NovelToon NovelToon
Jepang Dan Cinta

Jepang Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:30.5k
Nilai: 5
Nama Author: Regina Maharani Rahman

Rinai pergi ke Jepang untuk mengikuti permintaan orang tuanya. Ia disuruh menghilang karena dianggap bisa menghalangi kebahagiaan sang kakak yang akan menikah dengan mantan pacar Rinai. Kesedihan Rinai hanya singkat saja setibanya di Jepang karena ia bertemu sosok pria yang dengan tulus mencintainya, Taka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Tidak lama, Taka kembali dan menyodorkan sebotol air mineral. Setelah mengucapkan terima kasih, aku meminum air dalam kemasan hingga hampir habis.

Melihatku, Taka tersenyum lebar, "Apakah berjalan jauh membuatmu kehausan?" tanyanya.

"Ya, sudah lama aku tidak berjalan sejauh tadi. Tapi kurasa itu sepadan, pemandangan di sini sangat indah, terutama di Istana Kerajaan," jelasku.

"Apakah di negaramu, kamu tidak terbiasa berjalan kaki?" tanyanya lagi. Sepertinya Taka mulai penasaran dengan Indonesia.

"Tidak, aku tidak bisa dikatakan sering berjalan kaki. Seringnya menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum jika akan bepergian ke suatu tempat."

Taka mengangguk mendengar penjelasanku. Aku tau persis dengan kebiasaan warga Jepang yang gemar berjalan kaki. Hampir semua penduduk di kota besar seperti Tokyo atau Osaka memilih untuk menggunakan transportasi umum terutama kereta , bahkan sebagian ada yang memilih menggunakan sepeda. Untuk menuju ke halte atau stasiun, mereka memilih berjalan kaki walaupun jaraknya lumayan jauh. Hanya sedikit sekali pengguna kendaraan pribadi walaupun Jepang terkenal sebagai negara yang memiliki industri otomotif terbesar. Itu dikarenakan biaya tol dan parkir yang cukup mahal.

"Apakah kamu akan tinggal lama di sini?" tanya taka setelah kami terdiam beberapa saat.

"Aku rasa iya. Aku tidak berencana untuk kembali ke negaraku. Entahlah, mungkin tidak akan pernah lagi ke sana."

"Jangan bilang jika kamu sedang melarikan diri," ucapnya serius.

Aku tertawa dan menggeleng. Entah kenapa, aku nyaman berbicara dengannya. Setidaknya, dia adalah orang yang baru mengenalku dan apapun yang akan kuceritakan padanya —termasuk hal yang bersifat pribadi— mungkin tidak akan terlalu berdampak. Lain halnya jika aku bercerita pada temanku di Indonesia. Terkadang aku menceritakan sesuatu pada seseorang dan dalam waktu kurang dari 24 jam, cerita itu sudah menyebar kemana-mana dan tidak jarang justru menimbulkan masalah baru.

"Aku dibuang," kataku lirih. "Keluarga yang mengadopsiku memintaku untuk pergi dan tak perlu lagi kembali. Jadi sekarang ini aku hanya sendiri dan akan berusaha menikmati waktu sebisanya."

Ucapanku berubah menjadi cerita panjang tentang kehidupan yang kujalani di Indonesia. Taka seorang pendengar yang baik, sesekali ia menepuk bahuku pelan tanda ikut prihatin ketika tiba di bagian cerita tentang kakak dan Putra.

"Jadi kamu sedang patah hati?" tanya Taka pelan.

Aku terdiam sejenak sebelum menjawab, "Aku rasa tidak. Aku memang dekat dan menjalin hubungan dengan Putra, tapi itu semacam perasaan yang tumbuh saat kamu sudah lama mengenal seseorang. Kamu terbiasa dengan kehadirannya, dan kamu merasa dia selalu ada untukmu.

Bukan semacam perasaan jatuh cinta yang membuat hati berdebar. Lebih tepatnya, aku hanya sakit hati pada keputusan keluargaku yang meminta untuk menjauh. Padahal, jika kakak berkata jujur secara langsung, aku akan lebih bisa menerima dan melepaskan dengan iklas. Tapi, kenyataannya, kakak hanya diam saja. Malah orang tua kami yang memberitahuku jika kakak akan menikah dengan Putra. Aku rasa mereka juga tau hubunganku dengan Putra, maka dari itu mereka memintaku menjauh bukan?"

"Iya, kamu benar. Jika orang tua kalian tidak mengetahui hubunganmu dengan pria itu, mungkin mereka tidak akan memintamu menjauh," respon Taka.

Aku menghembuskan nafas panjang, "Tapi aku bersyukur. Karena keputusan mereka yang memintaku untuk pergi, aku jadi terdampar di negara yang indah ini."

Taka menoleh dan menatapku lekat, "Ya, aku pun bersyukur. Karena hal itu, aku jadi bisa bertemu denganmu."

Ucapan Taka sontak membuat wajahku memanas.

***

Hujan turun saat aku dan Taka berjalan pulang menuju apartemenku. Saat tiba di pintu masuk, baju kami berdua sudah basah. Taka pamit pulang dan memintaku untuk segera masuk.

"Masuklah, cepat ganti pakaianmu dan minum sesuatu yang hangat. Jangan sampai jatuh sakit!"

Aku mengangguk mengiyakan sebelum melihat sosoknya berbalik dan lari menerobos tetesan air hujan yang turun dengan deras.

***

Karena hujan, aku tidak bisa duduk seperti biasa di balkon. Tetesan air yang terbawa angin membuat kaca pintu geser balkon dipenuhi dengan butiran air. Lampu di kejauhan terefleksi di butiran air tersebut dan menciptakan keindahan yang lain. Untuk mengusir kebosanan, aku membuka laptop dan mengetik di blog. Awalnya aku membuat blog ini untuk menuliskan beberapa kisah hidup, lebih seperti fungsi buku diari dan semua kuatur sebagai postingan pribadi. Namun, karena banyak pengalaman baru di negara ini, aku mencoba untuk menulis sesuatu yang berbeda. Aku menuliskan banyak tempat yang baru saja kukunjungi bersama Taka. Entah kenapa, tempat-tempat itu mulai menempati ruang khusus di hati. Apakah itu karena tempatnya yang benar-benar memberikan kesan mendalam, atau karena sosok Taka yang menemaniku mengunjungi tempat-tempat itu. Aku tidak tau.

1
Lina Suwanti
suka sekali dgn karya² author,,baik yg horor ataupun cinta romantis.....ceritanya singkat tp berkesan
Lina Suwanti
mampir lg Thor di karyanya,,harusnya ini dulu yg di baca baru "Aishiteru Taka"..…..
LANY SUSANA
konfliknya jgn berst2 la
di bab menjalelang akhir kan udah ada konflik tuh bahkan sempat putus kr kesalah pahaman
LANY SUSANA
mang Rinai ga cr kerja ya di jepang ?
seberapa banyak uang yg di punya jg lama2 habis ni kl ga kerja
Laksana mutiara🥀
Aku kagum padamu author😍 banyak sekali karya yang kamu buat sangat bagus😍😍 tetapi aku herannya, kenapa kebanyakan karya mu hanya sedikit episode nya?😅 Sejuta semangat untukmu😘😘
Regina Maharani Rahman: karena keburu banyak kerjaan lain 🤣
total 1 replies
Laksana mutiara🥀
Taka bisa berbahasa Indonesia kah?😅😄😍
Regina Maharani Rahman: dikit dikit 🥲
total 1 replies
Laksana mutiara🥀
Itu maksud nya apa?😅 kenapa x nya banyak sekali😅😅😂🤣🤣
Regina Maharani Rahman: kayanya itu font khusus, jd kebanyakan xxxx
total 1 replies
Laksana mutiara🥀
Panjang banget..😅😅😅 Setelah titik di kasih garis baru, agar tidak terkesan terlalu panjang.😁😁😁 Tetap semangat!!😋😋
Laksana mutiara🥀
Sedikit saran, kalau bisa jelasin nya jangan sepanjang ini😅😅 agar pembaca tidak bosan membaca nya...😊😊 tetap semangat!😘 Dari Cinta muslimah si gadis bisu..🤗
Laksana mutiara🥀
Kasihan...😣😣😣 Itu mah namanya di buang Om,tante..🙄🙄😑
Erlinda
dari awal cerita nya monoton ditambah dgn karakter rinai yg lebay dan bodoh. tambah membosan kan
Ai Emy Ningrum: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Erlinda
kok aq merasa novel ini seperti iklan terselubung ya..?
Zuraida Zuraida
pasti kerjaan keluarga rinai
Ena Ariani
Thooor banyakin konfliknya biaar makin asyiiik...
Ena Ariani: ditunguuuuuu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!