Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 6
* Masih Flash back On
" A..Apa yang kalian lakukan?" Lirih Disha dengan Mata yang sudah berkaca-kaca melihat pemandangan yang menyakitkan dihadapannya. Ia menutup Mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat .
" Sha !!!!" Ucap Gabriel terkejut dan segera mendorong Wanita yang ada di atas tubuhnya hingga terjungkal. Membuat wanita itu mengaduh kesakitan dan Menggerutu kesal.
Tanpa mendengar penjelasan Gabriel Disha segera pergi dari sana, Varo yang sejak tadi juga melihat Kejadian itu pun Cukup terkejut, Ia tak percaya Papa nya melakukan hal seperti itu, pasti terjadi salah paham disini. Tapi untuk bertanya pada papanya saat ini juga bukanlah waktu yang tepat, Varo pun Segera mengejar Disha karena hal itu sat ini lebih penting.
" Sha , Disha Tunggu !! Var, Varo.. Sayang ! " Seru Gabriel sambil mengejar mereka.
Tapi sayang Varo dan Disha pergi lebih cepat, Ia terlambat karena lift sudah tertutup lebih dulu.
" Arrrrrghhhh Shit !!!" Serunya sambil mengacak rambutnya frustasi.
" Ini gak seperti yang kalian lihat, Sayang " gumam Gabriel dan segera mencari Rara yang tadi keluar untuk melihat lihat kantor papanya.
Di lihatnya Rara sedang berada di taman perusahaan dan segera mengajak putrinya itu pergi dari sana.
" Pa, Kenapa buru-buru? Kita mau kemana ?" Tanya Rara yang duduk disebelah Gabriel.
" Kau akan tahu nanti sayang, Sekarang tenanglah dulu " Jawab Gabriel kemudian. Bisa saja dia mengabaikan hal ini karena memang ia tak bersalah, dan menjelaskan nanti saat pulang, Ia akan membawa cctv di ruangannya. tapi entah mengapa melihat keadaan Disha yang seperti berbeda membuat nya khawatir.
Di dalam mobil Disha tampak diam dengan pandangan mata yang kosong. Varo yang sejak tadi mengikuti Disha pun hanya bisa menatap Disha dalam diam. Untuk saat ini tidaklah waktu yang tepat untuk berbicara pada Mamanya itu. Disha mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Ia memilih jalan yang tidak biasa mereka lewati, Jalanan itu tampak senggang dan sepi, Sekalut apapun Disha saat ini, ia sedang bersama Varo tidak mungkin ia melampiaskan kemarahannya pada Pemuda remaja yang sudah seperti anaknya sendiri, bahkan ia menyayangi Varo sama seperti Rara dan jihan tak ada yang membedakan diantara mereka.
Disisi lain Gabriel yang juga berada di dalam mobil bersama Rara mencoba mengejar Disha, Gabriel yakin bahwa Disha tak mungkin membawa Varo kemanapun, Mereka pasti kembali kerumah pikirnya.
Dengan Kecepatan mobil yang Gabriel kendarai tak membutuhkan waktu lama untuk nya sampai dirumah. Di lihatnya tak ada mobil Disha Disana, Membuatnya sangat khawatir.
" Pa, Apa terjadi sesuatu? kenapa panik seperti itu? " Tanya Rara penasaran.
" Tidak sayang" Jawab Gabriel singkat tanpa melihat kearah putrinya semakin membuat Rara penasaran. Namun ia tidak bertanya pada papa nya dan menunggu apa yang akan papa nya lakukan saat ini.
Gabriel merogoh ponselnya dan melacak posisi Disha saat ini melalui GPS yang Gabriel pasang di mobil Disha. Ia mengerutkan keningnya melihat posisi Disha sekarang.
'Kenapa mereka berhenti di jalan itu, Jalan itu kan jarang sekali di lewati orang' gumam gabriel dalam hatinya, tentu ia tak ingin membuat Rara ikut khawatir.
" Sayang, Sebaiknya kau dirumah saja dulu, atau kerumah Jihan, Papa mau menyusul mama lebih dulu" Ucap Gabriel keceplosan tentang Disha.
" Mama? Memangnya mama gak dirumah?" tanya Rara
' As..Shit!!'
" Em, Mama...."
" Gak pa, Aku mau ikut papa!" Tegas Rara
Melihat wajah Rara, membuat Gabriel tak bisa menolak keinginan putrinya.Terpaksa ia membawa Rara menyusul Disha yang entah mengapa berhenti di tempat seperti itu. Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju lokasi Disha dan Varo saat ini.
Di tempat lain Disha begitu syok melihat banyaknya Mobil yang mengepung mobil mereka, Varo dengan Cepat memberi tanda pada Jen dan Derren bahwa mereka saat ini sedang dalam masalah.
Walau Varo bisa menembak dan beladiri tapi tetap saja saat ini tak ada senjata seperti itu, Beladiri? yang benar saja dia hanya anak remaja jika harus melawan Puluhan orang seperti nya akan mustahil, Tapi tidak!! Tak ada ketakutan sedikitpun dihari Varo, Pemuda remaja itu menyuruh Disha agar tenang.
" Mama, tenanglah ! Aku sudah memberi tanda pada Daddy dan bunda, tak lama mereka pasti akan mengirim orang kesini" Ucap Varo berusaha menenangkan Disha.
" Mama hanya mengkhawatirkan mu sayang, Kita berada di situasi seperti ini karena Mama. Maafkan mama" Ucap Disha merasa bersalah.
Jika saja dia tak mengambil jalan sepi seperti ini, hal ini pasti tidak akan pernah terjadi.
Ditengah kekhawatiran nya tampak Sekelompok orang yang Mungkin berjumlah lebih dari 50 orang berjalan ke arah mobil mereka.
" Varo, Bagaimana ini? Mereka banyak sekali"
"Mama tenanglah, Aku akan menangani mereka sampai Bantuan datang, Aku akan mengulur waktu." Varo merogoh saku jaket jeans yang ia kenakan dan mengambil sesuatu Disana.
Ia jua mengecek Jam tangan yang selalu ia kenakan yang berisikan senjata rahasia yang Jen buat. Hanya tersisa 30 buah jarum halus bius Disana.
" ini Sudah lebih dari cukup" Gumam Varo
Saat Varo hendak membuka pintu, Disha segera mencegah nya, tentu saja dia tidak akan mengijinkan Varo keluar menghadapi Bahaya sendiri. Bukan Disha tak tau kemampuan bocah itu, tapi tetap saja dia merasa khawatir.
" Jangan sayang! Mama tidak mungkin membiarkan kau dalam bahaya seperti itu"
" Ma, Apa mama tak percaya padaku? Mama tetaplah disini, aku yakin mereka mengincar ku, dan berjanjilah Apapun yang terjadi, Mama tetaplah disini" Tegas Varo dengan sorot mata yang tajam membuat disha tak bisa berkata apapun.
Perlahan tangannya terlepas dari lengan Varo dan membiarkan bocah itu keluar, Disha menghubungi Jen dan memberi tahu semuanya dan meminta agar ia segera ke lokasi.
" Wah, Ternyata ini bocah yang bos bilang itu" Ucap salah satu dari segerombolan orang berpakaian serba hitam itu.
" Ya, Dia adalah putra dari ketua Black Devils "
' Sudah ku duga mereka mengincar ku' ucap Varo dalam hati.
" Kenapa bos mengirim begitu banyak orang jika hanya anak kecil saja " Ucap orang itu yang sangat muak Varo dengar.
" Tak perlu banyak bicara, Tangkap lah aku jika kalian bisa " Ucap Varo, Mata Varo menyorot tajam seakan hendak membidik mangsa yang ada dihadapannya.
Terdengar gelak tawa yang menggelegar dari para orang-orang itu setelah mendengar perkataan Varo, Namun tawa itu tak bertahan berapa lama terganti dengan Jeritan kesakitan dari mereka, Ya!! Varo berhasil membidik dalam sekali tembak Jarum-jarum halus yang berhasil membius 30 orang sekaligus.
20 orang lebih yang tersisa di buat bingung dengan apa yang terjadi, Dengan marah mereka semua mengerang Varo bersamaan.
Tubuh Varo dengan gesit menghindar setiap serangan dari mereka dan mematahkan titik-titik tertentu untuk melumpuhkan lawan nya. Tidak sia-sia memang ia belajar sedari dini dan berguna disaat seperti ini.
" Kurang Ajar!! Bocah sial*n!!" Seru Seseorang yang hendak menyerang Varo, Mata Varo yang tajam dengan gerakan cepat menghindar serangan itu.
Walau tubuh nya lebih kecil dibandingkan orang-orang itu namun kemampuannya Tidak diragukan lagi. Hanya tersisa 5 orang dari mereka Namun Varo sepertinya sudah kelelahan, Disha yang di dalam mobil tentulah sangat panik, Bahkan Jen pun tidak datang-datang.
Saat Varo melawan ke lima orang itu, Tanpa sepengetahuan Bocah itu, Disha melihat seseorang yang sehabis dihajar Varo dalam keadaan terbaring meraih senjata api dan hendak membidik kearah varo.
Karena panik dan tidak ingin terjadi sesuatu pada Varo, Disha berlari Keluar dari dalam mobil.
Dor Dor Dor
" Varoooo!!!"
" Arrrrrghhhh"
" Ma.. Ma" Tangan Varo seketika lemas tak bertenaga. Disha yang berlari memeluk nya menghalang Tembakan tersebut yang bahkan bukan hanya sekali, namun tiga kali penjahat itu menembakan senjatanya.
" MAMAAAA" Teriak Varo melihat tubuh Disha yang berlumuran darah dalam dekapannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hallo, Terbayar sudah kan rasa penasaran kalian tentang ini.
Yuk lah yang suka di like n Komen karya author ini, dan jangan lupa Vote nya juga ya.
Happy Reading gays
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......