NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

.

.

.

Siang itu terasa lebih panas dari biasanya.

Matahari menggantung tinggi di atas kota Vincent, menyinari jalanan yang dipenuhi kereta kuda dan orang-orang yang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing.

Namun bagi Bella—

Hari itu terasa jauh lebih berat daripada sekadar cuaca.

Percakapannya dengan Clara pagi tadi masih terus berputar di pikirannya.

Setiap kalimat.

Setiap jeda.

Setiap cerita yang terdengar seperti peringatan terselubung.

Demon Duke.

Julukan itu terus muncul, seolah menempel di benaknya dan menolak pergi.

Bella tidak menyukai cara julukan itu terdengar.

Terlalu berlebihan.

Terlalu dramatis.

Dan entah kenapa… terasa tidak sepenuhnya adil.

Ia menatap keluar jendela kereta, memperhatikan orang-orang yang berjalan di trotoar.

Beberapa terlihat tertawa.

Beberapa terlihat terburu-buru.

Beberapa bahkan terlihat tidak peduli pada dunia di sekitar mereka.

Semuanya terasa biasa.

Normal.

Berbeda jauh dari cerita-cerita gelap yang baru saja ia dengar.

Kereta berhenti pelan di depan sebuah toko buku kecil di sudut jalan.

Bella turun tanpa banyak berpikir.

Tempat ini selalu menjadi salah satu lokasi favoritnya ketika ingin menenangkan pikiran.

Aroma kertas dan tinta selalu memberinya perasaan nyaman.

Seolah dunia di dalam buku… lebih mudah dipahami daripada dunia nyata.

Bel berbunyi pelan saat ia membuka pintu.

Pemilik toko, seorang pria tua dengan rambut memutih, mengangkat kepalanya dan tersenyum ramah.

“Nona Winston. Sudah lama tidak berkunjung.”

Bella tersenyum kecil.

“Beberapa hari terakhir cukup sibuk.”

Pria itu mengangguk seolah mengerti.

“Buku baru selalu menunggu pembacanya.”

Bella berjalan perlahan di antara rak-rak kayu yang tinggi.

Jarinya menyusuri punggung buku satu per satu.

Ia sebenarnya tidak benar-benar mencari buku.

Ia hanya… ingin berpikir.

Namun pikirannya tetap kembali ke arah yang sama.

Melvin Blastorios.

Seberapa banyak yang sebenarnya ia ketahui tentang pria itu?

Hampir tidak ada.

Ia hanya tahu apa yang ia lihat sendiri.

Dan sekarang—

Apa yang ia dengar dari orang lain.

Bella berhenti di sebuah rak dekat jendela.

Di sana berdiri seorang wanita yang ia kenal cukup baik.

Elena.

Sepupu jauh dari keluarga ibunya.

Hubungan mereka tidak terlalu dekat, tapi cukup sering bertemu dalam acara keluarga besar.

“Elena?” sapa Bella pelan.

Wanita itu menoleh.

Ekspresinya tampak terkejut, tapi segera berubah menjadi senyum sopan.

“Bella. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini.”

“Aku juga.”

Mereka berbincang ringan selama beberapa menit.

Tentang keluarga.

Tentang acara sosial.

Tentang hal-hal biasa yang terdengar aman.

Sampai—

Elena menatap Bella sedikit lebih lama.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya tiba-tiba.

Bella mengangguk kecil.

“Tentu.”

Elena terlihat ragu.

“Aku mendengar… beberapa hal akhir-akhir ini.”

Bella menahan senyum tipis.

Tentu saja.

Ia sudah tidak terkejut lagi.

“Orang-orang memang suka berbicara.”

Elena terlihat tidak nyaman.

“Aku hanya… berharap kau berhati-hati.”

“Hati-hati?”

Elena menurunkan suaranya.

“Dengan Duke Rostown.”

Bella tidak langsung menjawab.

Ia memiringkan kepala sedikit.

“Semua orang tampaknya sangat khawatir tentang itu.”

Elena menatap sekeliling sebentar sebelum melanjutkan.

“Kau tahu cerita tentang keluarga Arden?”

Bella menggeleng pelan.

“Mereka dulu cukup berpengaruh,” kata Elena.

“Memiliki banyak koneksi bisnis.”

“Lalu… tiba-tiba semuanya runtuh.”

Bella menunggu.

“Beberapa orang bilang… itu karena mereka mencoba menipu Duke Blastorios dalam kerja sama perdagangan.”

Bella menatapnya.

“Dan?”

Elena menarik napas pelan.

“Tidak ada yang bisa membuktikan apa pun.”

“Tapi dalam waktu kurang dari satu tahun… mereka kehilangan hampir segalanya.”

Bella terdiam.

Cerita lain.

Versi lain.

Dan semuanya terdengar… sama.

Dingin.

Efisien.

Tanpa ampun.

“Ada juga rumor tentang seorang bangsawan muda yang mencoba menjatuhkan reputasinya,” lanjut Elena.

“Tidak lama kemudian… skandal lama bangsawan itu tiba-tiba tersebar luas.”

Bella menghela napas pelan.

“Rumor selalu terdengar lebih dramatis daripada kenyataan.”

Elena menatapnya tajam.

“Tidak semua rumor muncul tanpa alasan.”

Bella tidak langsung membalas.

Ia hanya menatap rak buku di depannya.

Judul-judul yang rapi tersusun terasa seperti dunia yang jauh dari semua intrik ini.

“Kau pernah berbicara dengannya?” tanya Elena tiba-tiba.

Bella mengangguk kecil.

“Beberapa kali.”

Ekspresi Elena berubah.

“Dan kau tidak merasa takut?”

Pertanyaan itu…

Langsung mengenai sesuatu di dalam dirinya.

Takut?

Bella memikirkan kembali kejadian di jalan kemarin.

Tatapan dingin itu.

Nada suara tanpa emosi itu.

Keputusan yang terasa mutlak.

Ia memang merasa takut.

Sedikit.

Tapi—

“Aku tidak merasa dia orang yang kejam tanpa alasan,” jawab Bella pelan.

Elena tampak tidak sepenuhnya setuju.

“Orang seperti dia tidak perlu alasan.”

Kalimat itu terdengar terlalu tegas.

Terlalu yakin.

Dan entah kenapa—

Bella tidak menyukainya.

“Mungkin,” katanya pelan.

“Tapi aku tidak percaya seseorang bisa bertahan lama hanya dengan mengandalkan ketakutan.”

Elena menatapnya beberapa detik.

Lalu tersenyum kecil.

“Kau selalu melihat sisi baik orang lain.”

Bella tertawa pelan.

“Itu tidak selalu hal buruk.”

Elena mengangguk.

“Mungkin tidak.”

“Tapi dunia kita… tidak selalu sebaik yang kita harapkan.”

Percakapan mereka berakhir tidak lama setelah itu.

Elena harus kembali ke rumah keluarganya.

Bella memutuskan tetap berada di toko buku lebih lama.

Ia memilih sebuah buku secara acak dan duduk di kursi dekat jendela.

Namun ia tidak benar-benar membaca.

Pikirannya terlalu penuh.

Terlalu banyak versi cerita.

Terlalu banyak peringatan.

Kejam.

Licik.

Tanpa ampun.

Kata-kata itu terdengar terlalu ekstrem.

Terlalu kontras dengan pria yang ia temui secara langsung.

Melvin memang misterius.

Terkadang sulit ditebak.

Kadang terlalu tenang untuk situasi tertentu.

Tapi—

Ia tidak pernah bersikap kasar padanya.

Tidak pernah memaksanya.

Tidak pernah membuatnya merasa direndahkan.

Justru…

Ia sering berbicara seolah menghargai pikirannya.

Seolah percakapan mereka… penting.

Bella menutup bukunya pelan.

Satu pertanyaan muncul di benaknya.

Apakah mungkin—

Seseorang bisa menjadi dua hal sekaligus?

Dingin bagi dunia.

Tapi berbeda… untuk orang tertentu.

Bella tidak tahu jawabannya.

Yang ia tahu—

Semakin banyak ia mendengar tentang Melvin Blastorios,

Semakin sulit baginya untuk memutuskan apa yang harus ia percayai.

Cerita orang lain.

Atau pengalaman pribadinya sendiri.

Ia menatap ke luar jendela.

Angin siang menggerakkan tirai tipis di dekatnya.

Cahaya matahari masuk dengan lembut.

Dan untuk sesaat—

Ia merasa berada di antara dua dunia.

Dunia yang penuh rumor.

Dan dunia yang ia lihat dengan matanya sendiri.

Bella menarik napas pelan.

Mungkin…

Ia belum benar-benar mengenal pria itu.

Tapi satu hal mulai terasa jelas—

Rasa penasarannya belum mereda.

Justru semakin dalam.

Dan mungkin—

Tanpa ia sadari—

Ia sudah mulai mempercayai versinya sendiri.

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!