NovelToon NovelToon
OBSESSION MY SUGAR DADDY

OBSESSION MY SUGAR DADDY

Status: tamat
Genre:Beda Usia / CEO / Duda / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:502.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: arafaq_9

Follow IG author : arafaq_9
Jangan lupa like dan komentarnya ❤

Ketika Jordan Rodriguez, seorang pria tampan dan kaya yang dikenal sebagai pria yang tak terkalahkan dalam bisnis dan hubungan, bertemu dengan Grace, seorang wanita muda yang penuh dengan ambisi dan keinginan untuk sukses, keduanya langsung terseret dalam kisah cinta yang liar dan penuh gairah. Namun, di balik pesona dan kebahagiaan yang tampaknya sempurna, terselip rahasia gelap yang mengubah segalanya.

Seiring hubungan mereka berkembang, Jordan mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan dan posesif yang tidak wajar. Jordan menyembunyikan identitas yang sebenarnya, terkait dengan masalalunya yang gelap dan berbahaya.

Saat rahasia terkuak, Grace harus memilih antara melarikan diri dari kegelapan yang mengancam atau mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan hubungan mereka. Dalam pergulatan antara cinta dan ketakutan, Grace menghadapi pilihan yang sulit. Yang akan mengubah takdir mereka selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arafaq_9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBENTENGI HATI

***

"Hai, Grace." Jasmine duduk di depan Grace, gadis itu membawa dua botol minuman, dan salah satunya untuk Grace.

"Kenapa kau baru datang, Jasmine? Aku menunggumu dari tadi," dengus Grace, gadis itu meraih minuman di depannya dan meneguknya.

Jasmine terkekeh lirih, "Maafkan aku, Grace. Tadi jalanan arah ke kampus sangat macet,"

"Alasan!" ketus Grace, Jasmine kembali terkekeh.

"Ohya, Grace. Kenapa kau tidak masuk bekerja? Apakah Tuan Jordan benar-benar menghajarmu sampai remuk redam?" goda Jasmine, gadis itu mengedipkan sebelah matanya ke arah Grace membuat wajah gadis itu bersemu merah.

"Tidak, bukan karena itu," cicit Grace.

"Lalu?" Jasmine menaikkan sebelah alisnya, gadis itu memicing.

Grace menghembuskan nafasnya pelan, ia menatap sekitaran taman. Memastikan tidak ada orang lain yang akan mendengarkan pembicaraan mereka.

"Aku tidak boleh Jordan bekerja lagi,"

"What? Wait ... wait, J-jordan? Kau memanggilnya Jordan? Ada apa sebenarnya yang belum aku ketahui, Grace?" pekik Jasmine membuat Grace meringis dan langsung memukul gemas lengan Jasmine.

"Pelan-pelan, sialan! Nanti ada yang dengar,"

Jasmine mengangguk, "Sekarang ceritakan, Grace,"

"Aku ceritakan, kau jangan membuka suara sebelum aku menyuruhmu." Grace mendesah pelan, sebelum akhirnya gadis itu menceritakan semua kejadian setelah Grace dan Jordan menghabiskan malam panas pertama kali.

Grace juga menceritakan jika saat ini gadis itu pindah ke apartemen milik Jordan.

"Shit! Kau serius menjadi sugar babynya, Grace?"

Grace mengangguk, ia mengambil minumannya dan meneguknya.

"Yeah, mau bagaimana lagi? Aku membutuhkan uang itu untuk membayar tagihan di kampus ini, dan lagi dia seakan tau semua tentang kehidupanku,"

Jasmine menggaruk kepalanya yang tidak gatal, gadis itu terlalu bingung ingin menanggapi ucapan Grace bagaimana.

"Baiklah, apapun keputusanmu aku mendukungmu. Tetapi aku sarankan kau tetap berhati-hati dengannya, karena dia bukan orang yang sembarangan. Lagi pula kau hanya membutuhkan uangnya bukan? Tidak menutup kemungkinan, dia juga hanya membutuhkan servismu saja. Jadi jangan sampai kau berharap lebih kepadanya, Grace," ujar Jasmine, gadis itu mencoba membuat Grace tersadar akan siapa Jordan.

**

Malam harinya, setelah seharian menghabiskan waktu bersama Jasmine. Grace kembali ke apartemen, gadis itu duduk bersandar pada sandaran ranjang, di tangannya terdapat ponsel yang ia mainkan sedari tadi.

Rasa sepi mulai terasa, Grace menghembuskan nafasnya pelan.

"Kemarin jika ada Jordan tidak sepi seperti ini," gumam Grace, gadis itu menaruh ponselnya dan membaringkan tubuhnya.

**

Sementara di belahan negara yang jauh, seorang pria tengah duduk bersama seorang wanita sexy di atas pangkuannya. Wanita itu nampak bergelayut manja pada sosok pria itu.

"Kau tidak menginginkanku, Tuan Jordan?" ucap wanita tersebut dengan mendayu, ia mengusap lembut dada bidang Jordan yang terekspos.

Jordan mengeraskan rahangnya, tangan besarnya meremas bokong sintal wanita itu. Bibirnya mengecupi leher jenjang wanita di atas pangkuannya itu.

"Kau menggodaku, Marta?"

"Yeah, aku menggodamu. Tuan, milikku sudah sangat basah, hm,"

Jordan terkekeh, pria itu menjauhkan wajahnya dari leher jenjang wanita bernama Marta itu.

"Turunlah, Marta. Aku sedang tidak menginginkannya,"

Marta mengernyit, wanita itu menatap tidak suka kepada Jordan.

"Kau tidak menginginkannya? Lalu untuk apa kau memanggilku, Tuan!" kesal Marta, Jordan menaikkan sebelah alisnya.

"Kau benar-benar menginginkannya?"

"Iya, aku sangat menginginkannya. Tuan, sentuhanmu, hujamanmu, dan hentakkanmu,"

Jordan menyeringai, pria itu berdiri dari duduknya membuat Marta turut berdiri. Setelahnya, Jordan melepaskan gesper miliknya, dan mengikatnya di leher Marta.

"Turun, dan puaskan aku!" titah Jordan, Marta menurut. Wanita itu turun dan mulai membuka celana bahan Jordan.

***

Beberapa hari berlalu, kini tepat dua minggu lamanya Jordan pergi dan tidak memberikan kabar Grace. Membuat gadis itu merasa kesepian, dan hampa.

Ntah ada apa dengannya, tetapi semenjak kepergian Jordan. Grace merasa kesepian, gadis itu merasa ada yang kosong, ia juga sering kali melihat aplikasi pesannya. Berharap jika Jordan menghubunginya, namun tidak. Jordan sama sekali tidak menghubunginya meskipun nomor pria itu terlihat aktif.

Grace juga terlihat uring-uringan, bagaimana tidak? Jordan mengatakan jika pergi satu minggu, tetapi kini sudah dua minggu dan Jordan belum kembali.

"Kemana sebenarnya dia? Hah ... sudahlah, lagi pula untuk apa aku mencemaskannya?" monolog Grace, gadis itu keluar dari apartemen dan terkejut saat mendapati Jasmine.

"Kau mengejutkanku, Jasmine!" pekik Grace, Jasmine terkekeh.

"Maafkan aku, kita pergi sekarang?"

"Iya, kita pergi sekarang saja. Ayo." Grace melangkah terlebih dahulu, malam ini Grace dan Jasmine akan pergi menuju club tempat mereka bekerja dulu. Bukan untuk bekerja, melainkan untuk menikmati waktu hura-hura.

**

Setibanya di club, Jasmine dan Grace turun dari mobil. Keduanya masuk dan duduk di tempat yang masih kosong, tidak lama kemudian seorang bartender datang memberikan minuman untuk mereka.

Mereka berdua nampak menikmati minuman di tangan masing-masing, dan alunan musik yang memekak telinganya.

"Grace," panggil Jasmine.

"Hm," jawab Grace dengan berdehem, gadis itu memutar-mutar gelas kristal di tangannya.

"Bukankah itu, Jordan?" ujar Jasmine, membuang Grace menoleh ke arah tunjuk Jasmine.

Deg!

Tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain, baik Grace maupun Jordan. Keduanya sama-sama saling menatap.

Grace tersenyum getir saat sudah tersadar, gadis itu mengalihkan tatapannya setelah merasakan denyut di hatinya ketika melihat Jordan bersama seorang wanita cantik, dan sexy yang sedang bergelayut manja padanya.

"Siapa wanita itu, Grace? Apakah dia belum mengunjungimu?" tanya Jasmine penasaran, sebab Jordan seakan tidak melepaskan gelayutan wanita asing itu ketika Grace sudah menatapnya.

"Kau bertanya kepadaku? Lalu aku ini siapa, Jasmine?" Grace tertawa, tawa yang menurut Jasmine terdengar sedikit aneh.

Jasmine menoleh ke arah Grace, wanita itu mengelus punggung tangan Grace.

"Hal ini yang sebenarnya aku takutkan, Grace. Untuk itu dua minggu lalu aku mengatakan kau harus berhati-hati dengannya, karena aku pun tidak ingin kau terlalu berharap kepadanya dan membuatmu sakit hati nantinya,"

Grace tersenyum, ia melirik ke arah Jordan sebentar yang ternyata pria itu menatapnya. Menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

"Kau tenang saja, Jasmine. Aku akan membentengi hatiku dari pria itu,"

'Meskipun aku tidak yakin, Jasmine. Tetapi akan aku usahakan, karena aku sendiri tidak mau menaruh harapan yang tinggi. Jika Jordan menganggap sebagai transaksional, seharusnya aku juga begitu,' batin Grace, gadis itu meneguk minumannya hingga tandas. Kemudian ia menuangkan kembali minuman alkohol itu dan meneguknya lagi.

Tanpa menyadari jika Jordan terus menatapnya, dan mengeraskan rahangnya saat melihat tingkahnya.

***

1
Kristina NellaWara
😂😂😂😂😂😂😂
Kristina NellaWara
😂😂
~ Portgas D Ace ~
anjai kek spiderman aja
Yessy Herdian
ceritanyq cukup menarik
Iryani levana khrisna Khrisna
Thor kau menceritakan percintaan Jordan sangat mendetail apa kau tidak panas dingin thor🤣🤣
arafaq_9: 🤭 tebak
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
like father like son
Iryani levana khrisna Khrisna
para member siap siap keramas lagi 🤣🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
panas dingin baca nya Thor 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
nggak pimpinan nggak anak buah nya smaa gila nya 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
dasar mafia stres 🤦🏼‍♀️nggak tau tempat 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
membayangkan wajah mu thor pasti sangat tegang dan menggemaskan 🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
jodoh emang nggak kemana
Iryani levana khrisna Khrisna
Thor kau itu seorang penulis tetapi kenapa pikiran dan perasaan kami pembaca seperti di buat kesal dan gemas secara bersamaan ini kedua kali nya aku membaca dan kesal dengan mu thor karena imajinasi mu membuat ku kesal dan gemas secara bersamaan
Iryani levana khrisna Khrisna
dasar dua dua nya nggak ada otak tunda knp kalau mau ciuman tuh liat situasi ngajarin anak aja
Iryani levana khrisna Khrisna
sebentar banget ngasih hukuman nya
Iryani levana khrisna Khrisna
🙈 malu banget
Iryani levana khrisna Khrisna
dua kali membaca cerita ini tapi kenapa tetap aja kesal Ama di Jordan padahal udah tau jalan ceritanya jelaskan Thor
Iryani levana khrisna Khrisna
bisa nggak sih di kiloin tuh si Jordan gedek banget🤣
⋆.˚Khaira🦋
biar mamp*s tuh si jordan nyariin grace 😤
⋆.˚Khaira🦋
udah di bab ini, akhirnya gua gak tahan buat komen... klu gua pengen bgt nyentil ginjal lu jordan 😤🤬👊🏽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!