NovelToon NovelToon
Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Tamat
Popularitas:346.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aeni Santi

Berawal dengan merawat Bapaknya yang mengidap gagal ginjal hingga dipertemukan dengan seorang Dokter Spesialis penyakit dalam tidak lain Dokter yang merawat Bapaknya.

Karina harus menerima kenyataan jika ia harus hidup yatim piatu bersama adiknya dan untuk melanjutkan kuliah Ia rela sambil bekerja karena tidak ingin merepotkan saudaranya.

Kesabaran dan keikhlasan Karina menjalani hidup membuat Dokter Gama jatuh cinta padanya.

Akankah Mereka dapat bersatu dengan perbedaan yang ada di antara mereka.
😉😉😉😉


Ikuti kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MMM #7

Aktivitas Karina sekarang bekerja sambil kuliah, setelah mendapat bantuan dari Anggun akhirnya dia bisa bekerja di minimarket milik Tantenya dan diperbolehkan sambil kuliah dengan mengambil jam kerja di sore hingga malam.

Karina menjalankan semua itu dengan ikhlas selama dirinya masih mampu dan dia beranggapan jika itu memang tugas dia sebagai anak pertama.

Sehabis menemani Bapaknya untuk cuci darah sore hari itu Karina pamit untuk berangkat bekerja.

Bapaknya memperhatikan sepeda motor Karina yang pergi meninggalkan rumah. Kini hanya Bapaknya dan Risa yang menemani di rumah.

"Bapak kenapa."

Risa memperhatikan Bapaknya yang terlihat sedih memandang sepeda motor kakaknya pergi meninggalkan rumah.

"Kasihan Mbak Kamu, Dia harus bekerja sambil kuliah." ucap Bapaknya.

"Bapak nggak usah mikir itu yang penting sekarang Bapak sehat dulu. Mbak Karina ikhlas menjalankan itu semua." jawab Risa.

"Harusnya Bapak yang bekerja dan kalian berdua tinggal sekolah saja."

Nampak wajah bersalah tergambar di raut muka Pak Heri.

"Pak, Mbak Karina melakukan itu semua atas kemauannya sendiri."

"Maafin Bapak ya. Kalian jadi hidup susah begini gara-gara Bapak."

"Pak, jangan bilang begitu kita bahagia kita nggak merasa hidup susah."

"Bapak mau masuk dulu."

Risa memandangi Bapaknya yang berjalan masuk ke dalam rumah. Dia merasakan jika Bapaknya sangat merasa bersalah dengan dirinya serta Kakaknya yang harus bekerja sambil kuliah untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.

"Beri kesehatan kepada Bapak ya Allah." Doa Risa melihat Bapaknya masuk ke dalam kamar.

Hari makin malam, setelah melaksanakan sholat Maghrib Karina membuka bekal yang di bawanya dari rumah tadi untuk makan malamnya. Dia sangat beruntung ketemu dengan teman-teman kerjanya yang sangat baik, mereka makan bersama.

"Karin, HP kamu bunyi."

Temannya yang sedang beristirahat bersama Dia mengingatkan ponselnya karena Karina tadi ke kamar mandi.

"Iya Mbak Desi, makasih."

Karina mengambil ponselnya dan di sana terdapat nama Dokter Gama yang memanggil.

"Assalamualaikum Dok."

Jawab Karina.

"Waalaikumsalam, Saya ganggu Mbak Karin." terdengar suara di seberang telepon.

"Maaf ya Dok, ada perlu apa karena saya sedang ada pekerjaan."

Karina jujur saja daripada nanti terlalu lama ngobrol dan jam istirahatnya juga sudah habis.

"Mbak Karin bekerja.? ."

Padahal Gama aslinya sudah tau.

"Iya Dok, maaf apa ada hal penting yang harus disampaikan mengenai bapak."

"Bukan soal Bapak, Mbak Karina kerja dimana." Sebenarnya Dia juga sudah tahu dari cerita Anggun tapi berpura-pura aja.

"Saya di minimarket Jaya Dok, maaf Dok sudah dulu saya harus kerja."

"Oke, selamat bekerja maaf mengganggu."

"Baik Dok, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Percakapan mereka berakhir dan Karina kembali bekerja.

Sedangkan Dokter Gama yang tadi berada di rumah bergegas mengambil jaketnya lalu keluar meninggalkan rumah.

"Ma, Pa. Gama keluar dulu ya."

Gama menghampiri Papa dan Mamanya yang berada di ruang keluarga sedang bersantai habis makan malam.

"Mau kemana malam begini, baru juga pulang." Protes Mamanya.

Gama memang terus sampai di rumah saat adzan maghrib lalu sholat dan makan malam bersama.

"Bentar aja Ma, ada urusan."

"Sama Lukman, kayaknya beberapa hari ini kamu sering deh ke rumah dia."

"Biarin aja Ma, yang penting dia tahu istirahat dan tahu waktu. Jangan pulang malam-malam besok ke rumah sakit lagi." Kata Papanya yang juga profesi sebagai dokter tapi beda rumah sakit.

"Baik Pa."

"Papa ini, jangan pulang malam loh istirahat manfaatkan waktu." Ingat Mamanya.

"Iya Mama Ku Sayang, pergi dulu ya Ma, Pa. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, hati-hati."

"Siap..."

Gama menuju ke arah pintu sambil membawa kunci sepeda motornya.

"Gama nggak bawa mobil Pa."

Mamanya mendengar suara motor milik Gama keluar dari garasi.

"Biarin aja Ma, kita kasih kepercayaan sama dia kalau dia memang sudah berubah." Ucap Papa.

"Mama kadang masih khawatir dengan pergaulan dari Gama Pa."

"Mama tenang aja, Gama paling nongkrong sama Lukman. Papa kadang wa sama Lukman Dia sudah tidak pernah keluyuran lagi."

"Syukur Pa."

"Mama jangan terlalu kepikiran nanti malah drop lagi."

Mamanya sampai sakit memikirkan sikap Gama.

Sepeda motor Gama melaju ke suatu tempat lalu Dia menghentikannya di depan minimarket dimana Karina bekerja.

"Itu Dia. Kasihan harus bekerja sampai malam."

Ucapnya melihat Karina dari kaca minimarket Karina sedang berada di kasir.

Gama memperhatikan Karina dari luar, lalu berniat masuk untuk membeli sesuatu agar bisa menyapa Karina.

"Selamat Datang."

Sapa Karina tapi Dia tidak memperhatikan dengan jelas siapa yang masuk karena sedang menghitung belanjaan pelanggan sedangkan Gama juga mengenakan topi.

"Terima kasih Mbak, selamat berbelanja kembali."

Karina selalu ramah dengan siapapun pelanggannya supaya mereka kembali lagi belanja di sana.

"Ini Mbak."

Gama berdiri di depan kasir di mana Karina berada di depannya.

"Baik Mas."

Karina menerima botol minuman dari Gama lalu terdiam begitu mereka saling bertatap.

"Dokter."

Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Kok bisa disini ."

"Iya tadi kebetulan lewat terus mampir mau cari minum."

"Ini Dok, jadinya 35 ribu."

Gama mengeluarkan dompet lalu memberikan uang kepada Karina dan Karina mengembalikan kembalinya.

"Makasih Dok, selamat berbelanja kembali."

"Kamu pulang jam berapa." Tanya Gama.

Karina menatap Gama dan mereka saling pandang.

"Jam 09.30 Dok."

"Baiklah."

Gama tersenyum lalu keluar dari minimarket karena tidak enak mengganggu pekerjaan Karina.

"Siapa Karin."

Tanya Desi temannya.

"Dokter yang merawat Bapak Mbak."

Jawab Karina singkat dan Desi menganggukkan kepalanya.

"Dia menatap kamu terus dari masuk tadi." ucap Desi.

"He he he.. Bisa aja Mbak Desi."

Pukul 9 malam tiba dan Karina sudah menutup gerbang depan tapi dia masih di dalam melakukan penghitungan, lalu setengah kemudian Dia bersiap pulang dan tinggal mengambil sepeda motornya.

"Karin dijemput ya."

Ledek temannya Desi.

"Nggak ada Mbak, siapa yang mau jemput."

"Itu, Pak Dokter tadi."

Karina membalik badannya dan sudah ada Gama di atas sepeda motornya sambil tersenyum memandangnya.

😍😍😍😍

Cie.... Cie....

1
cahaya
terimakasih sekali lagi terimakasih.
Pembaca setia yang selalu menanti karya baru author..🙏

menulis ini hobi untuk mengeluarkan unek2 di kepala he he..
tapi kalau nyatanya menghibur, author seneng banget..

Masih ada cerita Lia ya, bisa dikepoin 😃😃😃
Nar Sih
ending yg bagus kak ,ahir nya risa hamil ,walau sayang padahal aku blm puas bca cerita romatis ini ,di tunggu cerita terbaru nya ya kakk ,semagat moga kak aeni sehat dan bisa terus berkarya👍🥰🥰💪
Ira Sulastri
Terima kasih ya kak author atas ceritanya sudah selesai dan tidak menggantung, jadi kami pembaca ga penasaran dengan akhir cerita nya

Semangat terus ya dan tetap terus berkarya 🔥🔥😍💐
Nar Sih
akhamdulilah adik kakak dpt suami yg hampir sama sifat nya bucin sama istri masing,,dan romantis nya itu lho bikin pembca seneng
Ira Sulastri
Alhamdulillah....suami bucin drpd nanti ngeliiriknya ke perempuan lain😍🤭
Zera yulfita
novel islami, sopan ramah dan menyenangkan 😂
Nar Sih
semoga bahagia selalu untuk risa dan dr maulana ,juga dr gama dan karin,jgn end dulu kak ,syg baget cerita yg romantis ini berhenti kan risa blm punya beby🙏
eni
next novel new😁
sendy kiki
ya boleh lah Kaka. ceritanya juga akhir bahagia. terlalu panjang takutnya alur jelas ga jelas
Julidarwati
gmn baik nya Thor toh semua bhgia gitu
Julidarwati
romanc bingits Thor...ap kisah anthor ni ye/Smile//Smile//Smile/
Ira Sulastri
Semoga Risa dan Maulana bahagia terus, jangan sampai tergoda pelakor
Nar Sih
ngk bosen,,nya bca cerita cinta dr maulana dan risa yg sangat romantis ini beruntung kmu risa ,punya suami penyaysng dan cinta habis sama kmu ,bahagia selalu untuk kalian 👍🥰🥰
eni
penganten baru mah bikin ir
i si ibu tiri gmn ini😁
jadi sadar apa semakin menjadi?
Nar Sih
sayangg wahh ..romatis nya ,psngan pengantin baruu ,bikin yg bca baper kak thorr
eni
ya sih damai itu indah,tp itu b.siska yakin kapok ga tuh😂
kalau masih iri dengki,perlu d sekolahkan,dan d rumahkan saja😂
Nar Sih
bnr,,marah nih maulana ,lihat istri nya di hina sama si ibu tiri yg julid ,untung nya kmu punya istri yang sabar ya maulana ,lanjut kakk👍
difaq aisyah
Lumayan
eni
di pikir ibu susan syudah baik...eh masih JD ibu tiri jahat 😁
Nar Sih
wahhh ..bnr nih si ibu tiri mu ngajak perang nih maulana ,kasihan istri mu yg ,sabarr risa yaah ..yakin lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!