NovelToon NovelToon
Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Season 1 menegangkan dan Season 2 kocak abis.

Tak pernah Venus bayangkan bahwa dia harus terjebak pernikahan dengan pewaris tunggal sebuah perusahaan terbesar di kotanya dan hanya menjadi tumbal atas kutukan keluarganya.

Segala kesusahan dalam hidupnya dan perlakuan buruk orang orang disekitarnya, menjadikan Venus sosok wanita yang kuat dan berani.

Namun siapa sangka akhirnya dia malah jatuh cinta kepada Tuan Muda tampan itu.
Akankah cintanya berbalas?

IG : nevi_andriani90
FB : Nevi Andriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Hari sudah menjelang malam, Venus sedang sibuk memasak makan malam bersama para koki di dapur, sebenarnya koki dan pelayan sudah melarang Venus tapi dia bersikeras ingin memasak makan malam karena merasa bosan seharian di kamar. Sebenarnya itu bukan satu satunya alasan, Venus juga ingin membuatkan makanan kesukaan Reino sebagai rasa terima kasih karena telah menyelamatkannya kemaren malam.

Setelah bertanya kepada koki apa makanan kesukaan suaminya itu, Venus pun mulai memasak.

Aroma masakan Venus sungguh menggugah selera, bahkan lebih menggugah daripada aroma masakan koki dirumah itu. Akhirnya Ayam mentega kesukaan Reino sudah matang, Venus tersenyum senang, sementara para koki dan pelayan sedikit takut jika Nyonya Besar atau Tuan Muda tahu bahwa Nona Muda mereka yang memasak, bisa-bisa mereka dipecat karena tak berguna.

"Sudah selesai, tolong hidangkan di meja makan ya." Pintah Venus kepada salah seorang pelayan wanita.

"Baik, Nona." Pelayan itu mengangguk pelan.

Venus berlalu pergi dari dapur, dia hendak mandi sebentar karena tubuhnya dipenuhi peluh saat memasak tadi. Namun langkahnya terhenti saat melihat Reino dan Diana yang begelayut manja dilengan pria tampan itu, mereka berjalan ke arah tangga. Venus memandang malas kearah dua insan itu lalu melanjutkan langkahnya, namun sekali lagi langkahnya terhenti saat suara Reino menerpa ditelingannya.

"Kau terlihat lebih baik sekarang." Reino berbicara dengan nada datar.

"Aku akan segera mati, jadi apa lagi yang bisa aku lakukan selain hidup dengan baik?" Suara Venus terdengar lirih.

Reino terdiam mendengar kata kata Venus, dia merasa semakin bersalah dan kasihan kepada gadis itu.

"Baguslah kalau kau sadar!" Diana menyahut dengan gaya angkuhnya.

Venus tak menghiraukan ucapan Diana, dia melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Setelah Venus berlalu, Reino melepaskan pelukan Diana dari lengannya, sedari tadi dia sudah risih dengan tingkah Diana yang manja, tapi dia berpura-pura terlihat mesra di depan semua orang termasuk didepan Venus.

Diana hanya mendengus kesal, dia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari Reino.

"Aku ke atas dulu!" Reino berlalu meninggalkan Diana sendiri.

***

Makan malam pun tiba, di meja makan sudah terhidang makanan kesukaan Reino yaitu Ayam Mentega yang begitu menggugah selera dan beraneka ragam makanan lain.

Reino, Liana dan tak lupa si manja Diana, namun tak terlihat Venus disana.

"Kenapa dia tidak turun untuk makan malam?" Reino bertanya kepada seorang pelayan wanita yang berdiri di sampingnya.

"Maaf, Tuan. Nona Muda sedang tidak berselera makan, dia hanya meminta dibuatkan susu saja tadi." Pelayan itu tertunduk takut.

"Apa dia masih sakit?"

"Sepertinya begitu, Tuan." Pelayan itu terlihat ragu.

"Buatkan bubur ayam, bawakan kekamarnya dan pastikan dia memakannya." Reino memerintah pelayan itu.

"Baik, Tuan." Pelayan itu mengangguk dan berlalu ke dapur untuk menyiapkan bubur ayam yang diperintahkan oleh Tuan Muda nya tadi.

"Kau jangan terlalu memanjakannya, Sayang." Diana terlihat tidak senang.

"Aku hanya nggak ingin dia mati kelaparan!" Reino berbicara tanpa menoleh Diana.

"Bukankah itu tujuan kau menikahinya, kenapa harus takut dia mati?" Diana berbicara dengan tatapan sinis.

"Aku sudah tak berselera untuk makan!" Reino berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan meja makan tanpa sempat menyentuh Ayam mentega kesukaannya yang dibuatkan oleh Venus. Seketika nafsu makannya hilang mendengar kata kata Diana.

"Rein, kamu mau kemana?" Diana berteriak memanggil Reino yang melangkah menaiki anak tangga.

"Seharusnya kau tidak berkata seperti itu, kau memancing emosinya." Liana memprotes sikap Diana.

"Tapi yang aku katakan benar, Tante." Diana merasa tidak terima.

"Iya, tapi Reino tidak suka kau berkata begitu. Dia terlalu baik kepada wanita sialan itu."

"Ini semua gara gara wanita gila itu! Kapan kutukan itu terjadi, Tante?" Diana merengek manja kepada Liana.

"Kita tunggu saja!" Liana menyeringai licik.

***

Reino berjalan menuju ruang kerjanya yang terletak disebelah kamar Venus, tapi rasa penasarannya mendadak muncul saat melihat pintu kamar gadis itu sedikit terbuka.

Reino memberanikan diri untuk mengintip dari celah pintu dan melihat Venus sedang duduk menyandar di atas ranjang, disana juga ada Ina yang tengah memegang sebuah nampan dengan semangkok bubur diatasnya. Terlihat Venus menggelengkan kepalanya beberapa kali.

Entah apa yang mendorong Reino untuk masuk kedalam kamar Venus dengan tiba tiba, membuat kedua wanita itu terkejut dengan kehadirannya.

"Ada apa?" Reino bertanya dengan nada datar.

"Maaf, Tuan. Nona Muda tidak mau memakan buburnya." Ina tertunduk takut, sementara Venus mengalihkan pandangannya dari Reino.

"Kenapa kau tidak mau makan?" Reino menatap lekat wajah cantik Venus.

"Aku hanya tidak berselera." Venus berbicara tanpa memandang suaminya itu.

"Kau jangan keras kepala! Ayo makan!"

"Kau sendiri kenapa tidak makan?" Kali ini Venus memandang sebal suaminya itu.

Haaaa ...?

Dia tahu aku tidak makan?

Seketika Reino mengalihkan pandangannya ke Ina, seolah dia tahu pasti pelayan wanitanya itu yang mengadu kepada Venus. Ina hanya tertunduk takut sekaligus menyesal telah memberitahu semua ini kepada Nona Mudanya.

Habislah aku!

Kenapa kau tidak bisa menjaga rahasia Nona?

"Sepertinya kau punya mata-mata disini!" Reino melirik Ina yang semakin ketakutan.

"Kalau kau tidak makan, aku juga tidak akan makan!" Venus mengerucutkan bibirnya, membuat Reino gemas melihatnya.

"Ya, terserahlah!" Reino ingin beranjak dari kamar Venus, tapi langkah kakinya terhenti saat mendengar pernyataan dari istri cantiknya itu.

"Padahal aku sudah susah payah membuatkan Ayam mentega kesukaanmu!" Venus semakin cemberut.

Seketika Reino membalikkan badannya dan meraih lengan Venus lalu menariknya dengan paksa sehingga membuat gadis itu terperanjak.

"Hei ... Apa yang kau lakukan, Tuan Muda?" Venus mengikuti langkah Reino yang menariknya.

Ina yang melihat itu pun terlihat kaget dan semakin takut. "Habis lah kau Nona!"

Reino menarik Venus menuruni anak tangga dan menyeretnya sampai ke meja makan, Diana dan Liana yang sedang berada diruang keluarga kaget melihat kelakuan Reino, dia mendudukkan dirinya, sementara Venus masih berdiri terpaku disisi pria tampan itu.

"Duduk!" Reino memerintahkan Venus untuk duduk disampingnya dan dengan segera gadis itu menuruti perintah Reino karena takut.

"Bawakan Ayam mentega dan nasi!" Kali ini Reino berteriak kepada salah seorang pelayan yang segera menuruti perintahnya.

"Apa yang kau lakukan, Rein?" Liana mendekati meja makan dan memandang heran putranya tanpa melirik Venus sedikit pun.

"Mama sudah makan malam kan? Sebaiknya jangan menggangguku dan membuat selera makanku hilang lagi!" Reino menatap tajam Liana dan Diana.

"Rein ...!" Liana tidak terima.

"Ma ...!" Semakin menajamkan tatapannya kepada kedua wanita itu.

Liana menarik Diana pergi menjauh dari meja makan, mereka memilih duduk diruang keluarga yang tak jauh dari ruang makan sehingga mereka masih bisa melihat dua sosok yang sedang duduk di meja makan itu. Tampak beberapa kali Diana mendengus kesal dan mengupat Venus.

***

1
Maa Yanti Maa Yanti
waduh jiwa jomloo ku meronraa liht yg ganteng ini mh 😍😍🤤🤤
Maa Yanti Maa Yanti
semangaat thor ku sayang 🫶💕 cerita nya seru biarin aja mirip jg atuh da ta sama klau bisa mh jngan dibnding"kn cerita na bisa" lierrrr yg pnting hapyy baca na atuh ah 🙏🙏😅😅
Maa Yanti Maa Yanti
tah kitu lawan atuh venus jngan diam wae 💪💪
ione
Luar biasa
Erna Kurniawati
Kecewa
Erna Kurniawati
Buruk
Moza9i
salah Reino jg sih pake dirahasiain segala. harusnya kasih tau aja, gak mgkin venus ninggalin dy walaupun udah ketemu kakaknya, kan mereka udah jadi suami istri sah.
Moza9i
salah sendiri gak mengakui istri sendiri, jd banyak yg naksir deh 🤣🤣
Moza9i
dari pada cari info keluarga kandung venus, mending cari pendonor lain dulu kan?
Moza9i
dasar si venus aja yg bego, gak belajar dr pengalaman
Moza9i
venus ini keluarga atau pembantu sih? masa 1 pun orang di rumah itu gak ada yg baik sama dy?
Moza9i
"baru separuh dia meminum jus jeruk itu, ..." berarti kira² sudah setengah gelas dong yg diminum, masa baru disemburin? harusnya seteguk aja thor
Iin Karmini
🤣🤣🤣🤣bukan kepompong lagi ya udah ganti😅😅😅
Iin Karmini
aku kecewa thor klo erik sma erika...dia jahat ga pantes sma erik yg baik, 21 thn venus d kluarga winata selama itu mereka menjahatinya..cariin jodoh erik yg lain dong
Iin Karmini
utk org yg seumur hidupnya d aniaya terus menerus...penolakanmu trhadap kk mu sgt brlebihan venus meskipun alasannya merasa mustahil karna merasa punya kluarga, nyesel kan skarang???
Iin Karmini
hrsnya kau senang kau bukan bagian dri kluarga kejam itu venus...ah mengecewakn jga karaktermu
Iin Karmini
ck knapa slalu emosi denger" aja kek...d aniaya kluarga winata aja sabar
Iin Karmini
bapanya erik yaa thor
Iin Karmini
sembarangan ganti nama org nih tuan muda🤣🤣vino =kecoa, kenan= siluman laba"...ntah apa lgi nanti jka ada org lain lgi yg bikin dia kesel
Iin Karmini
pasrah amat venus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!