Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 07 - KEJUJURAN MIRANDA
"Mira, sebenarnya ada apa? Kenapa kau sedih Begini?" Tanya Violet.
Tanpa sepatah kata hanya suara Isak tangis yang bisa Mira berikan. Seumur hidupnya ia sudah lama kenal dengan Mira namun yang Violet tahu bahwa Mira adalah wanita yang tegar. Meski banyak nya cobaan datang, Mira selalu tegar. Namun kini, baru kali ini Mira terlihat begitu sedih hingga menampakkan kesedihan nya dihadapan Violet.
"Apa kau bertengkar dengan Edward?" Violet hanya menebak singkat.
"....." sorot mata Mira terlihat terkejut lalu violet akhirnya sadar.....
"Astaga kau bertengkar dengan nya? Apa yang si brengsek itu lakukan padamu? Sudah menjadi binatang dengan menyentuh mu! Dia menikahi mu padahal aku mau menjodohkan mu dengan bang Petrick bahkan sekarang dia membuat sahabat ku sedih begini?!! Kurang ajar!!" Violet sangat marah mengetahui hal itu.
"Vi....Aku....ini sangat berat bagiku Vi....."
"Apa yang saudara ku perbuat kepada mu? Mira katakan padaku!!"
"Entahlah, dia sangat tidak masuk akal, apapun yang kulakukan dia selalu melihat ku dengan marah padaku, bahkan setiap kami membuka mulut kami selalu bertengkar" Ujar Mira sambil menghapus air mata nya.
Violet memperhatikan sahabat nya lekat - lekat. Selama ini Mira tidak pernah membicarakan siapapun dengan ekspresi seperti sekarang. Mira yang dihadapannya seperti orang yang tak ia kenal. Lalu violet seperti mendapat kan firasat.....
"Kau menyukai Edward?" Kata - kata itu meluncur begitu saja.
"Vi.....Aku.....aku....." Mira bingung untuk menceritakan nya kepada Violet.
"Sejak kapan kau menyukai nya? Kau tahu sendiri kan bagaimana Edward dan masa lalu Edward? Kenyataan bahwa kau menikah dengannya saja sudah sangat menyangkan, Aku lebih suka kau dengan bang Petrick, selera humor kalian itu sangat mirip"
"Vi, Seandainya aku jujur apa kah kau masih ingin berteman dengan ku?" Tanya Mira dengan penuh harap.
"Tentu saja, Mira kau selamanya akan selalu jadi sahabat terbaik ku" Ucap Violet sambil tersenyum dan kemudian memeluk Miranda.
"Aku menyukai nya sejak pertama kali bertemu dengan nya" Ujar Mira.
"Di rumah ku dulu?" Tanya Violet.
"Bukan, jauh sebelum itu.....Saat itu umur ku baru delapan tahun"
Mira menceritakan pertemuan pertama nya dengan Edward. Senyuman cerah dari anak laki - laki yang lebih tua darinya telah menyinari hatinya. Saat itu Mira baru berusia delapan tahun. Dirinya sedang bermain di sebuah taman sendirian. Masa kecil Mira tidak terlalu cerah bahkan ia tidak punya seorang teman pun. Saat itu Edward tiba - tiba saja menabraknya dengan sebuah sepeda. Mira yang merasa malu dan dirinya yang terluka membuat nya ingin menangis namun Edward membantu nya berdiri dan tersenyum dengan cerah kepada Mira sambil berkata.....
"Maaf ya adik manis, rem ku rusak, kau boleh memukulku jika mau" Edward mengatakan itu sambil bercanda dan dengan senyum cerah anak itu mampu membuat hati mira berdebar kencang.
Sejak saat itu Mira terkadang bertemu dengan Edward meski tidak saling bicara Mira selalu mengawasi Edward dari jauh. Rumah mereka yang masih dalam satu lingkungan membuat mereka kadang - kadang bertemu. Dan ketika ia pertama kali datang ke Rumah Violet sebagai teman Violet saat itu lah ia bertemu kembali dengan Edward saat itu Edward sedang bersiap untuk ke kampus.
Mira berharap bahwa Edward akan mengingat nya, meski hanya pertemuan singkat saat ia kecil namun hal itu tidak terjadi. Edward memperlakukan nya dengan baik tapi dirinya masih tetap orang asing di mata Edward. Setelah Mira sering berada di rumah Violet kadang - kadang Edward berbicara dengan Mira secara singkat.
Ketika angin musim semi bertiup kencang diumur nya yang ke delapan belas tahun Mira mengungkapkan perasaannya kepada Edward namun Edward menolak dirinya mentah - mentah dan berkata.....
"Jika hanya tidur dengan mu aku mau, tapi untuk menjalin hubungan dengan sahabat adik ku itu sangat tidak mungkin" Ujar Edward.
Saat itu hati Mira terasa hancur dan sejak itu Mira yakin bahwa musim semi milik nya tak akan pernah datang kepada nya lagi..
"Apa si brengsek itu berkata begitu kepada mu? Memang kurang ajar!!!" Violet sangat kesal ketika tahu sahabat nya dihina oleh Abang nya sendiri.
"Semua sudah lewat Vi, sekarang aku....."
"Kau masih mencintainya kan?" Tanya Violet dengan lembut.
"Aku berharap bahwa keberadaan ku bisa mencoba mengobati hati nya yang terluka namun keberadaan wanita itu masih saja di hatinya" Jawab Mira sedih.
"Mira, aku ingin kau bahagia, jika hal ini terlalu sulit bagimu, lebih baik akhiri ini segera sebelum semua nya terlambat, tapi jangan pernah berikan hati dan dirimu kepadanya kau akan terluka aku yakin itu"
"Vi Terimakasih selalu mendukung ku"
"Anytime Mira"
***********
Edward puluhan kali bolak - balik di depan pintu rumah. Kakinya antara ingin pergi dan tidak. Dirinya khawatir namun juga merasa bahwa harga dirinya harus tetap di jaga.
"Sialan Mira! Perempuan itu! Tidak akan kubiarkan kau bersama lelaki lain!!"
Membayangkan Mira bersama lelaki lain membuat dirinya mendidih kesal. Bagaimana bisa Mira bisa seberani itu? Padahal Mira yang dulu sangat manis dan pendiam. Mira yang sekarang seperti singa betina yang siap bertempur terhadap dirinya. Mira selalu menjawab apapun kalimat yang Edward katakan padanya.
Mira yang dulu selalu menatapnya dengan mata yang manis dan menampakan rasa cinta nya kepada Edward. Mira yang sekarang akan memandang nya dengan sorot kesal dan sangat berani terhadap Edward.
"Mungkin Mira yang sekarang tidak terlalu buruk" Edward tersenyum sambil berkata hal itu.
Edward memakai jubah nya untuk keluar rumah.
"Janda mana yang harus kutemui malam ini ya?" Ujar Edward.
Malam ini ia bebas dan ia ingin mencari buruan nya, yang berupa istri orang. Jika ia harus berburu mencari perawan hal itu sangat merepotkan sebab perawan akan meminta pertanggung jawaban, sedangkan istri orang hanya wanita bekas dari suami nya tidak perlu ia nikahi dan mereka dengan senang hati akan melompat ke arah Edward.
Malam ini target dari Edward adalah rumah seorang janda muda yang berumur 45 tahun. Madame Carla yang baru ditinggalkan suami nya setengah tahun yang lalu.
"Selamat malam Edward, ini pertama kalinya kau kemari setelah aku menghubungi mu cukup sering" Ujar Madame Carla.
"Oh janda kembang yang cantik seperti mu, sangat sulit untuk langsung menyetujui nya bukan?" Edward memberikan tatapan menggoda.
"Masuklah Edward, aku akan melayani mu dengan hebat, ku dengar kemampuan mu di tempat tidur sangat hebat"
"Kau bisa mencoba nya sendiri Madame Carla" Jawab Edward cepat.
"Kalau begitu cepatlah masuk, Aku tidak sabar menikmati mu" Madam Carla menarik Edward untuk masuk.
-bersambung-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂