NovelToon NovelToon
JIWA YANG TERTUKAR

JIWA YANG TERTUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: enny76

Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas

Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.

Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.

Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis bar-bar

Clara melangkah masuk kedalam kampus dengan perasaan campur aduk, kini, dunianya telah di rengut oleh ibu tiri dan adiknya. Ia berjalan sambil menahan tangisannya yang hampir meledak.

Wanita berparas cantik ini masuk kedalam kelas dengan wajah tertunduk. Ia duduk di tempatnya tanpa menoleh. Ia masih memikirkan nasib pak Johan yang mendapatkan pukulan dari tiga orang anak buah Ronald.

"Clara..." Panggil seorang pria di belakang punggungnya. Wanita itu hanya diam tanpa menoleh.

Tak lama kemudian masuk dosen kedalam kelas, Clara tidak fokus dengan pelajarannya, sebab di hantui perasaan takut. Tanpa sadar ia berdiri dan meminta izin untuk ke toilet.

Clara keluar dari kelas dengan langkah cepat, di dalam toilet ia menangis. Suaranya tercekat menahan tangisan, sebab takut terdengar oleh anak-anak kampus.

Dadanya begitu sesak, ia menangis sesenggukan. Tanpa sadar sudah 20 menit ia di dalam toilet. Clara membasuh wajahnya yang dan memoles bedak padat di permukaan kulitnya yang putih mulus.

Ia keluar dari toilet, tiba-tiba di kejutkan oleh Erik di depan toilet.

"Clara! Ada apa dengan mu? Kenapa aku panggil Kamu hanya diam saja?"

Clara terdiam dengan wajah tertunduk.

"Hey kenapa wajah mu? Kamu menangis? Pantas saja begitu lama di toilet."

"Erik, tidak usah banyak tanya. Mulai sekarang kita tidak usah saling sapa atau bicara.'

Alis Erik mengeryit "Apa maksud mu Clara? Apa aku punya salah padamu?"

"Kamu tidak bersalah apapun, aku hanya tidak ingin terganggunya dengan sikap mu."

"Hey! Kita ini teman akrab sejak dulu. Kenapa kamu jadi berubah?

"Maafkan aku Erik, aku hanya tidak mau kamu mendapatkan masalah. Om Ronald selalu menempatkan anak buahnya dimanapun. Aku tidak mau kamu di pukuli seperti pak Johan." ucap Clara dalam hati.

"Clara...' katakan pada ku, apa yang bisa aku bantu."

Clara menggeleng cepat, lalu melangkah pergi.

Sementara di tempat lain. Rania masih memikirkan percakapannya dengan Professor Cipto tadi malam. Pria paruh baya berusia 60 tahun ini sudah resign dari kampus tiga tahun lalu. Professor Cipto selalu di anggap aneh oleh murid-muridnya. Bahkan sudah dianggap sinting dengan penemuan-penemuannya yang tidak masuk akal. namun, berbeda dengan Rania yang mengaggap sang profesor sangat Jenius.

Rania masih teringat penemuan Professor Cipto tentang pertukaran jiwa. Ia sangat penasaran dan ingin mencobanya. Tatapan kosong dan pikiran yang tidak fokus membuat wanita itu mendapatkan teguran keras dari sang Dosen.

"Rania! Kalau kamu tidak suka dengan jam pelajaran saya, lebih baik keluar! Seru sang dosen killer marah.

Rania terkejut dan menatap sang dosen yang sudah berdiri di depannya. "Mana tulisan mu, buku ini kosong. Jadi dari tadi kamu tidak mengikuti pelajaran saya?" bentak sang dosen dengan tatapan tajam.

"Ma-af pak, saya__"

"BRAKK! sang dosen membanting buku pelajaran Rania keatas meja. "Sekarang keluar! Mulai sekarang, kamu tidak usah lagi ikuti jam pelajaran saya!"

"Pak! Nggak bisa begitu dong, masa saya cuma lagi bengong tidak boleh ikuti pelajaran bapak lagi. Ini nggak adil!" protes wanita berusia 21 tahun tersebut.

"Kamu tidak pernah fokus ikuti pelajaran saya, dan satu-satunya perempuan di kampus ini yang selalu membantah!"

"Kan saya cuma bengong, mikirin Ayam tetangga saya mati kejepit pintu."

Semua mahasiswa yang mendengar celotehan Rania langsung terbahak.

"Kamu ini, bisa-bisanya mikirin Ayam tetangga di jam pelajaran ku!" tukas dosen kesal.

Rania mengerucutkan bibirnya "Kan saya sudah minta maaf pak, please jangan keluarkan saya dari jam pelajaran bapak ya?" rayu Rania dengan mimik muka memelas.

"Saya janji akan fokus dan tidak mengulangi kesalahan lagi."

"Kalau begitu kamu saya hukum!"

"Siap pak! saya terima hukuman bapak!'

"Kamu berjemur di lapangan sampai jam pelajaran saya selesai.'

"What?! Saya berjemur di lapangan pak?! Aduh pak, pastikan panas dan kulit saya yang putih ini nanti gosong. jangan berjemur ya.. ganti nyapu lantai ajah.. Hehehe.." ucap Rania sambil menggaruk tengkuknya.

"Tidak bisa! Kamu mau ikut pelajaran saya lagi atau tidak selamanya."

"Ba-ba-ik pak!" sahut Rania mengalah. Ia memilih di hukum daripada di DO oleh dosen killer.

Rania keluar dari ruangan kelas dan berdiri di lapangan. Terik matahari siang itu begitu menyengat membuat wajahnya memerah. Semua anak-anak kampus menatap dengan heran. Mereka sangat tahu siapa itu Rania? Wanita pemberani yang di segani, pola tingkahnya yang bar-bar dan ceplas-ceplos memiliki banyak teman pria.

"Dasar wanita bar-bar!" tukas Meta, wanita yang selalu cari masalah dengan Rania.

Satu jam kemudian, bel berbunyi. Itu tandanya jam pelajaran dosen killer sudah selesai. Rania berlari kearah kantin dan memesan segelas juice strawberry.

"Ehhh.. Ada ayam kampus disini, apa kabar om-om semalam yang ngajak tidur.' tukas Metta, ia datang bersama tiga orang genk nya dan duduk di kursi tak jauh dari Rania duduk.

Rania sangat tahu mereka sedang menyindir nya. Ia tersenyum samar sambil mengaduk-aduk juice dengan sedotan.

"Berapa bayaran ayam kampus satu malam ya?" sindir yang lainnya.

"Pasti dosen killer melihat dia satu mobil sama om-om, makanya langsung di hukum."

Suara gelak tawa menggema di ruangan kantin. Rania berdiri sambil membawa satu gelas juice yang baru ia sedot sedikit, ketempat duduk mereka.

"Hey! Pasti kalian sedang membully aku ya?" tukas Rania tanpa basa-basi.

Seketika semuanya terdiam, tetapi Metta malah menatap Rania dengan tatapan meremehkan.

"Memang nya kenapa kalau iya!" Metta terkekeh "Orang miskin yang mengandalkan beasiswa di kampus ini, pasti sangat kesulitan uang. Sampai menjual diri dengan om-om di jalan!"

"BYUURR!!!!

Rania melempar air juice ke wajah Metta. Wanita itu terkejut sambil terpekik. Bola matanya melotot dan wajahnya memerah.

"Rania! Kurang ajar kau!"

"Makanya jangan asal tuduh kalau tidak ada bukti!"

"Dasar wanita murahan, berani Kamu padaku! Akan aku adukan pada papa ku. Agar kamu di usir dari kampus ini!"

"Kamu pikir aku takut pada mu!" Rania meraih soft drink diatas meja Metta dan menuangkan kembali keatas kepala wanita sombong itu.

"Raniaaaa...!" teriak Metta, ia juga meraih gelas di atas meja dan melempar kearah Rania, tetapi wanita itu cepat menghindar.

Ketiga teman Metta langsung berdiri dan mundur, melihat pertengkaran mulut Rania dan Metta.

"PLAKK!" sebuah tamparan keras mendarat di wajah Metta. "Lain kali jaga mulut loh!

Metta menjerit sambil terisak, ia tidak menyangka salah memilih lawan. Ia pikir Rania tidak akan berani melawan dirinya yang notabene salah satu donatur di kampusnya.

Rania menatap ketiga teman Metta. "Apa kalian lihat-lihat! Mau aku tampar juga."

"Ehh.. enggak kok.." ucap ketiganya dan langsung berlari meninggalkan kantin.

"Tunggu! kenapa kalian ninggalin aku!" seru Metta. Wanita itu ikut mengejar teman-temannya.

"Rania....!"

Rania menoleh dan melihat ketiga sahabatnya, Varel, Martin dan Roy mendekat kearahnya. Mereka berbincang di kantin sambil menikmati kopi dan cemilan.

Tolong bantu like setelah membaca, berikan VOTE GIFT sebagai penyemangat bunda. berikan RATE BINTANG 5 dan komentar kalian 🥰 🥰.

💜💜💜💜

1
Foeah
Lanjut bubda up nya
Terima kasih
Foeah
Masih menikmati alurnya 😘
Irma Juniarti
lanjut semangat lagi bunda 💪💪💪
Irma Juniarti
ok bunda👍
Irma Juniarti
di kira Clara sekarang penakut dengan ancamanmu.
Irma Juniarti
kasihan Anne,emang kurang ajar si Ratih ini,perlu di basmi.
Irma Juniarti
wajar binggung lah yg di dlm raganya Rania jiwanya Clara.
Dahlia Kartono
bunda cantik up nya bnykan doonkk🤭🙏💛
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Ratih pengen dihajar Clara lagi sepertinya 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin fisik sama tapi kelakuan/sifat berbeda , Rania Clara 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rania Clara kembar apa kaka adik ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut bunda 💪💪💪
LANY SUSANA
tiap hr up donk bun.... jgn bolong2🤣bolong2
lg seru soalnya 🤣🤣😍
Bunda Enny novelis: siap kak 🤗
total 1 replies
Irma Juniarti
lanjut lagi bunda 💪💪
Irma Juniarti
gimana mau ikut lah si Rania als Clara orangnya peminim dan lemah lembut,gak bisa tekwondo.
Irma Juniarti
memang bukan cuma raganya aja itu.
Irma Juniarti
ngeles aja,kalah bilang aja bosss🤪
Irma Juniarti
namanya mukzizat
Irma Juniarti
setuju,gak sabar melihat mereka terlempar dari rumah itu.semangat rania💪💪💪💪
Irma Juniarti
yg kalian ketawakan itu si Ronald tau,rasakan mampus aja kalian di buat Rania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!