Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 07
Tak perlu kaya ,yang terpenting itu seseorang yang bisa membawa kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya ,kalau kita mencari orang kaya untuk di nikahi bukan karena akhlaknya ,tak apa sederhana yang penting dia baik akhlaknya tak mencela .
Waktu terus berjalan gunakan waktu dengan baik, sholat 5 waktu jangan lupa jika berbuat baik sekarang inyalloh ada balasan nya esok hari akan lebih baik lagi dari sebelumnya .(@ Metri Pramisti).
"Qhonita kenapa Bang ?"tanya Ummi .
"Hemm Qhonita kedinginan gara-gara ia lama di dalam kamar mandi dan berada di bawa shower yang menyala ."ucap Alif terpaksa ia mengataknnya .
"Apa!! ini pasti gara-gara perjodohan kemarin ."sahut Ummi sambil melihat ke arah Abi .
"Bisa jadi iya begitulah Mi ."sahut Alif .
Ummi dan Abi masuk ke kamar Qhonita kini mereka melihat anak mereka yang berselimut tebal dan mata nya tertutup mungkin tidur .
"Qhon ,bangun Abi mau bicara nih ."ucap Abi sambil memegang tangan Qhonita tapi di rasa panas .
"Bang panggil Qhonita ."ucap Abi
"Dek Qhonita bangun ini ada Ummi sama Abi mau bicara ."sahut Alif sambil memegang kening Qhonita .
"Mi Qhonita kayaknya demam tuh keningnya anget-anget kukuh ."ucap Alif sambil menyingkap selimut Qhonita dan mengangkatnya menuju mobil .
"Kira kamu air pake anget-anget kukuh segala ."ucap Abi sambil duduk di belakang Alif dan Abi duduk di belakang dan yang mengemudi Ummi .
"Astagfirullah Ummi gak bisa nyetir kenapa Ummi bisa duduk di sini ."ucap Ummi sambil pindah ke belakang dan Alif sambil mengendong Qhonita pindah ke pdepan .
"Kalau mau bercanda nanti aja di rumah sakit ,sekarang Qhonita harus di bawa ke rumah sakit agar bisa di tangani ."ucap Ummi .
"Ini gara-gara Abi sih seharusnya Abi yang nyetir bukan Ummi atau pun Abang ."ucap Alif berpindah ke belakang.
"Abi khawatir jadi gini deh ."ucap Abi membela diri .
"Ini juga gara-gara Abi ,cpba kalau kemarin gak bicara tentang perjodohan pasti Qhonita gak sakit ."ucap Ummi menangis melihat ke adaan Qhonita pucat dan bibirnya yang kering .
"Ya tapi kan Abi..."ucapan Abi terpotong karena Ummi memukul lengan Abi .
"Diam nyetir sekarang atau tidur di luar dan makannya di kurangin ."ucap Ummi mengancam Abi .
"Ya jangan lah Mi kalau Abi tidur di luar nanti kalau Abi sakit gimana ."ucap Abi memelas agar ti durnya tak berpindah .
"Stop....Abi sama Ummi kapan selesai berdebat nya kalau gak selesai-selesai biar Abang sendiri yang bawa Qhonita ."ucap Alif sambil membuka pintu mobil tapi di cegah oleh Abi dan Ummi .
"Abang !!iya-iya sekarang jalan ."ucap Abi sambil menyalakan mesin mobil dan segera melaju dengan kecepatan tinggi .
Kini mobil berwarna hitam sampai di rumah sakit dan segera Alif mengangkat tubuh mungil Qhonita dan di bantu dengan dorongan brankar rumah sakit .
Lama menunggu di dalam membuat mereka semua khawatir akan ke adaan Qhonita ,walaupun Qhonita susah di atur tapi jika lama -lama ia akan menurut juga memang susah untuk membujuk Qhonita tapi dengan secara sabar .
"Bagaimana keadaan anak saya dok."ucap Abi tak sabaran dan langsung menyakan di saat dokter baru keluar .
"Anak Bapak dan Ibu tidak apa-apa hanya saja ia lemas karena belum ada makanan di perutnya ."ucap dokter itu sambil matanya berkedip ke arah Alif dan tanpa di sadari oleh Ummi Dan Abi .
Alif tau itu kode dokter ingin memberitahu tentang penyakit Qhonita .
Selama ini Qhonita ada penyakit tapi Abi sama Ummi gak tau ,yang tau penyakit Qhonita Abangnya saja yang lain tak tau termasuk teman balapannya .Qhonita mengidap penyakit kangker usus tapi bisa di sembuhkan dengan menjalankan kemoterapi .
Uangnya bukanlah sedikit tapi Aliftak mempermasalahkan itu yang penting Qhonita segera sembuh dan tak perlu pura-pura segar bugar lagi .Untuk permasalahn uang ia tak mempermasalahkan yang menanggung semuanya Alif sendiri , ia bekerja dengan rajin dan uangnya ia tabung dan separuh lagi dari tabungan Qhonita dan uang itu semuanya untuk berobat Qhonita .
Qhonita memang keras kepala tetapi di balik itu semuanya orang nya baik dan selalu hormat dengan orang tua walaupun harus berdebat dahulu .
Dulu Qhonita ,sempat kambuh dan tiba-tiba ia muntah hampir saja ketahuan oleh Abi dan Ummi tapi itu bisa di batasi dengan bicara cuma masuk angin .
"Apa kami boleh masuk dok ?"tanya Ummi pada Dokter .
"Iya silahkan sebentar lagi pasien akan segerah sadar ."ucap Dokter itu melangkah pergi dari hadapan mereka bertiga .
"Ummi sama Abi mau lihat keadaan Qhonita ,ayo masuk ."Ajak Abi ke pada Ummi dan Alif .
"Ah iya ayo ."
Terlihat dengan seseorang yang terbaring lemah dan di tangannya ada imfusnya bibirnya kering dan pucat ,tangnnya dingin dan keningnya sedikit panas .
"Cepat sembuh anak Ummi sayang ."ucap Ummi sambil mengelus-elus tangan Qhonita yang di rasa dingin .
"Maafin Abi ya Qhon ,Abi udah maksa Qhonita untuk menikah padahal itu semua Abi lakukan agar Qhonita bisa berubah yang lebih baik lagi ."ucapan Abi membuat Ummi dan Alif melihat secara tajam .
"Abi tega banget sama anak sendiri di gituin ."
"Iya maafin Abi Mi,tapi perjodohan itu tetap akan di lanjutkan dan itu bulat tidak ada yang bisa merubahnya ."ucap Abi tetap kekeh pada pe diriannya .
"Abi jahat banget ya sama anak sendiri ,pokonya Ummi gak setuju Qhonita di jodohkan dan Ummi juga belum pernah bertemu ."ucap Ummi menentang keputusan suaminya .
"Beh Ummi kalau udah ketemu pasti ileran ."ucap Abi sambil duduk di sofa .
"Lah apa hubungannya iler dengan seorang ustad pemilik pesantren yang bernama Kavin Ardana Abi Putra ."ucap Ummi bingung dengan jawaban suami .
"hubungannya kalau iler itu menjijikan kalau Nak Putra itu ganteng dan mempersona ."ucapan Abi tak menyabung bagi Ummi tapi nyambung bagi Abi .
"Terserah Abi mau bicara apa yang penting Ummi gak setuju ."ucap Ummi kekeh .
"Ummi sekarang pilih ,istri yang menentang keputusan suami itu dosa dan bila istri tetap pada pendiriannya tidak mendukung suami itu masuk surga atau neraka ?"tanya Abi pada Ummi .
"Iya-iya Ummi mendukung Abi ."ucapan Abi mampu membuat Ummi pasrah akan keputusannya .
"Mi Bi, Abang keluar dulu ya beli minum sama makanan ."ucap Alif
"Iya Bang hati-hati ."ucap Ummi .
"Oke siap Assalamualaikum ."salam Alif berlalu ke luar .
Alif berlalu ke luar dan menuju ke ruangan dokter Eka yang selalu menangani penyakit Qhonita di saat kambuh seperti ini .
Tok...tok...tok....tok..
"Masuk ."ucap Dokter Eka tau itu adalah Alif Kakak Qhonita .
"Dok bagaimana keadaan Qhonita sekarang ."tanya Alif tak sabaran .
"Keadaan Qhonita sudah membaik tapi...."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung
.
.
oke up tiap hari tapi mungkin agak malem upnya .
kepo gak kepo ...
jangan lupa like komen dan vote yang banyak
Made by :Metri Pramisti .
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat