiri!” omel Indah dengan wajah memerah menahan malu karena beberapa pengunjung restoran mulai melirik ke arah mereka.

“Kak Alyssa bukan orang lain. Dia istri Kak Adrian, bagian dari keluarga Narendra,” tegas Arden tanpa ragu sedikit pun. Kalimat itu membuat Alyssa spontan mendongak, menatap punggung tegap adik iparnya dengan mata yang basah oleh air mata. Ada rasa hangat yang asing menjalar di dadanya.

Tanpa memedulikan Tante Indah yang bersungut-sungut kesal lalu menarik lengan Hanum untuk pergi dari sana, Arden langsung berlutut dengan satu kaki di samping kursi Alyssa. Tindakannya yang tiba-tiba itu membuat Tania sempat terkejut.

“Kak… Kak Alyssa, lihat aku,” panggil Arden dengan suara yang luar biasa lembut, berbanding terbalik dengan suaranya saat menghadapi Tante Indah tadi.

Alyssa yang masih berjuang mengatur napasnya yang sesak, menatap Arden dengan pandangan yang kabur karena air mata.

“Ikuti aku, Kak. Tarik napas perlahan… tahan… buang…” tuntun Arden dengan sangat sabar. Ia sama sekali tidak menyentuh Alyssa demi menghormati batasan status mereka, namun kehadirannya yang menenangkan perlahan-lahan berhasil menarik Alyssa keluar dari jurang kecemasan yang menyiksa.

Setelah beberapa saat yang menegangkan, napas Alyssa mulai stabil kembali, meski tubuhnya masih terasa sangat lemas.

“Sudah lebih baik?” tanya Arden lembut, menatap lekat kedua mata Alyssa.

Alyssa mengangguk pelan, menyeka sisa air matanya dengan tisu yang disodorkan oleh ibunya. “I-iya… terima kasih, Arden.”

Tania menghela napas lega. Namun, matanya kini menatap Arden dengan pandangan penuh rasa terima kasih sekaligus rasa heran yang mendalam. Perhatian pemuda ini pada Alyssa terasa terlalu tulus, bahkan jauh lebih tulus dan peka daripada Adrian yang berstatus sebagai suami kandungnya sendiri. Sebagai wanita yang peka, insting Tania mulai menangkap sesuatu yang tidak biasa dari tatapan Arden pada putrinya.

“Terima kasih banyak ya, Arden. Untung ada kamu di sini,” ucap Tania tulus, berusaha menyembunyikan kecurigaan kecil di hatinya.

Arden tersenyum tipis, lalu kembali berdiri tegak. “Sama-sama, Tante. Kalau begitu, mari Arden antar pulang sekarang. Makanan di sini juga sepertinya sudah kurang nyaman untuk dinikmati.”

Alyssa hanya bisa pasrah saat Arden dengan sigap membantunya membawakan tas kecil miliknya. Namun, di dalam hatinya yang sempat hancur lebur karena ucapan Hanum, ada sebuah kehangatan baru yang menyelusup—sebuah rasa aman yang anehnya justru ia dapatkan dari adik suaminya sendiri, bukan dari sang suami.

Bersambung ....

1
jumirah slavina
siap 86 kapten
jumirah slavina
gak ada yang gak mungkin., Kamu aja juga selingkuh Al.,

udah'lh Al., lepasin aja., laki² seperti itu tidak pantas d'tunggu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
makan tuh perempuan playing victim
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌺🌺
amit-amit😒
rini marlina sari
lanjut
jumirah slavina
abaikan bisikan syaitan ini Al
jumirah slavina
muak Aku... muak. Aku sm Kamu Ad....
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
telat Al... telat... sudah kelelahan baru sadar., astagaaaaaaaa🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
Kak Ariiiiiii., ceekeek Adriiiiii.,
jumirah slavina
hheehh gak boleh !!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
mo ngapain kalian dalam kamar hotel wwooii
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa., macam jelangkung aja s' sArden., tetiba nongol 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
gak usahhhhhh balikkkkk !!!
Aku muak sama Kamuuuu...!!!
jumirah slavina
pergi sonooooo... pergiiiiiii...
jumirah slavina
udah'lh Ad... pergi sono., muak Aku menengok'mu...
jumirah slavina
bohong Ma., dia mo ngajakin Alis menantu Mam selingkuh...


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar laki² menyebalkan Kamu Adriiii !!!
jumirah slavina: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤💞💞💞💞
total 8 replies
EpiWidayanti
stress si Adrian 😏
jumirah slavina: joom lah kita beramai²

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
bughhhhhhh... bughhhhhhh... Jumi memukul kepala Adri yang penuh kotoran

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ati² sArden., mengintip bisa bikin stress dan bintitan

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!