Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejam yang lalu. Tapi bela masih berada di sekolah dia sedang menunggu seseorang, tapi orang yang di tunggu sedang berduaan bersama wanita lain.
Di ruang guru
Arga langsung menghela nafas kasar.
" kita keluar aja." Arga langsung pergi, merasa tempat ini aman dan ngga ada CCTV Arga langsung to the point. "jadi kamu mau apa?"
" maafin kata-kata aku yang waktu diruang bk beb. Sebenarnya aku ngga mau putus sama kamu, tapi karena pikiran aku lagi banyak dan bikin aku ngga mood. Bener deh beb waktu itu aku lagi pusing banget sama masalah ku." Ratna memanfaatkan sifat Arga yang cuek tentang masalah pribadi orang lain.
Arga langsung terkekeh. " kamu lagi banyak masalah apa karna aku udah jadi miskin?" Arga langsung menatap tajam Ratna. " jangan bohongin aku lagi Ratna. Aku punya bukti banyak tentang kamu."
Ratna langsung tergagap. " bu-bukti apa? Aku ngga ngelakuin apa-apa. Dan juga aku ngga mandang kamu dengan harta beb, aku tulus sama kamu." Ratna coba memasang wajah melas.
Arga langsung tersenyum sinis dan langsung memperlihatkan video dan foto Ratna bersama laki-laki lain. " kalo kamu ngga ngelakuin apa-apa, ini apa?" Dengan menyodorkan hpnya.
Ratna langsung mematung dan mukanya pucat seketika. "Be-beb i-ini pasti editan." Sergah Ratna.
" editan kamu bilang. Terus kalo aku lihat dengan kepala mataku sendiri dan dengar dengan kuping ku sendiri. Apa masih bisa di bilang editan." Rahang Arga mengeras muka nya pun sudah merah menahan amarah.
" ma-maksud kamu apa? Kamu denger apa?" Dada Ratna sudah berisik sejak foto dan video nya ada di HP Arga, lutut nya sudah lemas.
" jangan mengelak lagi Ratna, Aku sudah melihat semuanya."
" ta-tapi itu semua ngga bener beb." Wajah Ratna sudah berkeringat dingin
Arga yang sudah muak dengan bantahan Ratna langsung pergi. Ratna coba menghentikan Arga tapi selalu di tepis.
" sial gue ketauan, huh harus cara apa lagi biar gue bisa balikan." Frustasi Ratna.
Di sisi lain, Bela yang masih menunggu di pos satpam akhirnya melihat Arga yang sudah mengendarai motornya. Dengan semangat Bela langsung memanggilnya.
" Pak Arga berenti sebentar."
Arga langsung menghentikan kan motornya. " ya ada apa." Jawab Arga dengan dingin dan masih ada sisa-sisa kemarahan pada Ratna.
- buset dingin amat- ucap dalam hati Bela.
" hehehe tadi mimer ngechat saya katanya pulang sekolah di suruh kerumah. Jadi dari pada saya sendiri kesana terus nanti nyasar mending bareng bapak." Cengir Bela.
Arga malah bingung. " mimer siapa?"
" ihh masak bapak ngga kenal sama orang tua sendiri." Bela sambil menabok pundak Arga. " ituloh pak panggilan saya buat mamih bapak, mamih mertua jadinya mimer."
Arga hanya geleng-geleng kepala. "yasudah naik."
Bela langsung aja naik ke motor mio sewaan Arga. " BANG PAIJO SAYA PULANG DULU YA, MAKASIH BAKWAN GORENG NYA MANTEP." Teriak Bela sambil mengangkat jempol. Arga agak terkejut dengan teriakan Bela, baru kali ini ada perempuan yang di depan dia ngga ada jaim jaim nya.
" siap neng, sama sama."
Mereka berdua langsung pergi menuju rumah orang tua Arga. Di perjalanan seperti biasanya Bela yang mulai membuka suara, tapi ini lebih kepertanyaan serius.
" pak boleh saya tanya?" Bela sambil mendekat kan kepalanya ke kepala Arga.
" hm"
" maaf kalo saya lancang tapi sumpah saya ngga sengaja dengar. Jadi ini buat otak saya bertanya-tanya." Bela masih bertele-tele sampai Arga gemas sendiri.
" jadi intinya kamu mau Tanya apa." Sabar Arga. Kayak nya Arga harus stok sabar kalo dekat dengan Bela.
Bela terkekeh."sabar pak. Orang sabar dapet jodohnya cantik kaya saya."
Arga hanya memutar bola mata malas. Walau ngga terlihat oleh Bela.
" bapak ada hubungan apa sama bu Ratna." Tanya Bela to the point.
Arga langsung mengerem mendadak karena terkejut dengan pertanyaan Bela.
TUK. Jidat Bela terbentur helm Arga.
" aduhh benjol jidat gue." Meringis Bela sambil mengusap usap jidatnya.
" apa saja yang kamu dengar." Dingin Arga.
" mm.. Bu Ratna bilang ngga mau putus. Tapi suer pak saya ngga bermaksud buat nguping, tadinya saya mau nyusul bapak ke ruang guru eh malah liat bapak sama bu Ratna debat di samping uks."
Tanpa menjawab Arga langsung melajukan motornya lagi. Bela ingin bertanya lagi tapi dia ngga berani, akhirnya mereka saling diam di perjalanan sampai di rumah mewah orang tua Arga.
Tiba di rumah mewah orang tua Arga, Bela langsung di buat takjub. Matanya yang bulat tambah bulat dan mulut ternganga melihat kemewahan rumah calon mimer.
Mereka langsung turun dari motor. Bela masih terkagum kagum dengan keindahan di sekitar, Arga sendiri langsung masuk begitu saja tanpa mengajak Bela yang masih terpana pemandangan indah di luar.
Bastian yang memang akan keluar rumah di buat terkejut dengan datangnya Bela di rumah pakde budhe nya.
" Bang kok Bela nya ngga di ajak masuk." Tegur Bastian. Arga hanya lewat aja tanpa menghiraukan ucapan Bastian.
Bastian kesal. " ck calon tunangan ngga guna. Kalo bisa gantiin posisi lo, tanpa basa basi langsung gue ambil posisi lo." Gerutu bastian dan langsung menghampiri Bela yang sudah clingak clinguk nyariin Arga.
" Halo Bel." Sapa ramah Bastian.
" wahh syukur gue ketemu lo, gua tadi ke sini sama pak Arga eh tau tau orang nya malah ngilang." Lega Bela.
Bastian hanya tersenyum tipis. " yaudah yuk masuk." Dengan kesempatan dalam kesempitan Bastian langsung gandeng tangan Bela.
Bela tambah terpukau saat masuk ke rumah calon mimer nya.
" bas ini ada petanya ngga sih, gila gede banget ini rumah apa kastil." Bela celingak celinguk menatap hiasan hiasan di rumah ini. " bas lo ngga kesasar di sini?"
Bastian terkekeh dengan tingkah Bela. "ngga bakal kesasar Bel , tenang aja setiap lu jalan pasti ketemu pelayanan."
Mamih yang mendapatkan kabar dari pelayan bahwa calon mantunya sudah datang langsung bergegas turun menemui calon mantu cantiknya.
" ya ampun sayang, sudah dari tadi ya nunggu." Mamih langsung memeluk Bela.
" hehehe ngga kok tan. Baru aja duduk di sofa." Bela tertawa canggung.
" bas abang mu mana, ko Bela sendiri di sini." Tanya mamih.
" di kamar mungkin. Abang ninggalin Bela sendiri di depan untung ada aku." Adu Bastian yang emang kesal dengan sikap abang sepupunya itu.
" ya ampun anak itu. Maaf ya sayang, pasti tadi kamu bingung ya."
" ngga apa-apa kok tante lagian tadi ada Bastian yang nemenin." Cengir Bela
Mereka pun mengobrol ngobrol tentang apa aja pasti di obrolin. Apalagi Bela emang doyan ngomong jadinya nyambung aja apa yang di omongin mamih, Bastian hanya pendengar setia dan dia sampai lupa dengan niatnya yang akan pergi keluar.
Di dalam kamar dengan gaya khas maskulin. Arga baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di pinggang, lalu berdiri di cermin. Terlihat bentuk badan yang seksi dengan perut sixpack, lengan yang berotot, dan ada tato di dada kiri nya.
"Anjir kurang apa gue. Badan udah oke, muka gue juga ganteng. Ko bisa Ratna selingkuh sama aki aki." Gusar Arga.
Arga masih memikirkan Ratna. Sebenarnya dia masih sayang masih cinta tapi juga kecewa dengan kelakuan Ratna.
Arga langsung memakai pakaiannya dan langsung siap untuk tidur karna badan dan otaknya sudah lelah, dia ingin istirahat.