NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Bayi Bayi Gaib

Menjadi Ibu Susu Bayi Bayi Gaib

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Ibu susu / Tamat
Popularitas:416.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arias Binerkah

Widowati perempuan cantik yang baru saja melahirkan bayinya yang mati. Langsung dicerai oleh Aditya suaminya, karena dianggap tidak bisa menjaga bayi yang sudah dinanti nantinya.

Widowati akhirnya memilih hidup mandiri dengan mengontrak rumah kecil di pinggir sungai, yang konon kabar beritanya banyak makluk makluk gaib di sepanjang sungai itu.

Di suatu hari, di rumah kontrakannya didapati dua bayi merah. Bayi Bayi itu ukuran nya lebih besar dari bayi bayi normal. Bulu bulu di tubuh bayi bayi itu pun lebih lebat dari bayi bayi pada umumnya.

Dan yang lebih mengherankan bayi bayi itu kadang kadang menghilang tidak kasat mata.

Bayi bayi siapa itu? Apakah bayi bayi itu akan membantu Widowati atau menambah masalah Widowati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7.

“Apa Mbah Surti ya? Pembantu Bu Kadus. Maaf saya kemarin dari tempat Mbak Wiwid kan langsung mengabari Bu Yandu, kalau sudah ada bayi bayi yang membutuhkan Asi Mbak Wiwid..”

“Terus Bu Yandu bertanya siapa bayi bayi itu. Saya ya terus terang mengatakan bayi bayi misterius yang tiba tiba ada di rumah Mbak Wiwid. Mungkin berita itu sudah menyebar di dusun Argo Pura, Mbak.. komplek di sini kan pos Yandu ikut di dusun Argo Pura..” ucap Bu Edi lagi sambil menatap wajah Widowati yang tampak semakin bingung dan takut jika bayi bayi nya akan diambil alih oleh orang lain.

Ikatan hati dengan kedua bayi itu. Membuat Widowati ada rasa trauma untuk kehilangan lagi bayi yang sudah dia miliki. Meskipun selalu menyadarkan pada dirinya sendiri, jika manusia hanya sebatas dititipi. Allah lah pemilik sesungguhnya segala ciptaan di alam semesta ini.

“Rambut Mbah Surti itu panjang hitam lebat Bu?” tanya Widowati sambil menatap tajam Bu Edi, butuh suatu kejelasan.

“Panjang tapi tidak hitam Mbak juga digelung. Apa karena malam jadi terlihat hitam karena gelap dan karena cepat cepat jalan gelungannya lepas.. Maaf saya juga hanya menduga duga saja Mbak.. “ ucap Bu Edi

“Ya sudah Bu, saya pamit mau memandikan anak anak. Air keburu dingin Bu...” ucap Widowati sambil mempererat pelukan pada Elang dan Elin yang mulai terbuka kedua matanya dan bergerak gerak tangan dan kaki kakinya.

“Ooo ya, kata Bu Yandu, Mbak Wiwid disuruh datang ke pos Yandu untuk ikut imunisasi dan juga mengecek kembang tubuh bayi bayi ini..” ucap Bu Edi sebelum Widowati melangkah pergi.

“Baik Bu, di mana tempatnya ya?” tanya Widowati belum jadi beranjak pergi.

“Di rumah Bu Yandu itu Mbak, nanti saya kirim nomor hand phone Bu Yandu ya.. Dan rumah Bu Yandu dekat rumah Bu Kadus Warman itu. Sudah mantan Kadus, tapi orang orang masih sering bilang Bu Kadus.”

“Nanti Mbak Wiwid malah bisa melihat Mbah Surti. Dia sering datang di pos Yandu membantu bersih bersih. Wong sekarang dia sudah tidak full kerja di rumah Bu Kadus . Sejak Bu Kadus dan Pak Kadus tidak ada di rumah itu.” Ucap Bu Edi lagi.

“Ke mana mereka Bu?” tanya Widowati lagi.

“Kalau cerita nya panjang Mbak. Pak Kadus masuk penjara dan Bu Kadus disandera di lereng gunung Merapi..” ucap Bu Edi

“Saya juga tidak tahu persis nya Mbak. Coba saja nanti kalau di Pos Yandu tanya tanya Mbah Surti. Mbak Wiwid juga bisa lihat yang tadi datang itu Mbah Surti atau bukan. Kalau ke pos Yandu saya antar Mbak. Pakai motor saya..” ucap Bu Edi lagi sambil menatap Widowati dan bayi bayi itu. Bu Edi paham pasti Widowati sangat kesulitan naik motor dengan membawa dua bayi.

“Baik Bu Edi, terima kasih ya..” ucap Widowati dan segera pamit lagi.

Di lubuk hati Widowati sangat bersyukur mendapat tetangga Bu Edi, perempuan setengah baya yang begitu perhatian pada dirinya. Karena sudah sejak lama dia kehilangan figur seorang Ibu yang perhatian sejak Ibu Kandung nya meninggal.

Di saat Widowati baru saja membalikkan tubuhnya. Dia melihat ada sebuah motor yang lewat di depan rumah Bu Edi. Motor matic yang dikendarai oleh orang yang sudah tidak lagi asing oleh dirinya..

“Mbak Retno!” ucap Widowati agak keras.

“Ooo itu Bu Retno sudah ke sini. Pasti berita Mbak Wiwid mendapat bayi sudah tersebar di dusun Argo Pura, Mbak..” ucap Bu Edi yang masih berdiri di depan pintu.

“Iya Bu..” ucap Widowati sambil cepat cepat melangkah menuju ke rumah kontrakannya.

Widowati melangkah tergopoh gopoh menuju ke rumahnya. Tampak Retno sudah menghentikan motornya. Dan menoleh ke arah Widowati.

“Jadi berita yang tersebar itu benar Wid? Kamu mendapatkan dua bayi misterius?” tanya Retno sambil menatap dua bayi yang ada di dalam gendongan Widowati.

“Iya Mbak. Aku sangat sayang pada anak anak ini. Tapi tadi malam ada perempuan misterius masuk ke halaman aku takut dia akan mengambil anak anak ini.” Ucap Widowati sambil mendekati Retno yang sudah turun dari motor.

Retno tampak memperhatikan wajah dua bayi yang sudah terbangun dari tidurnya..

“Wid, aku yakin bayi bayi ini anak Bu Kadus dan Bu Waspo. Wajah mereka sangat mirip dengan dua perempuan itu.” Ucap Retno sambil membelai pipi dua bayi itu.

“Tapi aku khawatir jika perempuan misterius yang datang tadi malam itu adalah Nyi Ratu, orang yang menyandera Bu Kadus dan Bu Waspo. Kata Tugiyo pembantu yang mengantar Bu Kadus, Nyi Ratu sangat menginginkan bayi bayi ini. Tetapi bayi bayi ini hilang begitu tali pusar dipotong.. “ ucap Retno lirih.

“Terus bagaimana Mbak, aku takut.” Ucap Widowati sambil mendekap erat bayi bayi itu, kedua mata Widowati pun memerah karena dia benar benar sangat takut.

Mendengar nama Nyi Ratu saja, bulu kuduk Widowati sudah meremang. Ingatan dia juga langsung pada sosok perempuan memakai baju hitam hitam tadi malam. Perasaan hatinya mengatakan jika dugaan Retno lebih tepat dari pada dugaan Bu Edi.

“Kamu memohon perlindungan Allah saja. Nanti aku antar kamu ke pos Yandu dan menemui Tugiyo orang yang mengantar Bu Kadus ke tempat Nyi Ratu..” ucap Retno sambil mengusap usap pundak Widowati memberi ketenangan.

Retno bisa merasakan kegelisahan dan ketakutan saudara sepupu nya itu. Apalagi Retno sudah mendengar berita yang tersebar di dusun Argo Pura. Jika Nyi Ratu itu orang pintar penganut ilmu hitam.

Dua orang perempuan itu pun segera melangkah masuk ke dalam rumah. Dan segera memandikan Langit dan Lintang..

Saat dimandikan dua bayi itu tidak rewel malah terlihat sangat menikmati, tubuh mereka bersentuhan dengan air dan usapan lembut tangan tangan Widowati dan Retno.

“Aku tidak menyangka loh Wid, anak anak ini begitu lucu dan menggemaskan. Pasti Bu Kadus dan Bu Waspo sangat kecewa kalau melihat anak anak ini..” gumam Retno sambil memandikan Lintang yang terlihat bibir nya tersenyum dan kaki kaki mungil itu bergerak gerak bagai bermain main air di dalam ember.

“Apa kalau mereka sudah tahu wujud anak anak mereka. Mereka menginginkan lagi anak anak ini ya Mbak..” ucap Widowati yang memandikan Langit.

“Ya tidak tahu Wid. Kalau kata Tugiyo, dia mendengar Nyi Ratu yang begitu menginginkan bayi bayi ini.. Mungkin karena Nyi Ratu tahu bayi bayi ini sangat spesial, luar biasa. Karena bapaknya..” ucap Retno tidak berlanjut karena bulu kuduknya merinding membayangkan sosok bapak bayi bayi itu.

“O ya Mbak aku belum mengabari ya. Aku juga mau tanya itu di belakang rumah tiba tiba ada pisang raja bagus satu tandan, kelapa banyak dan buah nangka besar.. Siapa juga yang menaruh barang barang itu..” ucap Widowati sambil mengangkat tubuh Langit yang sudah selesai dia mandi kan.

“Hah? Kok banyak kejadian misterius Wid? Coba aku lihat.” Ucap Retno mengangkat tubuh Lintang, lalu berjalan menuju ke pintu belakang, karena begitu penasaran.

Retno yang sudah tidak sabar, segera membuka pintu belakang rumah Widowati sambil masih menggendong tubuh Lintang..

Di saat pintu sudah terbuka. Kedua mata Retno melebar karena sangat kaget..

1
tati st🌼🌼
terhibur dg ceritanya
tati st🌼🌼
aku ngakak baca komen
Taramia
ceritanya bagus, lucu dan seru 👍
Agus Widyatmoko
sarapan sek ae lah , sampek kelalen sarapan ketungkul maca anake om wowo ...... , tapi bukan si wowo gemoy ..... oke gaaaaas .....ceo MBG . 🤣😄🤭
salam dari plat AA kabupaten mbake author 🙏👍💪
Arias Binerkah: Iya Kak, sarapan dulu 🙏🙏🙏
He he kalau baca plat AA, aku ingat pelajaran bahasa daerah waktu SD..
Pak guru : A A daerah ngendi Min?
Timin : daerah kedu pak.
Pak Guru : lha Timin kumat dugale 😂
total 1 replies
Tika Nazeeva
anak* gak takut ya sama wujud asli papa
Suyatno Galih
cb bersihkan ht dr iri dengki u Bu waspo n Bu kadus dg ht nya tulus kl cm mau nemui si bungsu nya ibu2 nengok peluk sayng, ibu susunya mdh2 an di ngizinin jg Bambang wowo💪💪
Suyatno Galih
yahhhh Mbah Seno HP nya gak di charger td ya, kuciwa lahh Bu kardusnya 🤣🤣🤣🤭
Suyatno Galih
Krn Mbah Surti yg nginfo duluan sm emak nya anak2 jd ya di jenggut ndasnya sm om Wowo, Gedeg hati om Wowo ny 🤣🤣🤣🤭
Suyatno Galih
iya Bu ibu, Widowati aj seneng yg di titpin bayi2 ajaib np ibu pada resek suruh buang itu bayi2 kl di dtgi abahnya br tau rasa
panjul man09
kayak nonton film jadul
al thania
berharap ada cerita untuk petualangan si kembar...
puja
cerita nya seru
estycatwoman
very good 👌
Alfia Amira
eh taksi nya sapa yg dinaikin om Wowo 🤣🤣🤣🤣
Alfia Amira
enak banget baru Dateng udah makan dua pentol , wkwkwkkwkw
Mimik Pribadi
Ada apa sih mak?? bikin aku ingin penasaran aja dngn yng mak liat dibalik gorden itu,,,,
Mawar Merah
Luar biasa
Arias Binerkah: Terima kasih Kak atas hadir dan dukungannya 🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Eka Baeti
ceritanya bagus
Arias Binerkah: Terima kasih Kak atas hadir dan dukungannya, yuk baca novel baru berjudul Terpaksa Menikah Pangeran Jin, tak kalah seru loh kisah Anisa 🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Eka Baeti
terimakasih author cerita nya bagus 👍
Eka Baeti
kira2 mas Wowo akan menampakan diri enggak ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!