NovelToon NovelToon
DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siska bbt644

Ayahku punya utang 500 juta. Aku dipaksa nikah sama om-om 40 tahun buat lunasin. Malam pertama dia malah tidur di sofa. Ternyata dia simpan foto mantan istri yang mirip aku. Siapa wanita itu? Kenapa dia mati? Dan kenapa om itu takut aku hamil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska bbt644, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: MANTAN ISTRI YANG MIRIP AKU

Udah seminggu jadi Nyonya Arga Pratama, tapi hidupku nggak berubah. Aku tetap Siska si anak kos yang numpang hidup. Bedanya, kos-kosanku sekarang segede istana dan suamiku om-om dingin yang nggak pernah ngajak ngobrol.

Jadwal Tuan Arga gitu-gitu aja. Jam 6 pagi dia udah rapi pake jas, sarapan roti gandum sama kopi hitam tanpa gula, terus berangkat kantor. Pulang jam 9 malem, makan malem sendirian di meja makan sepanjang 6 meter itu, terus masuk kamar dan ngunci pintu. Nggak pernah nanya aku udah makan apa belum. Nggak pernah nanya kabarku gimana.

Aku kayak hantu di rumah ini. Pembantu-pembantunya juga cuma manggil aku "Mbak" doang, bukan "Ibu". Si Mbok Inah yang kepala pelayan paling ketus. Tiap aku minta tolong ambilin nasi, dia cuma jawab "Ambil sendiri, Mbak" sambil pasang muka nggak suka. Seolah-olah mereka tahu aku cuma numpang, bukan istri beneran.

Hari ke-8, aku bosen banget. Rumah segede ini tapi sepi kayak kuburan. Aku coba nonton TV, isinya cuma berita saham yang nggak ngerti. Aku coba masak, dapur terlalu canggih dan semua alatnya berbahasa Inggris. Akhirnya aku mutusin buat beresin gudang di belakang. Siapa tahu nemu sesuatu buat ngusir bosan.

Gudangnya berdebu, penuh kardus-kardus pindahan yang belum dibuka sejak... kayaknya 5 tahun lalu. Ada label "Pindahan Rumah Bogor 2019" di salah satu kardus. Bau apek dan jamur langsung nyerang hidung. Laba-laba gede lari pas aku buka pintu. Tapi aku nekat masuk. Daripada bengong di kamar kayak orang gila, mending nyapu-nyapu.

Di pojok gudang, ada satu kotak kayu jati ukir yang digembok. Gemboknya udah karatan. Kotaknya beda dari yang lain. Kayunya mahal, ukirannya motif bunga mawar. Kayak kotak perhiasan raksasa. Penasaran, aku ambil peniti dari jilbabku dan coba buka. Butuh 10 menit, tanganku sampe lecet, keringet netes, tapi akhirnya... klek! Kebuka.

Isinya... foto-foto. Puluhan foto. Semua foto wanita yang sama. Rambut hitam panjang bergelombang, senyum manis, lesung pipit di pipi kiri. Cantik banget. Dia pose di depan Menara Eiffel pake syal merah, di pantai Bali pake dress putih, di taman bunga tulip Belanda. Ada juga foto dia pake gaun pengantin, gandengan sama... Tuan Arga. Tuan Arga versi 5 tahun lebih muda, rambutnya belum ada uban, tapi senyumnya... lepas banget. Dia ketawa sampe matanya sipit. Beda 180 derajat sama Tuan Arga yang aku kenal sekarang.

Dan yang bikin jantungku mau copot: wajah wanita itu MIRIP BANGET SAMA AKU. Hidungnya mancung tapi nggak terlalu tinggi, bentuk matanya bulat, dagunya lancip. Kalo dia motong rambut jadi pendek sebahu kayak aku sekarang, orang pasti nyangka dia kembaranku. Bedanya umur dia di foto keliatan sekitar 27-28 tahun. Lebih dewasa, lebih anggun. Aura sosialitanya kuat banget.

Tanganku gemetar megang satu foto. Foto dia lagi hamil, perutnya udah gede, sekitar 7 bulanan. Dia elus-elus perutnya sambil senyum ke kamera. Di belakangnya ada tulisan tangan pake spidol biru: "Untuk Alina tercinta, dari suamimu yang selalu mencintaimu. Nunggu dedek bayi. Anniversary ke-3. 12 Mei 2015."

Alina. Jadi ini almarhumah istrinya Tuan Arga. Alina Pratama. Pantesan pembantu-pembantu di sini suka bisik-bisik kalo aku mirip "Ibu Alina". Pantesan Si Mbok Inah selalu liatin aku dari atas sampe bawah dengan tatapan aneh tiap kali aku lewat.

Tapi... kenapa Tuan Arga nikahin aku yang mukanya mirip sama almarhumah istrinya? Kebetulan? Atau... dia sengaja cari pengganti? Merinding aku bayanginnya. Aku berasa kayak boneka yang disuruh mainin peran orang mati. Apa dia nikahin aku cuma buat ngobatin kangennya ke Alina?

Malamnya, aku nggak bisa tidur. Bayangan wajah Alina terus muncul. Apalagi foto dia lagi hamil itu. Jadi Alina meninggal pas hamil? Atau pas melahirkan? Pikiranku kemana-mana. Akhirnya jam 10 malem, pas Tuan Arga baru pulang dan lagi makan, aku nekat turun ke ruang makan. Ini pertama kalinya aku ajak dia ngobrol di luar urusan "Om, garammnya mana?".

"Om..." panggilku pelan dari pintu. Dia nggak noleh. Tetep ngunyah steak-nya sambil baca dokumen di tablet.

"Om Arga," aku coba lagi, lebih kenceng. Baru dia angkat muka. Matanya datar. Dingin. "Apa? Ganggu."

Aku tarik napas panjang. Keringet dingin mulai keluar di kening sama ketek. "Aku... aku tadi beresin gudang. Nemu kotak foto. Fotonya... istrinya Om yang dulu. Alina."

BRAK!

Gelas kristal berisi air putih di tangan Tuan Arga jatuh ke lantai marmer dan pecah berantakan. Mukanya yang biasanya pucat jadi merah padam. Urat di lehernya keluar. Matanya nyalang marah. Untuk pertama kalinya, aku lihat emosi di wajahnya. Dan emosi itu... menakutkan. Kayak singa yang dibangunin paksa.

"DARI MANA KAMU TAU NAMA ITU?!" bentaknya. Suaranya menggelegar sampe piring-piring di meja bergetar. Dia berdiri kenceng sampe kursinya jatuh ke belakang. "SIAPA YANG KASIH TAU KAMU?! MBOK INAH?!"

Aku mundur selangkah, takut. Lututku lemes. "A-aku... aku liat di belakang fotonya. Ada tulisan. Maaf Om, aku nggak sengaja. Aku cuma—"

"DIAM!" Dia gebrak meja kenceng banget sampe sendok garpu loncat. Tanganku reflek nutup telinga. Jantungku mau copot. "DENGER YA, SISKA. ATURAN NOMOR SATU DI RUMAH INI: JANGAN PERNAH, SEKALI LAGI JANGAN PERNAH SEBUT NAMA ALINA! JANGAN BUKA GUDANG ITU LAGI! JANGAN SENTUH BARANG-BARANG DI SANA! KAMU NGERTI?! ITU PRIVASI SAYA!"

Aku angguk cepet, air mata udah netes. Aku nggak nyangka dia bisa semarah ini. Selama seminggu ini dia diem kayak patung batu. Ternyata dia bisa jadi gunung meletus juga. Tatapannya bener-bener mau ngebunuh aku.

Tuan Arga napasnya memburu. Dadanya naik turun. Dia liatin aku dari atas sampe bawah dengan tatapan... benci? Sakit? Terluka? Aku nggak bisa bedain. Campur aduk. Terus dia ngomong dengan suara pelan tapi nusuk banget ke ulu hati, "Kamu... kamu bukan dia. Jangan pernah berlagak kayak kamu kenal dia. Jangan pernah berlagak kayak kamu bisa gantiin dia. Kamu di sini cuma buat lunasin utang 500 juta bapakmu. Titik. Kontraknya jelas. Paham?"

Kata-katanya kayak tamparan seribu kali. Iya, aku tahu aku cuma pelunas utang. Iya, aku tahu aku cuma boneka. Tapi denger langsung dari mulutnya dengan nada sehina itu... sakit banget. Aku ini manusia, bukan kwitansi lunas. Harga diriku kayak diinjek-injek.

"Iya, Om. Maaf," bisikku dengan suara serak. Aku balik badan mau lari ke kamar. Air mata udah nggak bisa dibendung.

Tapi sebelum aku pergi, dia ngomong lagi, lebih pelan, hampir kayak ngomong sama diri sendiri. Nadanya kosong. "Dan satu lagi... jangan pernah kepikiran buat hamil. Jangan pernah minta anak. Aku nggak mau punya anak dari kamu. Nggak akan pernah."

Dunia serasa berhenti muter. Hamil? Anak? Aku aja nggak pernah disentuh, tidur aja kamarnya pisah dikunci, gimana mau hamil? Tapi kenapa dia sampe wanti-wanti kayak gitu? Kenapa dia takut aku hamil? Apa hubungannya sama Alina? Apa Alina... meninggal karena melahirkan? Apa bayinya juga meninggal?

Puluhan pertanyaan muter di kepalaku pas aku lari ke kamar dan ngunci pintu. Malam itu aku nangis sampe ketiduran di lantai, bantal udah basah semua. Aku baru sadar, nikah sama Tuan Arga bukan cuma soal utang 500 juta. Aku masuk ke dalam misteri besar. Misteri tentang wanita bernama Alina yang wajahnya mirip aku, yang mati pas hamil 7 bulan, dan suamiku yang trauma berat sampe melarangku buat hamil.

Dan firasatku bilang, rahasia kematian Alina 5 tahun lalu... adalah kunci buat aku keluar dari neraka ini. Atau... buat aku masuk lebih dalam ke neraka yang lebih panas. Aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi.

1
Erniati Filiang
apaan sih ceritanya kok lama banget
Siska bbt644: Aduh Kak Erniati maaf banget bikin nunggu lama 😭🙏
Maya janji gak ngaret lagi. Bab 4 udah maya tulis,
malam ini jam 8 Maya up langsung.
Rahasia Kamar 301 dibongkar semua di bab 4 Kak.
Jangan kabur ya Kak, makasih udah setia baca ❤️
total 1 replies
Bundanya Rayfin
harusnya jgn terlalu lancang siska
Siska bbt644: Iya Bun 😭Maya emang keceplosan karena panik.
Doain ya Bun biar Maya gak lancang lagi di bab depan.
Makasih udah sayang sama Maya ❤️ Sehat2 Bunda & Rayfin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!