Perjuangan seorang CEO dingin dan suka gonta ganti wanita, yang jatuh hati pada wanita cantik beranak satu yang penuh misteri.
penasaran dengan kisah mereka. ayo baca ceritanya.
Jangan lupa like and comment.
kritik dan saran dari pembaca sangat di hargai.
Follow me on :
Instagram @agistawulur
Facebook @Derry Agista Wulur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Derry Agista Wulur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 7
Merasa risih dengan tatapan Alex, Bunga pun menghilangkan kecanggungan yang terjadi.
"Toko kami buka jam 8,.kalau anda mau memesan bucket bunga lagi."
Alex pun tersadar dari lamunannya, dan segera mengembalikan kesadarannya.
"Oh maaf, saya tidak tahu kalau toko ini buka jam 8. Kalau begitu saya akan kembali lagi nanti."
Alex bergegas masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju perusahaannya. selama perjalanan hati Alex tidak tenang, dia selalu terbayang penampilan Bunga tadi dan tiba - tiba dia teringat aroma tubuh Bunga yang lebih membuat birahi laki - laki Alex muncul. Alex pun menampar wajahnya untuk menyadarkan dirinya dari pikiran kotornya saat ini.
Di kantor Alex di sibukkan dengan tumpukan dokumen di atas mejanya, dokumen berserakan di atas mejanya.
tok tok tok
"Masuk."
Arya masuk setelah mendapat izin dari Alex.
"Di luar ada wanita bernama Maya, dia ingin bertemu dengan bapak."
"Biarkan dia masuk."
Alex berkata tanpa melihat ke Arya sedikitpun.
Maya berjalan masuk setela Arya mempersilahkannya untuk masuk, dia berjalan dengan anggung mendekati Alex yang masih duduk di singgah sananya, dan langsung duduk di pangkuan Alex dengan mesra.
"Honey, sibuk banget sih.,sampe ngga melihatku sama sekali."
Maya mengalungkab tanganya di leher Alex sambil berkata dengan manjanya. Alex yang merasa tergoda melepaskan dokumen di tangannya dan memeluk pinggang Maya dengan mesra. Alex langsung ******* bibir Maya, Maya juga membalas limatan bibir seksi Alex. mereka menghentikan kegiatan mereka setelah terdengaf suara ketukan di pintu, mereka hampir saja melakukan adegan panas di ruangab Alex jika ketukan di pintu tidak menghentikan mereka. Alex merapikan pakaiannya, sedangkan Maya segera berdiri dari pangkuan Alex dan duduk di sofa.
"Masuk."
Arya pun masuk setelah mendapatkan izin.
"Maaf pak, rapat dengan dewan direksi sudah mau di mulai. para pimpinan dewan direksi sudah menunggu bapak di ruang rapat."
"Baiklah. kita ke sana sekarang."
Alex berjalan ke arah pintu, namun sebelum keluar dia menyuruh Maya untuk menunggunya sebentar.
"Aku akan segera kembali, bacalah majalah jika kamu bosan."
Maya hanya membalas anggukan dengan senyum manis pada Alex.
"Selamat sianh semuanya, maaf membuat kalian menunggu."
"Tidak apa - apa pak Alex, kami juga baru sampai." jawab salah satu dewan direksi.
"Ini hanyalah rapat dewan direksi biasa yang rutin kita lakukan, jadi tidak akan memakan waktu lama."
Rapat berlangsung dengan baik, selama rapat Alex memperhatikan setiap presentasi yang di sampaikan Arya mengenai perkembangan perusahaan mereka. Arte Companies memang merupakan perusahaan baru, namun berkat kepemimpinan Alex perusahaan itu berkembang sangat pesat dan sudah memiliki beberapa cabang di negara lain. di tengah rapat Alex menerima pesan dari Maya, bahwa dia tidak bisa menunggu Alex dia harus pergi karena ada pemotretan. Rapat berlangsung sedikit lama dari biasanya, karena salah satu projek mereka di negara A mengalami kendala.
"Bagaimana kalau kita mengajukan kerja sama dengan JK Companies. "
salah satu dewan direksi memberikan masukkan mengenai masalah yang di alami.
"Benar pak, perusahaan itu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan mereka terkenal dengan keprofesionalan mereka, dan mereka merupakan perusahaan yang cukup di segani." salah satu dewan direksi menambahkan penjelasan kepada Alex, agr Alex mau menerima saran mereka dan bekerja sama dengan JK Companies.
Alex berpikir sejenak dan akhirnya menyetujui usulan dari mereka, karena menirut Alex tidak ada ruginya jika dia bekerja sama dengan perusahaan yang besar.