NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Hari-hari berikutnya setelah makan siang maut di restoran bintang lima itu beralih menjadi rentetan teror yang melumpuhkan waras. Waktu tiga puluh hari yang diminta Alyssa dalam klausul tambahan untuk pencairan dana talangan Maheswara ternyata terasa terlalu lambat dibandingkan dengan kecepatan para predator finansial yang ingin menguliti keluarga Pradipta hingga ke tulang.

Gedung kantor Grup Pradipta yang dulu megah kini dikepung oleh suasana mencekam. Para kreditur dari berbagai kelas mulai dari bankir berwajah kaku dengan surat sita, hingga penagih utang sewaan berbadan tegap mulai mendatangi rumah kediaman mereka. Mereka berdiri di depan pagar, berteriak menuntut hak, dan melempar pandangan mengancam yang membuat Bianca serta Keira ketakutan setengah mati di dalam rumah dengan gorden yang tertutup rapat.

Aroma ketakutan itu merayap pekat, menguliti ketenangan yang tersisa.

Drrt... Drrt...

Ponsel di atas meja ruang tengah kembali bergetar. Adrian Pradipta menatap layar itu dengan mata yang kehilangan cahaya kehidupan. Tanpa perlu melihat nomornya, seisi rumah tahu siapa yang berada di seberang sambungan. Telepon ancaman dari nomor tidak dikenal itu semakin sering diterima Adrian, menerornya setiap jam dengan distorsi suara yang memuakkan.

"Jika dalam dua puluh empat jam data tender Maheswara tidak ada di tangan saya, Tuan Adrian... saya pastikan besok pagi Anda akan melihat putri bungsu Anda, Keira, pulang dalam kondisi tidak bernyawa," bisik suara di seberang telepon sebelum sambungan diputus sepihak.

Adrian menjatuhkan ponselnya ke atas karpet, tubuhnya bergetar hebat. Pria paruh baya itu mencengkeram dadanya yang mendadak sesak, meluncur jatuh dari sofa hingga berlutut di lantai dengan napas yang terputus-putus. Bianca langsung berteriak histeris, memeluk suaminya yang tampak seperti pria yang sudah mati sebelum ajal menjemput.

Di sudut ruangan, Alyssa melihat langsung seluruh pemandangan itu. Dada Alyssa naik-turun menahan pasokan udara yang terasa membakar paru-parunya. Air matanya tertahan di sudut kelopak, menolak untuk jatuh karena ia tahu air mata tidak akan bisa membeli keselamatan keluarganya.

Melihat ibunya yang hampir gila karena ketakutan, adiknya Keira yang menangis tergugu di pojok kamar sambil memeluk lutut, dan ayahnya yang perlahan kehilangan harapan untuk hidup... benteng ego Alyssa retak sepenuhnya.

Untuk pertama kalinya di dalam kamar yang dingin malam itu, Alyssa duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah kegelapan luar jendela. Lembaran draf perjanjian pranikah dengan Alvaro yang sebelumnya ia pandang dengan penuh kebencian, kini tergeletak di atas pangkuannya.

Ia mulai mempertimbangkan pernikahan yang sebelumnya sangat ia tolak dengan seluruh jiwanya.

Pilihan ini begitu menyesakkan, menyumbat tenggorokannya dengan rasa pahit yang amat sangat. Menikah dengan Alvaro Regantara Maheswara berarti masuk secara sukarela ke dalam sangkar emas yang mematikan, menyerahkan kebebasan dirinya kepada pria angkuh berhati es yang menganggapnya tak lebih dari sekadar barang komoditas bisnis.

Namun, di atas timbangan takdirnya saat ini, harga diri pribadinya tidak lagi memiliki bobot.

Pengorbanan ini bukan demi dirinya. Melainkan demi nyawa dan masa depan orang-orang yang dicintainya. Jika ia harus hancur di tangan Alvaro, maka ia akan memastikan kehancurannya menjadi perisai baja yang kokoh untuk melindungi ayah, ibu, dan adiknya dari ancaman maut si penelepon misterius.

Alyssa menegakkan punggungnya, menghapus sisa kelemahan di wajahnya dengan satu usapan kasar. Matanya berkilat menembus kegelapan, memancarkan tekad baru yang dingin, tajam, dan mutlak.

Jemari Alyssa bergerak taktis meraba ponselnya. Ia membuka ruang obrolan dan mencari satu kontak yang sejak kemarin tidak ia sentuh.

Alvaro Regantara Maheswara.

Dengan tangan yang dingin namun mantap, Alyssa mengetik sebuah pesan singkat yang akan mengunci seluruh sisa takdir hidupnya.

Tuan Alvaro, percepat penandatanganan akta pernikahan resmi kita menjadi besok pagi. Saya menerima seluruh syarat Anda tanpa pengecualian. Jemput saya.

Alyssa menekan tombol kirim. Malam itu, di tengah kepungan ancaman dan runtuhnya harapan keluarga Pradipta, Alyssa resmi memilih jalannya. Ia siap melangkah masuk ke sarang serigala Maheswara dengan kepala tegak, siap menyongsong neraka jangka panjang yang sudah menantinya di depan mata.

...****************...

Pesan itu terkirim. Tanda centang dua di pojok kanan bawah pesan seketika berubah menjadi biru hanya dalam hitungan detik. Alyssa menahan napas, menatap layar ponselnya yang memantulkan pendar cahaya pucat ke wajahnya yang tegang.

Tidak ada ketikan balasan. Pria itu tidak menurunkan harga dirinya untuk sekadar mengetik untaian kata. Tepat dua menit kemudian, ponsel Alyssa bergetar panjang. Sebuah panggilan masuk dari nomor pribadi Alvaro.

Alyssa menggeser tombol hijau, lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya. Ia sengaja tidak membuka suara terlebih dahulu, menolak memberikan kesan bahwa ia sedang mengemis di bawah tekanan.

"Satu jam yang lalu, Rendra melaporkan adanya pergerakan tidak wajar di sekitar rumahmu. Tiga mobil asing terparkir di ujung jalan kompleks," suara bariton Alvaro terdengar flat melalui sambungan telepon, dingin tanpa ada riak kepanikan. "Jadi, teror apa yang akhirnya berhasil meruntuhkan harga dirimu yang setinggi langit itu, Alyssa?"

Pertanyaan itu terdengar seperti ejekan yang halus namun tajam. Alvaro, dengan jaringan intelijen Maheswara yang menggurita, jelas sudah mencium adanya ketidakberesan, bahkan mungkin sebelum Alyssa mengirimkan pesan menyerah tersebut.

Alyssa mencengkeram sprei ranjangnya kuat-kuat hingga kukunya memutih. Sifat beraninya menolak untuk terlihat ringkih. "Saya tidak sedang ingin berdebat atau bertukar sarkasme dengan Anda, Tuan Alvaro. Anda butuh stabilitas saham, dan saya butuh perlindungan instan untuk keluarga saya. Bukankah Anda sendiri yang bilang bahwa ini adalah transaksi bisnis?"

"Dan dalam bisnis, pihak yang terdesak tidak memiliki hak untuk menentukan waktu, Alyssa," potong Alvaro kejam. Keheningan jeda sejenak terdengar di seberang sana, sebelum suara dingin sang Pewaris Berbahaya kembali merayap masuk ke indra pendengaran Alyssa. "Besok pagi jam tujuh, mobilku akan berada di depan pagarmu. Bawa barang-barang pentingmu saja. Mulai besok, kamu tidak akan tinggal di rumah itu lagi."

"Apa maksud Anda?" Alyssa mengernyitkan dahi, detak jantungnya kembali berpacu cepat.

"Pahami klausul hak publik dan finansial yang sudah kamu setujui. Sebagai istri seorang Alvaro Maheswara, kamu harus berada di bawah pengawasanku dua puluh empat jam penuh. Kamu akan pindah ke griya tawang pribadiku di pusat kota," jawab Alvaro mutlak, tidak menerima bantahan sekecil apa pun. "Dan mengenai tikus-tikus kecil yang mengintimidasi ayahmu... tim keamanan internal Maheswara akan mengambil alih penjagaan rumah keluargamu begitu kamu melangkah masuk ke dalam mobilku."

Klik.

Sambungan diputus secara sepihak dari seberang sana. Alvaro tidak memberikan ruang bagi Alyssa untuk bernegosiasi atau sekadar mengajukan syarat tambahan. Pria itu mengendalikan segalanya dengan otoritas tunggal yang mencengkeram.

Alyssa menurunkan ponselnya perlahan, membiarkan tubuhnya bersandar pada pilar ranjang. Napasnya berembus berat di dalam kesunyian kamar. Pilihan ini benar-benar menyesakkan, mengikat lehernya dengan tali tak kasat mata yang kendalinya kini dipegang penuh oleh Alvaro. Menyerahkan kebebasannya dan pindah ke teritori pribadi pria berhati es itu sama saja dengan berjalan masuk ke dalam ruang interogasi yang mewah.

Namun, begitu mendengar suara tangisan ibunya yang samar-samar masih terdengar dari ruang tengah, Alyssa menutup matanya rapat-rapat. Ia mengunci rapat rasa takut dan benci yang bergejolak di dalam dadanya.

Hanya tiga puluh hari, batin Alyssa menguatkan dirinya sendiri. Aku hanya perlu bertahan sampai dana talangan itu cair sepenuhnya dan dalang di balik semua ini terungkap.

Alyssa bangkit berdiri, berjalan menuju lemari pakaiannya. Dengan gerakan taktis dan efisien, ia mulai memasukkan beberapa helai pakaian formal, dokumen penting, dan laptopnya ke dalam sebuah koper kecil berwarna hitam. Setiap lipatan baju yang ia masukkan adalah simbol dari penyerahan kebebasan yang ia gadaikan demi keselamatan orang-orang yang dicintainya.

Malam itu bergerak kian larut, menyisakan keheningan yang mencekam di kediaman Pradipta. Di luar sana, angin malam berembus kencang, menggoyang ranting-ranting pohon seolah sedang menertawakan takdir Alyssa yang kini resmi tergenggam di dalam sangkar emas milik sang Pewaris Berbahaya. Perang dingin belum usai, namun jalurnya kini berpindah langsung ke dalam sarang sang predator.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!