Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 ~ Dasar iblis ~
Tidak ingin mertua dan suaminya memergoki dirinya yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka akhirnya Naura kembali ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.
Saat Naura memasuki kamarnya,dia tidak bisa menahan air matanya lagi,akhirnya dia merebahkan tubuhnya di samping kedua anaknya yang sudah tidur lalu menagis menumpahkan semua rasa sesak di dadanya.
Selama ini Naura bertahan karena dia tidak ingin kedua anaknya memiliki keluarga broken home tapi sikap suami dan mertuanya benar-benar menguji imannya.Setelah puas menagis Naura kembali duduk lalu menatap wajah kedua anaknya bergantian,melihat kedua anak yang tidak berdosa itu rasanya dia tidak sanggup kalau harus berpisah dengan suaminya karena takut kedua anaknya menjadi korban keegoisannya walau selama ini suaminya sudah kurang perhatian kepada kedua anaknya.
"Baiklah aku akan tetap mempertahankan rumah tangga ini,masalah orang tuaku,aku bisa menyelesaikannya dengan baik." Ucapnya dalam hati walau sebenarnya perasananya terhadap suaminya sudah benar-benar hambar.
Naura keluar dari dalam kamar,dia melihat ruang tahu disana mertua dan adik iparnya masih saja sibuk mengurusi perhiasannya yang begitu banyak tapi dia tidak melihat suaminya lagi disana.
Setelah makan malam Naura,kembali ke kamarnya,lalu mulai membuka laptop dan mempromosikan semua produk keluaran pabriknya.Dia memang wanita pekerja keras tidak heran usahanya semakin maju dan mereka sudah memiliki banyak distributor dan hal itu membuat usahanya semakin maju.
Setelah jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam Naura sudah mulai mengantuk dan sudah beberapa kali menguap akhirnya dia menyudahi pekerjaannya malam ini.
Keesokan paginya Naura dan kedua anaknya sudah duduk di tempat duduk masing-masing,tiba-tiba mertua dan adik iparnya sudah datang,padahal sewaktu ibunya ada kemarin mereka berdua jarang sekali menunjukan batang hidungnya.
"Naura kenapa wajah mu selalu terlihat tidak enak,apa kamu merasa tidak senang kalau aku tinggal di rumah ini?"
"Nah...Ibu tau,terus kenapa ibu dan Lisa masih disini? tidak malu ya Bu setiap hari disini,bukan kah kalian juga sudah punya rumah,dan bahkan mas Vito memberikan bulanan yang cukup banyak,jadi kenapa ibu masih di rumah ini juga?"
"Brakk...Tidak sopan kamu Naura,beraninya kamu berbicara tidak sopan seperti itu ,dasar menantu tidak tau malu,harusnya kamu bersyukur punya suami setia seperti Vito,dan mau mempertahankan wanita sepertimu,kamu hannya wanita miskin yang kebetulan punya nasib baik menikah dengan pria berpendidikan seperti Vito....
"Benarkah? aku yang beruntung atau mas Vito yang beruntung memiliki aku,mungkin saja Bu kalau dia tidak menikah dengan ku dia masih honor yang gajinya tidak seberapa." Ucap Naura enteng memotong ucapan mertuanya yang membuat mertuanya semakin kesal.
"Hahaha....Apa kamu bilang,Vito yang beruntung memangnya wanita lulusan SMA sepertimu selain jadi pengawas di pabrik bisa apa,jangankan untuk bekerja merawat wajah dan tubuhmu saja kamu tidak mampu,dan yakin Vito pasti sudah punya selingkuhan di luar sana." Ucap ibunya dengan nada yang cukup emosi.
Deg....
Mendengar kata-kata mertuanya,tiba-tiba saja jantung Naura berdebar lebih cepat,jujur saja pikirannya tidak pernah sampai kesana dan bahkan dia terlalu polos hingga tidak pernah berpikir kalau suaminya punya wanita lain di luar sana.
Sebesar apa pun amarahnya selama ini kepada suaminya,dia tidak pernah berpikir kalau suaminya yang pernah mencintainya begitu dalam akan membagi cintanya dengan wanita lain.
"Bu...Nenek ngomong apa sih?" Tiba-tiba Yuda mengagetkannya hingga dia tersadar dari lamunannya.
"Ibu bisa tidak menjaga omongan ibu...Ibu tidak melihat Yuda dan Yuna ada disini,ibu mau kedua cucu ibu ini berpikiran yang tidak-tidak..."
"Bodoh amat...Aku ingin melihat Vito selingkuh,dan kamu di tendang dari rumah ini dan menjadi gelandangan di luar sana bersama kedua anakmu itu." Ucap mertuanya dengan nada sinis dan sangat puas melihat wajah marah menantu yang tidak pernah dia sukai itu.
"Yuda...Yuna kita pergi..." Naura membawa kedua anaknya keluar dari ruang makan,dan saat itu dia belum melihat suaminya sejak tadi pagi.
"Terlalu belagu sih...Tidak tau diri banget,sudah hidup nyaman tapi sok berkuasa."Sindir adik iparnya saat mereka sudah mulai melangkah dan Naura hannya bisa mengabaikan kata-kata Lisa.
"Ma...Kenapa sih nenek sangat jahat,dari dulu nenek selalu saja jahat sama mama,dan papa juga sudah tidak sayang kami lagi." Ucap Yuda dengan wajah sedih.
"Sudahlah nak,papa masih sayang kalian,dia hannya sibuk mengurusi perusahaan,dan masalah nenek dia juga sayang sama kalian tapi dia hannya tidak tau saja mengungkapkan perasaan sayangnya." Jawab Naura tetap menjaga nama baik suami dan mertuanya.
"Sudah lah ma...Kami juga tau mereka sayang atau tidak,mama tidak usah bohong." Ucap Yuda dan Naura hannya bisa menghela napas panjang karena ternyata anaknya sudah semakin besar.
****
Vito dan Melisa memasuki sebuah restoran untuk makan siang,hari ini Melisa menemui Vito ke kantornya karena dia ingin memastikan kalau kekasihnya tidak membohonginya tentang jalan-jalan ke Turki karena dia sudah tidak sabar.
"Sayang...Kita jadikan berangkat Minggu depan ke Turki,aku sudah tidak sabar...Dan nanti transfer uang ya sayang,karena aku harus membeli baju-baju sebelum berangkat kesana." Ucap Melisa dengan nada manja.
"Jadi dong sayang,aku sudah mengurus semuanya,kamu tidak usah deh bawa baju banyak-banyak karena aku lebih suka kamu tidak pakai baju.." Ucap Vito nakal.Dan Melisa hannya menanggapinya dengan senyum manja.
Vito benar-benar memanjakan kekasih dan keluarganya,sementara dia meluapkan Naura wanita yang sudah membawanya naik ke atas dan bahkan dia berniat menyingkirkan wanita itu.
"Vito...." tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dan Vito sangat kaget mendengar suara ibunya dan saat itu dia sedang menggenggam tangan selingkuhannya.
"Ibu ngapain kesini?" Tanya Vito dengan wajah yang ketakutan karena dia pikir ibunya bakal marah karena dia bermain wanita lain.
"Ini siapa...Selingkuhan mu? cantik juga ya!" Melisa langsung berdiri lalu menyalami Sarah dan Lisa yang kebetulan juga datang ke tempat itu.
"Melisa Tante..."
"Sarah." Melihat penampilan Melisa Sarah langsung menyukai Melisa karena dia mengira kalau Melisa anak orang kaya.
"Ibu tidak marah aku bersama wanita lain?" Tanya Vito dengan wajah heran dan saat itu Sarah tersenyum.
"Memangnya sejak kapan aku suka dengan istrimu yang kampungan itu,kayak Melisa dong sudah cantik masih muda dan pastinya dia memiliki latar belakang keluarga yang hebat bukan kayak Naura wanita kampungan itu.Ibu harap kamu menceraikan dia secepatnya." Ucap Sarah.Melihat ibunya Vito menyukainya membuat Melisa semakin bangga dan merasa punya kesempatan emas memiliki pria kaya untuk dijadikan suaminya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
Terima kasih Kaka yang mau mengikuti cerita ini tolong jangan lupa meninggalkan jejak ya kak makasih banyak 🙏🙏🙏
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡