NovelToon NovelToon
Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:152.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Spinn Off cerita dari Vira dan Firlan dari novel "Pesona Cinta Amartha". Kelakuan Vira yang seperti bocil dan sifat keras Firlan membuat hubungan cinta keduanya semakin sulit untuk dilanjutkan ataupun diakhiri. Kehadiran Gusti yang notabene duda beranak satu pun semakin memperkeruh suasana. Bagaimana akhir cerita dari Vira dan Firlan? apakah mereka akan bersatu dalam satu ikatan perkawinan? ataukah mereka memilih berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebodohan Yang Haqiqi

"Aku udah makan jadi, kamu boleh pergi!"

"Nggak, aku lagi bosen di rumah!" kata Firlan yang meninggalkan Vira di dapur sedangkan dia glosoran di depan televisi sambil mencet-mencet remot.

"Tivi jaman kapan ini? remotnya susah dipencet!" gumam Firlan. Vira yang mendengar itu langsung merebut remot itu dari tangan Firlan.

"Kamu kalau kesini cuma mau ngehina, mending..."

"Pulang?"

"Nah itu paham," ucap Vira sinis.

Firlan bangun dan duduk bersila, mendongak melihat Vira yang menyumpal satu lubang hidungnya dengan tisu.

"Nggak, sebelum kamu sembuh!" ucap Firlan yang merebahkan dirinya lagi di atas karpet. Pria itu merebut kembali remot dari tangan Vira.

"Kamu tinggal masuk ke kamar, tidur dan anggap aja nggak ada orang selain kamu. Beres!" ucap Firlan enteng.

"Kamu tuh! aaaarrrrghhh! menyebalkan!" Vira bersungut-sungut menuju kamarnya dan menutup pintu dengan kasar.

"Astaghfirllah, hobi banget tereak-tereak!" ucap Firlan mengelus dadanya kaget.

Sedangkan di dalam kamar, Vira uring-uringan.

"Maunya apa sih tuh orang!" Vira memegang raket nyamuk dan memainkan tombol on off-nya.

"Dia kira hati aku tuh kayak kertas yang bisa dia corat-coret seenak jidat!" Vira *******- ***** bahkan menggigiti selimutnya karena kesal dengan Firlan.

Baru saja Vira mendapatkan ilham dalam rangka pengusiran Firlan, hidungnya tiba-tiba gatal dan...

"Huuuaaatchih!"

Ilham mendadak kabur dari otaknya. Dia malah sibuk menyumpal hidungnya yang meler.

"Hadeuh, padahal tadi udah hampir dapat ide. Eh, malah buyar semua!" Vira kesal dengan dirinya sendiri.

Vira yang memang sangat terganggu dengan gejala flu yang ia rasakan, ia melenggang ke kamar mandi dalam. Ia bersiap untuk pergi ke apotik.

Vira keluar dari kamar dengan hanya memakai celana jeans dan sweater rajutan. Wanita itu pun menutup sebagian wajahnya dengan masker.

"Mau kemana?" Firlan yang sedang tiduran sambil kaki satu nangkring di kakinya yang lain pun langsung terkesiap melihat Vira yang akan pergi.

"Hey! mau kemana aku tanya!" Firlan bangkit dan berdiri mencekal lengan wanita itu

"Bisa nggak sih kalau nanya tuh nggak usah pake tarik-tarik kayak gini!" ucap Vira kesal yang tak melepaskan masker di wajahnya.

"Aku nggak akan narik kalau kamu dari tadi jawab pertanyaanku," ucap Firlan.

"Ke apotik beli obat," ucap Vira dengan membuang muka.

"Biar aku aja yang pergi. Kamu kasih tahu aja obat apa yang harus aku beli," kata Firlan yang segera menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di atas karpet.

"Nggak usah. Aku bisa beli sendiri, makasih!"

"Nggak usah keras kepala. Kasian orang nanti ketularan,

Setelah memberitahu obat yang harus dibeli pria itu, Vira pun melepas lagi maskernya. Dan akan kembali ke kamarnya. Namun tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang.

"Ada apa lagi?" tanya Vira kesal pada pria yang katanya akan membelikan obat untuknya.

"Nggak apa-apa. Mau nitip apa lagi selain obat?"

"Nggak ada,"

"Ya udah aku pergi," ucap Firlan.

"Ya udah sih, pergi tinggal pergi..." lirih.

Firlan memacu mobilnya membelah jalanan. Namun ia baru menyadari kalau ia tak membawa uang cash. Firlan, pun akhirnya berbelok untuk mengambil uang terlebih dahulu. Baru setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanannya. Sebenarnya di sekitar kontrakan Vira ada apotik, namun Firlan memilih apotik yang letakknya agak jauh. Ia berpikir akan membelikan roti dan susu untuk Vira.

Perlahan mobinya berhenti di depan sebuah apotik. Namun, ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal sedang memegangi perutnya.

"Alia?"

"Ehm, Pak Firlan?"

"Kamu baik-baik saja?" tanya Firlan hanya sekedar basa-basi.

"Iya sedikit," ucap Alia menahan sakit.

"Apa kamu akan membeli obat?" tanya Firlan.

"Ya, tapi ini rasanya sakit. Aku..." Alia sudah sangat pucat.

"Lambung?" tanya Firlan. Ali mengangguk.

"Aku tidak sengaja minum kopi, dan rasanya perutku sepertindi aduk-aduk," jelas.

"Aku antar kamu ke rumah sakit saja. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakitmu akan semakin parah," kata Firlan.

.

.

Vira menyibak sedikit tirai yang menutupi jendela.

"Apa dia beli obat di planet lain?" ucap Vira yang melihat kalau hari sudah beranjak sore. Vira tersenyum getir.

"Kebodohan yang haqiqi menunggu orang yang nggak oantas buat ditunggu!" Vira mencibir dirinya sendiri.

"Aku beli sendiri aja," ucap Vira yang langsung menyambar dompet dan maskernya.

Vira menyalakan motor lalu pergi ke apotik.

Hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di sana. Wanita itu segera membayar obat yang dibutuhkannya.

Dan ia segera kembali ke rumah kontrakannya. Vira mengambil roti yang ada di dalam plastik blanjaannya. Sebelum pulang ia sempat membeli roti dan beberapa mie instant.

Vira mengambil air hangat dari dispenser. Lalu ia duduk di bawah sambil menyalakan televisi.

"Astaga, nggak selera sama sekali," kata Vira yang hanya memakan rotinya dua potong kecil. Ia segera mengambil obat yang berbentuk cair dan segera menenggaknya sesuai aturan yang tertera dalam kemasan.

Vira merebahkan dirinya dengan bantal menyangga kepalanya. Perlahan ia mulai mengantuk.

Hari mulai gelap. Firlan masih menunggui Alia di dalam ruang rawat.

"Emh!" Alia terbangun.

"Kau sudah bangun," kata Firlan.

"Ini jam berapa?" tanya Alia.

"Jam 8 malam. Oh, Damn!" Firlan yang melihat jam di arlojinya kemudian segera bangkit karena ia melupakan sesuatu.

"Alia, tidak apa-apa kan kau aku tinggal disini?" tanya Firlan.

"Kalau begitu aku pamit," lanjut Firlan.

"Tentu ... aku," belum sempat Alia mengatakan apa yang ingin dia katakan, pria itu sudah berbalik dan menghilang di balik pintu.

"Aku akan baik-baik saja," lirih Alia.

Firlan berlari menuju parkiran mobil, dia merutuki kebodohannya.

"Aarrrghh! bodoh! dia pasti sudah menunggu," ucap Firlan yang beberapa kali memukul stir.

Ia segera membelikan obat untuk Vira. Setelah mendapatkannya ia langsung memacu kendaraannya menuju rumah kontrakan yabg ditinggali wanita itu.

Firlan menghentikan mobilnya. Ia segera keluar dari mobil dan berjalan terburu-buru menuju rumah yang ada di hadapannya.

Firlan beberapa mengetuk pintu, memanggil nama Vira.

"Vira....! Vira buka pintunya, Vir!" seru Firlan.

Vira yang tertidur terbangun jarena mendengar suara ketukan pintu yang berulang-ulang. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di sampingnya. Suasana rumah menjadi gelap, dan ia sangat panik. Ia buru-buru menyalakan lampu senter dari ponselnya, dan kini ia mulai bisa tenang.

"Hhh, hhh ... huh ...huh," Vira mulai bisa mengatur nafasnya yang semula tersengal.

"Vir, Vira...!" seru Firlan yang masih ada di luar.

Vira hanya diam. Tak ada pergerakan dari wanita itu.

Firlan yang menyadari rumah itu gelap seperti sedang ditinggal pergi pun memilih untuk pulang.

"Kenapa lampu rumahnya padam? apa dia sedang pergi?" ucap Firlan.

Firlan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Vira.

...----------------...

1
Andiyas
sumpah! gedek sama Zanna. pengen tak kunyah rasanya. kemarin Alien, habis itu Andika. eh Andini. sekarang Zantul. hadehhh.

ceritamu selalu bisa bikin hati hanyut thor. semangat Thor ❤️
Yuyun
duh zanna kampret,, sengaja pengen ngikutin gaya nya Vira,, biar Firlan tertarik sama dia.. ngaca woii
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: kaca mana kaca
total 1 replies
Andiyas
Aku cuma mau bilang, semangat ya Thor ❤️ meski tak bisa dipungkiri, aku nggak suka sama Firlan. Entahlah mungkin jg Krn alasan pribadi. aku g suka sama cowok modelan Firlan. meski niatnya mau bikin cemburu. tetep aja g gitu caranya. sekarang malah jd tambah rumit kan. si alien jg kayak selalu bergantung sama Firlan. tau ah, author jago banget bikin hati jungkir balik
Andiyas: 😁😁 maapken saya yg menggalau dulu sebelum mulai dubbing. Jadinya malah terhambat audionya 😁😁 btw, udah nyicil 3 bab tadi. gimana musiknya? kurang cocok kah? mungkin ada saran musik yg lebih cocok?
total 2 replies
Andiyas
Firlan bikin sesek aja kerjaannya. g tau apa dia, kalau perhatian ke cewek itu, akan membuat si cewek berharap. begitu jg yg dirasakan Alia mungkin, makanya dia jd berharap sama Firlan. harusnya kalau sukanya sama Vira y g usah perhatian sama yg lain. Tau ah, jd panjang gini kan komennya. Jangan salahin aku, salahin aja Firlan yang suka bikin kesel. Semangat ya Thor ❤️
Andiyas: makasih ya😂❤️
total 4 replies
bluemoon007
😍😍😍
Abel Yasmin
good
Ni.Mar
penny hanya bertanggung jawab pada tugasnya sebagai pengasuh. aku pernah di posisi itu wktu jd baby sitter di cikokol
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: serba salah kdg
total 1 replies
Ni.Mar
bnr bgt wanita selalu yg terdepan dlm segala Hal.
Ni.Mar
mampir thorrrrr.....
Herfika Hermansyah
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
macil
cewe suka mancing bahas mantan ujung ujung nua dia juga yang marah.. kaya aku haiiiiisssss
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: #sendiri
total 2 replies
TK
jos
lina
kepergok 🤭🤭
TK
🌷🌷✍️✍️
lina
eeet y tembak bae apa 🤭
TK
top 👏👍
TK
👍👏
TK
yuk2
lina
tuh kan benr, gusti jadi tau dah
TK
ehhh apa tuh? 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!