NovelToon NovelToon
Senja (Dan Rasa)

Senja (Dan Rasa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulia Nur Nun

"Senja dan Rasa yang tak pernah hilang termakan semesta."

Tulisan ini bercerita tentang kisah klasik sepasang insan penikmat jingga di kaki langit yang terpisah waktu. Diberikan kejutan indah oleh Sang Maha Cinta dengan dipertemukan secara tak sengaja. Melanjutkan hubungan yang dulu pernah terputus dengan mengikat janji di tali pernikahan.

Pernikahan ?
Ya. Tentu saja pernikahan yang tak luput dari konflik-konflik sebagai batu kerikil dijalan. Namun, mampukah pasangan Nadhira dan Reyhan melaluinya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Nur Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Reyhan POV

Aku keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan mengenakan baju santai tentunya. Aku menatap bayanganku pada kaca besar didalam kamarku. Menarik ujung bibirku menciptakan satu lengkung senyum yang menurutku sangat menawan. Ah... aku tertawa percaya diri, bukan ? Senyuman kebahagiaan yang tak bisa ku ungkapkan dengan berbagai bentuk rangkaian kata apapun.

“Aleea, satu langkah sudah aku tempuh untuk memenuhi janjiku padamu saat senja kala itu. Dan langkah-langkah selanjutnya akan segera aku jejaki. Ku tapaki jejak langkah kaki menuju arahmu. Tunggulah sebentar lagi.”

Flashback On

Reyhan mendorong dengan pelan ayunan yang disana duduk seorang gadis mungil mengenakan gamis biru langit dengan jilbab warna senada. Si Gadis penyuka warna biru. Nadhira. Menghadap ufuk barat yang didepannya terdapat bentangan danau yang airnya nampak begitu tenang dan menenangkan.

“Al ?”

Nadhira mendongakkan kepala menatap pria yang juga sedang menatapnya. Sepasang manik mata hitam saling beradu pandang. Sepersekian detik Nadhira tersadar dan kembali menatap kedepan dengan rona merah dipipinya. Ada getaran berbeda dalam hatinya.

"Kamu menyukai senja, Al ?” Reyhan bertanya masih dengan menatap lekat gadis diayunan itu.

“Hmmm.”

“Kenapa ?”

Nadhira terdiam sejenak.

“Aku menyukai senja karena senja selalu menenangkan. Menyuguhkan pemandangan yang berbeda.”

“Tapi senja akan pergi dan berganti malam.”

“Senja pergi untuk kembali. Dan aku akan menunggu senja itu datang lagi.”

Reyhan terdiam dan berhenti mendorong ayunan. Lalu memutari ayunan dan berdiri dihadapan Nadhira.

“Sejak kapan kamu menyukai senja ?”

Reyhan kembali membuka suara.

Nadhira terdiam.

“Aku menyadari mulai menyukai senja saat kamu memperkenalkan aku pada senja. Dan senja selalu menuntun arah pikirku menuju arahmu. Dan entah kenapa aku sangat menyukai itu dan menyukai tentunya menyukai lelaki sepertimu," batin Nadhira.

“Aku tidak tau kapan tepatnya.”

“Kak Reyhan kapan mulai dan kenapa menyukai senja ?” Nadhira balik bertanya menatap wajah Reyhan yang tegas dengan senyum dibibirnya.

“Aku menyukai senja sejak kecil dan aku menyukai senja karena senja tak pernah takut untuk datang. Lagi, lagi dan lagi. Meski banyak orang yang tak menginginkan hadirnya.”

Reyhan mengubah posisi membelakangi Nadhira dan menghadap danau. Nadhira menatap tubuh kekar yang berdiri dihadapannya.

“Dan sekarang aku memiliki satu alasan lain untuk aku menyukai senja.”

“Bolehkah aku tahu apa itu ?” Nadhira berdiri dan mensejajarkan diri dengan Reyhan.

“Kamu.” Reyhan menatap Nadhira yang sekarang sudah berada tepat disampingnya.

“Hah ? kenapa aku ?” Nadhira mendongak untuk melihat wajah Reyhan. karena tubuh Nadhira yang pada dasarnya yang kecil mungil dengan tinggi hanya sebatas bahu Reyhan.

“Karena, kamu dan senja datang disaat yang bersamaan. Kamu yang datang membawa rindu dan senja datang menjadi penawar rindu,” Ucap Reyhan dengan senyum mengembang dibibirnya yang tak pernah tersentuh benda bernama rokok.

Nadhira menundukkan kepala. Pipinya merah merona. Tersipu malu dengan ucapan Reyhan.

“Al, lihat aku. "

Reyhan menggenggam tangan Nadhira erat tanpa ada penolakan. Dan Nadhira menatap Reyhan dengan sangat lekat.

“Aku suka sama kamu. Sejak pertama bertemu dan sampai saat ini.”

Nadhira merasakan pipinya mulai panas. Dan jelas sudah tercetak rona merah bak kepiting rebus dipipinya.

“Aku akan menjadi senja untukmu. Menjadi penenang kala kamu gelisah. Menjadi peneduh untuk kamu. Apakah kamu mau ?” tanya Reyhan tanpa melepas tatap pada gadis berjilbab biru muda di hadapannya itu.

Nadhira hanya mengangguk tanpa ragu dan tersenyum.

“Tapi kamu tau 'kan ? Bahwa senja akan pergi untuk kembali.”

Nadhira menatap Reyhan dengan tatapan tak mengerti.

“Aku akan pergi tapi untuk kembali padamu. Minggu depan aku harus ke luar negeri dan akan melanjutkan study disana,” terang Reyhan dengan wajah sedih dan lesu.

Sontak Nadhira melepas genggaman Reyhan dan berbalik ke arah matahari yang kian beranjak pulang. Diam.

“Tapi aku janji sama kamu. Aku akan kembali untukmu. Ini hanya sementara, Al. Aku sayang sama kamu. Dan tentu aku nggak mau kehilangan kamu. Aku mau kamu jadi perempuan yang akan mendampingi disisa hidupku nanti, menjadi Ibu dari anak-anakku kelak. Dan janji ku bisa kamu pegang sebagai komitmen kita. Suatu saat, di waktu yang tepat. Aku akan kembali dan menepati janjiku padamu. Trust me, Al."

Reyhan mengatakan semuanya dengan sungguh-sungguh. Nadhira memberanikan diri menatap Reyhan dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Nadhira melihat kesungguhan pada manik mata Reyhan. Tak sedikit pun ia temukan keraguan apalagi kebohongan disana.

Reyhan kembali menggenggam tangan Leea dengan Nadhira.

“Kamu percaya 'kan sama aku ?”

Nadhira mengangguk dan tanpa bisa dicegah lagu butiran-butiran kristal yang sejak tadi ia tahan kini tanpa permisi mendarat dengan sempurna di pipinya.

“Jangan menangis, Al. Aku tidak menyukai itu. Aku lebih suka melihat jika kamu tersenyum.”

Nadhira mencoba tersenyum.

"Nah, seperti ini. Kan tambah cantik jadinya. Manis. Sungguh.”

“Kamu tenang saja. Pasti aku akan menepati janjiku.”

“Iya. Aku percaya sama kakak. Dan aku akan menunggu sampai kakak kembali padaku. Tapi, aku takut.”

Nadhira menunduk dan Reyhan menautkan kedua alisnya.

“Takut kenapa ?”

“Aku takut enggak bisa jauh dari kakak.”

Nadhira kembali terisak.

Reyhan meraih dagu Nadhira dan memandang Nadhira yang masih dengan isakannya.

“Kamu pasti bisa. Jangan takut. Allah selalu bersamamu, Al.”

Nadhira dan Reyhan sama-sama tersenyum. Reyhan mengusap sisa-sisa air mata yang membasahi pipi Nadhira.

Flashback off

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Panggilan Mama melengking meneriakkan namaku.

“Reyhan!”

Aku berjalan ke arah pintu dan membukanya pelan.

“Ma, enggak usah pakai teriak apa tidak bisa ?” Aku mendengus kesal melihat kebiasaan Mama yang selalu berteriak memanggil namaku.

“Lagipula kamu juga dipanggil dari tadi nggak nyahut-nyahut. Itu telinga masih berfungsi dengan normal 'kan, Kak ?” tanya Mama setengah bercanda.

“Mama kira Reyhab tuli ? Ya ampun, Ma."

“Sudah. Sudah. Turun. Kita makan malam dulu.”

Aku mengikuti langkah Mama menuruni tangga satu per satu. Hingga sampai diruang makan yang sudah ada Papa, Farhan dan Princess kecilku, Raina.

“Malam, Kak.” Ucap Raina dengan gaya cadelnya.

“Malam, Sayang.” aku mengecup puncak kepala Raina lalu duduk disamping Papa. Seperti biasa.

Aku dan keluargaku melaksanakan makan malam dengan khidmat. Tidak ada percakapan disana. Sampai makan malam benar-benar selesai.

“Pa, Reyhan mau ngomong. Bisa ?” Aku memulai membuka suara.

“Iya. Mau ngomong apa, Kak ?”

“Reyhan mau ngomong masalah Reyhan yang ingin menikahi anaknya Om Yudha.”

Aku menceritakan semua yang terjadi dirumah Nadhira. Papa dan Mama begitu terlihat bahagia. Bagaimana tidak ? Aku sebagai anak sulung yang selalu dilempari kapan menikah akhirnya memiliki rencana juga meminang anak gadis orang. Terlebih Papa dan Mama tahu siapa gadis tersebut.

___To Be Continued___

1
fantasiku49
bgs
Salman Hafiz
Owhhh ..
Wahyu Ningsih
gag ad tor , bisa liat dimna tor tak cari gg ad tor
ynurnun: Judulnya "Napas Baru", Kak.
total 1 replies
Fatih n Queen
bs liat dimana ya kelanjytannya?
ynurnun: "Napas Baru" bukan "Nafas Baru", Kak.
total 4 replies
Rakyal Aen
coba baca
kelihatannya mebarik....
Lilis Yuanita
lnjt
ynurnun: Sekuelnya sudah bisa dibaca, ya, Kak.
total 1 replies
🌷
ksih lanjutannya thor...msih kepo kisah mereka sad or happy
ynurnun: Mari, Kak, baca lanjutannya di akun baru Othor. Judulnya "Napas Baru"
total 3 replies
Zee🖤
bikin lagi thor, aku selalu setia menunggu. sehat selalu dan semangat buat nulisnya🤗
ynurnun: Siap, Kakak 🤩
Baca juga cerita yg lain karya Othor, ya, Kak.
total 1 replies
Yuli Ana
mungkin setelah reyhan istirahat 3 hari Aleaa hamil ya..😊
ynurnun: Nggak perlu istirahat. Aleea-nya udah hamil. Mau lahiran pula 🤭
total 1 replies
Karyati Sholapari
aku baru tahu ada orang alergi strawberry
Karyati Sholapari
baru tahu... ada orng yg alergi sm jeruk... hmm... hmm
Suri Kharimah Asdi
aku kasih sepuluh jempol untuk kamu. Kata2 indah banget. Jujur sebagai penyuka sastra aku serasa membaca novel karya penulis terkenal seperti Asma Nadia. Cantik banget bahasanya.
Ratna
semangat y Thor
Ratna
semangat y thor
Lilis Yuanita
lho kok gtu he he🙄🙄🙄
Zee🖤
thor😭😭😭
Zee🖤
thor serius reyhan meninggal😭
Windi Asih
masih bingung deh sama nama"nya, suka berubah" antara Reyhan dan Abraham
🌷
semoga endingnya bukan farhan yg harus donor jantung buat reyhan...gk suka dehhhh thor
Kristina
apa Farhan gak bisa disembuhkan ya ? kakak beradik sama2 TDK sehat.......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!