NovelToon NovelToon
Run Lady Run

Run Lady Run

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Ia melangkah satu langkah maju, membuat Sybilla instingtif mundur hingga punggungnya menempel pada dinding.

"Tapi," lanjut Cyprian, matanya menyipit sedikit saat menatap gaun tidur Sybilla yang masih berantakan, "bagaimana kau akan menjelaskan perilakumu ini? Berlarian di koridor istana dengan pakaian seperti ini, seolah-olah kau lupa tata krama yang telah diajarkan padamu selama sepuluh tahun terakhir?"

Nada suaranya tenang, namun setiap katanya menghujam seperti pisau, mengingatkan Sybilla (dan Christina) akan betapa besarnya kesalahan yang baru saja ia lakukan di mata dunia bangsawan yang kaku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Lord Devil

Gerbang Skyrosia terbuka dengan derit yang menyayat hati, namun tidak ada sorak-sorai kemenangan. Cyprian melangkah masuk ke aula utama dengan zirah yang retak dan jubah yang hangus terbakar. Langkahnya berat, menyeret pedang Adamant-nya yang kini tak lagi bersinar.

Seluruh pelayan dan prajurit menunduk dalam keheningan yang mencekik. Mereka mencari sosok Duchess yang seharusnya berada di samping sang Duke, namun yang mereka lihat hanyalah seorang pria yang tampak telah kehilangan jiwanya di medan perang langit.

"Duke... di mana Duchess?" bisik seorang pelayan tua dengan suara gemetar.

Cyprian tidak menjawab. Ia tidak menoleh. Ia terus berjalan menembus aula utama, melewati kamar tidur Sybilla yang kini terasa seperti kuburan vanila, dan berhenti di depan sebuah dinding batu di ujung sayap barat istana.

Dengan satu tetesan darah dari telapak tangannya yang terluka, dinding itu bergeser, menyingkap tangga spiral menuju Perpustakaan Rahasia. Ruangan ini lembap, hanya diterangi oleh pendar biru dari lumut-lumut sihir yang merambat di rak-rak tua.

Cyprian melangkah menuju sebuah peti kayu hitam yang terkunci dengan rantai besi dingin. Ia teringat saat ia masih berusia sepuluh tahun, menyelinap ke Menara Penyihir Agung dan menemukan sesuatu yang seharusnya dimusnahkan oleh sejarah. Saat itu, ia hanya seorang bocah yang penasaran. Sekarang, ia adalah pria yang putus asa.

Krak!

Rantai itu putus. Cyprian mengeluarkan sebuah buku tebal yang sampulnya terbuat dari kulit makhluk yang sudah punah, dengan simbol mata satu yang seolah berkedip saat disentuh.

Ritual Penyegelan Dewa: "The Fallen Divinity"

Cyprian duduk di lantai yang dingin, mengabaikan luka-lukanya yang mulai membeku. Jemarinya yang gemetar membuka halaman demi halaman yang dipenuhi oleh aksara kuno yang berbisik di dalam kepalanya.

Hingga akhirnya, ia berhenti pada sebuah ilustrasi: Seorang dewi yang ditarik turun dari awan oleh ribuan rantai hitam, sayap cahayanya rontok satu per satu saat ia dipaksa menginjak tanah fana.

"Liber Exilio: Segel Pemutus Keabadian."

Buku itu menjelaskan cara mengubah seorang entitas langit kembali menjadi daging dan darah manusia. Namun harganya sangat mengerikan: Sang perapal harus menyerahkan kemurnian jiwanya dan menjadi bagian dari Legiun Iblis—makhluk yang selamanya diburu oleh cahaya.

"Kau ingin menjadi Goddess yang tidak mengenalku, Elysianne?" bisik Cyprian, suaranya parau namun penuh tekad yang gelap. "Maka aku akan menyeretmu turun ke tanah ini. Aku akan mematahkan sayapmu dan mengurungmu kembali di pelukanku, meski aku harus menjadi monster yang paling kau benci."

Saat Cyprian merapalkan baris pertama dari mantra terlarang itu, bayangan di ruangan itu mulai memanjang dan merayap ke arahnya. Matanya yang emas perlahan berubah menjadi merah redup, pendar yang sama dengan mata Erebus sebelum ia kalah.

Ia tidak lagi peduli pada kehormatan Skyrosia. Ia tidak lagi peduli pada takhta. Di bawah rembulan yang mulai tertutup awan hitam, Cyprian Skyrosia telah mati, dan seorang Lord Demon baru sedang lahir dari rahim dendam dan cinta yang terobsesi.

Gelombang merah keunguan merayap di dinding-dinding batu Perpustakaan Rahasia, menelan pendar biru lumut sihir hingga menyisakan kegelapan yang pekat dan menyesakkan. Di tengah lingkaran cahaya darah yang menyala di lantai, Cyprian berdiri tegak. Buku terlarang itu terbuka di depannya, lembaran-lembarannya bergetar seolah haus akan pengorbanan.

Cyprian menatap pergelangan tangannya sendiri. Tidak ada keraguan di mata emasnya yang kini meredup. Ia menghunus belati kecil yang terbuat dari tulang naga, lalu menggoreskan luka dalam di nadinya.

Srat!

Darah merah segar mengucur deras, jatuh tepat di atas simbol mata satu di permukaan buku itu. Kegelapan di ruangan itu seolah mendesis kegirangan, melahap setiap tetes darah sang Duke.

Saat darah Cyprian menyatu dengan sihir purba, tubuhnya mulai bergetar hebat. Rasa sakit yang tak terbayangkan menghantam setiap sarafnya, seolah tulang-tulangnya sedang dipatahkan dan disusun kembali.

Rambut putih salju yang menjadi ciri khas garis keturunan Skyrosia perlahan menggelap, berubah menjadi sehitam jelaga malam yang pekat, kontras dengan kulitnya yang kian pucat.

Mata emas yang dulu penuh kehangatan saat menatap Sybilla kini menyala dengan pendar merah ruby yang dingin dan kejam. Warna yang sama dengan mata Erebus sebelum kejatuhannya.

Dari punggungnya yang terluka, terdengar suara robekan daging yang mengerikan. Sepasang Sayap Iblis raksasa berbulu hitam legam tumbuh dengan paksa, membentang luas hingga memenuhi ruangan perpustakaan, memancarkan aura kegelapan yang pekat.

Tubuh Cyprian yang belum sepenuhnya siap menerima kekuatan iblis murni itu limbung. Lututnya gemetar, namun ia menolak untuk jatuh. Ia mencengkeram tepi meja batu hingga hancur, memaksakan dirinya untuk tetap berdiri tegak di tengah badai energi gelap yang mengamuk.

"Aku... tidak akan... menyerah!" geram Cyprian, suaranya kini berat dan bergema dengan nada-nada mengerikan dari alam bawah.

Tiba-tiba, dari kegelapan yang paling dalam, muncul secuil pendar merah terang yang murni. Sisa-sisa esensi Essence Erebus yang tertinggal di bumi. Pendar itu melesat cepat, menembus perisai sihir Cyprian dan masuk tepat ke dalam jantungnya.

Deg!

Cyprian tersentak. Rasa dingin yang membekukan menyebar dari jantungnya ke seluruh aliran darahnya. Di bawah kulitnya yang pucat, terlihat vena-vena yang tadinya merah perlahan berubah warna.

Secara ajaib, seluruh darah merah di dalam tubuh Cyprian berubah menjadi Darah Putih yang kental dan bersinar redup. Ini adalah tanda Kutukan Dewa yang Terbuang—ikatan abadi yang membuatnya tidak bisa lagi mati sebagai manusia, namun juga tidak akan pernah diterima di langit. Ia kini adalah entitas yang berdiri di antara dua dunia, Lord Demon pertama yang memiliki darah suci yang terkutuk.

Cyprian mendongak, menatap ke arah langit malam menembus atap menara. Sayap hitamnya perlahan terlipat di punggungnya yang kini tegap dan beraura tajam. Rambut hitamnya menutupi sebagian wajahnya yang dingin.

"Tunggu aku, Goddess," bisik Cyprian, suaranya kini seperti desiran angin malam yang membawa maut. "Aku telah menjadi monster yang kau benci, demi bisa menyeretmu kembali ke pelukanku."

Di kejauhan, di atas awan, Elysianne tiba-tiba merasakan denyut aneh di jantung dewinya, sebuah rasa sakit yang tajam namun familiar yang tidak seharusnya dirasakan oleh seorang entitas tanpa memori.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!