NovelToon NovelToon
Griffin Struggle’S

Griffin Struggle’S

Status: tamat
Genre:Mafia / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Anak Genius / Tamat
Popularitas:73.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Andrieta rendra

Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusaan Papah Arvan

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

“Pah,” panggilnya kepada Arvan ketika dia sudah berada di depan ruangan Griffin.

Terlihat Arvan yang masih duduk termenung memikirkan ini semua, sedangkan yang lainya terlihat sudah kembali ke Mansion Arvan yang berada di Negara Russia ini.

“Hey Son, apa yang kamu rasakan saat ini ?” tanya Arvan yang merasa canggung di depan putranya.

Albert menatap ke arah Papahnya dengan pandangan sendu, dia terduduk lemas di sebelah Arvan.

“Kenapa sih Pah harus Griffin yang menerima semua ini? Apa salahnya dia? Jika memang ini hanyalah sebuah dendam lama, mengapa sampai saat ini semuanya masih belum selesai?” ucapnya pada Arvan yang menanyakan begitu banyak pertanyaan dan mungkin hanya Papahnya saja yang mengerti kenapa semua ini terjadi.

Arvan mengenduskan nafasnya pelan,sekaligus mentap lurus ke depan mengingat masa lalu. “Maafkan Papah Alson, tapi ini memang merupakan permasalahn yang sudah ada dari Zaman Kakek dan Nenek mu, kelurga Manopo dan Malik tidak akan pernah mungkin berdamai, dan terakhir Jacob, Papah sebenarnya tidak mengetahui tentangnya, Papah hanya mengtahui dua keturunan keluraga malik yaitu Mira dan Vicky." Jawab Arvan yang masih terlalu sulit untuk di cerna oleh Albert.

“Jika aku dan Briell benar-benar mati, lalu bagaimana dengan nasib Griffin putra kami? Sungguh membayakanya saja Albert tidak mampu Pah,”balas Albert dengan sedikit memejamkan matanya.

Arvan terlihat diam untuk sejenak, “Albert ketika Papah membawa Griffin kembali, Papah dan Aiden belum berhasil membunuh Pria bertato itu, dan dengan berat hati Papah mengatakan jika keadaan Griffin saat ini sangatlah terancam.” Seru Arvan yang sontak membuat Albert meneggang seketika.

“Maksud Papah apa ? Kenapa Griffin yang terancam? Kenapa putraku?” Bentaknya yang tidak terima jika putranya yang menjadi incaran musuh saat ini.

Arvan semakin menenggelamkan kepalanya pusing, “Papah mendapatkan informasi ketika bersembunyi dulu, Papah sempat mendengar salah satu dari mereka yang berbicara mungkin dengan salah satu orang kepercayaan pria bertato itu, dan dia mengatakan jika Griffin adalah sosok kehancuran bagi pria tersebut, dan itu sebabnya pada malam itu, mereka melakukan semacam ritual untuk membunuh Griffin agar ramalan kehancuranya itu tidak terjadi.” Jawab Arvan yang sebenarnya sedikit tidak percaya dengan hal mistis seperti itu.

Albert mendadak lemas tak bertenaga, lagi-lagi putranya yang di incar, lagi-lagi putranya yang harus menderita. “Hisskk,,hisskk, lalu apa yang harus kita lakukan Pah, Albert tidak mau kehilangan Griffin, dan lagi Briell akan marah jika sampai mengetahui ini semua.” Tangis Albert yang tidak dapat membayangkan bagaimana nasib kehidupan putranya di masa depan nanti.

“Hanya ada satu jalan,” balas Arvan yang saat ini yakin jika cara ini akan berhasil melindungi kehiduapan Cucunya.

“Apa itu Pah? Cepat beritahu Albert! Agar Albert bisa melindungi Griffin Pah.” Pintanya dengan sangat kepada Arvan.

Arvan terlihat menatap ke arah Putranya dengan pandangan yang tajam ke dalam mata Albert. “Kita harus mengasingkanya, mengganti identitasnya dan biarkan dia hidup jauh dari keluarga kita, dan Papah memilih Jesper untuk menjaganya dan hidup bersama Griffin dengan kehidupan yang sederhana di sebuah kampung yang terpencil, dan juga Papah akan mengirim Aunty Valen dan Zein untuk menjadi salah satu tetangga yang akan mejaganya di lingkungan itu, dan lagi-,” ucap Arvan terputus karna tidak sanggu melanjukanya lagi.

“Dan lagi apa Pah?” cerca Albert yang tidak ingin pembicaraan ini terputus.

“Griffin tidak boleh mengetahui ataupun mengenal kalian sebagai orang tuanya, biarkan dia hidup dengan berjuang mengandalkan dirinya sendiri sampai tiba waktunya dia bisa kembali dan membalaskan dendam keluarga kita, serta melindungi dirinya sendiri dari lawan dan musuh.”

Degggg jantung Albert mendadak berhenti seketika mendengar apa yang di sampaikan Papahnya ini.

“Pah, bagaimana mungkin bisa itu terjadi, tidak mungkin jika Albert membiarkan Griffin tumbuh besar tanpa mengetahui siapa orang tuanya Pah, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.” Albert begitu terpukul saat ini.

Dia bingung langkah apa yang dia akan ambil, “apakah tidak ada cara lain lagi Pah? Apa tidak bisa Albert yang bersama denganya? Kenapa harus Uncle Jesper pah?” Tanyanya dengan tegas.

Arvan menarik nafasnya dengan panjang, lalu menghembuskanya dengan perlahan. “Karna di dalam keluarga besar kita, hanya Jesper lah yang tidak banyak di kenap oleh Musuh! Sedangkan jika kamu memaksa untuk menemani Griffin, maka itu sama saja akan mengantarkan nyawa kalian berdua Son, karna kamu sudah sangat tau jelas bahwa kamu dan Alson adalah kelemahan Papah yang bisa di jadikan senjata bagi mereka. Jadi Papah mohon mengertilah.” Seru Arvan pada putranya.

Arvan bukan tidak bisa mengerti apa yang di rasakan oleh putranya ini, namun biar bagaimana pun sakitnya, keselamatan Griffin adalah yang paling utama saat ini.

Ikhlas atau tidak mereka harus tetap bisa untuk mengasingkan Griffin di tengah-tengah masyarakat biasa, agar musuh tidak ada yang bisa melacaknya.

“Dia tidak akan menggunakan nama keluarga kita, dan Papah akan memberikanya nama “Raini Griffin Erol yang artinya Seorang pengembara yang bersikap tegas yang mejelma sebagai Tuhan pencipta Dunia. Nama ini sengaja Papah pilihkan untuknya agar dia menjadi seseorang yang tegas dan bisa menguasai Dunia seperti Papah.” Seru Arvan lagi.

Jujur saja Albert sama sekali tak mampu mencerna semua ini, bagaimana bisa anak di pisahkan dari orang tuanya sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan, tentu saja sebagai orang tua dia ingin sekali melihat tumbuh kembang putranya.

Albert terdiam tanpa bisa menjawab, dan tiba-tiba saja ponsel Arvan berdering dan menampilkan nama Robert asistenya.

“Ya,” sahut Arvan mengangkat panggilan itu.

“.............,”

“Apaaaaaa,” teriak Arvan setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh Robert.

Albert yang berada di sebelah Papahnya itu menjadi bingung melihat ekspresi dari Arvan itu. “Ada apa Pah?” Tanyanya ketika ponsel Arvan meleset begitu saja dari gengamanya, serta tatapan mata yang kosong dan terlihat seperti berkaca-kaca.

“Pah, ada apa? Katakan pada Albert ada apa?” tanyanya lagi karna merasa begitu aneh dengan sikap Papahnya kali ini.

Arvan terlihat menangis menatap ke arah Albert, “hissskk,,hisskk,,aaarrrgghh,” tangis Arvan sambil menjambak kuar rambutnya.

Dan karna penasaaran melihat sikap Papahnya dan sama sekali tidak ada jawaban, Albert langsung mengambil ponsel Arvan yang terjatuh. Lalu menghubungi Robert kembali.

“Hallo Lord, nona Briell sudah benar-benar di nyatakan meninggal saat ini! Kami sudah berusaha namun detak jantungnya sudah tidak kembali lagi.” Ucap Robert memperjelas lagi keadaan tanpa dia mengetahui jika Albert lah yang mengangkat panggilan itu.

“Brieeelllllllll,” teriak Albert histeris dan langsung berlari menuju helikopter yang sudah terparkir.

Albert tau jika heli ini adalah kerjaan dari Robert yang ingin mempercepat kedatangan dari Arvan maupun Albert.

Arvan yang sudah tidak tau harus berbuat apa, lebih memilih menjaga cucunya sebaik mungkin.

Dan tak lupa dia menghubungi Mario tentang kematian Briell yang asli.

Ini benar-benar adalah hantaman besar bagi keluarga besar ini.

Lagi dan lagi mereka harus kehilngan satu nyawa akibat dendam yang tidak ada ujungnya.

Sedangkan selama perjalanan, Albert tidak henti-hentinya menangis mendengar kabar kematian istrinya. “Aaaahh hisskk, kenapa kamu lagi-lagi mengambil orang yang ku sayang Tuhan, kenapa,,aaahahhhhhhh, Brielll ku mohon kembali lah sayanggg, anak kita butuh kamu sebagai ibunya,,aaaarrrgghhh sakitttt,” tangisnya memukul dadanya yang sakit akibat luka sekaligus kepergian istrinya.

“Enggak, aku harap ini hanyalah sebuah mimpi. Briell aku harus apa jika kamu tinggalkan? Jangan begini sayang aku mohon ,,hissk,,hissk, bukankah kita sudah berjanji jika akan menjadi satu selamanya.” Tangis Albert benar-benar histeris sampai membuat luka di dadanya kini kembali mengeluarkan darah karna dirinya yang terlalu banyak bergerak.

Sambil terus meremas dadanya dia langsung melepaskan bajunya, untuk di gunakan agar bisa menekan agar luka robek itu tidak akan mengeluarkan darahnya kembali. Tangisnya yang tidak bisa berhenti itu benar-benar menunjukan betapa rapuh hidupnya saat ini.

Kebahagian yang dulu dia impikan, hidup bersama dengan Istri dan putranya serta menambah kehadiran bayi perempuan di tengah-tengahnya, saat ini hanyalah sebuah mimpi belaka.

Mimpi yang sudah sangat hancur berkeping-keping, tidak akan pernah bisa kembali utuh lagi.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

1
Erina Munir
selamat ya uncle n aunty...semoga bahagia teruus
Erina Munir
akhirnta s kakek jasper dpt pasangan juga
Erina Munir
menakuutkaan thoor
Erina Munir
ngeriiii
Erina Munir
karunyaeuun...
Erina Munir
kok lingkunganya begitu yaa...
Erina Munir
semangaat jenni..n sabaar...liat suami kaya gituu...
Erina Munir
akhirnya brankat juga griffin
Erina Munir
kesian juga arfan..baru ketemu albert udh d pisahin lgi..😭😭 sedih euuy
Erina Munir
semoga yg d harapkan para oma opanya berhasil
Erina Munir
bersyukur baby griffin sdh ada kemajuan
Erina Munir
😭😭😭😭
Erina Munir
kok d bikin meninggal sih thoor
Erina Munir
babnya pendek2 ya thor
Erina Munir
semoga mereka sekeluarga cpt sembuh
Erina Munir
ya ampuun...kesian bangeet
Erina Munir
semoga baby griffin selamat n cept sembuh kambali
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
luar biasa
FAJRIN M. MUHAMMAT
Kecewa
devaloka
bunuh aja langsung zein
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!