NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Tragedi Kedua

Malam menjelang saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Vincent memasuki sebuah bangunan berlantai dua di kota itu. Sebuah tempat yang menjadi salah satu tempat perayaan pergantian tahun malam ini.

Ya, ini adalah club yang kata Dion adalah tempat dimana Alicia menghabiskan sisa akhir tahun malam ini. Laki-laki itu sengaja datang ke tempat tersebut untuk mencari keberadaan tunangan...eh, salah. Maksudnya mantan tunangan, dan membawanya pulang bersamanya.

Vincent memasuki bangunan tersebut. Kerasnya suara musik DJ, pemandangan para muda-mudi berjoget dan aroma alkohol bercampur parfum langsung menyambut kedatangannya. Vincent tak bergerak dari tempatnya. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari keberadaan sang wanita yang hingga saat ini masih sangat ia cintai. Hingga...

Mata itu membola. Dagu itu terangkat. Tangan itu nampak mengepal menandakan ia tengah menahan amarahnya yang mulai meledak-ledak di dada. Dilihatnya di sana, di sebuah meja. Alicia nampak tengah bermanja. Duduk di pangkuan seorang pria berkacamata dengan sebuah gelas sloki di tangannya. Wanita itu terlihat sangat manja. Ia bergelayut di pangkuan sang pria, sedangkan pria itu nampak merengkuh pinggang Alicia sangat mesra. Keduanya nampak bercanda. Sesekali wajah mereka nampak saling berdekatan seolah tak sabar ingin mencumbu satu sama lain.

Darah Vincent mendidih. Kuurank ajaaar! Berani-beraninya laki laki itu menyentuh wanitanya! Dan Alicia, berani sekali ia melakukan hal demikian setelah belum ada dua hari ia memutuskan pertunangan dengan Vincent yang sudah menjadi kekasihnya selama bertahun-tahun?! Ini tidak bisa dibiarkan! Mereka harus diberi pelajaran.

Dengan dada naik turun, amarah yang menggebu-gebu, Vincent mengayunkan kakinya dengan cepat menuju meja itu. Tanpa aba-aba, diraihnya kesah baju pria berkacamata itu dan langsung memberikan tinjuan tepat di wajah sang pria. Alicia menjerit. Para pengunjung terkejut. Laki-laki itu jatuh terpelanting ke lantai. Kacamata bening yang semula membingkai matanya pun kini terlepas dari tempatnya.

"Vincent?!!" Alicia kaget.

"Bangun lu, anjennk!" ucap Vincent murka sambil kembali meraih merah baju pria itu. Ia kembali memukuli sang pria berkali-kali seolah benar-benar melampiaskan kekesalannya. Laki-laki itu tak berdaya. Sepertinya ia tak mampu membela diri. Ia hanya pasrah menerima perlakuan dari Vincent.

Sedangkan Alicia. Ia nampak panik. Ia mendekati kedua pria itu. Ia menarik lengan jas Vincent, memintanya untuk berhenti.

"Vincent, stop!!" teriak Alicia. Ketiga manusia itu kini menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.

"Tolong!!" teriak Alicia lagi meminta bantuan, namun tak ada satu pun yang mendekat. Mungkin mereka tahu siapa pria yang sedang mengamuk itu. Satu dari segelintir konglomerat di kota ini.

Adegan itu terus berlanjut. Vincent tak terkendali, pria berkacamata itu babak belur, sedangkan Alicia terus mencoba menjauhkan Vincent dari sang pria malang. Hingga akhirnya datanglah security club. Mereka melerai pertengkaran itu dan berhasil menghentikan aksi brutal Vincent.

Alicia kesal. Dengan cepat ia menarik tangan Vincent dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu.

"Ikut aku!! ucapnya kesal. Alicia menarik pria berbadan tegap itu keluar dari ruangan tersebut menuju parkiran.

Plak...! Tamparan keras mendarat di pipi Vincent.

"Apa-apaan kamu?! Ngapain kamu di sini?!" ucap Alicia kesal.

"Aku datang untuk menjemput kamu," jawab Vincent sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

"Ngapain?! Kita udah nggak ada hubungan apa-apa! Kamu nggak perlu cari-cari aku lagi."

"Dan lagi, dari mana kamu tahu aku ada di sini?!" tanya Alicia kesal.

"Aku bisa menemukan kamu kemanapun kamu pergi, Alicia!" ucap Vincent.

"Karena kamu buntutin aku? Iya?!" jawab wanita itu makin murka. Vincent tak menjawab.

"Kamu kenapa, sih? Belum jelas penjelasan aku kemarin? Aku mau kita selesai, Vincent!"

"Atas dasar apa?! Kita sudah berhubungan sejauh ini. Bertahun tahun kita bersama, dan kamu mau putus begitu saja?!" tanya Vincent menggebu-gebu. "Apa yang kamu suka dari pria culun itu? Apa yang lebih baik dari dia dibanding aku, Alicia?!"

Alicia yang marah pun nampak diam sejenak. Menatap penampilan pria itu dari atas sampai bawah.

"Kamu masih tanya?" jawab Alicia. "Dia punya waktu buat aku!"

"Aku bisa memberikan itu kalau memang itu yang kamu mau! Aku mau berubah!"

"Terlambat! Aku sudah bahagia dengan pilihanku sekarang," ucap Alicia. "Kita sudah bukan siapa-siapa lagi, Vincent. Jadi tolong berhenti. Jangan ganggu aku lagi!"

"Kalau memang kamu benar-benar sayang sama aku, harusnya kamu membiarkan aku mencari kebahagiaanku. Bukan menggangguku dengan cara terus menerus mengikuti ku!" ucap Alicia yang kemudian berbalik badan dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Ia lagi-lagi tak memperdulikan Vincent yang terus memanggil namanya.

Sementara itu di tempat terpisah, beberapa jam kemudian.

Di ruang dapur rumah Vincent. Ini sudah masuk tanggal satu bulan Januari. Lantaran jam dua belas malam sudah lewat. Alina menguap. Ini sudah hampir jam dua. Sang majikan sampai sekarang belum juga pulang. Alina menghela nafas panjang. Sebisa mungkin ia berusaha agar tak tertidur. Entahlah, semenjak kejadian itu ia jadi tak nyaman berdekat dekatan dengan sang majikan. Ia tak mau terjadi hal-hal yang tak ia inginkan seperti beberapa hari lalu.

Alina menghela nafas panjang. Gadis cantik itu kemudian mengeluarkan ponselnya, lalu mulai membuka aplikasi drama Cina dan menontonnya sambil menunggu sang majikan pulang. Cukup lama ia menonton drama itu. Tiba-tiba...

Cup...

Alina terlonjak kaget. Sebuah bibir mengecup ceruk lehernya dari belakang. Ia sontak bangun. Ponselnya terjatuh. Ia kemudian berbalik badan untuk melihat siapa manusia kurank ajaar yang tiba-tiba mencium lehernya.

"Tuan?!!" ucap Alina kaget. Ya, itu Vincent. Dia pulang. Dan dia mabuk lagi.

"Kau menungguku?" tanya laki-laki itu. Aroma alkohol tercium dari mulutnya. Matanya merah. Kemeja putihnya sudah berantakan. Jas nya pun sudah hilang entah kemana.

"Tu-Tuan mabuk. Tuan mau istirahat atau saya buatkan sesuatu?" tanya Alina mulai takut. Tolonglah... ia sudah begadang. Sebisa mungkin tak ketiduran dan memilih menunggu di dapur. Berharap jika Vincent pulang mabuk, laki-laki itu tak melihatnya dan langsung menuju kamarnya. Tapi nyatanya, lihatlah...pria itu sudah berdiri di hadapannya. Dan mungkin juga sudah bersiap untuk melakukan hal-hal yang tak Alina sukai lagi.

"Aku butuh kau!" balas Vincent. Laki-laki itu mengeluarkan senyuman smirk nya lalu mengayunkan kakinya mendekati Alina.

"Tuan, Tuan mabuk. Lebih baik sekarang Tuan tidur," ucap Alina sambil bergerak mundur.

"Siapa kau berani memerintahku, hmm?" tanya Vincent. Sepertinya mabuknya malam ini tak separah beberapa hari lalu.

"Kau tahu, wanita yang kucintai pergi meninggalkanku malam ini! Dia pergi bersama laki-laki bodoh yang tak se-level denganku!" ucap Vincent sembari terus berjalan mendekati Alina.

"Harusnya dia menemani aku tidur malam ini! Ke luar negeri! Menghabiskan waktunya denganku!" lanjut Vincent. "Tapi dia bodoh! Dia justru memilih si toolool itu sebagai pacarnya!"

Alina tak menjawab. Ia terus bergerak mundur. Namun tiba-tiba Vincent bergerak cepat, menarik tangannya hingga tubuh ramping itu membentur badan tegap Vincent. Laki-laki itu lantas merengkuh pinggang ramping itu seolah tak mengizinkan sang pembantu jauh-jauh darinya.

"Mau kemana?" tanya Vincent mulai genit.

"Tuan, anda sudah berjanji tidak akan..."

"Sssttt....." Jari telunjuk itu tertempel di bibir Alina. Wanita itu diam seketika. Jantungnya berdebar makin cepat. Akankah kejadian malam itu kembali terjadi.

"Aku tidak suka penolakan! Kau harus menggantikan wanita itu untuk menemani aku tidur! Menurut lah, dan kau akan selamat!" ucap laki-laki itu.

Alina menggelengkan kepalanya. Ia berusaha melepaskan diri. "Tuan, tolong jangan lakukan ini lagi!"

"Diam, sayang! Aku tidak akan menyakitimu!" ucap pria itu sembari mencoba mencumbu wajah Alina. Gadis itu mulai menangis.

"Toloongg...!! To.....Emmm" Alina berteriak sekuat mungkin. Berharap Pak Supri yang berada di kamar belakang mendengar teriakannya. Namun Vincent tak mau tinggal diam. Ia membekap mulut itu, lalu membopong tubuh Alicia dan membawanya menuju ruang tengah. Dan hal yang tak diinginkan itupun akhirnya kembali terjadi. Alina kembali tunduk di bawah kungkungan sang majikan. Ia dirudapaksa untuk yang kedua kalinya.

1
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
Georgia🤑
sebesar apa thor????
Wanita Tanpa Mahkota 👑: 😁😁😁😁🙈
total 1 replies
Georgia🤑
lha dalahhh...
Georgia🤑
parraaahhhh🤣
Desyi Alawiyah
Yakin Dion mau menikahi Alicia? Sepertinya Dion cuma main-main doang deh sama Alicia.. 🤭
Desyi Alawiyah
Nah, bener kan.. Dion bermain api sama Alicia.. 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!