Akhir dari sebuah hubungan tentu nya akan lebih baik jika pasangan mengakhiri nya dengan pernikahan. Tapi bagaimana dengan Bella...? Rian yang sudah melamar nya malah membatalkan pernikahan nya dan memilih perempuan lain. Oleh sebab itu Bella menjadi sakit hati ia berniat membalas semua sakit hati nya itu dengan cara mencari pacar sewaan yang bernama Dewa. Mereka berhasil membuat Rian panas hati sehingga menimbulkan konflik selama melakukan misi jadi pacar bohongan tanpa mereka sadari benih- benih cinta antara Dewa dan Bella mulai tumbuh. Bagaimana kelanjutan kisah nya mari ikuti cerita nya.
Disini👉 Kekasih bayaran
Semoga suka🤗. Don't bom like!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kadang berbohong itu indah dan menyenangkan.
Dengan bingung nya Dewa melihat sekeliling tempat duduk nya tadi. Seorang tante-tante tadi sudah menghilang malah berganti seseorang yang sedang baca majalah dengan sampul terbalik. Seseorang itu adalah Bella yang sengaja nya mengintai Dewa dari tadi.
"Kemana perginya Tante tadi? padahal kan dia minta ambilkan minuman tadi. Sejak kapan wanita ini ada di sini kenapa dia menutupi wajah nya dengan majalah? siapa dia?" Dewa melirik dan memperhatikan dari bawah hingga ujung rambut dan sedikit mengintip wajah wanita itu, namun tidak terlihat. Ia pun bertanya. "Mbak apa Mbak lihat Tante-tante tadi yang duduk di sini kemana perginya?" tanya Dewa.
"Gak tau tuh pergi kemana, Tante itu sudah pergi di jemput suaminya tadi," ujar Bella berbohong.
"Hah...!" Dewa terbelalak mendengar ucapan Bella. "Untung saja aku tidak ada coba kalau ketahuan bisa habis aku. Tante-tante tidak tau diri! sok-sok cari pacar segala tau-tau nya ada suami," gerutu Dewa.
"Makaya jadi lelaki itu mau jeli bisa bedakan antara perempuan yang berbohong dan yang jujur." ujar Bella menggurui.
Mendengar suara wanita itu sontak Dewa menarik majalah dari wajah wanita itu karna ingin memastikan orang nya dari suara nya ia merasa tidak asing lagi setelah itu ternyata benar dugaan nya itu suara Bella.
"Kamu ngapain di sini? ngintipin aku lagi kerja ya?" tanya Dewa cemberut.
"Kurang kerjaan banget aku ngintipin kamu, aku tu datang ke sini mau minta tolong tau!" Bella memasang muka sendu agar dikasihani.
"Wah maaf banget, hari ini aku sibuk banyak kelayan jadi aku gak bisa bantu kamu," terang Dewa ia ingin beranjak dari tempat itu. Namun Bella menahan nya.
"Dewa... pliss ayo dong, sebentar saja. Mobil aku lagi di servis." rengek Bella.
"Terus?" sambung Dewa menyanggah.
"Aku minta tolong antar pulang boleh kan...?" pinta Bella cengengesan.
"Hem...." Dewa terdiam berpikir sejenak. "Ini cewek manis benget sih kalau lagi ada mau nya," batin Dewa.
"Gimana ya, aku sibuk banget hari ini Bel." Dewa bingung mau jawab mau atau tidak.
Di kejauhan ada Dita yang memperhatikan mereka. Bella sengaja mendekati dewa karna mereka baru saja mulai taruhan nya.
"Kali ini biarlah aku mengalah tapi besok giliran aku lagi yang dekati Dewa," batin Dita memasang muka sinis kearah mereka.
Bella sengaja merengek-rengek di hadapan Dewa dan sengaja mengandeng tangannya sok romantis agar Dita menjadi cemburu.
"Ayo dong Dewa antarin aku, aku janji akan tambah honor mu," rayu Bella.
Setelah berpikir Dewa pun mengiyakan permintaan Bella.
"Oke kalau begitu aku mau. Ayo... !" ajak Dewa semangat.
"Ada apa dengan Bella hari ini dia tampak sok romantis gini sampai pegangan tangan segala lagi," batin Dewa curiga takut ada apa-apa nya.
"Bel... apa di sini ada Rian?" tanya Dewa ragu dengan sikap Bella.
"Gak ada, emang ada apaan?" Bella balik bertanya
"Gak pa-pa si hanya bertanya. Ayo buruan naik!" ajak Dewa. Bella segera naik dan memegang erat pada pinggang Dewa. Dewa tersenyum melihat kedua tangan Bella sudah melingkar di pinggang nya. Dewa pun mulai melaju.
Ternyata Dita juga mengikuti mereka dari belakang ia juga naik motor bersama tukang ojek.
"Bang... kita ikuti motor depan ya...!" ujar Dita pada tulang ojek.
"Siap Non," sahut nya, Kang Ojek langsung menyusul motor yang di kendarai Dewa.
Bella sempat menoleh kebelakang ia melihat Dita mengikuti nya ia tambah semangat memeluk Dewa.
Dewa tersenyum melihat Bella memeluk nya dengan mesra sepertinya ia suka di peluk Bella.
Sesampainya di rumah Bella, Dewa langsung pamit mau balik ke kantor lagi. Tiba-tiba tas Bella terjatuh Dewa pun membantu mengambil tas tersebut tanpa di sadari Bella juga ikut mengambil tas tersebut sehingga tangan mereka pun bersentuhan. Mereka pun saling menatap satu sama lain.
"Ma-maf yah aku buru-buru," ucap Dewa terbata-bata ia merasa grogi saat bertatapan mata dengan Bella begitu juga dengan Bella ia tampak gugup.
"Tidak apa-apa aku yang salah," ujar Bella mengalihkan pandangan Dewa.
"Yah maaf...," Dewa tersenyum Bella pun membalas senyuman Dewa kedua-duanya jadi salah tingkah.
Dita yang melihat dari jauh merasa kepanasan dengan pemandangan itu. "Cewek centil itu sudah meracuni Dewa, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu. Jika kau berani mengambil Dewa dari ku awas saja!" cetus nya.
Bella sudah berlalu di hadapan Dewa. Sedang asyiknya asyik tersenyum sendiri tiba-tiba ponsel Bella berdering, dan panggilan itu dari Juan.
Bella segera mengangkat ponselnya
📞"Juan...!" teriak Bella semangat. saking semangatnya Juan sampai kaget.
📞"Aduh bikin budek aja! koq teriak si Bel! " gerutu Juan jengkel karna gendang telinganya hampir pecah.
Bella bercerita tentang hari itu bersama Dewa. Juan pun ikut senang mendengar cerita itu karena akan terbebas dari jambakan Bella nantinya.
📞"Juan aku ada tugas penting untuk mu!" ucap Bella memberitahu.
📞"Tugas apa lagi?" ucap Juan lemah.
📞"Sekarang kamu harus mencari info tentang makanan kesukaan Dewa, buah kesukaan Dewa minuman nya dan semua tentang Dewa," ujar Bella.
📞"Aduh kenapa harus aku si Bel..? Kayak nya aku gak sempat deh," ucap Juan menolak secara halus.
📞"Kalau bukan kamu. Siapa lagi Juan? apa kamu tidak butuh cuan lagi?" tawar Bella.
📞"Cuan... iya boleh deh, kalau ada cuan nya aku mau," sahut Juan jujur.
📞"Hem... kapan si seorang Bella memberi perintah tanpa imbalan, ini Bella Juan teman kamu yang kaya raya anak Sultan. Gengsi dong memberi tugas tidak ada cuan nya, iya nggak...," pamer Bella.
📞"Iya Bel, aku tau koq kamu anak Sultan, tapi jangan pamer gitu kenapa? gak malu sama anak Sultan yang lebih tajir dari kamu," ledek Juan.
📞"Malu sih, tapi kalau tidak di gitukan kamu gak mau aku benci dengan jiwa materi mu selalu kumat kalau dikasih tugas!" Bella melemah.
📞"Biasa lah itu Bel, jaman sekarang mana ada yang gratis," sahut Juan jujur.
📞"Iya aku paham soal itu, aku juga gak kan menyuruh tanpa imbalan koq makaya kamu semangat cari info tentang Dewa dan segera infokan ke aku segera," tutur Bella.
📞"Oke deh Bel, siap laksanakan," ucap Juan semangat. Ia pun bergerak secepatnya pergi ke kantor tempat Dewa.
Bella menutup panggilan nya.
Juan yang semangat akan menjalankan tugas dari Bella lupa akan tujuan nya menelpon Bella tadi sebenarnya ia mau mengabarkan kalau Rian akan segera menikah dengan Pretty.
Bella masih tampak senyum-senyum sendiri masuk dalam rumah nya tanpa memberi salam. Papa Alek yang sedang asyik duduk-duduk di ruang tamu menjadi kaget melihat Bella masuk nyelonong tanpa salam ia pun meneriaki Bella.
"Bella! bisa tidak kamu memberi salam ketika masuk rumah." Papa Alek marah.
Papa ngagetin aja...
"Kamu yang ngagetin papa. Main masuk aja sambil senyum-senyum sendiri lagi. Ada apa? apa lagi Kesambet?"cetus papa Alek kesal.
"Ini lebih dari Kesambet Papa, hari ini bella bahagia banget...," ujar Bella tersenyum.
"Emang ada apaan?" tanya papa kepo.
"Ada deh Pa... orang tua di larang kepo." Bella langsung masuk ke kamar nya tanpa pamit.
"Anak jaman sekarang gak ada sopan-sopan nya sama orang tua!" papa Alek geleng kepala.
...