NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Ranah Dou Shi

Dari dalam gua tersebut, cahaya keperakan melonjak ke langit. Sinar terang itu memancar dengan kekuatan yang luar biasa, menembus kabut tipis yang menyelimuti Puncak Teratai dan menerangi seluruh wilayah di sekitarnya.

Dou Qi yang pekat menyembur ke segala arah, menciptakan gelombang energi yang mengguncang bebatuan di sekitar gua.

Ruan Mei menyipitkan matanya. Wajahnya yang biasanya jutek kini terlihat sangat serius.

"Tempat itu," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar di antara gemuruh energi. "Jangan-jangan..."

Wang Ning yang berdiri di udara dengan pedang terbangnya hanya tersenyum.

Tatapan mata emasnya berkilau puas saat ia melihat pancaran cahaya keperakan yang semakin membesar.

"Kelihatannya..." ucapnya pelan pada Chu Chu yang berdiri di sampingnya. "...penilaianku tidak salah."

Chu Chu tidak menjawab. Matanya terpaku pada gua yang kini bergetar hebat.

Ledakan!

Dentuman besar mengguncang seluruh Puncak Teratai. Debu dan serpihan batu beterbangan ke segala arah, menyembur keluar dari mulut gua seperti naga yang terbangun dari tidur panjangnya.

Saat partikel-partikel debu mulai mengendap dan kabut mulai menipis, sebuah sosok perlahan-lahan muncul dari kegelapan gua.

Jiang Yuan melangkah keluar.

Langkah kakinya ringan namun pasti. Setiap kali telapak kakinya menyentuh tanah, hawa sedingin es menyebar ke sekitarnya, membuat rumput-rumput di dekatnya membeku dan berkilauan seperti permata.

Namun fenomena itu hanya berlangsung beberapa saat sebelum akhirnya kembali normal, seolah tubuhnya secara alami menyesuaikan diri dengan kekuatan barunya.

Jiang Yuan sendiri tampak sedikit terkejut.

Matanya yang tajam menyapu kerumunan di bawahnya, dan untuk pertama kalinya, ekspresi wajahnya yang biasanya dingin retak oleh kebingungan.

'Ada begitu banyak orang...' pikirnya dalam hati. 'Apa aku membuat kesalahan?'

Ia tidak menyangka bahwa penerobosannya akan menarik perhatian sebanyak ini.

Di matanya, ini hanyalah langkah kecil. Namun bagi orang-orang yang menyaksikan, pemandangan itu sangat luar biasa.

"Siapa itu?" bisik seorang murid di antara kerumunan.

"Aku tidak tahu, belum pernah melihatnya sebelumnya," jawab rekannya dengan nada heran.

"Penerobosannya semewah itu..."

Dari kejauhan, Ruan Mei masih memperhatikan dengan saksama.

Matanya yang biru jernih mengamati aura Dou Qi yang terpancar dari tubuh Jiang Yuan, dan tiba-tiba matanya membelalak lebar.

"Ranah Dou Shi!?" serunya, suaranya yang nyaring terdengar hingga ke seluruh penjuru halaman.

Kata-kata Ruan Mei bagaikan bom yang meledak di tengah kerumunan. Murid-murid di sekitarnya langsung terkejut.

Beberapa dari mereka bahkan membuka mulut lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

Mian Shi, yang sejak tadi berdiri di samping Ruan Mei, segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.

Matanya yang bulat terbelalak, memandangi Jiang Yuan dengan ekspresi tak percaya.

Sementara itu, Yue Lianhua yang sedari tadi melipat kedua tangannya di bawah puncak kembarnya yang padat, perlahan-lahan menurunkan lengannya. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat sangat tercengang.

Yang paling terkejut adalah Chu Chu. Wanita itu berdiri membeku di udara, mulutnya terbuka sedikit. Baru saja ia meremehkan Jiang Yuan, menganggapnya sebagai bocah desa tanpa bakat berarti.

Namun hari ini, dalam waktu hanya satu bulan, pemuda itu telah melampaui dua tingkatan sekaligus, dari Dou Zhi Qi tahap menengah langsung ke Ranah Dou Shi.

Kecepatan yang hampir tidak masuk akal.

"Menerobos secepat itu," gumam Wang Ning, suaranya terdengar jelas di telinga Chu Chu. Bibir merahnya melengkung membentuk senyuman penuh kebanggaan. "Dia memang muridku."

Chu Chu tidak bisa membantah. Fakta berbicara lebih keras dari kata-kata. Dalam sebulan melampaui dua tingkat, itu bukanlah hal yang bisa dicapai oleh orang biasa.

Bahkan di antara murid-murid berbakat sekalipun, pencapaian seperti itu sangat jarang terjadi.

Kalau bukan bakat, lalu keberuntungan macam apa itu?

Wang Ning mengangkat tangannya yang lentik, jari telunjuknya menunjuk lurus ke arah Jiang Yuan yang masih berdiri di mulut gua.

"Ikuti aku, Jiang Yuan."

Suaranya yang merdu namun sarat wewenang menggema di udara, membuat semua murid yang hadir seketika terdiam dan menundukkan kepala.

Jiang Yuan hanya mengangguk. Ekspresi wajahnya kembali tenang, menyembunyikan segala kebingungan yang masih menggelayut di benaknya.

Dengan langkah yang mantap, ia melompat turun dari tebing. Tubuhnya bergerak ringan, melayang di udara sejenak sebelum mendarat dengan sempurna di atas permukaan tanah.

Hawa dingin kembali menyebar di sekitar kakinya, namun kali ini ia lebih mampu mengendalikannya.

Di bawah tatapan kagum dan iri dari puluhan pasang mata, Jiang Yuan berjalan mengikuti sosok merah Wang Ning yang melayang di depannya.

Di dalam hatinya, ia hanya bisa tersenyum kecil.

'Bing Bi benar. Teknik itu... luar biasa.'

Namun, ia juga sadar bahwa perhatian yang ia tarik hari ini akan membawa konsekuensi. Di dunia kultivasi, semakin cepat seseorang berkembang, semakin banyak musuh yang akan ia ciptakan.

Tapi untuk saat ini, ia hanya perlu mengikuti gurunya.

Dan melihat ke mana arah langkah Wang Ning akan membawanya.​

...---...

...RANAH KULTIVASI...

...Awal - Menengah - Akhir...

1. Dou Zhi Qi

2. ​Dou Zhe

3. ​Dou Shi

4. ​Da Dou Shi

5. ​Dou Ling

6. ​Dou Wang

7. ​Dou Huang

8. ​Dou Zong

9. ​Dou Zun

10. ​Ban Sheng

11. ​Dou Sheng

12. ​Dou Di

1
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
Iyyin Blue
kiw kiw, tanda² bakal anu anu nih uhuyyyy
Iyyin Blue
seru bangett, mantep sih
yayat
3 udah
yayat
ga dirampas kekayaannya sayang2 lumayan buat beli cilok n cimol
yayat: saran author untuk cerita baru lg nanti coba author bsca legenda pedang naga sapa tau jd lbh bagus lg alurnya nsnti maaf ya
total 2 replies
yayat
subur2 amat yq
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!