NovelToon NovelToon
Momy? I'Am!!

Momy? I'Am!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

Menikah di masa muda karena perjodohan memang adalah hal klise. Namun, kenyataan nya hal klise seperti itu yang di jalankan oleh Dea Amelia Wijayanto. Mengubahnya menjadi gadis yang tidak terurus hanya karena mengurus seorang anak dan suami. Pengkhianatan menghancurkan hidup Dea.
Lucas Sandoro, suami yang dingin dan tak mencintai Dea. Kehidupan seperti apa yang sebenarnya pernikahan itu?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Bab 7

"Jika melupakan semuanya adalah jalan terbaik agar aku tetap hidup maka aku akan menghapus Semua ingatan ku."

~Dea Amelia Wijayanto~

.

.

.

.

Wajah Dea begitu terlihat ceria saat ia memasuki universitas. Meski ia telah berumur 27 tahun ia tak mempermasalahkannya. Bukankah menuntut ilmu itu tak di batasi oleh usia. Maka denga itu Dea tak perlu malu akan masa kuliahnya.

Wajah cantik dan Imutnya tak akan membuat orang-orang percaya akan umurnya. Dan Dea bersyukur mempunya Ibu yang awet muda seperti Ani. Bahkan saat ini umur sang Ibu sudah masuk kepala lima namun ia masih seperti betumur tiga puluhan.

"Hai." Sapa seorang gadis cantik yang berdiri di samping Dea yang mengantri melihat dimana ruangannya.

"Oh, Hai juga!" balas Dea ramah.

"Anda masuk jurusan apa?" tanya pada Dea agak kikuk.

"Aku jurusan arsitektur gedung. Anda jurusan apa?" ucap Dea balik bertanya.

Dea yakin jika gadis imut di depannya itu baru saja lulus SMa. Gadis cantik itu tersenyum lebar saat mendengar jurusan Dea.

"Wah! Sama aku juga. Sejujurnya aku baru saja pindah ke Indonesia kembali. Karna aku tinggal di Ausralia. Dan aku sedikit pemalu. Namun saat melihat Anda aku merasa mulai berani menyapa maukah Anda menjadi temanku?" Tanya pada Dea dengan suara imut.

Dea terkikik geli mendengar dan melihat ekspresi gadis itu. Bagaimana tidak ia mengatakan bahwa dirinya pemalu namun ia berbicara nyocos seperti itik saja.

"Boleh saja, tapi bisakah kau tidak terlalu formal padaku. Cukup panggil aku Kakak saja karena aku tua tujuh tahun darimu sepertinya," jawab Dea yang membuat mata gadis itu melotot.

"Umurku dua puluh tujuh tahun, biar ku tebak umurmu baru dua puluh tahun bukan?" Ucap Dea lagi yang dapat membaca raut heran dari gadis cantik dan imut itu.

Gadis itu menganggu kan kepalnya.

"Dua puluh tujuh tahun?" ulangnya lagi seakan bertanya.

"Iya, kau pasti syok ya?" tebak Dea yang tepat sasaran.

"Sebaiknya kita duduk di kantin sambil mengobrol. Karena berdiri di depan mading akan membuat lebih banyak lagi orang mengomel," peringat Dea melihat beberapa orang yang protes karena ke duanya masih berdiri di depan mading.

"Iya." Jawabnya lembut.

Dea menarik tangannya dan menuju kantin kampus. Jangan heran kenapa Dea tau jalan ke arah kantin. Karena ini adalah ketiga kalinya dia ke kampus Universitas Indonesia Duanya saat ia mendaftar dan meninjau langsung area kampus.

Ke duanya duduk di bangku di kantin kampus. Dea terlebih dahulu meninggalkannya untuk memesan minuman dan juga makanan. Karena ia belum makan pagi karena lelaki mesum itu. Siapa lagi jika bukan Lucas.

Dea melangkah kembali dan duduk di depan gadis imut itu.

"Siapa namamu?" yanya Dea lembut.

"Namaku Hani Dirgantara. Kalau Kakka namanya siapa?" tanya balik Hani.

"Namaku Dea Amelia Wijayanto. Senang berkenalan denganmu Hani." Ucap Dea dengan senyum.

"Ya, kak. Senang juga berkenalan denganmu Kakak!" Jawab Hani penuh semangat.

Ke duanya mulai akrab berbincang-bincang banyak hal. Mulai dari alasan Hani pindah ke Indonesia bersama keluarganya. Hani juga menanyakan kenapa Dea berkuliah di saat umurnya tak muda lagi. Namun Dea menjawab dengan jujur apa adanya pada gadis kecil itu.

Entah kenapa Dea merasa nyaman bersama Hani yang polos dan imut. Mengenai kata imut Dea teringat pada Bintang yang juga cantik dan Imut.

Ke duanya kembali menghabiskan hari di kampus dengan kegiatan baru. Hingga selesai barulah mereka berpisah. Dea menunggu Mark dan Somi menjemputnya.

Karena bosan, Dea melangkah menuju taman yang berada tak jauh dari kampus. Ia duduk menikmati hari-hari barunya. Namun saat matanya memandang ke arah sepasang sejoli yang sedang bertengkar ia tersenyum tipis.

Awalnya ia baik-baik saja. Namun lama kelamaan ia merasa de javu kembali dengan apa yang dia lihat. Kepalanya berputar kembali dengan rasa yang amat dahsyat.

"Kau tak boleh kuliah !"

"Kenapa aku tak boleh."

"Kau hanya boleh mengurusi Bintang di rumah."

"Tapi, Kak!"

"Tidak ada tapi-tapian. Mengurus Bintang atau kita bercerai jika kau masih ingin kuliah."

Akh !!!!!

Dea terpekik memukul kepalanya yang terasa begitu sakit. Kata-kata itu terus berputar di otaknya. Kata-kata dirinya dan Lucas katakan entah kapan itu.

Dea masih berteriak kencang. Orang-orang yang berada di taman datang berlari ke arahnya. Dea ambruk ke rerumputan taman masih berteriak dan mengerang kata sakit.

"Apa yang sakit?" Tanya sebuah suara yang berada di samping tubuh Dea.

Lelaki itu begitu tampan meski ada kaca mata yang membingkai wajah tampannya. Dea tak menjawab ia masih mengerang kata sakit.

Orang-orang menonton apa yang yang terjadi . Dan ada pula yang menelfon Ambulan. Lelaki itu meletakan ransel hitamnya dan mengeluarkan alat-alat ke Dokternya. Orang-orang masih menonton apa yang akan terjadi selanjutnya .

Ia mengeluarkan carian berwana putih polos berada dalam tabung sebesar jari kelingking. Ia meraih bungkus suntik baru dan membukanya perlahan. Tubuh Dea masih seperti cacing kepanasan di atas rumput dengan ke dua tangan meremas rambutnya dan menariknya.

Mulut Dea tak henti-hentinya mengatakan kata sakit. Lelaki itu menancapkan suntik yang sudah berisi cairan penenang di dalamnya ke arah bahu Dea. Lama kelamaan rintihan Dea mulai melemah bahkan tubuh Dea tak lagi bergerak gelisah.

"Wah! Syukurlah dia adalah Dokter."

"Dokternya tampan sekali."

"Aku ingin bisa bersama Dokter hebat itu."

Itulah segelintir kata-kata yang para gadis keluar kan. Namun lelaki bermata tajam itu hanya diam saja ia kembali memasukan barang yang tidak di perlukan ke dalam ranselnya. Dan menyentuh tangan Dea guna memeriksa denyut nadi Dea.

"Maaf permisi." Seru beberapa orang yang masuk ke dalam kerumunan membawa tandu untuk pasien.

Orang-orang membuka jalan untuk para medis itu masuk.

"Oh Dokter Dirgantara?" Seru salah satu dari perawat lelaki itu.

Lelaki yang di panggil Dokter Dirgantara itu hanya mengembangkan senyum diam saja.

Di lain tempat Lelaki imut itu duduk gelisah di atas kursi singa sananya. Jari telunjuknya menggentuk-nggetuk meja kacanya. Entah apa yang ada di dalam otak pintarnya saat ini.

Pintu ruangan terbuka lalu tertutup kembali. Baekhyun masih tak menyadari kehadiran orang lain di dalam ruangan kerjanya. Samapi tangan panjang putih mulus melingkar di lehernya dan mengecup pipi kanannya.

"Sayang," seru sang wanita cantik tersebut dengan lembut.

"Hem!" Jawab Lucas mengalihkan wajahnya ke arah sang gadis.

"Apa yang kau pikirkan? Apa kau memikirkan Dea, Hem?" tanyanya dengan manja.

"Tidak. Aku hanya memikirkan Bintang saja," kilah Lucas tentunya berbohong.

Gadis itu tersenyum dan melepaskan tangannya dari leher Lucas lalu melangkah untuk duduk di pangkuan Lucas. Ke dua matanya saling bertatapan dengan intens.

"Ada apa dengan Bintang, hem?" Tanya membelai rahang tegas Lucas dengan lembut.

"Ia membenci ku, " ucap Lucas lirih.

"Kita bisa membahagiakan Bintang, sayang. Kau tenang saja jangan terlalu risau. Masalah Bintang biar aku yang akan tangani." Ucapnya mulai mendekatkan wajahnya ke arah Lucas.

Lucas hanya diam menerima perkatan gadis cantik itu. Bibir keduanya bertemu di saat itulah keduanya memulai pergulatan lagi. Tangan Lucas menekan tengkuk sang gadis guna memperdalam ciumannya. Sedangkan gadis itu membuka satu persatu kancing baju Kemeja Lucas dengan perlahan.

Ciuman itu terhenti ke duanya saling tatap dan tersenyum lebar.

"Aku mencintai mu, Lucas!"

"Aku juga mencintaimu, Tia!"

Ucap ke duanya lalu memulai kembali aksi yang mereka tunda beberapa saat. Tangan Lucas mulai merayap masuk ke dalam mini dress wanita itu. Membuat sang wanita mengerang nikmat dalam ciuman Lucas.

.

.

.

.

1
beby
😭
beby
ooo gitu critanya
beby
siapa sih dia
beby
ooo papa dea masih hidup
beby
siapa lg itu yg mengintai.. penasaran
beby
good
beby
lanjut
beby
siapa lg ini yg datang
beby
balasan yg manis
beby
dokter itu kk hani
beby
apa rencananya
beby
lukas penghianat
beby
kasian bintang
beby
tuhhh kan selingkuh lg
beby
hmmmm
beby
aga bingung siapa baygun
beby
lanjut
beby
masih ada typo... tp lanjut aja
Rosmawati/jnr
Bagus
Jack
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!