Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Mama membawaku ke sebuah pesta dan aku gak tau itu pesta acara apa. Aku masuk bareng mama dan aku merasa aku jadi pusat perhatian.
"Jeng Rita ini siapa cantik banget? " tanya seorang wanita yang kenal dengan mama.
"Kenalin ini istrinya Galang, Alika, " jawab mama memberitahu orang itu.
"Oalah, istrinya Galang toh, cantik banget, " pujinya lagi membuat aku merasa malu.
"Galang nya mana? " tanya nya lagi.
"Lagi di jalan mungkin karena hari ini dia baru pulang dari luar kota terus ke sini, " jawab mama yang membuat aku kaget karena aku gak tau kapan Galang pulang.
Mama terus mengenalkan ku dengan teman-temannya dan membuat kaki ku pegal. Aku pun duduk lalu membuka sepatu hak tinggi yang aku pakai membuat rasanya nyaman. Namun entak kenapa aku merasa ada seseorang yang terus memperhatikan ku. Aku pun mencari ke sekeliling dan aku langsung kaget saat melihat Galang berdiri tidak jauh dari tempat ku sambil menatap tajam ke arah ku. Aku pun langsung berdiri dan Galang berjalan ke arah ku lalu menarik ku keluar.
"Galang, mau di bawa menantu mama? teriak mama menghentikan langkah Galang.
Mama mendekat dan Galang pun berbalik melihat ke arah sang mama begitu pun aku.
" Ma, ngapain mama ajak Alika ke pesta? "tanya Galang.
" Mama cuman ingin ngenalin Alika ke semua orang dan memberitahu jika kamu sudah menikah, "jawab sang mama santai.
" Ma, mama sadar gak dengan mama kaya gini akan membuat Alika... "ucapan Galang menggantung tidak di lanjutkan.
" Kenapa tidak kamu lanjutkan? "tanya mama.
" Aku mau bawa Alika pulang, aku capek, "balas Galang lalu menarik ku keluar dari tempat pesta itu dan menyuruh aku naik ke dalam mobil.
Sepatu jang jalan aku hanya diam saja begitu pun Galang dia tidak menjelaskan apa-apa, dia hanya menutup matanya dan entah apa yang dia pikirkan. Tibanya di rumah Galang ke luar duluan dan langsung masuk ke kamar begitu saja. Aku pun masuk kamar dan membersihkan make up yang menempel di wajah ku dan tak terasa air mata ku jatuh begitu saja mengingat ke jadian malam ini. Galang tidak mau orang-orang tah kalau dia sudah menikah karena dia ingin menjaga hati wanita yang dia cintai.
"Alika, kamu sadar apa kami bisa membuat Galang melirik mu, " gumam ku.
setelah selesai aku memutuskan untuk tidur walau sebenarnya aku gak bisa berhenti menangis karena aku merasa kecewa.
Aku bangun dan langsung keluar untuk membuat sarapan namun aku di buat kaget saat kaki ku menendang sebuah botol.
"Jangan berisik, " teriak Galang membuat aku kaget.
Aku pun segera ke dapur dan membuat roti panggang.Setelah membuat sarapan aku masuk kembali ke kamar untuk bersiap karena hari aku dapat panggilan kerja buat di salah satu sekolah di sekitar tempat tinggal ku saat ini. Setelah siap aku pun keluar dan aku melihat Galang masih tidur aku pun membuat sebuah catatan untuknya. Aku keluar dan langsung mencari taksi dan tak butuh waktu lama aku telah tiba di depan sebuah sekolah yang sangat mewah dan aku kaget ternyata ini sekolah elit, sekolah tempat-tempat anak-anak orang kaya. Aku pun masuk dan langsung menuju ke ruangan yang telah di beritahu. Aku pun mulai melakukan interview dan tak butuh waktu aku pun langsung di Terima sebagai guru matematika. Setelah selesai aku memilih pulang karena harus menyiapkan materi u tuk besok mulai mengajar. Tibanya di rumah aku kaget saat melihat sebuah sepatu wanita dan aku lihat Galang sedang duduk di meja makan karena saat ini waktunya makan siang.
"Eh kakak Alika, baru pulang kak, " teriak Lia dari dapur.
Ternyata Lia yang datang, aku pun menghampiri Lia dan membantunya menyiapkan makan.
"Kamu kok gak ngabarin mau ke sini? " tanya ku.
"Tuh bang Galang dia telepon aku kalau dia sakit, eh pad kesini aku di bohongi, " jawab nya membuat aku kaget.
"Ya kalau gak bohong kamu gak akan datang, sibuk aja sama cowok kamu sampai lupa sama abang, " ujar Galang membuat aku kaget karena Galang bicara dengan Lia sangat berbeda.
"Ya udah kalau gitu kalian makan saja dulu, aku ke kamar dulu buat ganti baju, " ucap ku karena aku merasa suasananya kurang tepat saja.
"Gak bisa kak, kakak harus makan bareng temani bang Galang, karena aku harus pergi, " Lia menahan ku dan menyuruh ku duduk sedangkan dia langsung pamit pulang.
Sekarang tinggal aku dan Galang, aku bisa melihat sikap Galang mulai berubah lagi setelah Lia pergi.
"Aku ke kamar dulu, " pamit ku lalu masuk ke kamar.
Aku penasaran dengan sikap Galang yang sangat berbeda terhadap Lia. Namun aku tidak mau berburuk sangka toh wajar kalau dia bersikap berbeda pada Lia karena mereka sudah kenal lama sedangkan aku, kami baru kenal satu bulan. Setelah makan malam aku pun memberitahu Galang kalau mulai besok aku mulai mengajar dan tanggapan Galang dia biasa saja dan aku pun memberitahu mama dan mereka hanya mendukung apa saja keputusan ku.
Semakin kesini aku mulai merasa ada sesuatu di antara Galang dan Lia. Aku pun memutuskan untuk bertanya pada mama karena aku gak mau ada salah paham di antara aku, Galang dan Lia.
"Apa yang ingin kamu tanyakan sama mama? " tanya mama dengan lembut.
"Apa ada yang mama sembunyikan dari aku? " tanya ku.
"Tentang apa? " bingung mama.
"Bang Galang dan Lia" ucap ku dan raut wajah mama tegang.
"Lia itu anak dari mantan suami Nara, tante Galang, " beritahu mama.
"Galang sejak kecil sangat perhatian pada Lia dia selalu perhatian pada Lia sampai akhirnya mama tau jika Galang punya perasaan pada Lia namun saat mama tanya apa Galang ingin bersama Lia dia selalu menjawab tidak dan selalu berkata kalau dia hanya anggap Lia adik. Namun mama tau betul kalau itu perasaan suka. Sampai akhirnya Galang tau kalau Lia menyukai seseorang dan Lia mulai menjauhi Galang karena dia sibuk dengan pacarnya, "mamanya menceritakan semuanya.
" Lalu sekarang, apa Lia tetap tidak ada perasan apa-apa pada Galang? "tanya Ku.
" Gak ada, apa lagi sekarang dia akan bertunangan dengan pacarnya, "jawab mama.
" Aku gak mau jadi orang ketiga kalau mereka saling suka, tapi kalau hanya abang yang punya perasaan pada Lia aku masih mau berusaha agar abang bisa menyukai ku, "ucap ku dan mama tersenyum lebar karena dia sangat setuju jika aku mengejar Galang.
" Mama dukung kamu buat dapatin hatinya Galang, "ujar mama dan memeluk ku.