NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di bawah lampu kristal

Nenek Lastri tidak main-main. Hanya dalam dua hari setelah perdebatan besar di rumah, sebuah kotak beludru biru tua sudah tergeletak di meja makan. Di dalamnya, sebuah cincin berlian dengan potongan emerald berkilau dingin, seolah mengejek Ravion yang baru saja turun untuk sarapan.

"Malam ini, di hotel kita. Perjamuan kecil, hanya keluarga inti dan keluarga Elfesya," ucap Nenek Lastri tanpa menatap Ravion, fokus pada teh melatinya.

"Keluarga?" Ravion tertawa sumbang. "Dia hanya punya seorang adik yang masih sekolah, Nek. Jangan membuat ini seolah-olah sebuah penyatuan dua dinasti besar. Ini hanya panggung sandiwara Nenek."

"Panggung atau bukan, kamu akan memasangkan cincin itu di jarinya," sahut Pak Arshaka yang tiba-tiba muncul dengan jas formalnya. "Atau Papa akan membekukan seluruh aset pribadimu di Singapura."

Ravion terdiam. Rahangnya mengeras. Ia belum sempat mencari tahu lebih dalam siapa Elfesya. Baginya, gadis itu hanyalah gangguan yang pandai mengambil hati orang tua. Jika mereka ingin permainan, maka Ravion akan memberikan sebuah permainan yang tidak akan mereka lupakan.

Sore harinya di kantor, sebelum jam 'terlarang' tiba, Ravion memanggil Elfesya ke ruangannya. Ruangan itu sudah mulai gelap karena Ravion sudah menutup gorden lebih awal.

"Duduk," perintah Ravion.

Elfesya duduk dengan tegak, wajahnya tampak lelah namun matanya tetap waspada. "Ada tugas baru, Pak?"

"Bukan tugas kantor. Tapi tugas untuk hidupmu," Ravion melempar sebuah map hitam ke depan Elfesya. "Nenekku ingin kita bertunangan malam ini. Dan aku tahu kamu tidak akan menolak karena kamu butuh uang untuk sekolah adikmu, bukan?"

Elfesya tertegun. Ia sudah menduga ini akan terjadi sejak Nenek Lastri terus menghubunginya, tapi ia tidak menyangka akan secepat ini. "Saya... saya hanya ingin menyenangkan Nenek, Pak. Beliau sudah sangat baik—"

"Hentikan omong kosong itu!" potong Ravion tajam. Ia mencondongkan tubuh, menatap Elfesya dengan pandangan menghina. "Kita buat kesepakatan. Kita tunangan, lalu menikah secara kontrak. Aku akan membiayai sekolah adikmu sampai kuliah di luar negeri, memberikanmu rumah, dan gaji bulanan yang fantastis."

Elfesya terdiam, jemarinya bertautan di pangkuan.

"Tapi ada syaratnya," lanjut Ravion dengan nada rendah yang mengancam. "Pertama, jangan pernah mencampuri urusan pribadiku. Kedua, aku akan tetap mengencani wanita mana pun yang aku mau. Kamu hanya status di atas kertas dan di depan nenekku. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu atau mencintaimu."

Elfesya menatap mata Ravion. Di balik kegelapan ruangan itu, ia melihat seorang pria yang sangat kesepian namun menutupinya dengan keangkuhan. Hati kecil Elfesya merasa terhina, tapi bayangan wajah Elric yang kesulitan membeli buku cetak minggu lalu melintas di benaknya.

"Jadi, saya hanya perlu menjadi 'pajangan' agar Nenek tenang, dan Bapak bisa bebas bermain dengan pacar-pacar Bapak?" tanya Elfesya, suaranya tetap tenang meski bergetar.

"Tepat. Kamu cerdas juga untuk ukuran gadis desa," sindir Ravion.

Elfesya menarik napas panjang. "Baik. Saya terima kontraknya. Tapi saya juga punya syarat. Jangan pernah bawa pacar-pacar Bapak ke depan adik saya. Saya tidak ingin dia melihat calon kakak iparnya sebagai pria yang tidak punya moral."

Ravion tertegun sejenak. Ia tidak menyangka Elfesya akan berani mengajukan syarat balik. "Kesepakatan tercapai. Sekarang keluar. Pakai gaun yang sudah dikirim supir ke rumahmu. Jangan sampai memalukan namaku malam ini."

Malam itu, di ballroom privat hotel Arshaka, suasana terasa sangat kontras. Nenek Lastri tampak sangat bahagia, memeluk Elric yang tampak canggung dengan setelan jas kecilnya.

Elfesya muncul dengan gaun satin berwarna krem sederhana namun elegan. Ia tampak cantik secara alami, tanpa polesan make-up berlebihan. Ravion yang berdiri di sudut ruangan dengan segelas sampanye, sempat terpaku selama beberapa detik. Gadis itu tampak berbeda dari wanita-wanita yang biasa ia kencani. Tidak ada aroma parfum yang menyengat, hanya samar-samar wangi jeruk yang dulu pernah ia cium di hari pertama.

Namun, kekaguman itu segera ia tepis.

Saat acara pertunangan dimulai, Ravion memasangkan cincin itu ke jari Elfesya dengan gerakan kasar dan tanpa ekspresi. Tidak ada ciuman di kening, tidak ada senyum.

"Selamat, Pak Tunangan," bisik Elfesya sangat pelan saat mereka bersalaman untuk formalitas di depan kamera.

"Simpan ucapanmu," balas Ravion dingin. "Besok pagi jam tujuh, kamu tetap sekretarisku yang harus menyiapkan kopi tanpa gula. Jangan pikir cincin ini memberimu keistimewaan."

Di tengah kerumunan, ponsel Ravion bergetar. Sebuah pesan masuk dari Calista: "Aku menunggumu di bar bawah. Rayakan kebebasanmu setelah sandiwara ini selesai, Sayang."

Ravion melirik Elfesya yang sedang tertawa bersama Nenek Lastri, lalu melangkah pergi begitu saja dari acara tunangannya sendiri, meninggalkan tunangannya menjadi bahan bisik-bisik para tamu undangan.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!