Fero Alexander pria tampan namun sedikit kejam jatuh cinta pada seorang gadis berhati dingin bernama Fani Anindita.
Jatuh cinta pada pandangan pertama membuat pria yang biasanya dikejar oleh wanita kini beralih dia yang mengejar wanita.
Bagaimana cara ia meluluhkan hati gadis yang terlanjur mati akibat pengkhianatan dari cinta pertamanya.
Ikuti kisahnya apakah Fero berhasil meluluhkan hati gadis yang ia cintai
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria bertopeng
Fero terus menatap Fani dari kejauhan,matanya terus memindai gadis itu yang tampak tertawa lepas dengan Kayla.Gadis itu tak peduli dengan tatapan lapar para lelaki padanya.
Pria tampan itu mengeraskan rahangnya saat seorang pria sedang berusaha mendekati Fani.Namun Fani tak mempedulikannya,dia cuek dan datar saja saat laki laki itu ingin berkenalan dengannya.
Rasanya Fero ingin memberikan bogeman mentah pada laki laki itu tapi dia tak ingin merusak acara sahabatnya.Fero berjalan mendekati Fani dia ingin berkenalan dengan gadis itu.Tapi ia tak tau bagaimana cara memulai mendekati seorang gadis karena ia pria yang tak pernah mendekati wanita tapi wanitalah yang datang padanya meski berakhir dengan kecewa karena Fero tak suka bergonta ganti wanita.Dia sangat menghormati wanita karena Mommy-nya seorang wanita juga.
"Fan...kamu sendiri?Alvian mana?",tanya Kayla saat mereka hanya berdua saja.Karena Devan sedang menyapa relasinya.
"Udah end Key,ternyata dia pria brengsek",jawab Fani cuek.
"Hmmm...patah hati dong kamu sekarang?,aku tau kenapa kamu berani pakai gaun seperti ini.Meluapkan rasa sakit hati kamu kan?",tebak Kayla.
"Ya begitulah...paling tidak gue happy", jawab Fani menahan pedih di hatinya.Dia sengaja berbohong agar terlihat baik baik saja.
"Tapi kamu lihat disekeliling kita Fan,banyak para laki-laki menatap kamu penuh minat",ucap Kayla memindai sekelilingnya yang tampak memperhatikan Fani.
"Biarkan saja Key...yang penting mereka gak ganggu aku",jawab Fani yang sedang fokus pada makanannya.
"Baiklah terserahmu saja",balas Kayla terseyum tipis.
Sementara itu Fero yang duduk tak jauh dari mereka terus memperhatikan Fani.Paha mulus Fani yang terekspose saat ia duduk membuat Fero kesal bukan main.Ingin ia menarik Fani keluar dari gedung ini dan membawanya pulang.
Fero duduk bergabung dengan Rey dan Fino orang kepercayaan Devan di toko textile milik almarhumah Mommy-nya.Sesekali mereka berbincang tentang bisnis meski Fino hanya menjadi pendengar saja.Dia tidak begitu mengerti tentang dunia bisnis.Namun Fero sesekali melirik gadis yang menjadi incarannya.
Pesta malam itu berlangsung lancar dan berkesan bagi semua orang namun tidak dengan Fero yang tak menikmati pesta itu sama sekali.Dia fokus pada Fani,dia tak ingin ada orang yang menggoda gadis itu tanpa sepengetahuannya.Meski tadi dia kecolongan tapi untung Fani tak menanggapi laki laki itu.
"Fan...pulang bareng aku aja ya",ucap Kayla pada Fani saat pesta telah usai menyisakan beberapa tamu yang masih sibuk hilir mudik melewati mereka.
"Gak usah Key...aku naik taksi saja",tolak Fani yang tak enak hati.
"Dengan pakainya seperti ini?,gak Fan...kamu bareng aku dan Mas Devan.Biar nanti kami antar kamu dulu",ucap Kayla melirik sang kekasih sekilas meminta pendapatnya.
"Baiklah sayang...kita antar Fani lebih dahulu",jawab Devan datar.
"Maaf Pak harus merepotkan anda",ujar Fani sedikit sungkan.
"Hmmm",jawab Devan datar lalu berjalan lebih dahulu menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Jangan diambil hati ya.Mas Devan memang seperti itu orangnya tapi dia baik kok",bisik Kayla diangguki oleh Fani.
Fero yang berdiri tak jauh dari situ menyinggingkan senyuman.Dia lega kalau Fani pulang semobil dengan Kayla dan Devan.Dia sudah berencana untuk memberi tumpangan.Biarlah begini dulu pikirnya akan banyak waktu untuk mereka bertemu langsung dan berkenalan.
Saat Fani akan memasuki mobil tiba tiba saja seseorang meraih tangannya.Fani reflek menatap orang itu tajam.
"Fan...jadi begini kamu sekarang setelah kita putus?dulu saat aku minta kamu memakai gaun yang sedikit terbuka menolak tapi lihatlah sekarang kamu memakainya setelah putus denganku?",ejek Alvian pada Fani yang kesal dengan penampilan Fani malam ini.
"Bukan urusan kamu lagi bukan?,kita tak ada hubungan apa apa lagi jadi jangan pernah mengkritik apa yang aku pakai",maki Fani yang sungguh sakit hati dengan hinaan dan ejekan Alvian.
"Ya...ya ya...jangan bilang kamu mau menggoda para pria kaya di pesta tadi bukan dengan pakaianmu seperti ini.Tapi sayang ya tak ada satu pun pria yang tertarik mengajakmu pulang bersama",hina Avian.
Plak
"Tutup mulut kamu Al...aku bukan kamu yang suka menggoda lawan jenis.Aku berpakaian seperti ini atas kemauan ku sendiri dan aku baru sadar kamu benar benar pria brengsek yang aku kenal.Aku membencimu Alvian",teriak Fani dengan muka yang merah padam.Ia di permalukan oleh mantan kekasihnya didepan orang banyak.
Alvian mengusap pipinya yang panas akibat tamparan dari Fani lalu tersenyum mengejek."Cuih...dasar perempuan munafik",ucap Alvian meludahkan air liurnya kesamping kanan.
Bugh
Bugh
Alvian terkapar diatas tanah dengan hidung yang sudah mengeluarkan darah segar.Pria itu terkejut saat melihat orang yang baru saja memukulnya.
"Begini caramu mengahargai seorang perempuan?",ucap orang itu dengan suara bariton miliknya.
"Kau jangan ikut campur-
"Asal kau tau perempuan akan bertingkah diluar kendalinya jika dia sudah terluka.Kau benar benar pria brengsek"
Bugh
"Minta maaflah padanya dan jangan lagi mengganggunya",ucap pria itu.
Alvian segera bangkit dan menatap Fani yang membuang muka."Aku minta maaf",ucap Alvian dan berlalu pergi dengan langkah terseok seok.
Pria bertopeng itu pergi begitu saja saat Fani hendak mengucapkan terima kasih.Kayla segera turun dari mobil dan menghampiri Fani yang masih menatap punggung pria yang baru saja menolongnya.Ya Kayla telah masuk lebih dahulu ke mobil sebelum Alvian mengahampiri Fani.
"Fan...kamu gak apa apa kan?",tanya Kayla sangat kuawatir.
"Gak apa apa Key...aku baik baik saja kok",jawab terseyum samar.
"Syukurlah...tadi Mas Devan udah mau turun buat menghajarnya tubuh pria sialan itu tapi keduluan pria bertopeng itu",ucap Kayla dengan raut wajah begitu mencemaskan sahabatnya itu.
Fani terseyum tipis lalu mengajak Kayla masuk karena Devan telah terlalu lama menunggu.
Sepanjang perjalanan suasana mobil begitu hening.Devan tampak fokus pada kemudinya sedangkan Kayla hanya fokus menatap jalanan.
Fani memilih untuk memainkan ponselnya membuka sosial media milik ya.Saat pertama masuk terdapat foto dirinya dan Kayla tadi di pesta yang diunggah Kayla.Banyak yang memberi like dan juga emoticon lainnya.
"Key...kamu posting foto kita?siapa yang mengambilnya?",tanya Fani.
Kayla menoleh ke belakang dan terseyum tipis."Seseorang Fan...",jawab Kayla.
Devan menatap sang kekasih intens.Siapa yang sudah berani mengambil foto kekasihnya tanpa sepengetahuannya pikir pria itu.
"Siapa?",tanya Fani.
"Hahahaha...tadi aku minta tolong Susi buat motoin kita tanpa sepengetahuan kamu biar hasilnya natural.Bagaimana baguskan fotonya?",tanya Kayla.
"Ya...bagus banyak yang like sama komentar",jawab Fani yang fokus pada ponselnya.
Sementara di tempat lain suasana loby hotel tempat terjadinya baku hantam antara pria bertopeng dan Alvian mulai lengang.
"Urus laki laki tadi",ucap pria itu pada salah satu anak buahnya.
...****************...
yang lain dari yg lain gitu
semangat mba💪
Aku biasa nya sebelum baca novel tuh baca komentar para riders yg udah baca,Kalo ada komentar sang peran utama nya TEH CELUP aku langsung skip dan cari novel lain aja...Yang ini aku mampir ya thor..