NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Preman Kampung

"Tunggu, hentikan mobil ini!," seorang pemuda berpakaian seperti preman mencegat mobil yang Kamila tumpangi.

"Ada apa lagi ini?," gumam Kamila.

"Sepertinya itu preman kampung sini Mil, aku pernah dengar dari saudaraku sekarang kampung kami ada preman yang menjaga pintu masuk, tapi mereka nggak jahat sih kalau sama warga asli,"

"Yang benar Ven? Mereka kelihatan serem gitu," cegah Kamila pada Veni yang hendak turun.

"Udah nggak apa-apa, biar aku yang tangani," Veni mencoba meyakinkan Kamila.

"Yakin mbak mau turun?," tanya pak sopir khawatir dengan Veni.

"Iya pak, insya Allah nggak apa-apa," jawab Veni tenang.

"Saya temenin mbak," tawar pak sopir. Veni hanya mengangguk kecil.

Veni pun turun menemui pemuda tadi. Mereka terlihat berbincang. Kemudian datanglah seorang pemuda lain yang ikut nimbrung. Mata Kamila menyipit memastikan apa yang dilihatnya. Sepertinya pemuda itu tidak asing.

Beberapa saat kemudian terlihat Veni dan pak sopir berjalan kembali ke mobil. Para pemuda tadi juga mempersilahkan mobil melanjutkan perjalanan. Ada rasa lega dihati Kamila, dia sempat tegang saat pemuda itu mencegat mereka.

"Gimana Ven?," tanya Kamila penasaran.

"Beres Mil, benar kata saudaraku. Mereka itu tampang dan penampilannya aja yang kayak preman tapi sebenarnya mereka baik," jawab Veni menjelaskan.

"Syukurlah kalau begitu," Kamila bernafas lega.

Sebenarnya Kamila masih penasaran dengan pemuda yang baru bergabung tadi. Tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh, takut Veni menggodanya.

Akhirnya mereka sampai juga dirumah Veni. Mereka disambut hangat oleh keluarga Veni yang ramah.

"Assalamualaikum Pak, Bu..Aku pulang," sapa Veni kepada orang tuanya.

"Wa'alaikumsalam ndok, akhirnya kamu pulang juga. Sudah setahun kamu nggak pulang lho," jawab ibunya Veni dengan senyum hangat.

Terpancar sekali raut wajah bahagia melihat kedatangan anak mereka yang cukup lama tidak pulang kampung.

"Ya Allah, ini teman kamu ndok? Cantik sekali, dilihat dari bajunya pasti anak orang kaya ya?," ucap Ibu Veni antusias melihat kedatangan Kamila.

"Em.. Dia..," Veni mau menjawab pertanyaan ibunya tapi Kamila cepat-cepat memotong.

"Nggak kok bu, saya anak orang biasa saja," Kamila tersenyum manis dibalik kebohongannya tersebut. Dia tidak mau orang tua Veni merasa tidak enak dengannya nanti kalau tahu ayahnya bukan orang sembarangan.

Orang tua Veni percaya saja dengan ucapan Kamila. Walau anak orang kaya, tapi penampilan Kamila yang sederhana membuatnya bisa diterima disemua kalangan. Dia tidak berdandan ala anak orang kaya pada umumnya. Dia lebih suka dengan tampilan kasual dan santai.

"Ayo masuk ndok, maaf rumahnya jelek. Maklum rumah tua, peninggalan neneknya Veni," ucap Ibu Veni merendah.

"Jangan gitu bu, rumahnya bagus kok. Sederhana tapi nyaman, suasananya juga adem. Saya suka," jawab Kamila jujur sambil melihat sekeliling.

"Oh iya Ven, ajak istirahat temenmu. Bapak mau kerumah Pak De Tejo dulu bantu-bantu persiapan acara nikahan besok," ucap Bapaknya Veni pamitan.

"Iya pak, hati-hati," jawab Veni singkat. Kamila hanya menundukkan kepala sopan.

Veni mengajak Kamila menuju ke kamarnya. Terlihat kamar Veni yang tidak terlalu luas dengan cat warna hijau cerah. Walau sederhana tapi bersih dan rapi. Kamila merasa nyaman disana.

"Taruh sini Mil barangmu, mau istirahat dulu apa bersih-bersih dulu?," tanya Veni.

"Emm, aku bersih-bersih dulu deh Ven. Rasanya sudah lengket banget ni badan," jawab Kamila sambil mengambil peralatan mandinya.

"Ya udah, biar aku beresin kamar dan barang-barangku dulu, nanti aku mandi habis kamu,"

"Kamar mandinya dimana Ven?," tanya Kamila sambil cengengesan baru ingat kalau itu rumah Veni.

"Oh iya, dari kamar belok kanan. Terus lurus aja, kamar mandi disamping dapur ya?," Veni menepuk jidatnya sendiri karena dia juga lupa kalau mereka baru datang dikampung.

Pas di kota Kamila sering main ke kosan Veni, jadi mereka sudah biasa bareng-bareng. Ada juga Renata, sahabat Kamila yang lain. Tapi dia tidak ikut Veni mudik ke kampungnya.

Selesai mandi, ibunya Veni mengajak mereka makan. Makanan yang disajikan terlihat sederhana tapi terlihat menggugah selesa. Baunya wangi rempahnya terasa menguar mengusik perut yang keroncongan. Kamila dan Veni pun tidak sabar untuk menyantap masakan ibunya.

"Monggo makan ndok, maaf adanya cuma kayak gini," ucap ibu Veni merendah.

"Ini kelihatannya enak sekali bu, ibu pasti pintar masak," puji Kamila melihat masakan ibu Veni yang terlihat enak.

"Kamu pinter banget mujinya ndok, udah ayo dimakan. Terus istirahat biar capeknya hilang. Perjalanannya kan lumayan jauh," ibu Veni terlihat sangat menyukai Kamila.

Kata-kata Kamila yang lembut dan manis membuat orang yang diajak bicara pasti menyukainya. Dia selalu bisa mencairkan suasana sehingga terasa hangat.

"Alhamdulillah kenyang, ayo habis makan kita istirahat dulu Mil. Aku capek banget, rasanya ni badan pegel-pegel. Besok aku ajak kamu jalan-jalan keliling kampung," ajak Veni sudah nggak sabar merebahkan tubuhnya dikasur.

"Kamu duluan Ven, biar aku bantu ibu dulu. Pasti ibu capek tadi masak sendiri, sekarang mesti bersih-bersih juga," Kamila merasa tidak enak kalau langsung tidur sedangkan dia sudah dijamu dengan makanan enak oleh ibunya Veni.

"Nggak apa-apa ndok, biar ibu saja. Sudah biasa ini, kamu istirahat saja. Pasti capek habis perjalanan," Ibu Veni merasa tidak enak.

Veni pun mengurungkan niatnya untuk langsung ke kamar. Betul apa kata Kamila. Tadi ibunya sudah susah payah masak sendiri, masa habis makan juga harus beresin sendiri. Veni merasa malu dengan Kamila, dia yang anak orang kaya saja nggak malu melakukan pekerjaan rumah masa dia mau malas-malasan.

"Ibu mending istirahat aja, biar aku sama Kamila yang cuci piring bu. Kalau bareng-bareng kan cepet selesai dan kita bisa istirahat," Veni mendorong ibunya pelan masuk ke kamarnya untuk istirahat.

Ibunya Veni hanya tersenyum kecil melihat anaknya yang sudah mulai dewasa dan mandiri. Tidak salah dia berteman dengan Kamila. Selain cantik dia suka membantu dan baik hati. Ibu Veni merasa sangat beruntung anaknya bergaul dengan anak seperti Kamila.

"Nggak nyangka kamu mau nyuci piring sendiri Mil, padahal dirumahmu kan ada pembantu," ucap Veni ditengah-tengah aktivitas mereka mencuci piring.

"Emang kalau ada pembantu nggak boleh nyuci piring? Aku sudah biasa kayak gini dirumah Ven, kakakku selalu bilang kita harus bisa mandiri. Karena kita tidak tahu kehidupan kita kedepannya. Saat ini mungkin enak ada yang bantu, kalau tiba-tiba kita jadi orang yang nggak punya ya harus siap melakukannya sendiri kan?," Kamila menjelaskan kenapa dia mau melakukan pekerjaan rumah.

Veni hanya manggut-manggut. Dia semakin kagum dengan sahabatnya itu. Pemikirannya memang dewasa sekali dibanding dengannya dan Renata. Dia merasa beruntung sekali bisa menjadi sahabat Kamila.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!