NovelToon NovelToon
Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: #kupunyacerita

Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 21 flashback

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

di pagi itu, sepasang suami-istri muda yang baru saja selesai melakukan aktivitas menikmati surganya dunia, kini sedang berdebat kecil karena Leana yang keras kepala ingin pergi ke sekolah, sedangkan Arkan melarang karena wajah istrinya yang nampak pucat.

"sayang, beneran kamu gak apa-apa, muka kamu pucat loh, hari ini gak usah sekolah aku izinin aja ya!?" kata Arkan melarang istrinya untuk sekolah kesekian kalinya .

"sayang, please deh aku dah bilang aku gak apa-apa, ini karena sedikit kecapaian aja karena kamu pagi-pagi udah ajak aku olahraga!" dan Leana juga meyakinkan sang suami untuk kesekian kalinya Kalau dia benar baik-baik saja yang dimana membuat Arkan mendesah pasrah.

"huff,, baiklah! Terserah kamu saja, tapi janji ya nanti kalau kamu merasa gak enak badan bilang ya? gak usah lanjutin belajar aku yang bakal izinin kamu ke wali kelas kamu!". perintah Arkan mutlak kepada sang istri.

"siap suamiku!" seru Leana sambil mengangkat tangan hormat tanda dia setuju dengan perintah suaminya.

Gemes sekali Arkan melihat istrinya nya itu, setiap hari Arkan semakin jatuh dengan pesona sang istri, dia mendekap sang istri yang di balas oleh Leana ta kalah erat, merasakan detak jantung masing-masing. Arkan menunduk dan mencium kening istrinya dalam tanda ia menyalurkan rasa cinta kepada sang istri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tibalah Arkan dan Leana disekolah, sekarang waktu menunjukkan pukul 7.40 menit, dan masih ada waktu 20 menit lagi untuk sekedar mengisi perut.

Arkan dan Leana berjalan bersama untuk ke kantin, tidak bergandengan tangan juga tidak bermesraan hanya saja mereka berjalan berdampingan. Walaupun begitu murid-murid sekolah di situ tahu kalau Arkan dan Leana memiliki hubungan karena terbukti dari mereka yang selalu bersama jika diluar kelas.

Bella, yang melihat Arkan dan Leana setiap hari bersama tentu merasa iri. "dasar anak pe*la*cur, lihat saja nanti aku gak akan pernah diam, gak tahu aja ya kalian kalau aku punya backingan, aku pastikan kamu akan pergi dari Arkan Leana!" ucap Bella dalam hati dengan seringai liciknya.

Sedangkan murid-murid lain ada yang memandang pasangan itu sangat serasi dan mengagumi kebersamaan mereka tidak sedikit pula ada yang iri hati dan mencibir di kira Arkan dan Lea begitu lebay.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jam pelajaran sudah dimulai, di dalam kelas Alea dia begitu tidak semangat, tubuhnya begitu lemas ada sesuatu yang bergejolak yang ingin dia keluarkan tapi ia tahan sekuat mungkin. tapi lama-lama Leana tidak tahan dia segera meminta izin ke gurunya untuk menuju ke toilet, melihat itu Bella yang satu kelas dengan Leana juga ikut meminta izin ke toilet.

Sesampainya di toilet Leana segera mengeluarkan sesuatu yang sudah tidak bisa ia tahan lagi untuk keluar, dia memuntahkan isi perutnya yang sempat dia isi pagi tadi. Dan di depan pintu toilet yang di masuki Leana berdiri Bella dengan seringainya sambil melipat tangan di dada, seprerti sedang merencanakan sesuatu.

Tidak lama Lea keluar dengan tubuh yang lemas, dia kaget melihat Bella sedang pura-pura mencuci tangan di wastafel. Tapi Lea mencoba untuk tidak menghiraukannya dia bejalan untuk mencuci mukanya supaya kelihatan segar dan berdiri di samping Bella.

Bella melihat Lea dari kaca di depannya dan berkata "hamil kamu?" tanya Bella "tidak heran sih kamu kan mu-ra-han!" sambung Bella lagi dan menekankan kata murahan di kalimatnya.

Leana terdiam, dia kaget mendengar kata hamil dari mulut Bella. dia tidak mengatakan sesuatu apapun untuk membela diri. Leana sedang berfikir. Melihat Leana yang diam menguatkan asumsi Bella dan Bella merasa menang karena ada sesuatu yang dia rencanakan. "hati-hati!" kata Bella sebelum pergi dengan senyuman liciknya.

"hamil?!" gumam Lea. "apa mungkin, bagaimana kalau aku benar hamil,?" sambung nya lagi, dia cemas walaupun punya suami tapi tetap saja banyak yang dia takuti.

Aleapun keluar dari toilet menuju kelas dengan Langkah lemas tak bergairah. Sesampainya di dalam kelas ia tidak sengaja bertemu pandang dengan Bella yang tersenyum penuh arti kepadanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tak terasa waktu sekolah telah berakhir, Arkan keluar dari kelasnya menuju kelasa sang istri. Disana dia melihat istrinya sedang melamun dan diapun melangkah ke arah sang istri.

"sayang!?" panggil Arkan pelan sambil memegang bahu Lea yang membuat sang empu kaget.

"Arkan! kamu dah lama di sini?" tanya Lea yang membuat Arkan semakin heran, tidak pernah istrinya seperti ini.

"sayang kamu kenapa, aku lihat dari jam istirahat sampai jam pulang kamu melamun, apa kamu masih sakit sayang?" tanya Arkan beruntun dengan nada yang sarat akan kecemasan.

"sayang ayuk kita pulang, tapi nanti kita mampir beli rujak dulu ya, aku tiba-tiba pengen makan rujak !!" ucap Lea yang diiyakan oleh Arkan. Tidak masalah bagi Arkan malahan dia senang istrinya ini minta sesuatu darinya.

sekarang mereka sudah berada di tempat bapak penjual rujak. "pak saya mau rujaknya satu porsi ya!" seru Lea semangat untuk memesan. Sekejap dia lupa akan kekhawatiran tentang hamil tadi.

"mau buah apa saja neng!! Tanya bapak penjual.

"mmm, saya mau mangga muda sama nanas aja deh pak!"

"Oalah, neng suka yang asam-asam juga toh, kayak orang ngidam neng, hehe!!" ucap si penjual bercanda tapi mampu membuat Leana terdiam mematung mendengar kata ngidam, ia kembali teringat tentang kata Bella yang mungkin dirinya sedang hamil.

Arkan yang melihat sang istri melamun segera menyadarkan Alea. "sayang, kamu gak apa-apa kan?" tanya Arkan khawatir. Arkan sebenarnya juga kaget mendengar kata ngidam itu terlebih dia melihat ekspresi sang istri yang langsung terdiam. Tapi dia tidak mau memikirkannya nya dulu, biar sampai di rumah baru ia akan membahas soal itu dengan istrinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

sampailah Arkan dan Lea sekarang di rumah sederhana yang jauh dari kata mewah itu. Arkan membantu membuka pintu untuk istrinya masuk yang sekarang masih dengan sikap diamnya.

mereka berdua berjalan keruang tengah dan duduk berdampingan di sofa di ruang itu. Pandangan Leana lurus ke depan sedangkan Arkan menghadap ke arah istrinya yang masih diam memikirkan tentang perkataan Bella dan penjual rujak tadi tentang hamil dan ngidam yang dimana dua kata itu sangat berkaitan satu sama lain.

"sayang, kenapa diam hmm? Bukannya kamu mau makan rujak? Kenapa gak di makan hmm?!". Pertanyaan beruntun dari Arkan menyadarkan Lea dari lamunannya.

"Ar, bagaimana kalau aku hamil?" tanya Lea lirih sambil menunduk dan tangannya memegangi perutnya.

Arkan sejenak terdiam, sambil memikirkan cara yang pas untuk menjawab. "sayang gak apa-apa kan kamu hamil, kamu kan punya suami, jangan khawatir ya?!" kata Arkan mencoba menenangkan istrinya. Bukannya tenang dia Lea malah semakin cemas.

"Ar, kalau aku hamil gimana dengan sekolah ku, gimana dengan masa depan ku Ar, aku masih mau lanjut sekolah dan mengejar cita-cita Ar?!" ucap Lea dengan suara bergetar karena menahan air matanya.

"maaf sayang, maaf aku gak bermaksud apa-apa! Sayang kalau kamu beneran hamil gak ada yang bisa kita lakuin selain kita menerima itu. Itu adalah pemberian Tuhan, kita akan merawat bayi kita sama-sama ya, aku akan selalu ada untuk kamu dan akan melewati semuanya sama-sama ya,, aku sayang kamu Lea, please untuk jangan sedih ya?" Arkan menggapai tubuh sang istri untuk dibawa ke ke pelukannya, diusap punggung sang empu untuk di tenangkannya.

"Lea.." panggil ibunya yang tiba-tiba keluar dari kamar " kamu hamil?!" tanyanya.

"ibu?" panggil Lea lirih yang hanya mampu di dengar oleh Arkan.

"jawab ibu Lea apa kamu hamil?!" tanya Jasmin lagi dengan dahi yang berkerut sarat akan tatapan penuh selidik.

"le ..a gak tahu Bu!" jawab Lea terbata.

"Tante, tolong jangan lihat Lea seperti itu Tan, kalaupun Leana beneran hamil kan ada suaminya Tante!" ucap Arkan mencoba menenangkan suasana yang dingin itu.

jasmin menatap tajam kearah menantunya itu, dia tidak mengatakan apapun, tapi dia berlalu dari tempat itu dan masuk ke kamar nya dan tidak lama dia keluar dengan dompet yang ada di tangannya setelah itu dia keluar dari rumah entah pergi mana Arkan dan Leanapun tidak tahu.

" sayang jangan khawatir hal yang belum terjadi ya, lebih baik makan rujaknya dulu!" Arkan membuka bungkus rujak untuk di berikan kepada istrinya. Dan Leanapun yang melihat rujaknya itu di sodorkan kepadanya tidak menolak dan mengambil nya dari tangan Arkan dan memakannya dengan lahap tanpa Merasakan kecut dari mangga yang masih muda itu.

Sedangkan di posisi Arkan dia menelan ludah melihat istrinya makan mangga muda yang telah di potong itu. "apa istriku tidak ngerasa kecut makan mangga muda itu? Apa benar Lea hamil? Kalau Lea hamil berarti aku akan jadi ayah? Aku akan punya anak?" kata Arkan membatin dan bertanya kepada dirinya sendiri. Seutas senyum tipis terlihat dari bibirnya menandakan dia senang dan tidak keberatan kalau saja Leanya benar-benar hamil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!